
Sejak di parkiran gedung itu Nara tidak tau harus taruh muka dimana karena pandangan beberapa orang yang seakan mengulitinya
Apalagi saat melewati para karyawan wanita-yang sontak kembali pada posisi mereka masing setelah melihat Reyhan-menatapnya bingung tapi tersirat sesuatu yang seakan menyudutkannya
Bahkan ucapan salam mereka ucapkan tapi tidak dijawab oleh pria ini
Membuat dia kembali berpikir apakah ini akan sama seperti di novel
Ahk perasaan kisahnya ini selalu dia kaitkan dengan novel
Dia menghela nafas lega saat mereka sudah berada di dalam lift yang khusus untuk Reyhan
Hening,kembali mendominasi disana saat Reyhan hanya berdiri tegak tanpa mau menatapnya objek lain selain pintu lift itu
Apa dia tidak akan bicara sampai aku mati
Pikirannya seakan melayang kembali
Ting
Hah ini yang dia tunggu tapi semakin ini berjalan apalagi yang akan dia hadapi
Langkah Nara kembali mengikuti Reyhan yang dengan wibawanya berjalan menuju ruangan bertuliskan"CEO" sana
"Siang pak"sapa wanita cantik yang sontak berdiri melihat kedatangan sang atasan
Reyhan hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan itu dengan Nara yang masih setia di belakangnya
Pemandangan baru menyapa penglihatan Nara,dia sedikit berdecak kagum melihat interior ruangan itu,Sangat elegan
"Siang tuan"nara sontak menoleh ke arah pintu tadi ternyata disana sudah ada pria yang berdiri tegap sambil menunduk menatap Reyhan
Yang acuh padanya
"Hm"
Ternyata benar-benar es
__ADS_1
Batin Nara berseru
"Masih jam 11"ucap Reyhan menatap jam tangannya,seakan tau maksudnya asisten Zen itu segera keluar
Satu lagi sangat misterius pikir Nara tersenyum geli
Asisten Zen kembali masuk dengan berkas yang menumpuk di tangannya membuat Nara hampir tercengang
Apakah seperti ini selalu pikirnya lagi
Setelah menaruhnya di meja kerja atasan,asisten Zen segera pamit dari sana dengan Reyhan yang dengan sigap langsung membuka semua berkas itu
Merasa di kacangi,Nara berjalan kikuk kearah sofa yang berada di dekat dinding kaca itu sehingga tampaklah pemandangan kota yang sangat ramai
Nara merogoh ponselnya yang berada di dalam tas gandengannya tadi
Cekrek
(hanya visual ya gays)
Reyhan yang melihat tingkah gadis itu hanya tersenyum tipis lalu kembali pada berkas di tangannya
"Oke mari kita upload"gumamnya terkekeh pelan
Sejenak dia menatap dalam pemandangan luar kota itu,mencoba memejamkan matanya perlahan untuk menikmati suasana yang seakan membuatnya tenang
Dengan lembut dan perlahan sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang dilanjutkan sesuatu yang terasa berat di pundaknya
Jelas Nara terpekik kaget sontak menoleh kebelakang dan tanpa sengaja wajah keduanya bertabrakan dengan Nara yang langsung mengulum bibirnya
Sejenak keduanya terasa larut dalam tatapan itu,nara mencoba untuk menetralisir perasaannya namun pria ini mungkin sudah ahli dibidang ini
"Apa"pekik Nara segera keluar dari pelukan pria itu
"A-ada apa"tanyanya lagi dengan menundukkan kepalanya sumpah dia sangat malu kali ini
__ADS_1
Sementara Reyhan jujur saja dia sangat ingin menerkam gadis itu tapi dia mencoba menetralisir rasa itu
Tanpa bicara apapun dia kembali pada kursi kerajaan nya itu meninggalkan Nara yang setengah mati menormalkan nafasnya
Dia masih bingung dengan pria itu yang tanpa angin apapun tiba tiba memeluknya yang membuat jantungnya seakan maraton
Nara segera duduk ke sofa itu dan mulai bernostalgia dengan ponsel pintarnya untuk mengasingkan jantungnya yang sedari tadi tidak bisa di ajak kompromi
***
Nara menatap jam di bagian atas benda pipih itu,11:47 sudah waktunya makan siang tapi kenapa pria itu seakan tak bisa berpisah sedetik dari berkas itu pikirnya heran
"A-apa kau tak makan sia-ang"tanyanya pelan sementara yang di tanyai itu hanya acuh kemudian melanjutkan pekerjaannya
Bre-ngsek
Pekik Nara dalam hati mana mampu mulutnya itu mengatakannya
Oke Nara menyerah sekarang dia akan keluar dan mencari makan di sekitar sini,bahkan pria itu tidak merasakan dia pergi dari tempatnya
Sesampainya di lantai dasar dia berjalan dengan santai walau hatinya seakan pecah melihat pandangan orang-orang padanya
Setelah keluar dari sana dia sedikit sadar akan sesuatu kenapa tadi dia tidak memperhatikan nya
"Kemana dia"Reyhan baru sadar bahwa Nara sudah tidak ada lagi di ruangan itu
Tut
"Ya tuan"
"Dimana Nara?"tanyanya to the point
"Sepertinya dia pergi ke cafe sana tuan"netra Reyhan langsung tertuju pada cafe di balik kaca ruangannya itu walau nama cafe itu tertutupi pamplet
"Hm baiklah"Reyhan mematikan sambungan teleponnya,dengan rasa geram dia mencoba kembali pada berkasnya
___
__ADS_1
selamat membaca ðŸ¤