My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = The Day Without Naiya.


__ADS_3

...Bab 18 \= Hari tanpa Tasmanian Devil Betina....


...\=\=\=...


- [ 12.35 ] -


“ ceklek.. ”


Dengan perlahan Naiya membuka pintu kamar Aliesha. Naiya mendapati Aliesha yang tengah berbaring diatas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Naiya tidak tahu Aliesha sedang tertidur atau tidak, dia sama sekali tidak bisa melihat wajah Aliesha karena posisi tidurnya yang membelakangi pintu.


Naiya pun melangkah masuk dan duduk tepat ditepi kasur samping Aliesha. Naiya hanya bisa menghela nafas ringan melihat Aliesha yang mulai kembali tertutup seperti ini.


“ gue tau lo gak tidur. ”


Naiya berbicara dengan nada suaranya yang lembut layaknya seorang ibu pada anaknya. Namun Aliesha masih tetap terdiam tak berkutik sedikitpun dari tidurnya. Anak itu tampak tak peduli akan keberadaan Naiya disampingnya.


“ gue liat, akhir akhir ini lo gak kayak biasanya... lo lebih sering diem dan ngomong lo irit banget. lo jadi lebih dingin dari biasanya. lo jadi lebih gak peduli sama apa yang ada disekeliling lo.. ”


“ sha.. gue tau lo gak akan kayak gini tiba-tiba. gue tau ada sesuatu yang gak lo ceritain sama gue. ”


“ lo pikir dengan lo yang kayak gini gue gak akan peduli? lo salah kalo lo mikir kayak gitu. cuma gue yang tau diri lo sha! cuma gue yang paham rasa sakit yang lo derita! dan cuma gue yang lo milikin sekarang... ”


“ cerita sama gue sha. lo pikir kenapa gue ada disini sekarang? kalo gak karna gue peduli sama lo gue udah ninggalin lo dari dulu! lo udah gue anggep kayak adek gue sendiri. ”


“ lo bisa nangis dipundak gue sesuka lo. sejauh apapun lo nutup diri, gue masih tetep disini buat meluk lo kapanpun! ”


“ cerewet. ” seru Aliesha dengan nadanya yang tetap dingin seperti biasanya.


“ ckk! lo masih tetep nyebelin.. tapi gue seneng lo masih tetep keras kepala kayak biasanya. itu tandanya lo emang masih idup. ” ketus Naiya.


Aliesha beranjak bangun dari tidurnya. Mendudukkan tubuhnya menghadap ke arah Naiya disampingnya.


“ gue udah masak sesuatu yang spesial buat lo! ” ucap Naiya dengan senyuman dibibirnya.


“ apa? ”


“ telor ceplok ”


Aliesha hanya terdiam dengan rasa kecewa karena sudah berharap lebih pada Naiya.


“ lo harus tau! telor ceplok yang gue bikin hari ini tu super spesial sha! karena kuningnya gak ancur.. ”


Aliesha yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas sembari memijit kepalanya yang terasa pening.


“ masih syukur gue kasih telor ceplok bukan telor asin! ” ketus Naiya.


Naiya merasa bangga dengan telur pasakannya hari ini. Karena biasanya Naiya selalu gagal karena kuning telur yang ia pasak selalu hancur. Namun kali ini berbeda, dia berhasil memasak telur dengan kuningnya yang masih tetap utuh seperti semula.

__ADS_1


“ bangun! jangan jadi kebo sawah lu! siang bolong kek gini lo masih aja meluk kasur.. ” omel Naiya menggerutu sembari beranjak keluar dari kamar Aliesha.


...• • •...


“ gak makan? ” tanya Aliesha sembari menyantap makanan diatas piringnya.


“ gue udah makan. oiya... sha? ”


“ hmm ” jawab Aliesha hanya dengan mengangkat kepalanya yang tengah menatap piring didepannya.


“ gue dapet kabar buruk... hari ini gue harus pulang ke rumah orangtua gue, ayah gue masuk rumah sakit.. tapi gue khawatir ninggalin lo sendiri dengan kondisi lo yang kayak gini... ” ujar Naiya menatap Aliesha yang tengah menyantap sarapannya dengan rasa khawatir.


“ pulang aja. ”


“ gue gak tau bakal pulang kapan... lo beneran gapapa gue tinggal sendirian disini? ”


Aliesha hanya merespon Naiya dengan anggukan mantap dari kepalanya. Meskipun Aliesha tampak begitu sibuk mengunyah, namun ia tetap mendengarkan Naiya dengan baik.


“ yaudah, gue pergi sekarang.. ”


“ gak siap-siap? ”


“ lo gak nyadar apa gue udah wangi, cantik, seger kayak gini dari tadi?? ” ketus Naiya sembari memperlihatkan penampilannya.


Aliesha hanya menatap sembari menggelengkan kepalanya tanpa berkata apapun. Naiya pun beranjak pergi ke ruang televisi untuk mengambil tasnya yang sudah menunggunya di sofa.


“ cih! ”


Aliesha yang masih saja sibuk didapur hanya berdecak mendengarkan celotehan Naiya. Namun didetik setelahnya Aliesha sedikit tersenyum walau hanya satu senti. Terkadang melihat Naiya yang mengoceh seperti tadi itu adalah satu hal yang bisa membuat Aliesha tersenyum. Bahkan itu bisa mengembalikan mood Aliesha yang sedari tadi menghilang.


...***...


- [ 16.38 ] -


“ tik.. tik.. tik... ”


Aliesha melirik ke arah jam dinding yang tergantung diatas televisi. Jarum jamnya sudah menunjukan pukul setengah lima sore. Aliesha hanya duduk diatas sofa dengan televisi yang tetap menyala dan bungkus cemilan yang berserakan diatas meja. Sudah selama itu Aliesha hanya sekedar menatap televisi dan tidak melakukan apapun.


Hari ini rasanya jauh lebih membosankan dibandingkan hari hari sebelumnya. Rumah inipun jadi jauh lebih hening dan sunyi karena tak ada Naiya didalamnya.


Dan entah mengapa, kali ini Aliesha tidak seperti biasanya. Aliesha merasa ingin pergi kesuatu tempat untuk menghilangkan rasa bosannya.


Tanpa banyak bicara, Aliesha pun pergi beranjak kedalam kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi. Aliesha tidak tahu hari ini harus pergi kemana, tapi Aliesha tidak peduli. Yang jelas Aliesha hanya ingin pergi dari rumah untuk menghilangkan rasa kesepiannya.


“ tok tok tok... ”


Mendengar suara ketukan dari balik pintu dihadapannya, Aliesha yang kini tengah memakai sepatu miliknya sempat terhenti sejenak.

__ADS_1


“ tunggu ”


Setelah mengucapkan satu kata itu, Aliesha segera menyelesaikan aktivitas memasang sepatunya.


“ siapa? ” tanya Aliesha sembari menarik knop pintu.


“ hai! gimana kabarnya? ”


Elvano menyapa Aliesha dengan senyuman dikedua sudut bibirnya. Wajahnya tampak begitu tampan berseri dan bahagia.


“ baik. ” timbal Aliesha seadanya.


Semenjak hari itu, sepertinya Elvano sudah begitu mengetahui dimana letak posisi rumah Aliesha. Aliesha berpikir bahwa mungkin, mulai hari ini Elvano pasti akan selalu berkunjung ke rumahnya.


Tamat sudah kedamaian hidup Aliesha. Mulai hari ini juga sepertinya Aliesha akan menerima banyak teror dari laki-laki yang sekarang tengah berdiri dihadapannya.


“ kamu mau pergi? ” tanya Elvano sembari menatap penampilan Aliesha dengan begitu lekat.


“ pas banget! aku mau ajak kamu pergi... sebenernya tadi aku gak sengaja denger jey telponan sama Naiya.. kalo dia pergi brarti kamu sendiri.. jadi aku kesini... ” ujar Elvano dengan wajahnya yang semakin berseri.


“ mau ya? ” tanya Elvano penuh harap.


“ kenapa harus kebetulan kayak gini sih?? cih.. ” gumam Aliesha menggerutu di dalam hatinya.


Aliesha hanya terdiam, tak merespon sedikitpun perkataan yang sudah Elvano lemparkan padanya.


Aliesha menghela nafasnya tampak begitu berat. Sebenarnya Aliesha ingin sekali keluar rumah, tapi hanya seorang diri. Namun, disisi lain Aliesha teringat dengan apa yang Naiya katakan. Mungkin, setidaknya Aliesha meminta maaf pada Elvano. Namun Aliesha yang sekarang bukanlah orang yang semudah itu untuk meminta maaf.


“ aku tau kamu bosen.. ayo! ” ucap Elvano lalu pergi lebih meninggalkan Aliesha lebih dulu.


Entahlah, tapi hari ini Aliesha memang sangat ingin keluar rumah. Aliesha hanya ingin menghibur dirinya sendiri, tidak lebih.


Dan mungkin inilah caranya Aliesha meminta maaf. Aliesha sangatlah tidak bisa meminta maaf secara langsung. Aliesha sudah tak lagi peduli akan perkataan orang yang menilai buruk sifatnya. Karena memang itu kenyataannya. Aliesha benar-benar merubah semua sifatnya dengan sangat bertolak belakang dengan kepribadian sebelumnya. Meskipun terkadang Aliesha merasa bersalah karena sifatnya yang sekarang.





[ disisi lain... ]


“ cih!!! si curut sialan itu!! oke, gapapa. tapi kalo giliran gue lo ganggu.. gue gak akan segan-segan buat bunuh lo! ”


“ Aliesha cuma milik gue! ”


...\=\=\=...

__ADS_1


...To be continued... »...


__ADS_2