
"eh mbak Nara kan ya?"Nara tersenyum mengangguk pada pelayan yang sepertinya masih mengingatnya
", Reva--nya ada?"tanyanya masih dengan senyum khasnya
"Hm..Mbak Reva gak Dateng hari ini"Nara mengangguk
"mau pesan makanan tapi dibungku yah"
"Bentar ya mbak,saya ambil menunya dulu"Nara mengangguk kemudian duduk disalah satu kursi disana
.
.
.
"Makasih yah"
"Sama sama mbak"segera saja Nara bergegas dari sana setelah membeli makan siang untuknya juga Reyhan
***
Ceklek
Seketika Nara mengedarkan pandangannya,terlihat disana Reyhan masih tampak fokus pada berkasnya
Dia melangkah menuju sofa nya tadi,dan dengan hati hati menata makanan itu
"Kau tidak makan siang dulu"ucapnya memberanikan diri
Reyhan tampak menghela nafas pelan kemudian berjalan mendekati gadis itu,sontak membuat senyum Nara terangkat sedikit
"Dari mana ini kau dapatkan"tanya Reyhan setelah duduk di depan Nara yang sontak melunturkan senyumnya mendengar pertanyaan itu yang seakan tidak Sudi memakan makanan ini
__ADS_1
"Dar-i cafe sana"ucapnya pelan
"Gak suka yah?"Reyhan hanya Merotasi malas, sejujurnya dia ingin gadis itu tau tapi rasa gengsi lebih dominan dalam dirinya
"Sini"putusnya kemudian mulai memakan makanan itu
Melihat itu senyum Nara kembali terangkat kemudian mulai memakan makanannya
Setelah menyantap makanannya Reyhan berbalik ke kursinya,sepertinya ini akan menyusahkan
"Gak ada terimakasihnya nih orang"
Batin Nara kembali berdecak kesal
Tok tok tok
"Masuk"
"Ya tuan"pria itu berjalan mendekati Reyhan
yang sedang membersihkan tempat makanan mereka tadi
Sekilas senyum tipis terpatri dibibir asisten itu, sepertinya akan ada kemajuan untuk tuannya itu
"Mari nona"ajaknya melihat Nara yang sedari tadi canggung melihatnya
"Aku pamit"reyhan hanya menatapnya acuh tanpa berniat membalas ucapan Nara yang mengela nafas pelan kemudian keluar dari ruangan itu diikuti asisten Zen
"Permisi tuan"pamitnya hormat menutup pintu ruangan itu
***
"Sebaiknya anda duduk di belakang nona"Nara yang hendak membuka pintu samping kemudi sontak terhenti dan mengernyitkan dahinya bingung
__ADS_1
"Ah-saya hanya supir nona"ucap asisten Zen masih dengan hormat
Sekarang Nara mengerti arah pembicaraan pria itu kemudian menuruti permintaan asisten itu
Beberapa menit sudah mobil itu berjalan menuju rumah Nara,namun tidak ada pembicaraan di dalamnya
Nara sedikit heran kenapa pria ini seakan tau arah rumahnya bahkan sejak tadi tidak ada pertanyaan apapun keluar dari pria itu
Ekhem
"Silahkan nona"Nara tercengang saat asisten Zen menyodorkan sebotol air mineral padanya,padahal tadi dia hanya mengisi suasana saja
"Terimakasih"ucapnya yang diangguki pria itu
Dia sedikit meneguk air itu, kemudian menatap pria itu,yang ternyata tersenyum ramah padanya
"Aku sedikit tersinggung denganmu"ucap Nara pelan menatap asisten Zen yang sepertinya menunggu kelanjutan kata kata Nara
"Padahal aku bukan atasanmu dan kamu bukan supirku"tambah Nara dengan asisten Zen yang hanya tersenyum padanya
"Karena sudah selayaknya nona,anda akan menjadi istri atasan saya,sudah mesti saya sedikit memberikan sedikit pencitraan"canda asisten Zen di akhirnya yang membuat Nara tertawa pelan
Namun tidak tau harus berkata apalagi jika sudah menyangkut pria es baru itu
Nara mengalihkan pandangannya keluar jendela yang ternyata sudah memasuki komplek mereka
Gadis itu harus memberi pujian pada asisten ini
"Terimakasih"ucap Nara tulus dari kaca jendela di samping kemudi
"Sama sama nona"jawab asisten Zen kemudian kembali membawa mobil Alphard itu menjauh dari kediaman gadis itu
____
__ADS_1
happy reading gays
likenya dungs