
...Bab 20 \= Dua Karya Tuhan....
...\=\=\=...
Langit mulai kembali gelap. Kali ini, langit tengah diselimuti dengan warna Jingga. Piringan matahari kini sudah pergi menghilang dari cakrawala. Fana merah jambu saat ini nampak cantik dan memanjakan mata. Begitu candu untuk dipandang berlama-lama. Bagaimana bisa, Aliesha begitu terpana dengan lukisan semesta yang tengah terpampang indah didepan mata.
Kopi dan kue yang Aliesha pesan juga kini sudah tinggal kosong tak tersisa. Hanya saja, Aliesha masih menolak untuk beranjak pergi dari duduknya. Senja indah di atas kedai kopi seperti ini jarang-jarang Aliesha bisa melihatnya. Nyatanya, senja memanglah salah satu lukisan yang cantiknya tidak bisa diuraikan hanya dengan lirik-lirik kata. Dan ya, Aliesha selalu jatuh cinta pada setiap detik-detiknya.
Begitu juga dengan Elvano. Laki-laki itu nampak membulatkan kedua matanya dengan begitu sempurna. Terkagum-kagum dengan keindahan bumantara. Kali ini, degup jantungnya terasa berirama. Dan jujur saja, ketika pandangannya tertuju pada wajah Aliesha, ketika paras perempuan itu berada tepat dibawah senja.. Saat ini pikiran Elvano hanyalah Aliesha satu-satunya.
Entah mengapa.. Bagi Elvano.. Perihal Aliesha dan senja. Keduanya adalah karya tuhan yang begitu Innefable untuk diutarakan. Semakin ditatap lamat-lamat.. Semakin terbungkam dirinya.
“ kenapa liat-liat?! ”
Dengan nada suaranya yang sedikit menekan, Aliesha bertanya pada laki-laki yang tengah duduk dihadapannya. Perempuan dingin itu nampaknya merasa risih, ketika Elvano hanya terdiam dengan matanya yang menatap wajah Aliesha dengan begitu lekat.
“ ih gr... wlee!! aku gak lagi liat kamu! aku lagi liatin kupu-kupu!! ” ucap Elvano dengan raut wajah yang menyebalkan.
“ ckk...!!! ya terus kenapa ke aku ngeliatnya??!! ” tanya Aliesha geram.
“ ya kalo kamu ngerasa diliatin sama aku ya emang kamu kupu-kupunya!!! ” timbal Elvano kesal.
“ hah?? ”
“ makanya kalo gak mau diliatin kurangin cantiknya! cih.. dasar!!! kupu-kupu emang gak pernah tau kalo dirinya tu cantik!! ” ketus Elvano.
“ kamu ngeledek?? ” tanya Aliesha bingung.
“ ngeroasting! ”
“ cihh!!! ”
Aliesha mendorong kursi yang tengah didudukinya lalu berdiri. “ aku ke kamar mandi dulu! ” ucap Aliesha sembari beranjak pergi meninggalkan Elvano sendiri dikursinya.
Belum sempat Elvano meresponnya, namun Aliesha sudah lebih dulu beranjak dari kursinya. Elvano hanya bisa menatap punggung Aliesha yang semakin menghilang dari pandangannya, dengan kedua sudut bibirnya yang tersenyum lebar. Raut wajah kesal milik Aliesha itu selalu berhasil membuat Elvano gemas.
Entah mengapa, sulit untuk memalingkan penglihatannya dari Aliesha. Rasanya, perempuan itu seperti memiliki sesuatu di dalam dirinya, yang mampu membuat Elvano jatuh cinta berkali-kali disetiap detiknya.
“ cekrekk!!! ”
“ deg! ”
Elvano tersontak kaget, hingga kini pandangannya teralihkan pada satu meja yang berada tepat disampingnya. Sebuah flash kamera yang nampaknya flash itu berasal dari satu ponsel milik perempuan yang duduk dimeja sebelah.
“ egh!!! lupa dimatiin lagi flash nya!!! dasar bego!!! ”
Elvano melihat perempuan itu dengan kedua alisnya yang mengerut mantap. Ia merasa terganggu jika ada orang tak dikenal yang mengambil foto dirinya dengan tiba-tiba dan tanpa seizinnya.
“ ugh!!! ” perempuan itu merasa terancam seperti diintimidasi, ketika dia melihat tatapan Elvano yang tampak tidak bersahabat.
__ADS_1
“ aakhh!! sumpah!!! dia liat gue??!! gila, ganteng bangeett!!! fix.. gue harus minta nomor telponnya sihh!!! AAAAA ”
Namun bukannya merasa takut dan menghindar, melainkan perempuan itu malah semakin terpincut dengan respon Elvano yang seperti itu.
“ ckk!! dalah.. terlanjur ketauan juga!! ” gumamnya sembari berdiri dari kursinya lalu menghampiri Elvano.
“ haii.. kenalin, gue Nadin! ” sapanya sembari mengulurkan satu tangannya pada Elvano.
“ kenapa lo foto gue?! ” tanya Elvano tanpa membalas uluran tangan dari perempuan itu.
“ oke.. kayaknya lo gak suka basa basi. kalo gitu gue langsung aja ke pointnya.. gue pengen lo jadi pacar gue! ”
“ JDEERRR!!! ”
Elvano terkejut mantap dengan kedua matanya yang membulat sempurna. Bagaimana bisa, seseorang yang tak dikenal bisa-bisanya langsung menginginkan Elvano untuk menjadi pacarnya begitu saja?!
“ maksud lo?! ”
“ besok! lebih tepatnya besok malem gue butuh cowo buat dibawa ke pesta sama gue. gue mau lo jadi pacar gue selama satu hari! ”
“ cihh!! gue gak semurah itu buat dijadiin pacar orang!!! apalagi sehari!! ” geram Elvano.
“ kalo gitu kita jadian aja! ”
“ jadian??! ”
“ ya, jujur aja.. lo lebih ganteng dan kece dibanding cowo gue.. kalo lo jadi cowo gue.. gue gak akan malu bawa lo ke pesta nanti.. ”
“ tap.. tap.. tap.. ”
Mendengar ada suara langkah kaki dibelakangnya, Elvano sudah tahu siapa itu. Laki-laki itu pun langsung memutarkan kepalanya dan menggenggam satu tangan Aliesha.
“ e-eh??!! ”
Aliesha terkejut sejadi-jadinya. Dia merasa tidak nyaman ketika Elvano menarik tangan Aliesha untuk lebih dekat dengannya.
“ ssstttt... maaf.. tapi, kamu liat cewe aneh didepan kamu? aku gak kenal dia!!! kamu udah ngerti kan?? plis bantuin aku.. kamu jadi pacar aku ya!! sekarang pura-pura dulu, nanti aja benerannya.. ”
Elvano berbisik disalah satu telinga Aliesha. Dia berharap semoga perempuan dingin itu ingin memberikan jasanya meski hanya untuk satu menit saja.
Apa boleh buat, nampaknya Elvano benar-benar merasa terganggu. Dan lagi lagi Aliesha hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu berat.
Entah bagaimana caranya, laki-laki itu bisa menghilangkan sisi Aliesha yang tidak peduli akan sekelilingnya.
“ kamu perempuan kan? ” tanya Aliesha dengan raut wajahnya yang begitu dingin tak berekspresi.
“ pertanyaan lo aneh!... jelaslah gue cewe! ”
“ kalo gitu jangan mau jadi sampah!! ”
__ADS_1
Setelah melemparkan kalimatnya. Aliesha pergi begitu saja, disusul oleh Elvano yang mengikuti langkahnya dari belakang. Meninggalkan perempuan itu yang kini mulutnya tengah ternganga karena ucapan menusuk dari Aliesha.
...***...
“ brrrmmm.... ”
Tidak terasa, lembayung senja kini sudah berakhir dengan begitu cepat. Karena hari semakin gelap, dan lampu-lampu sudah menyala terang menyinari jalanan kota. Akhirnya Aliesha dan Elvano pun memutuskan untuk segera menyudahi aktivitasnya.
“ makasih ya, udah mau jadi pacar pura-pura aku.. ” ucap Elvano masih tetap fokus pada jalanan didepannya.
“ siapa yang mau?? ” timbal Aliesha dengan nada bicaranya yang begitu pedas.
“ ya aku juga gak mau kalo cuma pura-pura.. aku pengennya beneran! ” seru Elvano tak mau kalah. “ tapi, abis denger kata-kata kamu tadi.. kayaknya dia langsung mental breakdown deh.. haha!! ” sambungnya.
“ terima aja padahal ”
“ ya, aku bisa terima. ” ucapnya sembari menatap ke arah Aliesha. “ tapi... kalo aku maunya kamu gimana? ” sambungnya kembali menatap jalanan.
“ cihh!!! ”
•
•
•
“ brakk.. ”
“ makasih. ” ucap Aliesha sembari menutup pintu dari mobil berwarnakan hitam pekat dihadapannya.
“ oiya! hadiahnya kamu bawa aja.. ”
Elvano menyodorkan dua buah Paper Bag coklat pada Aliesha. Hadiah dari cafe tadi karena sudah memecahkan ' Secret Menu ' dari eventnya. Satu Paper Bag itu berisikan dua kopi yang sudah Aliesha dan Elvano pesan, yaitu kopi SoftBrown dan White Dandelion. Sedangkan yang satunya lagi berisi Spesial Sponge Cake dan dua kue Muffin.
Aliesha pun segera mengambil dua Paper Bag coklat itu dari genggaman Elvano.
“ tapi kopinya aku ambil satu ya? ” ucap Elvano sembari menunjukan satu cup kopi ditangannya. Laki-laki itu sudah mengambil kopinya lebih dulu sebelum memberikan Paper Bagnya pada Aliesha.
“ eh?? tunggu.. ” gumam Aliesha sembari mengerutkan kedua alisnya.
Aliesha sedikit kebingungan ketika melihat tulisan yang tertera dicup kopi yang tengah Elvano genggam. Kopi yang diambil oleh Elvano adalah kopi yang bertuliskan nama Aliesha dicupnya.
“ kenapa ambil yang aku?? ”
“ sengaja... aku pengen tukeran kopi sama kamu! ”
Setelah berbicara seperti itu Elvano langsung melajukan mobilnya dan pergi begitu saja dari hadapan Aliesha. Elvano pergi dengan senyuman yang terukir jelas dikedua sudut bibirnya.
...\=\=\=...
__ADS_1
...To be continued... »...