
Pagi
"De.."
Nara segera beranjak dari ranjangnya saat mendengar ana yang mengetuk pintu kamarnya
Ceklek
"Ya ma"senyum terpatri di bibirnya dengan rambut yang masih acak acakan
"Beliin gula dulu,ayah minta kopi tuh"senyum itu perlahan luntur, menatap uang 50 ribuan yang disodorkan ana
Menjilat bibirnya pelan untuk merangkai kata yang cocok untuk menolak
"Bi Ais lagi nyuci,jangan cari alasan"
Glek
Dengan segenap jiwa raga dia mengambil uang itu,menarik jaket yang tergantung di pintu kamarnya
Dan mengikuti sang mama turun ke bawah
"Pake mobil aja, kayaknya di warung gak bakalan ada tuh"ucap ana di setiap tangga yang mereka tapaki
Dengan Nara yang hanya mengulum bibirnya malas
***
Sepertinya pernyataan ana ada benarnya, beberapa warung yang dia kunjungi tapi tidak dia dapat, kristal bening itu sedang kosong
Memilih melewati warung lainnya,dia segera menjalankan mobil putih itu menuju minimarket yang lumayan jauh dari kediamannya
Mengerem pelan roda mobil itu,sesaat mendapati lampu merah,yang juga diikuti sebuah mobil Alphard di samping kanannya
Hap
Sekelibat bayangan seseorang memfokuskan netranya untuk kembali memastikan
Aluna! Reyhan!
Ya mobil yang berhenti di kanannya mobil Reyhan,yang pastinya menuju kantor tapi hal yang membuat hatinya berdenyut
Apa mereka kekasih
Ah dia merutuk pikirannya yang langsung melenceng jauh
Bukankah gadis itu di Singapura, Daniel bagaimana??
Apa boleh aku cemburu
Ting
Baik,dia menghela nafas keras, kemudian mulai menjalankan mobilnya
***
Suasana di mobil itu bisa dibilang berisik,yang pastinya berasal dari orang baru ini,sedari tadi tak berhenti berbicara panjang lebar sesekali membentak pria di sampingnya karena hanya merespon kata la**at
"hm"
"Sepertinya kita melewati mobil nona tuan"perbincangan mereka ralat hanya Aluna, terhenti saat Zen membuka suara
"Hm"
Aluna menatap Zen kemudian menatap sinis Reyhan yang sepertinya tak merespon
"Mungkin lagi nemuin pacarnya karena gak tahan sama Kaka haha"
Krik krik
__ADS_1
Lagi,dia hanya tertawa garing dengan candaannya
"Kaka ih"gerutunya kesal memukul lengan reyhan segera melipat kedua tangannya di dada dengan Reyhan yang menghela nafas pelan menyimpan ponselnya kemudian menatap sang adik
"Kenapa"masih ditanya kenapa,gak peka emang, bibir Aluna sudah naik beberapa senti
Reyhan terkekeh pelan kemudian menarik tubuh itu ke pelukannya
Hanya cara ini yang dia punya menaklukkan hati Aluna
Zen hanya tersenyum tipis menatap majikannya itu yang sangat serasi sebagai kekasih
***
Tring tring
"Ya ma"Nara menjawab saat melihat panggilan tanah berasal dari mamanya, sekarang dia berada di mobil perjalan ingin pulang ke rumah
Sedari tadi pikirannya dipenuhi perempuan bernama Aluna itu
"Cepet pulang sayang,kita mau kerumah om Faris"apa!!ini kesempatan bagus,dia akan berbicara empat mata dengan om Faris untuk membatalkan pernikahan ini, mengatakan bahwa Reyhan sebenarnya punya wanita lain yang sangat ia cintai dan ia tak mau menjadi penghalang diantara cinta mereka
Katakan dia bodoh,tapi memang ini yang sedang ia rangkum sedari tadi didalam otak sempit nya itu
"Jadi gulanya"masih mencoba tidak tau apa-apa
"Ya bawa,gak mungkin balik kesana lagi terus balikin sama penjualnya kan"celetukan ana dari sana sontak membuat otak Nara lancar kembali
"Iya"jawabnya pasrah memang tidak akan menang jika lawan kita bernama mamak mamak
***
Nara harus mengeram sedari tadi melihat ana yang tampak berbincang ringan dengan ayahnya
Tadi,baru saja dia keluar dari mobil namun wanita itu langsung menyongsongnya ke kamar untuk berganti baju,bahkan setiap kata yang keluar dari mulutnya tak dihiraukan ana
Tak sempat juga dia mandi apalagi sarapan, mengingat pagi tadi dia langsung disuruh membelikan benda manis itu
Sedikit hatinya mereda saat memasuki pekarangan rumah Reyhan, pandangannya meliast, sungguh sangat terawat juga luas
Entah kenapa hatinya sedikit damai sampai disini
"Sudah datang"netranya teralihkan ke arah pintu besar sana, terlihat juga kedua orangtuanya sudah berjalan mendekat kesana
Sontak hal sama itupun dia lakukan
"Apa kabar sayang"sungguh seperti ini saja dia sudah tersipu malu apalagi mengatakannya nanti
"Sehat om"
"Papa"koreksi Faris cepat
"Sehat pa"cicitnya seraya melirik kedua orangtuanya yang tersenyum padanya
"Gitu kan bagus,eh mari masuk"
***
"Sepertinya kita tidak perlu menjemput nona tuan, karena sudah ada di kediaman anda"ucap asisten Zen menunduk hormat ke arah atasannya sana
Sementara Aluna sibuk dengan pemandangan kota di jendela kaca sana tak sekali gadis itu memotret saat melihat objek menarik
"Suruh Ravi pergi menjemput bajunya, bawakan semua pekerjaanku kesini,aku akan menyelesaikannya sebelum pulang"titah Reyhan yang menatap laptop di depannya
"Baik tuan"setelah itu asisten Zen pamit dari sana
"Ra.."
Pandangan Aluna teralih saat Reyhan memanggilnya,kemudian mulai mendekat ke sana
__ADS_1
"Sibuk bangat"celutuk Aluna duduk di depan Reyhan yang terhalang meja
Namun seperti biasa Reyhan hanya tersenyum simpul menjawabnya
___
hai hai...
kali ini author mau kasih visual untuk "my perfect Ceo"
seperti apa yah😁
mari kita lihat....
Reyhan Adytiaputra
(es batu begitu Nara menyebutnya)
Nara asvera sahreza
(gadis yang paling tahan mendiam diri di kamar)
Raluna Adytiaputri
(gadis pecicilan)
Daniel
Reva Azahra
Albi Zen(asisten Zen)
kira kira begitulah, jangan pernah bosan☺️
__ADS_1
kalau ada yang kurang ama visualnya nyusul yoh🤣
salam sayang....