My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = Bad Feeling.


__ADS_3

...Bab 06 \= Gelisah....


...\=\=\=...


Aliesha melihat kembali kedalam isi dari peti itu. Dan apa yang ada didalam sana mampu membuat Aliesha sedikit terkejut dan merasa bingung.


Didalam peti itu bukanlah berisi uang ataupun semacam harta lainnya. Melainkan disana terdapat sebuah buku tua, empat buah kunci berbahan kaca bening, dan satu batu hitam dengan ukuran yang sedang. Semua barang itu tersimpan secara acak didalam sana.


Aliesha merasa bingung karena sama sekali tidak paham dengan apa yang ada didalam peti itu. Jika isi dari petinya hanya barang seperti itu, mengapa petinya harus dikunci dan digembok dengan sangat rapat, padahal jika dilihat isinya tidaklah begitu berharga. Bahkan disana tersimpan satu batu yang nampak terbelah dengan bentuknya yang aneh. Apa pentingnya batu itu sampai ada didalam petinya?


Namun, Aliesha merasa tertarik dengan satu buku yang ada didalam sana. Meskipun buku itu nampaknya sudah begitu usang dan tua, tapi penampilan dari buku itu sangatlah unik. Tapi bukan hanya itu yang mampu membuat Aliesha merasa tertarik.


Dilihat dari covernya saja, buku itu berbeda dari buku - buku biasanya. Terlihat dari sampulnya yang seperti terbuat dari daun kering yang digabungkan menjadi satu dan diawetkan. Kertasnya pun berbahan tebal dan berwarna kuning seperti kertas jaman dahulu.


Karena merasa terpincut dengan keunikan dari buku itu, Aliesha pun berniat untuk mengambil bukunya dibanding barang yang lainnya. Bagi Aliesha buku itu benar-benar langka ditemukannya. Belum pernah sekalipun Aliesha melihat buku yang bermacam seperti itu.


Aliesha pun menyingkirkan peti tua itu dari pandangannya, dan menyimpan bukunya diatas meja. Aliesha benar-benar mengamati bukunya itu dengan seksama. Mulai dari sampul depan, hingga halaman terakhir dan sampul belakang.


Tapi entah mengapa, semua halaman dari buku itu kosong. Tidak ada satu pun huruf yang tertulis disana. Bersih tanpa jejak seperti tidak pernah dipakai sama sekali. Namun.. tepat pada halaman terakhir dari buku itu, terdapat sebuah gambar organ tubuh berbentuk jantung manusia, dan gambar itu hitam putih tidak berwarna.


Aliesha sempat terdiam cukup lama, menatap gambar jantung hitam putih yang terpampang dihalaman itu. Jika diperhatikan terlalu lama, gambar itu semakin dilihat semakin berubah menjadi menyeramkan. Aliesha pun sedikit bergedik ngeri dan segera menutup halamannya. Walaupun begitu, Aliesha sama sekali tidak berubah pikiran untuk mengoleksi buku itu.


“ heh! ”


“ Degg!! ”


Aliesha mendapati Naiya yang tiba-tiba berdiri disampingnya dan menepuk pundak Aliesha dengan begitu keras. Aliesha yang tengah terdiam menatap buku itu pun terkejut setengah mati. Entah sejak kapan Naiya berdiri disamping Aliesha.


Aliesha hanya bisa menghela nafas dan mencoba bersabar untuk menghadapi tingkah sahabatnya itu.


“ kirain tidur. ” ucap Aliesha sembari menatap Naiya sekilas, lalu kembali menonton televisi.


“ gue gak bisa tidur. ”


Naiya menjatuhkan tubuhnya dengan kasar disamping Aliesha. Sesekali menatap Aliesha yang tengah fokus memakan cemilannya sembari menonton televisi, tanpa menghiraukan Naiya sama sekali.


“ eh? ” gumam Naiya mengerutkan kedua alisnya. Melihat buku tua yang ada didalam peti itu ada diatas meja.


“ bukunya ngapain dikeluarin? udah masukin aja, sekalian mau gue buang juga. isinya gak guna. ” ujar Naiya mengambil buku itu dan kembali memasukkannya ke dalam peti.


“ ngapain?! siniin bukunya! ” ucap Aliesha meminta buku itu dikembalikan ke padanya.


“ loh? kenapa sha? ” tanya Naiya bingung.


“ bukunya!! ” kukuh Aliesha.


“ y—yaudah, nih.. ” timbal Naiya mengambil kembali buku itu dan memberikannya kepada Aliesha.


Aliesha pun menyimpan buku itu disamping tubuhnya dan kembali lagi menonton televisi.


Naiya menatap Aliesha dengan begitu lekat. Merasa bingung dengan tingkah Aliesha yang menginginkan buku tua itu. Bagi Naiya buku itu hanya sebuah rongsokan yang sudah jelek dan tidak berguna.

__ADS_1


“ sha..? lo mau apain buku itu? mau lo bakar? gak usah, biar gue buang aja.. atau, kalo enggak juga gue bakal kasiin ke tukang rongsok ”


“ gak usah. ” timbal Aliesha masih tetap fokus menatap televisi.


“ terus? mau diapain? ”


“ disimpen. ”


“ lah?! buku burik kek gitu mau lo simpen?! dih, kalo gue ogah banget dah.. ngapain si sha nyimpen buku kek gitu?! kalau lo mau buku tinggal beli aja kan, lebih layak juga. ” oceh Naiya merasa tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


“ hmm ” timbal Aliesha, lagi-lagi masih tetap fokus pada televisi dan cemilannya sendiri. Nampak tidak perduli dengan Naiya sedikitpun.


“ HEH! sih kampret!!! kalau gue ngomong tu dengerin maemunah!!! gue taplok pake teplon baru ta— ”


“ nih.. liat sendiri. ” ucap Aliesha memotong ocehannya Naiya dan memberikan buku itu agar Naiya bisa melihatnya secara detail.


Naiya pun mengamati buku itu dengan begitu detail. Dimulai dari cover depan, isi, hingga sampai cover belakang.


Setelah melihat penampilan luar dan dalam dari bukunya, Naiya menjadi mengerti mengapa Aliesha menginginkan buku tua ini. Bukunya memang nampak terlihat seperti tidak layak dan usang. Namun jika dilihat lebih seksama, buku itu tidak seburuk yang dikira. Dan disisi lain juga buku ini berbeda dan unik dari buku-buku yang pernah ditemui biasanya.


“ pantes aja lo mau nyimpen bukunya.. ” gumam Naiya mengembalikan buku itu pada Aliesha.


“ gue kira buku itu cuma rongsokan.. tapi ternyata masih bisa dipake juga. yaudah, kalau gitu gue mau buang sisanya ” ucap Naiya beranjak dari duduknya sembari membawa peti tua itu.


“ jangan ”


“ kenapa sha? yang ini mau lo simpen juga?? ” tanya Naiya merasa heran dengan Aliesha. “ heran banget deh gue ama lo sha..! ni kunci ama batu apa faedahnya dodol??!! mau lo apain?! ” ketusnya mengoceh.


“ petinya berguna. ”


“ yaudah deh, kalau lo maksa. tapi, lo yang simpen peti ini digudang yak? hehe.. ” ucap Naiya cengengesan.


“ penakut! ” seru Aliesha mengejek.


“ enggak kok, gue gak takut! gue cuma.. cuma.... cuma lagi alergi bulan aja sih ”


“ maksudnya? ”


“ ntar kalo gue keluar, takutnya gue jadi manusia serigala. gue itu kan blasteran.. lo juga tau kan ”


“ bilang aja takut setan. ”


“ lebih ke alergi sih, bukan takut. kalo sekarang gue ketemu ama setan nanti gue panas dingin. lo gak mau gue sakit kan sha? jadi, alangkah baiknya jika anda saja yang pergi kesana, oke? anak baik disayang patrick. ”


“ ck!! ” gumam Aliesha berdecak pelan. Merasa pusing dengan semua kata-kata yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya itu. Aliesha hanya bisa menggeleng pelan kepalanya. Mendengar Naiya berbicara adalah satu hal yang seringkali membuat kuping Aliesha terganggu.


“ sini.. ” ucap Aliesha meminta Naiya agar peti itu diberikan kepadanya. Naiya pun memberikan peti yang tengah digenggam tangannya.


“ srakk!! ”


“ auu!!! ”

__ADS_1


Aliesha merintih kesakitan karena rasa sakit bercampur perih yang tiba-tiba terasa ditangannya.


“ kenapa sha? ” tanya Naiya kebingungan.


“ cepet, ambil petinya ” suruh Aliesha pada Naiya agar mengambil kembali petinya. Naiya pun menuruti apa yang dikatakan Aliesha.


“ SHA!!! ASTAGA TANGAN LO KENAPA??!! ” tanya Naiya begitu panik ketika melihat tangan Aliesha yang banyak mengeluarkan darah.


“ ka—kalo gitu gue ambil dulu kotak p3knya ya.. l—lo tunggu disini! jangan kemana-mana!!! ” ucap Naiya dengan nada yang terdengar panik.


Naiya pun langsung menyimpan peti yang tengah dipegangnya itu diatas meja, dan bergegas pergi ke dapur. Namun, Naiya tidak benar-benar menyimpan peti itu dengan baik. Sehingga petinya terjatuh dan mengenai salah satu kaki milik Aliesha.


“ BRAAKK!! ”


“ aaaaakkk.... NAIYAAAA!!!!! ” teriak Aliesha, kini rasa sakit pun bertambah di area kakinya pula.


“ E—EH?? ADUH, SHAA??!! HAAHH!! NAIYA TOLOL DASAR CEROBOH!!! ” ketus Naiya mengatai dirinya sendiri karena kecerobohannya, sembari menyingkirkan peti yang menimpa kakinya Aliesha.


“ maafin gue sha.. gue beneran gak sengaja sumpah! gu—gue ambil dulu kotak p3knya!! tungguin ya! ” ujar Naiya lalu segera berlari ke arah dapur.


Naiya pun berlari tergesa-gesa, meninggalkan Aliesha yang tengah memegangi salah satu tangannya yang terluka. Rasa sakit dan perih ditangan Aliesha semakin terasa, ditambah pula dengan luka dikakinya yang tertimpa petinya.


Aliesha mengumpat dan terus memegangi tangannya. Darah yang keluar dari tangannya kini mulai mengalir kemana-mana.


“ brukk.. ”


Buku yang tersimpan disamping tubuh Aliesha kini ikut terjatuh ke atas lantai hingga halamannya terbuka. Aliesha pun segera mengambil kembali buku itu dan menaruhnya diatas meja.


“ ckkk!!! ” Aliesha berdecak kesal karena halaman dari bukunya itu sekarang menjadi ternodai oleh darah dari lukanya sendiri.


Setelah beberapa menit Aliesha menunggu dengan darahnya yang terus mengalir, akhirnya Naiya pun datang dengan satu kotak p3k ditangannya. Dengan raut wajahnya yang panik, Naiya langsung membantu mengobati semua lukanya Aliesha.


[ beberapa menit berlalu... ]


“ ko bisa sih.. lo tiba-tiba berdarah kayak gini? ” tanya Naiya terheran, sembari membereskan obat-obatan dan memasukkannya kembali ke dalam kotak p3k.


“ gatau ”


Mendengar jawaban dari Aliesha, Naiya hanya bisa menghela nafasnya. Ia pun menyimpan kotak p3k itu diatas meja.


Karena rasa heran, Naiya pun mengambil kembali peti tua itu dan mencari tahu sendiri apa yang telah menyebabkan Aliesha terluka.


Naiya melihat disisi bagian bawah dari peti itu patah, dan bekas patahannya itulah yang nampak begitu tajam dan bergigi. Pantas saja Aliesha bisa terluka. Disana pun terlihat darah milik Aliesha yang belum dibersihkan.


“ pantes aja.. lo luka karena ini sha ” ucap Naiya sembari menunjukan sisi dari bagian petinya yang patah.


Aliesha pun melihat apa yang Naiya tunjukkan tanpa merespon dengan sepatah katapun.


Melihat insiden tadi yang baru saja menimpa Aliesha.. entah kenapa, suasana hati Naiya menjadi sedikit terganggu. Namun Naiya sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya. Naiya hanya tiba-tiba merasakan gelisah dihatinya yang tanpa sebab.


“ kenapa ya, ko perasaan gue jadi gak enak sih ” gumam Naiya didalam hatinya.

__ADS_1


...\=\=\=...


...To be continued... »...


__ADS_2