My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = Secret Menu.


__ADS_3

...Bab 19 \= Menu Rahasia....


...\=\=\=...


“ brruuumm... ”


Elvano melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan stabil. Ini adalah pertama kalinya, dimana kursi mobil dibagian kiri yang belum pernah terjamah itu kini tengah ditempati oleh seseorang. Terlebih lagi orang itu adalah Aliesha. Segumpal darah dingin bernadi yang mampu membuat cintanya Elvano jatuh hati dengan sepenuhnya.


Elvano melirik ke arah kaca spion atas, berniat ingin melihat bagaimana kondisi pipinya sekarang. Dan benar saja, kedua pipinya kini tampak merah padam.


Pada intinya Elvano tidak bisa menutup-nutupi perasaannya sendiri. Ia tampak begitu berseri dengan seorang Aliesha berada disisi.


Meski sedari tadi perempuan itu hanya sibuk terdiam dengan matanya yang fokus menatap sesuatu dibalik jendela mobil. Berhasil mengajak Aliesha pergi saja sudah begitu bahagia bagi Elvano.


Sesekali Elvano mencuri-curi pandang. Hanya untuk memastikan keadaan Aliesha. Senyum Elvano yang sedari tadi terukir diwajahnya kini mulai memudar. Ketika melihat Aliesha yang hanya terdiam dengan raut wajahnya yang terlihat sendu.


Mungkin tubuh Aliesha sekarang memang sedang berada disampingnya, namun pikirannya tampak berada ditempat yang lainnya. Elvano hanya bisa menghela nafasnya.


“ aku gak tau kalo ternyata Aliesha nyembunyiin banyak luka. ”


“ aku ngerti kalo apa yang terjadi dimasa lalu itu ngerubah dirinya jadi yang sekarang. tapi aku kagum dia bisa sekuat itu sampai sekarang. ”


“ gak tau kenapa. tapi aku pengen jadi rumahnya dia. ”


Elvano bergumam didalam hatinya sendiri. Menatap Aliesha dengan raut wajahnya yang khawatir. Entahlah, semenjak Elvano mengetahui tentang masa lalunya Aliesha dari Naiya dihari kemarin.. Sakit yang Aliesha rasa selama ini itu seperti sampai hingga ke dadanya.


...***...


Setelah melewati banyak lampu merah, Elvano menghentikan mobilnya diparkiran sebuah cafe terkenal dipinggiran kota. Cafe populer yang tidak terlalu besar, bernuansa vintage dengan rooftopnya yang luas. Cafe itu sangatlah dikenal dikalangan anak muda pecinta kopi.


Melihat cuaca yang cukup cerah ditambah dengan langit orange yang indah, mengajak Aliesha untuk mencicipi kopi-kopi unik dicafe ini adalah keputusan yang tepat bagi Elvano.


“ krriinngg... ”


“ selamat sore.. selamat datang dicafe kami ”


Aliesha mengikuti langkah Elvano yang berjalan lebih dulu didepannya. Jika dilihat disekeliling cafenya.. Jujur saja, ini cukup untuk mencuci mata Aliesha. Ya, bisa dibilang jika Aliesha juga termasuk insan muda yang cinta akan hal berbau vintage.


Elvano menuntun langkah Aliesha menuju lantai tiga dari cafe ini. Karena cuaca sore ini cerah tanpa terik matahari yang ditemani dengan angin sepoy, suasana seperti ini sangat cocok untuk meminum beberapa cangkir kopi dirooftop cafe ini.


“ kita duduk disana! ” ucap Elvano sembari menunjuk satu meja yang terletak ditengah rooftop dekat dengan pagar penghalang yang berwarnakan hitam pekat.


Tanpa lama-lama, Aliesha dan Elvano pun berjalan menuju meja yang dimaksud dan duduk disana.


“ maaf menunggu, silahkan pesan.. ” ucap seorang pelayan sembari memberikan menu yang dibawanya.


Pada halaman pertama dimenunya, Aliesha melihat sebuah tulisan dengan huruf yang dicetak tebal yang bertuliskan “ Philosophy Coffee ”. Entah apa itu hanya sekedar namanya, atau memang mereka memiliki sebuah filosofi tentang kopi-kopinya. Tidak salah jika orang-orang menjuluki dengan kata unik untuk cafe ini.


“ SoftBrown-nya satu. ” ucap Elvano sembari memberikan kembali menunya pada pelayan.


Elvano sudah menyampaikan pesanannya. Sedangkan Aliesha masih melihat lihat halaman menu ditangannya. Aliesha sempat bingung ingin memesan apa, namun akhirnya Aliesha menemukan satu menu yang cukup membuatnya tertarik.


“ White Dandelion, Wisteria Cake-nya juga.. ” ucap Aliesha sembari memberikan kembali menunya.


“ baik, kami akan segera buatkan.. mohon ditunggu ” timbal pelayannya lalu pergi.

__ADS_1


Ini memang pertama kalinya Aliesha mendatangi cafe ini. Meskipun begitu, Aliesha sedikit tahu tentang cafe ini dari mulut orang-orang.. Aliesha tidak menguping, hanya saja suara mereka itu terdengar sampai ke telinga Aliesha.


“ ini pertama kali kamu kesini kan? ”


Aliesha menjawab pertanyaan Elvano hanya dengan anggukan kecil dari kepalanya.


“ eh?! i-itu?? ” tanya Elvano sembari mengerutkan kedua alis miliknya.


“ kenapa? ” tanya Aliesha.


“ kamu dapet kalung itu dari mana? ” tanya Elvano sembari melihat kalung yang tergantung dileher Aliesha.


“ oh ini... nemu. ” jawab Aliesha seadanya.


Sejak dulu Aliesha memang orang yang tidak bisa berbohong. Dia tipikal orang yang selalu berbicara apa adanya. Namun berbeda dengan kehidupannya, dia bisa berbicara apa saja untuk mengelabui orang-orang agar tidak tahu bagaimana kehidupan aslinya.


“ nemu? pantes, asing banget liatnya.. aku belum pernah liat kalung kayak gitu.. ”


“ emang kenapa? ”


“ gak papa... kalungnya cantik. ”


“ cantik?? ” tanya Aliesha dengan kedua alisnya yang mengerut, mengartikan bahwa ia tidak mengerti dengan apa yang Elvano katakan.


“ cantik dari mana?! dasar aneh!! kalau bukan karena disuruh, aku gak akan pake. ” gumam Aliesha menggerutu didalam hatinya.


Bagi Aliesha ini hanya sekedar kalung biasa yang sudah rusak. Liontinnya saja bukan dari kristal, rubi atau bahkan safir. Melainkan hanya sebuah batu, itupun terbelah. Aliesha yakin bahwa orang-orang juga sepemikiran dengannya.


“ maksud aku... yang cantik bukan cuma kalungnya. ” ucap Elvano menatap Aliesha dengan lekat.


“ cih!!! ”


“ obsidicle ya? kalau kalung itu dia pake... berarti, si brengsek itu udah ganggu Aliesha?? kurang ajar. ” gumam Elvano didalam hatinya.


Elvano terdiam menatap Aliesha. Kini rasa berbunga-bunga dihatinya berubah seketika. Rasa cemas dan khawatir, sekarang tengah mendominasi hatinya. Karena ternyata, apa yang Elvano takutkan itu benar terjadi.


“ permisi.. ini pesanannya.. satu SoftBrown, White Dandelion dan Wisteria Cake.. ” ucap pelayan sembari memindahkan pesanannya dari nampan ke atas meja.


“ maaf, kalian couple? ” tanya pelayannya.


“ JDEERRR!!! ”


Perkataan yang keluar dari mulut pelayan itu cukup membuat Aliesha terkejut. Bisa-bisanya pelayan itu beranggapan bahwa Aliesha dan Elvano berpacaran.


“ bukan! ” ucap Aliesha spontan, bersamaan dengan kata “iya” yang keluar dari mulutnya Elvano.


“ loh?? yang bener yang mana? ” tanya pelayan dengan raut wajahnya yang sedikit kebingungan.


“ bukan! ” ucap Aliesha dengan penuh tekanan, sembari menatap pelayan itu dengan begitu tajam.


Melihat tatapan Aliesha yang tampak membunuh dan sangat tidak bersahabat, pelayan itu cukup merinding ketakutan.


" sayang.. saya kira kalian pasangan. padahal, pesanan kalian itu cocok.. ” ujar pelayan nampak kecewa.


“ cocok? maksud mba apa? ” tanya Elvano dengan satu alisnya yang terangkat.

__ADS_1


“ diminggu ini.. cafe kami sedang mengadakan event 'Secret Menu '.. dievent itu isinya ada dua kopi. cuma couple yang bisa pecahin event ini... dan baru kalian yang mecahin eventnya. saya kaget karena kalian bukan couple, tapi meskipun kalian bukan couple.. kami akan tetap memberi hadiah eventnya untuk kalian. ”


“ waahh...!! Aliesha!!! kamu denger kan? kita pecahin eventnya!!! ” ucap Elvano tampak begitu sumringah.


“ cih! ” perempuan itu tampak tak peduli. Aliesha tidak merespon Elvano sepatah katapun, dia hanya terdiam sembari mencicipi kopi dan Sponge Cake pesanannya.


“ maaf mba.. dia orangnya emang gitu.. ” ucap Elvano.


“ ya, gak papa.. ”


“ do'ain ya mba.. supaya pulang dari sini saya jadian sama dia.. ”


“ amin! ” ucap pelayannya sembari mengacungkan satu jempol, tanda menyemangati.


“ oiya.. kalian bisa datang ke kasir buat ambil hadiahnya. ” ujar pelayan itu dengan ramah.


“ ya, makasih mba ” timbal Elvano.


“ kalau gitu saya permisi, selamat menikmati. ” ucap pelayan itu lalu meninggalkan meja Elvano dan Aliesha.


“ Aliesha! ” panggil Elvano.


“ hmm ”


“ kita dapet hadiah!!! ” ucap Elvano sumringah. “ asal kamu tau, kita pecahin 'Secret Menu ' dari cafe ini tu udah takdir! ” sambungnya.


“ bencana. bukan takdir! ” ucap Aliesha dengan nada bicaranya yang dingin, tanpa melirik ke arah Elvano sedikitpun.


“ kita tuh cuma belum pacaran aja.. ” seru Elvano tak mau kalah dingin.


“ gak akan. ” sahut Aliesha.


“ gak akan nolak.. ya kan? ”


Laki-laki aneh dihadapannya ini berhasil membuat Aliesha geram. Ingin rasanya Aliesha memukul wajahnya kuat-kuat, namun itu hanya bisa membuat tangannya yang berharga kesakitan dan waktunya akan terbuang sia-sia.


“ lagipula aku yakin, aku bisa buat kamu jadi pacar aku. ” ujar Elvano menatap Aliesha dengan begitu lekat.


“ ckk!!! gak akan bisa. ” timbal Aliesha geram.


Mendengar itu, Elvano hanya tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Aliesha. Entah mengapa, Elvano malah semakin jatuh hati pada bongkahan es berkedok perempuan cantik didepannya.


“ kalau gitu.. aku bakal bikin kamu jatuh cinta sama aku. ” ucap Elvano dengan wajahnya yang nampak serius.


“ cih!!! ”


...•...


...•...


...•...


...“ Seandainya kamu tahu.. Bahwa hatiku sudah lama ku bunuh dengan begitu pilu. Dan sebelum kau berhasil membuatku jatuh hati padamu... Maaf untukmu, tapi akan ku tebas lebih dulu hatimu tanpa ragu-ragu. Agar kau tak menderita karena mencintaiku. ”...


...\=\=\=...

__ADS_1


...To be continued... »...


__ADS_2