My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Citra


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, menit ke menit tak mampu dihitung dengan ingatan.


Masalah dan solusinya selalu mengikuti pergerakan waktu.


Begitu pula dalam kehidupan seorang Metawin, masalahnya hampir usai, semuanya selesai.


Bagaimana tidak? sekarang cowok itu masih senyum senyum dari semalam, pasalnya Citra menghubunginya semalam.


Shutttt jangan bilang siapa siapa.


"Kesurupan lo?" tanya Mintra ketika melihat sang adik yang tersenyum di pagi yang cerah ini.


"Ga suka banget liat gue seneng" cibirnya.


"Alah, lo kan seneng everytime" Mintra menoyor kepala adiknya keras membuat sang empu mengaduh kesakitan.


"Tau ah"


"Eh lo mau kemana sepagi ini?" Mintra bersuara ketika Metawin bangkit.


"Mau jogging"


"Tumbenan, alat fitnes dibelakang kan banyak"


"Gak kayak lo, ansos"


"Bilang aja lo mau ngintipin janda di taman"


"Kalo iya kenapa?" Metawin dengan training hitam dan kaos berwarna senada memakai sepatu seraya menjawab ocehan ringan sang kakak.


"META!" Mintra menggerutui kepergian adiknya itu.


Disisi lain, Meta melangkah setengah berlari dengan sepatu olahraga yang dibelinya bulan lalu.


Kepalanya sibuk memandangi orang orang yang juga melakukan aktifitas serupa.


"Hai mba cantikk" Metawin mengedipkan salah satu matanya membuat gadis dihadapannya membual.


"Kek, lomba lari yuk?" ajaknya kepada seorang paruh baya yang berjalan begitu pelan.


"Jangan bicara sembarang nak, takut dapat karma"


Metawin mengendikkan bahunya lalu berjalan kedepan meninggalkan kakek tersebut. Dia berbalik sejenak dan berteriak dari kejauhan


"Siap Kek" lantangnya seraya mengacungkan jempol kearah kakek itu.


Metawin kembali berlari hingga akhirnya ia sampai di pusat taman.


Tempat Meta dan Citra berjanji untuk bertemu


Metawin menunggu beberapa saat seraya melemparkan pandangannya kepada siapapun yang lewat.


"Meta" panggilan itu terdengar begitu istimewa ditelinga Metawin.


Metawin berbalik lalu menatap lekat kearah wanita berleging abu itu.Tatapannya bahagia, kenapa tidak dari dulu saja?


"Hai, lo apa kabar?" Meta masih terdiam

__ADS_1


"Hah?"


"Lo apa kebar?...Metawin.." Citra mengulang pertanyaannya tadi.


"B-baik, l-lo sendiri gimana?" Metawin gugup dan sedikit belibet saat berkomunikasi dengan aksen lo-gue


"Kayak yang lo liat sekarang"


"Sorry, gue agak aneh kalo manggil kamu pakek sebutan lo"


"Gapapa Ta, gue ngerti kok, gue juga minta maaf tentang hari itu"


"It's okay, lagian kejadian udah lama"


Keduanya canggung.


"Oh ya, gue seneng lo hubungin gue lagi" Ujar Metawin


"Gue juga seneng bisa perbaikin kejadian hari itu"


"Kalo gitu, mau lanjut joging nya?"


"Bentar Ta, gue lagi nungguin satu orang, please bentar doang"


"Okey, apa sih yang engga buat Lo"


"Masih aja suka ngegombal"


"Kebiasaan haha"


"Dasar"


"Dia lagi ketoilet, udah gue bilangin jangan sarapan banyak banyak, malah gak didenger, sekarang lagi ke toilet"


"Pala batu amat, tapi lucu juga temen lo. Tapi lucuan Citra sih" Metawin mengusap pucuk kepala Citra sekejap.


"Bisa aja lo Ta, lagian bener kata lo, dia emang lucu"


"Tebakan gue pasti bener"


Mereka berdua berdiri berganti ganti gaya namun teman Citra belum juga datang membuat Metawin kesal sendiri.


Dia tak bisa mengajak Citra bicara karena gadis itu sibuk mengetik pesan di ponselnya, siaalan ini diluar rencana Metawin.


"Citra" suara itu membuat Metawin dan Citra menoleh bersamaan.


Baru saja Metawin berniat protes, Citra terlebih dahulu membuka suara.


"Akhirnya kamu dateng juga, lama tau" Citra sok imut.


"Loh, Metawin udah dateng?" dia Bright. Bright Danendra yang membuat sekujur tubuh Meta merasa muak.


"Belum, gue masih dirumah" nyinyir Metawin membuat Bright dan Citra saling menatap.


"Anjink asu bansgt!!!!" gerutu Meta dalam hati.


"Tunggu apa lagi?" Bright membuka suara membuat Metawin muak duluan.

__ADS_1


"Ayo" Citra menarik kedua tangan orang disampingnya, membuat Metawin tak berkedip. Rasanya seperti mimpi, bisa menyentuh tangan ini lagi.


Mereka berjalan cukup canggung, bukan canggung. Tapi Metawin dan Bright enggan untuk bersinggungan. Hanya Citra yang terus berbicara ini dan itu. Metawin suka mendengar Citra berbicara.


"Bright, besok bukannya kamu ada cerdas cermat lagi ya?"


"Umm, sama sekolah saingan"


"Tapi aku yakin kamu pasti bisa banggain sekolah kita. Lagi."


Metawin diam tak mengerti pembicaraan mereka, kali ini dia muak dengan topik yang dibawa Citra. Selalu tentang Bright.


"Bright inilah, Bright itulah, lomba lah..." gumam Meta sangat pelan di tengah nafasnya yang cukup tersengal


"Lo ngomong apa Ta?" tanya Citra membuat Metawin segera membungkam mulutnya dan menggeleng pelan.


Bright diujung sana hanya tersenyum, Meta yang melihatnya langsung membalas dengan delikan mata yang cukup tebal.


Mereka menghabiskan pagi dengan mengelilingi taman, pada akhirnya mereka kini duduk di sebuah kedai.


Lari tadi sepertinya tidak ada manfaatnya, toh sekarang mereka sudah makan saja.


"Mau pesen apa Bright?"


"Bright mulu Bright mulu" Meta mencibir cukup kuat, namun Citra tampaknya tidak mendengar.


"Gue ntar aja, lo sama Win aja"


"Gitu ya, Ta.. mau pesan apa?"


"Ada es krim Cit?" Metawin mengambil kesempatan


"Di menu...Ada" Citra yang sedari tadi memegang menu kini membuat Metawin berbinar sekejap—.


"Tapi yang stik aja" dan jatuh begitu saja


"Itu aja Cit" padahal dia mau es krim semangkuk berdua bersama Citra.


"Yaudah gue persen dulu"


Tinggal mereka berdua.


"Mau lo apa sih? ngintilin Citra mulu" cibir Metawin


"Terserah gue lah"


"Songong lo"


Tak butuh waktu lama, Citra datang diikuti seorang pelayan dibelakangnya.


Pelayan itu membawa nampan dan menaruh pesanan diatas meja.


Mereka memakan semuanya hingga habis.


Arghh datar banget. Pengennya ada konflik di eps ini, tapi gajadi.


Thanks dukungannya, jadi bikin gue semangat.

__ADS_1


Kalo spasi paragraf nya kebanyakan, sorry ya, soalnya itu di sistemnya emang hitu, udah gue coba ubah, tapi tetep aja.


__ADS_2