My Perfect CEO

My Perfect CEO
haru


__ADS_3

Sedari tadi tiga paruh baya itu berbincang,Nara hanya bisa diam


Ternyata dia salah, harapannya untuk sedikit menurunkan kesempurnaan Reyhan yang di junjung tinggi hatinya, pupus,karena perempuan yang dia katakan kekasih Reyhan itu adalah adik pria es balok itu


Ya, kedua orangtuanya mengajaknya kesini adalah untuk melihat Aluna,yang baru pulang kemarin dari Singapura sekaligus membicarakan tentang pertunangan mereka namun mereka ternyata sedang pergi ke kantor


Dan lagi,bagaimana dia menaruh muka di depan Aluna nanti,karena dia tau gadis itu pasti tidak akan suka padanya


"De.."


Sontak Nara terkejut menatap ana,yang heran melihatnya, bagaimana mereka tidak bingung sedari tadi dipanggil,gadis itu hanya sibuk dengan pikirannya sendiri


"Kenapa "tapi pertanyaan Nara tidak mendapat Jawaban,karena ketiganya menggeleng kepala


"Mikirin apa?"Bram balik bertanya


"Ehm..gak ada"ujarnya segera menerbitkan senyum lebar


"Bentar lagi Reyhan pulang ko, jangan kangen"goda Faris membuat ana dan Bram tertawa pelan dengan Nara yang sontak tersipu malu


Entah kenapa dia tidak bisa menahan hati yang bergemuruh setiap mendengar nama pria itu,ah apa mungkin sudah cinta


Kalau iya,maka itu kebahagiaan untuk ana,Bram dan Faris juga istrinya yang sudah pergi (ibu Reyhan dan Aluna)


Akhirnya obrolan di ruangan itu berhenti,saat seorang pelayan menghampiri mengatakan makan siang sudah siap


Dengan begitu Faris menyongsong sahabatnya itu ke meja makan


***


Pukul 13:46


Sesuai perkataannya tadi, Reyhan menyelesaikan pekerjaannya untuk 3 hari kedepan,bahkan saat ini dia masih berkutat di meja kerjanya


Sementara Aluna,memilih tidur saat sudah mendapatkan makan siangnya tadi yang tentunya ditemani Reyhan


Dret...dret


"Ya pa.."


"Bisa pulang sekarang"


"Ok"jawab Reyhan singkat setelah berdiam beberapa saat tadi dan mematikan sambungan telepon itu


Tak tahu saja,jika Faris menggeleng jengah dibuatnya, dia sudah mengatakan pada Zen,mungkin Reyhan yang keras kepala tak mau memikirkan perasaan calon besannya itu


Kini Reyhan berjalan menuju Aluna yang tengah tidur di kamar didalam ruangannya itu,memang sengaja saja dibuat


"Hey.."tangan Reyhan terangkat pelan menepuk pipi tirus Aluna


Meski begitu sepertinya adiknya itu tidak mau bangun


"Kakak pulang ya"ucapnya sedikit memberi ancaman,hal itu membuat Aluna sedikit menggeliat


"Pulang sayang"ucap Reyhan lagi

__ADS_1


Aluna mengerjap-ngerjapkan matanya pelan,kemudian menatap Reyhan yang tersenyum lembut menatapnya


"Udah siap"tanya Aluna,bahkan suaranya terdengar seperti rengekan


"Udah,ayo"jawab Reyhan kemudian menarik tangan Aluna untuk segera duduk yang tidak ditolak oleh si empunya


"Gendong mau?"Aluna menggeleng cepat,segera berdiri dari duduknya, kemudian merapikan rambutnya yang sudah kusut


Reyhan tersenyum saja melihatnya, kemudian meraih lengan gadis itu dan segera menariknya dari sana,entah entah nanti gadis itu oleng karena belum sepenuhnya sadar


***


"Aku ngantuk,kakak sih gangguin"Reyhan menggeleng saja mendengar celotehan Aluna yang sedari tadi protes karena tidur siangnya yang terganggu


Jika sudah begini berarti nyawa gadis itu sepenuhnya sudah terkumpul


"Iya iya"gumam Reyhan menjawab


"Iya lagi"tuh kan,Reyhan memilih diam tak menjawab,bosan salah Mulu


Brumm


Faris menatap pintu masuk rumahnya saat mendengar deru mobil yang sepertinya milik putranya


"Datang juga"pikir Faris


Netra mereka menatap Reyhan di pintu masuk sana yang berjalan dengan gadis di lengannya sedang menutup mata sesekali kepalanya terangkat menahan kantuk


Faris terkekeh menatap putrinya itu


Pandangan Nara jelas tambah kagum melihat rasa sayang yang terpatri di mata pria itu,jika begini nilai kagumnya akan semakin bertambah pada es balok itu


Ah sudahlah


Dengan setengah Sadar Aluna melepaskan pegangannya pada Reyhan dan berjalan menuju Faris yang duduk sendiri disana, sementara Reyhan memilih duduk di sofa single yang tersisa disana


"Sudah besar rupanya"ucap Bram terkekeh pelan pada Faris yang mengusap kepala Aluna di pelukannya


"Seumuran sama Nara Bram"jawab Faris, tangannya terangkat menepuk pipi gadis itu


"Sayang,ada om Bram,salam dulu"bujuknya yang ternyata dituruti gadis itu bahkan tidak bertanya siapa orang yang hendak disalamnya itu


mengerjap-ngerjapkan matanya,dia berdiri menyalam Bram karena ana sedang berjalan-jalan di sekitar kediaman itu


Langkah Aluna kini menuju Nara,yang tersenyum was was pada gadis itu, mungkinkah dia tidak suka padaku


"Hai ka"senyum Aluna terbit seraya menyalam Nara yang dijawab Nara setengah kikuk


Rasa kantuk aluna hilang ketika menatap gadis didepannya yang sepertinya dikenalinya


"Na.."ra batinnya melanjutkan


Jujur ada sedikit rasa tak suka dihatinya tapi dia mencoba menekannya saat ini


Setelah itu dia kembali duduk di samping om Faris dengan kantuk yang sudah hilang

__ADS_1


Aluna sempat menatap om Faris,seakan menanyakan siapa orang ini


"om Bram itu Sabahat dekat papa"jawab om Faris lembut,yang kemudian diangguki gadis itu


"juga calon mertuanya kakak"lanjut om Faris lagi


jujur,ada rasa tak suka di benaknya tapi dia tetap tersenyum mengerti akan penjelasan papanya itu


"gak ingat lagi yah ternyata"Bram bicara sambil terkekeh


"10 tahun yah"Faris menimpali


"Kelamaan"


"Waktu itu usia Nara 11 tahun dan Aluna 10 tahun Bram"jelas Faris


"Perasaanya baru sebentar" tatapan serius Aluna yang tanpa sadar memonyongkan bibirnya, membuat Reyhan menjitaknya,yang merasa gemas dengan adiknya itu sedari tadi


"Kakak"


"Rey"


tangannya ia gerakkan mengelus keningnya,tapi Reyhan pura pura acuh melihatnya


Bibir Nara berkedut melihat pemandangan itu,sangat hangat,tapi kenapa padanya Sangat dingin


sedari tadi Nara hanya mendengar pembicaraan itu,tanpa sengaja netranya bergulir pada es balok itu,entah,dia merutuk matanya yang tidak bisa lepas dari pria itu


"Hey"


Netra manusia itu beralih pada sosok wanita yang datang dari dapur sana yang menghubungkan langsung dengan kolam renang


Bisa dilihat langkah wanita itu sedikit tergesa-gesa dan tujuannya satu yaitu Aluna


"Aluna"ana langsung memeluk gadis itu erat, kemudian mencium puncak kepalanya berulang ulang, tanpa sadar air bening sudah membasahi pipinya


Aluna merasa hangat dengan pelukan ini,hatinya berdesir halus seperti rasa haru yang begitu dalam,dan belum ia tuntaskan


Sementara lainnya hanya diam, suasana yang tadinya hangat sekarang berubah haru


Hiks


Satu tarikan nafasnya,ana melepas pelukan itu,kemudia menatap wajah Aluna,yang berusaha menghapus air matanya


"Emang kenal sama Tante,sampe nangis kaya gini"gurau ana dengan suara parau


Aluna menggeleng polos, menatap sendu ana,yang sontak membuat Faris,Bram dan Reyhan tak tahan melihatnya


"Tante juga gak kenal sama kamu"Aluna sedikit terkekeh tak tahan lagi dia kembali memeluk tubuh itu


dia merasa kenal saja dengan tubuh hangat ini


hai..hai


masih setia disini kan😅😄

__ADS_1


tetap semangat yahh


ummach😁


__ADS_2