My Perfect CEO

My Perfect CEO
Bab 3


__ADS_3

Celin membuka matanya dengan berat,tangan nya meraba matanya yang bengkak akibat menangis semalam an. Dia menghela nafas nya dengan lesu, setidaknya dia tidak akan menangisi Pria brengsek itu lagi."Ya,dan aku mencintai pria brengsek itu lagi,"Gumam nya sambil mengacak acak rambut nya dengan kasar.


Celin mengalihkan pandangan ke jam dinding hello Kitty yang berada di kamar nya yang menunjukkan pukul 22:00,sekelebat ide muncul di kepalanya. Dengan cepat Celin masuk ke kamar mandi mencoba membersihkan badannya dan segera mengambil dress mini merah menyala yang hanya menutupi setengah paha nya dan bagian dada nya yang cukup rendah. Di poles kan Lipstik yang senada dengan warna dress nya sehingga penuh dan menggoda untuk di cium.Make Up yang tebal dan cukup untuk menutupi mata bengkak nya dan dengan rambut yang tergerai lepas dan dengan di bentuk dengan sedikit bergelombang.


Perfect, Celin melihat dirinya di pantulan Cermin


Aku Seperti Wanita Penggoda . Batinnya melihat penampilan yang hampir tidak pernah dia di pertontonkan kepada siapa pun. Tanpa memperdulikan kesan Orang orang,Celin keluar dari apartemen nya dan menuju Club yang terkenal yang tidak jauh dari apartemen nya


Hanya butuh waktu 15 menit Celin sudah berada di dalam Night Club sambil di temani musik berdentum dentum yang dapat menulikan pendengaran,,biasanya Celin paling tidak suka dengan musik bising seperti ini . Tapi untuk malam ini adalah pengecualian,,Dia ingin bersenang senang sambil melepas kegundahan aku di sini. Dengan senyum yang terus terpampang di Bibir nya Celin mulai menggoyangkan Tubuhnya di Lantai dansa, tidak peduli pandangan lapar dari para pria yang melihat penampilan sexynya.


* * * * *

__ADS_1


Vano menatap ke sekeliling nya, seperti biasa melihat wanita cantik tapi kelakuan mereka seperti ******,bau alkohol,dan sambutan musik DJ dari sang pemain. Vano menatap ketiga teman di depannya yang sudah lama tidak di temui sejak dia pindah ke Jerman. Entah bagaimana cara nya teman temanya itu menemukan nya dan menyeret nya ke tempat Night Club padahal baru tadi pagi Vano sampai di Negara ini.


''Dimana Vino?Kau tidak mengajaknya? tanya Geno yang mulai menghisap puntung rokok nya lagi yang berada di Tangan nya sambil memainkan ponselnya.


"Dia sibuk dengan perusahaan,''Jawab Vano singkat sambil menatap Sekeliling ke penjuru tempat di Clubnya. Ya Club ini memang milik Vano tapi karena harus ke Jerman berapa tahun yang lalu dan Club ini harus di tangani oleh org kepercayaan nya.


"Ah,,sang CEO baru eh?''sahut Rey sambil tetap fokus untuk menggoda wanita yang berada di pangkuannya.


"Hmmm..Apa sayang?''Rey menyahuti tanpa ingin menghentikan aksinya. Vano,,Geno,,dan Nathan yang melihat kejadian itu hanya bertingkah biasa saja. Mereka sudah terlalu hafal dengan sikap playboy yang di miliki Ray sejak mereka kuliah bersama dulu.


"Aku akan membeli minum dulu,"kata Vano sambil beranjak dari kursi nya dan menuju bertender yang tidak lain juga adalah temannya.

__ADS_1


Sambung lagi ya Guyss๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Jgn lupa Like and Komen๐Ÿ˜‰


Oh iya.. kebetulan Genre Vino Sanjaya dan Vano Sanjaya sama,,karena mereka saudara kembar yah๐Ÿ˜‰


selamat membaca para readers ku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‰


Genre dari Vano Sanjaya ๐Ÿ˜‰


__ADS_1


__ADS_2