
Di ruangan yang dominan dengan warna putih hitam,serta peletakan barang barang yang sangat rapi menambah keelegan-an kemar itu
Sedangkan di atas ranjang putih itu nampak seorang pria yang sedang fokus pada laptopnya tanpa teralih sekalipun seperti biasa
Kling
Refleks netranya tertuju pada layar ponselnya yang berada di atas nakas di dekat ranjang tersebut
Ravi 2 pesan baru
Segera saja tangannya membuka benda pipih itu
Ravi
Nona kembali mendatangi pria itu tuan
Picture
^^^ Jangan sampai dia melakukan hal diluar batas^^^
^^^ Send^^^
Netranya menatap kosong layar monitor didepannya,setelah meletakkan ponsel pintar itu
___
Satu botol Vodka menemani pria itu di balkon kamarnya dengan pandangan yang kosong pada lebatnya malam ini
Pikirannya seperti melayang entah kemana, sejenak dia memejamkan matanya seraya meneguk anggur itu
__ADS_1
"Jika kamu memang jodoh yang terbaik untuk ku maka kita pasti dipertemukan walau dengan keadaan apapun"
Kata itu mengalir dengan pelan di temani helaan nafas yang terasa frustasi
***
"Gitukan bagus dek"Nara hanya tersenyum mendengar pujian sang mama
Melihat hasil potongan wortelnya yang bisa di katakan baik, hatinya merasa berbangga hati
Entah dia harus menyombongkan diri untuk itu
"Habis ini,masukin kedalam panci,terus aduk aduk yah"ucap ana lembut memberi arahan yang dibalas anggukan oleh nara
Segera dia berjalan mendekati kompor sana, memasukkan potongan sayuran itu dan mengaduknya pelan
"Ma,kalo matang tunggu berbuih dulu ya?"ana tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan putri semata wayangnya itu
***
Kini semuanya sudah tertata rapi di atas meja makan
"Panggil ayah dek"Nara mengangguk seraya berjalan menuju ruang tamu
"Ayah...makan"tanpa menyadari seseorang di kursi single sana yang terhalang oleh tembok
"Iya"setelah mendengarya dia kembali menuju dapur
"Cepet banget ma"ana hanya tersenyum menanggapi sang suami,yang mengikuti langkah putrinya tadi juga pria di belakangnya
__ADS_1
"Pagi banget Rey.."ucap ana pada Reyhan yang sudah duduk menyusul calon mertuanya itu di meja makan,yang hanya tersenyum biasa ke arah ana
Nara yang baru saja datang membawa centong nasi hampir tersedak
Melihat apalagi mendengar itu,hari ini mereka akan fiting baju pertunangan padahal dia sangat berharap pria itu di sibukkan oleh tugas kantor
"De...centongnya cepetan"seketika dia mendekati sang mama,setelah tadi hampir di bawa lamunan
"mikirin apa"bisik ana pada Nara yang seketika kikuk ingin berjalan ke arah sang ayah namun dengan cepat ana menghentikan langkahnya
"di samping Reyhan dong de"oke Nara meneguk air liurnya dan dengan langkah gontai berjalan ke arah Reyhan
___
di sela sela acara serapan mereka Nara hanya bisa mencoba fokus pada Makanannya,entah kenapa duduk di samping pria ini dia menjadi panas dingin,karena sedari tadi netranya tak bisa berhenti untuk meliriknya
apalagi saat dia berbincang ala lelaki dengan ayahnya,bertambah sudah nilai kewibawaan pria itu
entah sekejap dia harus berbangga hati telah mengiyakan untuk menikah dengannya
"jadi nanti kamu berangkat sama Reyhan ya de"suara mamanya refleks membuat kepalanya menatap ana dengan panas dingin
"gapapa,Reyhan gak gigit kok"canda ana lagi membuat Reyhan terkekeh tanpa mengalihkan pandangannya dari piring di depannya
melihat senyum kecil reyhan,gadis itu sedikit terpesona tapi dia mencoba menahan ekspresi Nya
"oke"jawabnya kikuk dan kembali menyantap makanannya
_____
__ADS_1
happy reading gays
jangan lupa like-nya🤪