
**Selamat Membaca 🤗🙂
Tapi satu yang dia ingat,semalam dia memakai gaun warna merah darah bukannya malah kaos hitam dan celana selutut yang saat ini menempel di lekuk tubuh mungil nya
Celin beranjak dari tempat tidur berukuran king size dia mencoba mencari gaun dan sepatu nya agar bisa keluar dari sana. Pikiran buruk mulai menyerang nya,siapa yang membawa dia pergi dari Club semalam? Apa yang terjadi pada dirinya? Kenapa pakaian nya menjadi seperti ini? Banyak sebenar nya Pertanyaan yang ingin Celin Lontarkan dan ingin dia ketahui jawabannya
Entah berapa lama Celin mencari gaunnya tapi dia menyerah. dia hanya menemukan sepatu high heels Hitam nya yang berada di pojok ruangan. Celin berpikiran bahwa dia akan pergi diam diam dari ruangan itu. Entah menyelinap,, Mengendap-endap atau apa pun itu agar dia bisa keluar dari tempat yang tidak di ketahui nya ini. Celin menuju satu satu nya lemari besar di ruangan itu dan mengambil Hoodie abu abu dan celana training yang menjuntai sampai ke kakinya. Sekarang meskipun pakaian nya terlihat kebesaran tetapi setidaknya ini cukup sopan untuk di pakai keluar. Celin mengetahui ini kamar seorang pria yang bisa di ketahui dengan banyak nya jas di lemari besar itu tapi,entah dia berpura pura atau tidak mengetahui nya, Celin berusaha untuk tidak mengetahui nya. Prioritas nya sekarang adalah pergi dari tempat yang tidak di ketahui nya ini.
__ADS_1
Celin mengambil sepatu nya dan perlahan lahan membuka knop pintu,mengusahakan agar tidak menimbulkan suara kebisingan yang di timbulkan dari dirinya.
Tapi bukan seperti harapan nya,Setelah dia membuka pintu dengan lebar dan mendapati seorang laki laki yang bertelanjang dada di depannya dengan tangan menggantung seakan akan ingin membuka knop pintu dari luar juga.
"Oh,kau sudah bangun?"tanya nya sambil mengangkat salah satu alisnya ketika melihat Celin dari ujung rambut sampai ujung kaki mungkin Vano sudah menyadari Celin sudah tidak memakai Kaos hitamnya dan celana Selutut nya.
Mata Celin memandang fokus manik mata yang tajam itu seakan otak nya berputar bahwa dia pernah melihat pria yang di depannya nya ini. Ya.. Pria yang tidak sengaja di tabrak nya di Kantor Vino Sanjaya.
__ADS_1
Vano malah dia tidak menghiraukan nya dan malah berjalan berlalu menuju sofa yang berada di depan televisi yang sedang menyala. Oh God apakah dia tidak menyadari Celin mencoba mengalihkan pandangan mata nya dari Badan pria itu yang menganggap nya terlalu err...Menggoda.
"Hei,,aku tanya pada mu apa yang kau lakukan pada ku,dan di mana pakaian ku?kau sudah melakukan hal yang tidak pantas padaku..karena telah membawaku kemari dan mengganti pakaian ku.
"Jika menurut mu,,hal lancang Seperti menolong mu mabuk berat dan mengganti pakaian bau mu yang sudah terkena muntahan mu,,mungkin kau harus memikirkan nya lagi.''Vano menjawab tanpa mengalihkan perhatian nya pada televisi di depannya.
Wkwkwk..kita sambung lagi ya para readers ku😙
__ADS_1
jgn lupa Like dan komen Novel ku😇
Selamat membaca🤗