My Perfect CEO

My Perfect CEO
canggung


__ADS_3

_


_


_


_


_


Rasa canggung jelas lebih dominan di dalam mobil Terios ini, lebih tepatnya bagi Nara yang sedari tadi menggigit bibir bawahnya sambil mengalihkan pandangannya ke jendela


Sejenak dia merutuki es batu yang sedang mengemudi di sampingnya ini,yang bisa berdiam diri tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain selain fokus pada jalanan di depannya


Apa ada manusia seperti ini di bumi,jelas nyatanya di sampingku satu


Sejenak dia memikirkan hal apa yang akan dia bicarakan tapi dia hanya bisa menelan air liurnya sendiri karena tidak punya keberanian untuk itu


Harapannya hanya satu semoga perjalanan kali ini tidak ada macet karena itu akan menambah beban mentalnya alias canggung tadi


15 menit lamanya perjalanan menuju salah satu butik di kota itu dan jelas saja Nara harus berterimakasih pada yang kuasa karena doanya terkabulkan


Melihat Reyhan yang mulai membuka sefbelt-nya dia pun turut bergegas


Tring....tring..tring


Baru saja dia ingin melangkah mengikuti Reyhan masuk kedalam butik yang berjendela kaca itu tapi sesuatu harus berdenting nyaring di dalam tasnya


^^^"Halo"^^^


"Sedang apa?"


^^^"Hm..lagi di butik"^^^


"Untuk apa?"


"Kepo"


Jawab Nara seraya tertawa pelan,dia melangkah pelan mengikuti Reyhan dari belakang yang tampaknya sudah hilang di balik pintu kaca itu


"Ayolah..aku serius"


"Niel kita bicara nanti ya...please"ya dia Daniel,yang kini sedang duduk di kursi kebesarannya tangan kanan yang fokus pada mouse sedangkan tangan kiri sebagai penyangga benda pipih itu di dekat telinganya


"Seperti kau bahagia sekali disana sampai sampai aku tidak pernah lagi kau tanyakan kabar"Nara kembali terkekeh geli


^^^"Aku harus bilang apa ya"godanya pada Daniel^^^


"Ckk baiklah kau harus menepati janjimu untuk menghubungi ku malam ini"

__ADS_1


^^^"Iya janji"^^^


"Oke"


^^^"Hm"^^^


"Hm"


"Ayolah Niel jangan mulai"seketika Daniel tertawa pelan mendengar suara geram yang ditahan gadis itu membuatnya jadi gemas


"Baiklah sampai nanti"


"Hm"


Klik


Pug


Pruftt


Haruskah dia berakhir disini,saat tak sengaja kepala menubruk pintu kaca di depannya,ditambah saat kumpulan remaja yang menahan tawa melihatnya


Dengan cepat dia berjalan masuk seraya memegang ujung hidungnya yang seakan mau patah


"Malu bangat ******"gumamnya pelan


***


Jujur dia ngeri jika satu ruangan dengan pria bernama Gery itu, membuat kepala seakan dililit apalagi mendengar suaranya yang di- ahk...,Entah dia harus merutuki Nara yang terlalu sibuk dengan telponnya tadi


***


"Tunggu... kemana dia"


Matanya menatap sekeliling yang tampak padat dengan beraneka macam pakaian


"Apa aku harus jadi anak ayam kehilangan induknya sejenak?"


"De"sontak Nara menoleh ke belakang saat tangan menepuk pelan pundaknya


"Ish mama"rutuknya pelan


"Ngapain masih disini, Reyhan-nya mana?"tanya ana Heran melihat putrinya itu seperti orang linglung, kenyataan sih hehe


"Mm mama mau ke tempat diakan,yaudah kita sama aja"ajak Nara menarik tangan ana,tak mau menjelaskan jika dia kehilangan jejak pria itu


"Kita ke atas sayang"Nara meneguk air liurnya pelan kemudian berjalan mengikuti sang mama untuk menaiki tangga


***

__ADS_1


"Udah ya Rey,kamu kalo mau nikah sama aku aja, sok-sokan mau bilang bentar lagi padahal ya gak ada tuh"Gery sedari tadi tak berhenti berceloteh tak jelas menambah kekesalan hati Reyhan


"Ckk,awas aja"


Ceklek


Seketika netra mereka menatap pintu ruangan itu, ternyata ana dan Nara tadi


"yang ini Rey boleh juga sih" pekik Gery seraya menghampiri Nara yang kikuk melihatnya


"Tante"ana hanya tersenyum menggeleng melihat Gery yang menarik Nara ke arah Reyhan


"Ini masih tunangan ya Tante..jadi aku saranin yang ungu sama pink deh" gery menunjuk gaun berwarna ungu dan merah muda


"Gimana Rey"tanya ana setelah menduduki sofa di samping Rey


"Hm harus itu ya,gak laki banget"canda Reyhan dengan sinis dan ana yang tertawa pelan


"Ish Rey yah..."cemberut Gery menatap ke arah Nara yang tersenyum kikuk


"Kaka kenapa sih mau sama dia,dia tuh batangan tau gak"ucapnya menatap Reyhan sinis


"De...mau yang mana?"tanya ana pada Nara menengahi pertengkaran kedua pria itu


Nara sejenak melirik Reyhan yang acuh padanya,kemudian sedikit menatap kedua gaun di tangan Gery bergantian


"Ungu boleh juga ma"ucapnya pelan


"Hm..bagus itu ka,emang ini lagi banyak yang mau tapi karena itu laki bilang mau nikah jadi aku gak kasih deh"ucap Gery menoel pelan pipi bulat nara yang seketika melirik reyhan yang juga menatapnya


"Eh..maaf yah Rey gak sengaja Noel dikit,jangan marah"Gery menatap Reyhan sinis yang menatapnya malas,sedikit memanas manasi boleh juga pikirnya


Entah Nara harus sedikit merasa Reyhan cemburu atau apa karena yang pastinya itu tertulis di novel yang pernah dibacanya


"Yaudah ka,di coba dulu yuk"ucap Gery menarik tangan Nara pelan


"Biar aku "langkah mereka seketika terhenti mendengar suara Reyhan


Kemudian ana dan Gery saling pandang tersenyum geli


"Ish ini baru laki"Seketika jantung Nara seakan maraton saat Gery mendorong pelan tubuhnya mendekati Reyhan yang langsung memegang pergelangan tangannya pelan dan menariknya ke dalam ruang ganti itu


Tos


Ana dan Gery bertos ria


____


happy reading gays😚

__ADS_1


__ADS_2