
"cepat ganti"ucap Reyhan setelah menutup pintunya rapat dan bersandar di dinding sana
Jujur Nara tidak tau harus apa kali ini,bisa dikatakan ini kali pertama pria ini berbicara padanya dan entah kenapa lagi semua tubuhnya seakan menari riang
"Bagaimana caranya?"cicitnya pelan menatap Reyhan dengan canggung karena tatapan pria itu yang tajam
"Ck, jangan lebay,masih rata juga"ketusnya pelan semakin membuat Nara tak berkutik
Melihat Nara yang tak bergerak,Reyhan merotasi malas
"Jika sampai 10 menit kau tak siap awas saja"
Tekannya kemudian memutar pandangannya ke arah lain
Dengan cepat bercampur malu dia mulai membuka pelan baju atasannya itu yang langsung menampakkan kaos dalamnya
Kemudian mulai memasuki gaun itu dari kaki
Dia tidak membuka celananya karena itu tidak terlihat di bawah gaun itu
Dengan santai Reyhan segera mengancing gaun gadis itu menutupi pikirannya yang sudah lari melihat leher jenjang gadis itu karena rambutnya di ikat ekor kuda
"Sudah ayo"ucapnya membawakan baju atasannya Nara tadi seraya membuka pintu itu
"Cantik.."puji Gery tersenyum senang kemudian mendekati Nara untuk melihat lebih jelas
"Pinggangnya sisa dikit ka,nanti aku beresin biar lebih pas sama Kaka"Nara hanya mengangguk pasrah belum siap rasa canggungnya tadi pada Reyhan yang duduk di samping mamanya sana
Gery sedikit memperbaiki helaian rambut Nara
"Baju kami gimana ger?"tanya ana
"Ouh udah siap dong Tante...nanti aku tunjukin tapi biar laki ini dulu yah"menatap Reyhan yang memandangnya tajam,seakan tau maksudnya Gery segera melepaskan tangannya dari rambut Nara
"Panas.."bisiknya pada Nara yang bingung melihat keduanya
"Yaudah ganti Rey.."Gery menyodorkan setelan kemeja dan zas pada Reyhan yang menerimanya malas
"Hah..berarti sama nih gantiannya"goda Gery seketika terpikir bahwa mereka akan mengganti baju bersama
"Hm"
"Hah"
Nara semakin tercengang melihatnya di tambah Gery yang sudah seperti cacing kepanasan
"Udah sana"Gery mendorong tubuh Nara cepat untuk menyusul Reyhan
"Lagi"pekik Gery kearah ana yang menggelengkan kepalanya pelan tapi juga senang
***
Nara dengan takut takut menatap Reyhan yang mulai membuka kancing bajunya satu persatu
"Jangan tanya bagaimana"datar Reyhan
"Hm...i-tu..bisa buka lagi bajuku"seketika Reyhan menatap Nara dengan tajam
"Hah..mak-sudnya kancingnya"ucapnya cepat
Sejenak Reyhan memalingkan wajahnya,dengan pelan memegang bahu Nara yang membuat Nara was was
Entah dia harus berpikir seperti yang ada di novel dimana pemeran pria dengan perilaku seperti akan mencium pemeran perempuan
Tapi mungkin tidak,karena Reyhan membalikkan badannya untuk membelakangi pria itu dan menurunkan resleting gaunnya pelan
__ADS_1
Saat tangan kekar itu memegang lembut batang leher Nara,gadis itu mencoba menahan geli
"Sudah"ucapnya cepat dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah
Masih dengan membelakangi pria itu nara bertanya
"Ba-bajuku ma-na"
"Sebentar"
Reyhan sedikit membuka pintu ruangan itu kemudian menyembulkan setengah badannya
"Gery"Gery yang sedang berbincang dengan ana disana sontak segera menoleh ke pada Reyhan
"Ambilkan baju itu"netra keduanya bergulir kearah nakas di samping sofa seperti yang ditunjuk Reyhan
"Nyusahin sih laki"gerutunya menatap Reyhan yang hanya acuh
"Nih"
Tanpa mengucapkan sepatah kata reyhan langsung masuk kedalam lagi membuat Gery berdecak geram
"Ish gak tau terimakasih"pekiknya lalu kembali berbalik menuju sofa tempat ana duduk
"Tante dapet dari mana sih mantu kayak gitu,batangan juga"gerutunya sedikit mengeraskan suara namun jelas Reyhan hanya bersikap acuh di dalam sana
***
"hm"Reyhan melemparkan baju itu ke pundak Nara yang sontak memeganginya agar tidak terjatuh
Dengan perlahan dia menarik gaun itu keluar dari lengannya kemudian mengapitnya di ketiaknya
Setelah itu memakai baju atasannya itu dengan hati hati agar gaun itu tidak merosot
Dikira selesai Nara segera mengambil gaun itu dan berbalik hendak keluar tapi dia kembali terkejut sontak mencoba mencari pandangan lain
Reyhan jelas acuh tak melihat kearah Nara,dia sibuk merapikan pakaiannya di depan kaca yang Nara belakangi
"Oke"dia keluar dari sana tanpa sepatah katapun membuat Nara hanya menghela nafas kemudian melihat baju Reyhan yang tergantung disana
"Ba-baju kamu gimana?"tanya Nara
"Tinggalkan saja"ucap Reyhan setelah berada di dekat pintu itu
Dengan patuh Nara menurut kemudian berjalan mengikuti Reyhan dari belakang
"Ck kenapa ganteng sih Rey,jadi gak tahan.."kembali suara itu memekikkan telinga membuat Reyhan merotasi malas ingin duduk ke samping ana tapi dengan cepat Gery menghentikan Nya
"ish laki,jangan duduk dulu sih,sini dulu"ucap Gery seraya menarik tangan Reyhan yang segera menepisnya jijik
Gery merotasi malas kemudian mencoba melihat pakaian pria itu lebih jelas
"Sebenarnya udah ganteng sih Rey,tapi aku rasa bahunya kekecilan yah"koreksi Gery
"cukup"ucap Reyhan kemudian berjalan kembali ke ruangan itu untuk mengganti baju
"Ish...laki,yaudah iya"putusnya
"Emang yah,semua laki tuh arogan banget"ujar Gery
"Kamu juga laki"ucap ana terkekeh
"Ish Tante sama ihh"cemberut Gery
"Gadis Tante umur berapa sih"tanya Gery mengalihkan suasana setelah duduk di samping Nara
__ADS_1
"Jalan 22"jawab Nara mulai nyaman dengan Gery
"Hah kok cepetnya banget nikahnya ka, apalagi nikahnya sama laki batangan kayak itu,aku aja eneg deh"cerocosnya tanpa henti tapi kedua perempuan beda generasi itu menikmatinya
"Ya kamu kan laki juga ya pasti gak mau lah sama laki,masa batang sama ba-mp"
"Mulutnya"gerutu ana memukul pelan bibir Nara yang sontak meringis pelan
"Ish Kaka humor juga,jadi suka deh"pekik Gery memeluk Nara erat
Tapi dengan cepat melepaskan pelukannya karena Reyhan sudah keluar dengan mata tajamnya pada Gery
"Hehe santai dong Rey"ejeknya pada Reyhan yang hanya acuh
"Panas lagi"bisiknya pada Nara yang mengulum senyum geli
Bisakah dia kembali percaya bahwa Reyhan cemburu seperti yang ada di novel
"Yaudah 2 hari sebelum tunangannya di ambil yah ger"ucap ana
"Iya Tante aku jamin semuanya siap kok"ucap gery dengan senyum khasnya
"Hm baju orang mama Giman?"tanya Nara pelan
"Tenang ka,aman ko," ucap Gery merangkul Nara
"Sudah,ayo"putus Reyhan mendahului mereka
"Cemburu sih"ejek Gery tertawa pelan
"Pamit yah"Nara tersenyum senang pada laki laki itu
"Sampai jumpa ka "
***
"Rey,kalian duluan yah Tante ke kantor om aja"ucap ana setelah mereka sampai di parkiran
Entah keberanian dari mana lagi yang akan Nara keluarkan untuk kali ini satu hal yang ada dipikirannya apakah akan seperti ini selalu
Sanggupkah?
"Aku akan langsung ke kantor Tan.."ucap Reyhan
"Biar aja Nara ikut kesana gapapa kan"hampir saja jantung Nara melayang entah kemana tapi dengan cepat dia menormalkan ekspresi nya walau hatinya merutuk sang mama
"Hm,Tante bagaimana?"
"Udah pesan ojol ini"ana menunjuk hapenya ke arah Reyhan yang mengerti kemudian pamit dari sana
"Udah sana"ucap ana pada putrinya itu
"Ckk"dengan wajah cemberut Nara memasuki mobil itu
***
Seperti sebelumnya tidak ada percakapan diantara mereka bahkan saat ini jalanan sudah hampir padat apalagi teriknya matahari yang mulai naik
Dia hanya fokus pada jalanan di sampingnya tanpa menghiraukan lehernya yang seakan mau patah sedari tadi
Sejenak pikirannya melayang saat mereka mengganti baju tadi,apa aku sudah kotor,tapikan calon suami,tapikan masih belum bisa,tapi..
Entahlah dia seakan jijik pada dirinya sendiri untuk tidak bisa menolak pada saat itu,kenapa dungu banget sih
Apalagi pria disampingnya itu hanya diam tak berkutik selain fokus pada jalanan didepannya
___
__ADS_1
happy reading