My Perfect CEO

My Perfect CEO
Bab 4


__ADS_3

"Hai Jo,, seperti biasanya ya, Tiga botol.''Jhon yang mendengar hal itu sedikit terkejut karena tidak pernah mendengar suara Vano lagi setelah beberapa tahun ini menghilang.jhon hanya menggangapi dengan cengiran khas dan anggukan kepala. Jhon memang pendiam,jika tidak benar benar butuh dia tidak akan rela membuka mulut nya Untuk mengatakan sesuatu.


Vano mulai kembali mengedar kan pandangannya dia bisa melihat ke tiga temannya dari tempat dia berdiri. Terlihat Nathan sudah mendapat wanita untuk jadi pendamping nya.Rey yang semakin agresif terbukti terpampang jelas warna tanda merah di leher wanita yang berada di pangkuannya yang tidak tertutupi karena karena rambut nya di kucir kuda,sedangkan Geno yang masih setia dengan rokoknya dan menyungging menatap ponsel yang Vano tahu persis bahwa di ponsel itu Geno sedang menatap foto foto istrinya yang sengaja diam diam diambilnya olehnya. Vano mengasumsikan bahwa Geno sangat tergila-gila oleh wanita yang sedang mengandung anak nya. memang dari mereka berempat,hanya Geno yang sudah menikah,dan Vano bisa melihat bulir kebahagiaan di mata sahabatnya itu. entah kapan Vano bisa merasakan kebahagiaan itu kepada wanita yang dapat mendampingi hidupnya suatu saat nanti.


''Brengsek kau Steven,,mati aja kau ke Neraka!!''Vano mengalihkan pandangan nya ke arah wanita yang sudah meracau di samping nya,,wanita itu menunduk dan mengatakan hal yang tidak jelas.terkadang tertawa,mengancam dan juga menangis. Vano bisa melihat wanita yang berada di samping nya sudah benar benar mabuk.


"Hei Nona,,seharusnya kamu pulang,,kamu sudah benar benar mabuk. Vano melihat wanita itu mengadahkan kepalanya dan laki laki itu sedikit terkejut bahwa wanita yang di depannya itu adalah wanita yang sama yang tadi menabrak nya di kantor Saudara kembar nya(Vino Sanjaya) dengan penampilan yang berbeda.


"Dasar brengsek!!..Kau menyakiti ku..kau meninggalkanku..,'' Vano yang mendapat serangan dari Celin Hanya menatap wanita itu dengan dahi berkerut. Celin mulai menarik ujung kemeja Vano dan meracau lagi. kali ini lebih keras sehingga mengundang perhatian dari orang orang yang di sekitar nya.

__ADS_1


"Sialan!!,,apa yang kau lakukan,lepaskan tangan mu!!,''Celin mulai mencengkeram erat kemeja Vano sambil Mencaci maki Vano dan membuat laki laki itu kelabakan.


Setelah mengetahui,,Jhon mulai kembali dengan pesanannya,buru buru Vano beranjak dari samping Celin tetapi Celin bersikeras dan menahan Vano untuk tidak pergi dari nya. dan sampai saat itu Vano membawa nya ke dalam Apartemennya


Keesokan pagi nya


cahaya yang menyilaukan mata nya memaksa nya untuk membuka matanya dengan sangat berat. perlahan dia juga menghirup bau asing yang sangat membuatnya candu,,merasa nyaman dan ingin melanjutkan tidur nya lagi


Tapi sedetik kemudian, dia membuka matanya lagi,matanya terbelalak lebar tak ada kantuk yang bersarang seperti beberapa yang lalu, Celin sadar bahwa kamar nya mempunyai bau Lily kesukaannya..bukannya malah bau busuk musk yang seperti bau maskulin yang sekarang dia rasakan.

__ADS_1


matanya menyelusuri seluruh penjuru Kamar seakan ingat sesuatu yang terjadi padanya kemarin malam,,dia melihat kebawah selimut nya dan melihat dia memakai kaos hitam dan celana selutut yang agak besar kelihatan di badannya, dia mengingat terakhir dirinya sedang berada di Club untuk melupakan si brengsek Steven dan sampai situ ingatan nya sudah kabur...


Wkwkwk..penasaran ya sama episode berikutnya


yang penting jangan lupa Like😉dan komen Yahh🙂


Cap..cuss🙂


Selamat membaca readres ku😚

__ADS_1


__ADS_2