My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Kuno


__ADS_3

"Kesini? ngapain?"


"Beli buku"


"Kuno banget sih lo"


"Win, buku gak bakal termakan zaman, jadi lo harus tau. Baca buku itu asik"


"Serah dah serah"


"Ntar gue tunjukin deh, yuk" Bright merangkul Metawin membuat saya gemas sendiri.


Metawin akhirnya mengikuti langkah Bright, dia sedikit muak dengan bau buku yang menyerbak dari berbagai arah.


"Lo milih buku apaan dah? lama banget"


"Ini buku buat belajar, sisanya buat lo"


"Siapa juga yang mau baca"


"Kaki gue pegel, gue duduk ya" lanjutnya membuat Bright mengangguk dan sekejap memerhatikan pergerakan tubuh Metawin.


Metawin berjalan kearah meja didekat tempat tempat Bright memilih buku buku entah apalah itu



[Sedikit bingkisan hehe]


'Ternyata pacar gue ganteng juga kalo diliat dari jauh gini' batin Metawin seusai mengabadikan potret pacarnya itu.


"Udah?"


"Apa?"

__ADS_1


"Udah foto guenya?" hal itu membuat Metawin malu karena ketahuan. Sialan memang si Bright.


"Siapa yang foto foto cobak?" kesalnya sembari berdiri


"Siapa ya?" Bright berpura pura melihat sekitar, lalu tawanya sudah tidak bisa ditahan.


"Ayokkk" Meta menarik tangan Bright gemas.


"Gue mual gara gara udara disini"


"Utututu, ayo abis ini kita jalan jalan"


"Awas kalo boong"


"Ga bakal bohongin Meta yang gemesss ini" ujarnya seraya mengapit hidung meta dengan jemarinya.


Gemas.


"Sekarang mau kemana?" tanya Bright dengan tangan yang menggandeng pacar kesayangannya.


"Keeeee—, tapi lo kalo lo gak mau juga gapapa"


"Pasti mau kok, emang ayang mau main kemana?" tanya Bright halus, bocah SMA ini memang berfikir matang.


"Gue pengen ke pantai, tapi gue gak ada persiapan, tapi kalo lo ga mau juga gapapa, nanti bisa diundur kok, jadi gausah perg—" Bright tersenyum kala melihat Metawin berbicara cepat seraya menunduk. Rasanya ia ingin menggigit bibir itu. Telunjuknya bertanggar di depan bibir merona Meta.


"Kata siapa gue gak mau?"


Metawin mengerjap tak percaya, pandangannya dinaikkan dan langsung bertemu dengan sepasang bola mata yang menatapnya sedari tadi.


"Tapi—"


"Gue bakal lakuin apapun buat lo" Metawin merona, dia langsung memeluk erat Bright.

__ADS_1


Kenapa tidak dari dulu saja mereka seperti ini.


"Thank you.....emm babe" ucapnya melirih diakhir kalimat.


"Panggil apa tadi, hm?" Bright menggoda, pasalnya jarang sekali Meta memanggilnya dengan sebutan itu.


"Gatau, gue malu" Bright langsung saja mengangkat tubuh Metawin dan menggendongnya ala koala.


"Bri... turunin gue!!!"


"Biar lo gak cape"


"Ada banyak orang loh, gue malu"


"Malu ya punya pacar kayak gue?" Bright menghentikan jalannya membuat Meta memundurkan kepalanya yang sedari tadi bersembunyi di ceruk leher Bright.


"Engga! gue gak malu" sargahnya sambil menggeleng cepat


Meta mau saja kemakan drama yang Bright lakukan.


"Terus tadi kok malu?"


"Ya abisnya lo sih" setelah itu Bright kembali berjalan menuju tempat parkir dengan tersenyum sesekali tangannya mengusap punggung Meta.


Lihat, sekarang Meta bahkan tertidur pulas dalam gendongannya, sungguh bayi sekali.


Bright mendudukkan Meta di kursi samping pengemudi, setelah itu dia masuk dan menaruh asal buku yang tadi ia beli.


Kepala Meta disandarkan di bahunya agar leher Metawin tidak sakit saat terbangun nanti, dan dengan perlahan ia melajukan mobilnya membelah jalanan.


Haii


[Itu doang si]

__ADS_1


__ADS_2