My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Pickup


__ADS_3

Mereka berdua kini berdua masih berada didalam UKS, Metawin masih melentangkan tubuhnya di atas ranjang.


"Gue balik kelas" Metawin bangkit sambil memegangi sisi ranjang.


"Gue anter"


"Sksd lo"


(Sok Kenal Sok Deket)


"Pede amat, orang gue disuruh pak Bondan"


"Oh, gak nanya"


"Terus?"


"Ck tau lah" Metawih berjalan pelan, begitu pelan.


"Langsung pulang, gue anter" Bright menarik tangan kanan Meta agar mengalung di pundaknya.


"Lepasin anjenk!"


"Perintah pak Bondan"


"Tau ah" Metawin tetap berjalan beriringan dengan Bright.


Kenapa tubuhnya lemah disaat yang tak tepat, sialan memang.


Mereka sampai parkiran yang masih dipenuhi banyak mobil dan motor berjejer rapi, pasalnya ini belum jam pulang.


Cuma Metawin cowok lemah yang pingsan terus diantar pulang.


"Pake pickup?" pertanyaan bodoh itu lolos dari mulut Metawin ketika Bright menghentikan langkahnya disebuah mobil pickup berisi sayuran.


"Hah?" Bright mengernyit


"Lo jualan sayur?"

__ADS_1


"Maksud lo? emang tampang gue keliatan kayak mas mas tukang sayur?"


"Banget, malahan gantengan tukang sayur depan rumah gue haha" Metawin tertawa terbahak membayangkan wajah Bright yang membawa handuk dan menjajakan sayuran.


Memang tak ada salahnya berjualan seperti itu, tapi terlihat lucu saja kalau Bright yang melakukannya.


Bright mengacak rambut Metawin yang sudah acak acakan itu, tak terlalu klimis dan berminyak. Ringan dan hitam.


"Tangan lo anjink!" Metawin menggerakkan kepalanya agar tangan Bright segera berpindah.


'Inget Bright, pelan pelan tapi pasti' batinnya


"Biar lo jelek" ucap Bright membuat Metawin mendelik.


Tampak manis.


"Cepet naik" perintah Bright lagi


"Ke pickup?"


"Lo kira gue bawa pickup?"


"Terus?"


Didalam mobil mereka cuma diam, sesekali Metawin memijat keningnya, mungkin dia masih pusing.


"Met—"


Baru saja Bright memanggilnya, mata Metawin kini tertutup dengan hembusan nafas beraturan yang membuat Bright mengulas senyum.


Bright memikirkan begitu banyak hal, bagaimana sekarang ia bisa mengantarkan seorang Metawin untuk pulang? bahkan ia tak pernah memikirkan hal ini.


Tapi tak apa.


"Met, udah sampe" Bright menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah berpagar besi.


"Met...Meta"

__ADS_1


"Metawin" panggilnya namun Metawin tak kunjung bangun.


"Dasar kebo" ucapnya saat mengangkat tubuh Metawin untuk membawanya masuk kedalam rumah dengan gerbang yang kebetulan terbuka.


"PERMISI!" ucapnya sambil sedikit berteriak


Tangannya mungkin akan kebas jika akan menggendong tubuh bongsor Metawin.


"Iya cari siap—" paruh baya itu langsung mrmbuka pintu lebar setelah melihat Bright.


"Tolong nak, dibawa ke kamarnya" ucap paruh baya itu.


"Kamar?" Bright kaget


"Dilantai atas ada tulisan namanya, tante minta tolong"


'Hah?' Bright melihat tangga yang cukup tinggi, apa dia harus benar benar menggendong Metawin sampai keatas. Gila.


"Iya tan"


Bright benar benar menggendong tubuh Metawin hingga ke anak tangga paling ujung, terligat ada kamar bertuliskan nama 'Metawin' membuat Bright membuka pintu kamar itu.


Bright merebahkan tubuh Metawin diranjang, kenapa pria ini belum bangun juga...


Apa sebegitu tidak terasanya?


Bright duduk di sisi ranjang menarik nafas panjang dan menatap wajah polos Metawin rikala pria itu tertidur lelap.


Matanya menelisik ke seisi ruangan, rapi dan banyak foto.


Tiba tiba paruh baya tadi datang menghampiri Bright.


"Meta kenapa nak?"


"Tadi pagi pingsan tan, terus pas udah sadar saya antar pulang, dan mungkin tubuhnya masih lelah"


"Makasih ya nak sudah mengantar Metawin pulang"

__ADS_1


"Iya sama sama, Tan"


__ADS_2