
"kakak"
Bruk
Reyhan langsung menangkap Aluna saat melihat gadis itu berlari dengan semangat bahkan pintu mobilnya belum dia tutup membuat feronika disana tersenyum geli saja
"Semangat yah"Aluna terkekeh pelan mendengar celetukan dari belakangnya, melepaskan pelukannya dari Reyhan kemudian berbalik menatap feronika
"Lancar yah Rey"John yang datang bersama istrinya itu menepuk pundak Reyhan ala lelaki yang diterima Reyhan dengan senyum simpul
"Makasih uncle"
"Gak nyangka ternyata udah nikah aja"goda feronika tertawa pelan
Hal sama,Reyhan hanya tersenyum menanggapi hal itu
"Kalau begitu,kami pamit uncle,aunti"ucapnya dengan sopan dengan Aluna yang memeluk feronika erat kemudian mulai berjalan berdampingan dengan Reyhan dengan tangan saling bertaut
"Hati hati"Aluna berbalik mendengar suara John yang sedikit keras sesaat mereka sudah agak jauh,dia membalasnya dengan lambaian
***
Netranya kini menatap keluar jendela dengan sendu setelah beberapa saat zet itu lepas landas, entah apa yang sedang dipikirkannya yang pasti ini soal hati
"Kenapa sayang"Reyhan bertanya setelah duduk disamping aluna,setelah kembali dari kamar mandi sana
Melihat kakaknya sudah duduk disebelahnya,dia menerbitkan senyumnya kemudian bersandar di dada bidang pria itu
"Udah jatuh cinta kah"goda Reyhan seraya mengelus Surai gadis itu pelan
Bluss
__ADS_1
"Apa sih ka"elaknya menutupi wajahnya yang memerah dengan Reyhan yang tersenyum saja melihatnya
***
Perjalanan dari Singapura menuju Indonesia itu akhirnya selesai setelah tadi memakan waktu beberapa jam hari bahkan sudah kian malam,kini kakak adik itu sudah berada didalam mobil bersama dengan asisten Zen yang menjadi supirnya
Bahkan sedari tadi gadis itu tidak merasa lelah karena rasa tak sabarnya menemui sang ayah
dia tersenyum memikirkan sesuatu,apa ayahnya itu akan terkejut sampai tak bisa didefinisikan lagi,ah hayalan yang sangat jauh
"Sabar bentar lagi"
Dia tersenyum malu menatap kakaknya itu yang menatapnya heran,karena sedari tadi tak berhenti menepuk nepuk pahanya
"Iya kakak"ucapnya sedikit memanjang
"Hmm,habis ini boleh kenalan sama Kaka ipar dong"celetuk tiba tiba
Hal itu membuat gadis itu merotasi malas tapi mengangguk saja setelah titahan pria itu
***
Bruk
"Hati hati"Reyhan gemas dengan gadis itu yang tak menghiraukan apapun,sesaat mobil mereka berhenti didepan kediaman Adytiaputra itu,Aluna langsung gercep keluar bahkan menutup pintu itu dengan tergesa-gesa
Langkah kakinya kini dengan cepat masuk kedalam bangunan itu,yang disana sudah ada beberapa pelayan terkejut melihatnya namun tetap menunduk hormat kepada nonanya itu
Netranya kini meluas menatap ruangan yang sudah lama dia tinggalkan ini belum berubah apa-apa
Tanpa menghentikan langkah itu dia menuju ruang keluarga sana yang pastinya pria itu berada disana
__ADS_1
Reyhan dengan setia berjalan di belakangnya seraya menenteng tas gandeng gadis itu. Dengan asisten Zen membawa barang lainnya
Melihat punggung pria itu yang tampak fokus pada benda persegi panjang di depannya,Aluna berpikir untuk membuat sedikit kejutan
Perlahan dia menipiskan gesekan flatshoes-nya dengan lantai
Tak tak
Seketika harapannya sirna bersamaan dengan langkahnya yang ia hentikan,saat faris membalikkan tubuhnya menatap kearah suara yang ditimbulkan Reyhan entah sengaja atau apa
Ingin memaki tapi senyum yang ia terbitkan bertabrakan dengan tatapan sang ayah yang tampak terkejut melihatnya
Segera dia berlari memeluk pria itu
Hap
Faris tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya memeluk tubuh itu, setelah tadi dia terkejut, berdiri ingin menghampiri namun sudah terdahulu saat gadis ini langsung memeluknya
"Ngapain pulang?"tanya Faris saat gadis itu melonggarkan pelukannya dan mendongak sambil tersenyum lebar bahkan matanya sudah mengembun
"Biarin"celetuk Aluna mengatupkan bibirnya yang menahan isakan
Faris terkekeh,tangan terangkat menghapus kristal bening sudut mata putrinya itu
"Kenapa nangis?"
"Biarin juga"
____
happy reading\=_\=
__ADS_1