My Perfect CEO

My Perfect CEO
sadar sesuatu


__ADS_3

Sejak di parkiran gedung itu Nara tidak tau harus taruh muka dimana karena pandangan beberapa orang yang seakan mengulitinya


Apalagi saat melewati para karyawan wanita-yang sontak kembali pada posisi mereka masing setelah melihat Reyhan-menatapnya bingung tapi tersirat sesuatu yang seakan menyudutkannya


Bahkan ucapan salam mereka ucapkan tapi tidak dijawab oleh pria ini


Membuat dia kembali berpikir apakah ini akan sama seperti di novel


Ahk perasaan kisahnya ini selalu dia kaitkan dengan novel


Dia menghela nafas lega saat mereka sudah berada di dalam lift yang khusus untuk Reyhan


Hening,kembali mendominasi disana saat Reyhan hanya berdiri tegak tanpa mau menatapnya objek lain selain pintu lift itu


Apa dia tidak akan bicara sampai aku mati


Pikirannya seakan melayang kembali


Ting


Hah ini yang dia tunggu tapi semakin ini berjalan apalagi yang akan dia hadapi


Langkah Nara kembali mengikuti Reyhan yang dengan wibawanya berjalan menuju ruangan bertuliskan"CEO" sana


"Siang pak"sapa wanita cantik yang sontak berdiri melihat kedatangan sang atasan


Reyhan hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangan itu dengan Nara yang masih setia di belakangnya


Pemandangan baru menyapa penglihatan Nara,dia sedikit berdecak kagum melihat interior ruangan itu,Sangat elegan


"Siang tuan"nara sontak menoleh ke arah pintu tadi ternyata disana sudah ada pria yang berdiri tegap sambil menunduk menatap Reyhan


Yang acuh padanya


"Hm"


Ternyata benar-benar es

__ADS_1


Batin Nara berseru


"Masih jam 11"ucap Reyhan menatap jam tangannya,seakan tau maksudnya asisten Zen itu segera keluar


Satu lagi sangat misterius pikir Nara tersenyum geli


Asisten Zen kembali masuk dengan berkas yang menumpuk di tangannya membuat Nara hampir tercengang


Apakah seperti ini selalu pikirnya lagi


Setelah menaruhnya di meja kerja atasan,asisten Zen segera pamit dari sana dengan Reyhan yang dengan sigap langsung membuka semua berkas itu


Merasa di kacangi,Nara berjalan kikuk kearah sofa yang berada di dekat dinding kaca itu sehingga tampaklah pemandangan kota yang sangat ramai


Nara merogoh ponselnya yang berada di dalam tas gandengannya tadi


Cekrek



(hanya visual ya gays)


Reyhan yang melihat tingkah gadis itu hanya tersenyum tipis lalu kembali pada berkas di tangannya


"Oke mari kita upload"gumamnya terkekeh pelan


Sejenak dia menatap dalam pemandangan luar kota itu,mencoba memejamkan matanya perlahan untuk menikmati suasana yang seakan membuatnya tenang


Dengan lembut dan perlahan sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang dilanjutkan sesuatu yang terasa berat di pundaknya


Jelas Nara terpekik kaget sontak menoleh kebelakang dan tanpa sengaja wajah keduanya bertabrakan dengan Nara yang langsung mengulum bibirnya


Sejenak keduanya terasa larut dalam tatapan itu,nara mencoba untuk menetralisir perasaannya namun pria ini mungkin sudah ahli dibidang ini


"Apa"pekik Nara segera keluar dari pelukan pria itu


"A-ada apa"tanyanya lagi dengan menundukkan kepalanya sumpah dia sangat malu kali ini

__ADS_1


Sementara Reyhan jujur saja dia sangat ingin menerkam gadis itu tapi dia mencoba menetralisir rasa itu


Tanpa bicara apapun dia kembali pada kursi kerajaan nya itu meninggalkan Nara yang setengah mati menormalkan nafasnya


Dia masih bingung dengan pria itu yang tanpa angin apapun tiba tiba memeluknya yang membuat jantungnya seakan maraton


Nara segera duduk ke sofa itu dan mulai bernostalgia dengan ponsel pintarnya untuk mengasingkan jantungnya yang sedari tadi tidak bisa di ajak kompromi


***


Nara menatap jam di bagian atas benda pipih itu,11:47 sudah waktunya makan siang tapi kenapa pria itu seakan tak bisa berpisah sedetik dari berkas itu pikirnya heran


"A-apa kau tak makan sia-ang"tanyanya pelan sementara yang di tanyai itu hanya acuh kemudian melanjutkan pekerjaannya


Bre-ngsek


Pekik Nara dalam hati mana mampu mulutnya itu mengatakannya


Oke Nara menyerah sekarang dia akan keluar dan mencari makan di sekitar sini,bahkan pria itu tidak merasakan dia pergi dari tempatnya


Sesampainya di lantai dasar dia berjalan dengan santai walau hatinya seakan pecah melihat pandangan orang-orang padanya


Setelah keluar dari sana dia sedikit sadar akan sesuatu kenapa tadi dia tidak memperhatikan nya


"Kemana dia"Reyhan baru sadar bahwa Nara sudah tidak ada lagi di ruangan itu


Tut


"Ya tuan"


"Dimana Nara?"tanyanya to the point


"Sepertinya dia pergi ke cafe sana tuan"netra Reyhan langsung tertuju pada cafe di balik kaca ruangannya itu walau nama cafe itu tertutupi pamplet


"Hm baiklah"Reyhan mematikan sambungan teleponnya,dengan rasa geram dia mencoba kembali pada berkasnya


___

__ADS_1


selamat membaca 🤭


__ADS_2