
...Bab 17 \= Misteri dibalik Kebenaran....
...\=\=\=...
“ tik.. tik.. tik.. ”
Hari ini suasana kamar Aliesha terasa jauh lebih dingin dan sunyi dari biasanya. Suara jam dinding pun terdengar lebih nyaring dari sebelumnya.
Malam ini adalah hari buruk bagi Aliesha. Peristiwa tadi cukup menusuk dadanya. Karena laki-laki bajingan itu membuat Aliesha menjadi teringat kembali akan hal yang paling menyayat hatinya. Sebenarnya Aliesha sudah berusaha untuk mengikhlaskan itu semua, namun rasanya begitu sulit. Aliesha sudah terlalu terluka karena semua yang sudah terjadi dimasa lalu. Karena itu Aliesha kesulitan untuk menerima apa yang sudah terjadi pada dirinya sendiri dan ibunya.
Aliesha merasa kondisi tubuhnya sekarang sedang tidak baik-baik saja, namun Aliesha tidak ingin pergi kemana-mana selain mengurung diri dikamarnya. Dia lebih memilih untuk menyembunyikan dirinya dibawah selimut.
Sebenarnya, Aliesha merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan kepada Naiya dan Jeyno, terlebih lagi pada Elvano. Mungkin seharusnya Aliesha berterimakasih dan menenangkan mereka agar tidak khawatir padanya. Tapi Aliesha sudah tidak lagi peduli akan apapun. Toh dirinya sudah terlanjur berantakan, hatinya pun sudah terlanjur hancur habis-habisan.
“ sebenernya apa yang mama lakuin dimasa lalu? kenapa si bajingan itu bilang seakan-akan mama yang bersalah?! sebenernya apa yang mama sembunyiin?? aku bingung apa yang harus aku lakuin ma.. ”
Aliesha bergumam didalam hatinya. Bertanya-tanya akan kegelisahan dihatinya. Lagi lagi dada Aliesha terasa begitu sesak jika kembali mengingat masa lalu. Ingin sekali rasanya Aliesha menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Namun air mata Aliesha sudah terkuras habis dihari kematian ibunya. Aliesha hanya bisa berteriak menangis didalam hatinya sendiri. Jujur saja, menangis tanpa air mata itu rasanya jauh lebih menyakitkan dibanding apapun.
...***...
“ Aliesha... ”
Seseorang terdengar memanggil nama Aliesha dengan samar-samar. Jika didengar dari suaranya, sepertinya itu adalah suara laki-laki. Namun kali ini terdengar lebih ramah.
__ADS_1
“ Aliesha! ”
Aliesha yang mendengar itu pun langsung menyingkirkan selimut yang tengah menutupi tubuhnya. Suaranya terdengar asing, karena itu Aliesha memutuskan untuk mencari dari mana asal suara laki-laki itu. Aliesha harus waspada bila itu adalah laki-laki yang mengganggunya tadi, namun sepertinya ini dari orang yang berbeda.
“ disini Aliesha! ” ucapnya sembari berdiri disamping jendela kamar Aliesha.
Aliesha mendapati seorang laki-laki yang tengah berdiri menatap Aliesha dengan senyuman tipis dibibirnya. Aliesha yang melihat itu langsung mengerutkan kedua alisnya dengan ekspresi wajahnya yang sangat tidak bersahabat.
“ kamu siapa?! ” tanya Aliesha dengan nada suaranya yang mengintimidasi.
“ maaf, aku lancang. aku kesini cuma mau nyampein pesan dari ibu kamu, kalo apa yang ditakutkannya itu bener terjadi. ” ujarnya tanpa bertele-tele.
Lagi lagi Aliesha dibuat kebingungan dengan apa yang diucapkan laki-laki tak dikenal itu. Aliesha hanya bisa berkerut dengan ribuan tanda tanya dikepalanya.
“ kamu siapa?! kenapa bisa tiba-tiba ada disini?! ”
“ peti?? ” tanya Aliesha bingung.
“ peti tua yang kamu temuin disungai pinus. kamu liat ada kalung didalemnya kan? kalung itu harus kamu pake! ”
“ maksudnya.. kalung batu?? ” tanya Aliesha teringat akan sebuah kalung dari belahan batu yang ia temui didalam peti saat itu.
“ kalung itu bukan batu biasa! ”
__ADS_1
“ tu—tunggu.. kenapa aku harus pake kalung itu?? kenapa kamu tau semuanya??!! ” tanya Aliesha masih tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi.
“ aku gak bisa bicara banyak... inget! kalung itu harus kamu pake! maaf soal jendelanya! ” ucapnya lalu pergi menghilang begitu saja dari pandangan Aliesha.
•
•
“ Degg!!! ”
Aliesha terbangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah. Karena nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak, Aliesha pun langsung menyingkirkan selimut yang mengerubuni seluruh tubuhnya, lalu mendudukkan tubuhnya dengan sekaligus.
Pandangan Aliesha langsung tertuju ke arah jendela kamarnya. Aliesha tidak mendapati siapapun disana. Namun jendelanya itu sudah tampak terbuka lebar, membiarkan angin malam berhembus masuk membuat seisi kamar Aliesha menjadi terasa sangat dingin.
Kedua alis Aliesha berkerut mantap dengan rasa bingung yang melanda otak. Aliesha beranggapan bahwa apa yang terjadi barusan itu hanyalah mimpi, namun nyatanya itu tidak sesuai dengan anggapan Aliesha. Tampaknya yang terjadi padanya beberapa detik lalu itu seperti benar-benar nyata terjadi.
Aliesha pun beranjak menghampiri jendela kamarnya dengan niat ingin menutupnya kembali. Namun saat Aliesha ingin mengunci jendelanya, Aliesha dikejutkan oleh slot dari kuncinya yang rusak total seperti halnya dirusak paksa oleh seseorang. Ternyata apa yang tadi terjadi tadi itu memang benar-benar nyata. Bukan sekedar mimpi belaka.
Aliesha melirik ke arah jam dinding dikamarnya, yang ternyata sudah menunjukan pukul dua malam. Tampaknya Aliesha sudah tertidur selama itu. Entah apa yang terjadi pada dunia saat Aliesha tengah tertidur. Mungkin karena rasa lelahnya akhir-akhir ini yang membuat Aliesha tertidur senyenyak itu. Dan sekarang tidak lagi ada rasa kantuk sedikitpun yang Aliesha rasakan.
Mengingat apa yang sudah terjadi pada Aliesha akhir-akhir ini. Jujur saja, semua itu membuat Aliesha merasa begitu bingung, sedih, dan terpuruk secara sekaligus. Aliesha benar-benar tidak mengerti sedikitpun. Tidak tahu apa yang harus Aliesha lakukan. Aliesha hanya bisa menghela nafas seberat-beratnya. Aliesha tidak bisa menceritakan ini semua pada siapapun, bahkan kepada Naiya sekalipun.
...\=\=\=...
__ADS_1
...To be continued... »...
Note from author : maaf yaa, kali ini babnya sedikit dan jarang banget update. aku masih punya kesibukan sendiri.. jadi maaf tolong dimengerti yaa^~^ thank you all...