My Perfect CEO

My Perfect CEO
fiting baju


__ADS_3

Di ruangan yang dominan dengan warna putih hitam,serta peletakan barang barang yang sangat rapi menambah keelegan-an kemar itu


Sedangkan di atas ranjang putih itu nampak seorang pria yang sedang fokus pada laptopnya tanpa teralih sekalipun seperti biasa


Kling


Refleks netranya tertuju pada layar ponselnya yang berada di atas nakas di dekat ranjang tersebut


Ravi 2 pesan baru


Segera saja tangannya membuka benda pipih itu


Ravi


Nona kembali mendatangi pria itu tuan


Picture


^^^ Jangan sampai dia melakukan hal diluar batas^^^


^^^ Send^^^


Netranya menatap kosong layar monitor didepannya,setelah meletakkan ponsel pintar itu


___


Satu botol Vodka menemani pria itu di balkon kamarnya dengan pandangan yang kosong pada lebatnya malam ini


Pikirannya seperti melayang entah kemana, sejenak dia memejamkan matanya seraya meneguk anggur itu

__ADS_1


"Jika kamu memang jodoh yang terbaik untuk ku maka kita pasti dipertemukan walau dengan keadaan apapun"


Kata itu mengalir dengan pelan di temani helaan nafas yang terasa frustasi


***


"Gitukan bagus dek"Nara hanya tersenyum mendengar pujian sang mama


Melihat hasil potongan wortelnya yang bisa di katakan baik, hatinya merasa berbangga hati


Entah dia harus menyombongkan diri untuk itu


"Habis ini,masukin kedalam panci,terus aduk aduk yah"ucap ana lembut memberi arahan yang dibalas anggukan oleh nara


Segera dia berjalan mendekati kompor sana, memasukkan potongan sayuran itu dan mengaduknya pelan


"Ma,kalo matang tunggu berbuih dulu ya?"ana tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan putri semata wayangnya itu


***


Kini semuanya sudah tertata rapi di atas meja makan


"Panggil ayah dek"Nara mengangguk seraya berjalan menuju ruang tamu


"Ayah...makan"tanpa menyadari seseorang di kursi single sana yang terhalang oleh tembok


"Iya"setelah mendengarya dia kembali menuju dapur


"Cepet banget ma"ana hanya tersenyum menanggapi sang suami,yang mengikuti langkah putrinya tadi juga pria di belakangnya

__ADS_1


"Pagi banget Rey.."ucap ana pada Reyhan yang sudah duduk menyusul calon mertuanya itu di meja makan,yang hanya tersenyum biasa ke arah ana


Nara yang baru saja datang membawa centong nasi hampir tersedak


Melihat apalagi mendengar itu,hari ini mereka akan fiting baju pertunangan padahal dia sangat berharap pria itu di sibukkan oleh tugas kantor


"De...centongnya cepetan"seketika dia mendekati sang mama,setelah tadi hampir di bawa lamunan


"mikirin apa"bisik ana pada Nara yang seketika kikuk ingin berjalan ke arah sang ayah namun dengan cepat ana menghentikan langkahnya


"di samping Reyhan dong de"oke Nara meneguk air liurnya dan dengan langkah gontai berjalan ke arah Reyhan


___


di sela sela acara serapan mereka Nara hanya bisa mencoba fokus pada Makanannya,entah kenapa duduk di samping pria ini dia menjadi panas dingin,karena sedari tadi netranya tak bisa berhenti untuk meliriknya


apalagi saat dia berbincang ala lelaki dengan ayahnya,bertambah sudah nilai kewibawaan pria itu


entah sekejap dia harus berbangga hati telah mengiyakan untuk menikah dengannya


"jadi nanti kamu berangkat sama Reyhan ya de"suara mamanya refleks membuat kepalanya menatap ana dengan panas dingin


"gapapa,Reyhan gak gigit kok"canda ana lagi membuat Reyhan terkekeh tanpa mengalihkan pandangannya dari piring di depannya


melihat senyum kecil reyhan,gadis itu sedikit terpesona tapi dia mencoba menahan ekspresi Nya


"oke"jawabnya kikuk dan kembali menyantap makanannya


_____

__ADS_1


happy reading gays


jangan lupa like-nya🤪


__ADS_2