My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Kobam


__ADS_3

Disini Metawin berada sekarang, bersama beberapa orang yang cukup ia kenal, sisanya gak kenal sama sekali.


Tapi asikin aja ygy.


"Pa kabar bray?" ujar Nani, teman Meta.


"Kacau kacau" Metawin mengambil tempat disalah satu kursi yang berada disamping Nani


"Asikin aja, gue traktir nih"


"Abis ketiban nangka dimana lo?"


"Ketiban masalah yang ada"


"Tumbenan mau traktir, tapi bagus bray, sering sering lah"


"Lo bebas mau minum, gue bayarin"


"Soib gue nih" Metawin merangkul Nani yang ada disampingnya.


Keduanya menikmati dunia mereka, tak menghiraukan sisa orang dimeja yang sudah memulai pesta.


Tanpa disadari, sepasang mata tengah memasang tatapan tajam kearah mereka berdua.


"Gue minum dikit aja, males diomelin sampe rumah" gerutu Metawin saat meneguk gelas keduanya.


"Masih aja Ta, nginep di gue lah skali skali" Nani menimpali sambil memberi Meta sebatang rokok.


"Tau tau sampe rumah lo, gue dijemput lagi"


"Sama siapa?" Nani sedikit bingung


"Sama malaikat" Metawin mulai menjawab tak jelas ketika gelas ketiganya sudah setengah diminum.


"Alah, lo kira rumah gue apaan" -Nani


"Rumah lo banyak cewenya" -Meta


"Cobain lah satu" -Nani


"Ogah, bekas semua" -Meta


"Lah, cuma bekas gue doang" -Nani


"Mending bobol yang rapet aja" -Meta


"Lo masih rapet, sabi kali" -Nani


"Iya mulut gue rapet gini" Meta tak mengerti atau cuma pura pura tidak tau konteks pembicaraan dari Nani, siapapun tak tau.


"Malem ini gue longgarin dah" Nani bicara pelan hanya dibalas lanturan dari Meta.

__ADS_1


Sudah dua jam mereka disini, Meta sudah meneguk gelas ke tujuhnya, itupun kebanyakan hasil ceekokan dari Nani.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas, tapi Nani sama sekali belum mabuk. Bagaimana bisa dia mabuk jika dia hanya menccekoki Meta terus menerus dan meminum sedikit untuk dirinya.


"Udah ah Nan, gue mau balik, takut bunda nyariin" Meta bangun sempoyongan, bahkan kesadarannya kini sudah bisa diragukan.


Yang selalu dia ingat hanya pulang dan bunda marah, semabuk apapun Meta, dia akan selalu ingat itu, dia selalu ingat pulang namun tak tau jalannya.


"Bentar lagi kali Ta" sekeliling mereka masih sama ramainya bahkan bisa dibilang semakin ramai.


Nani menarik tangan Meta, hingga si empu kembali luruh ke kursi dengan punggung yang kini menunduk dan kepala yang sudah bertengger diatas meja.


Sudah.


Dia sudah kobam.


"Bunda Meta pulang sekarang" Meta kembali mengngkat punggungnya dan melihat ke kiri kanan.


Dunianya sunyi, telinganya sudah tidak menghiraukan dentuman musik berritme tinggi yang terputar memenuhi ruang.


"Mau kemana?" Nani menarik pinggang Meta dengan sedikit suara yang direndahkan


"Gue mau pulang, duluan ye Nan" Metawin berbicara seolah pinggangnya tak digenggam erat.


Tangan Nani mulai mempererat, dan mencoba menarik Meta untuk bertengger diatas pangkuannya.


Tubuh Meta memang sedikit, oh bukan....tubuh Meta memang sangat besar.


Baru saja aksi Nani terhenti oleh sebuah bogeman yang tiba-tiba melayang ke atah wajah sebelah kirinya.


Tubuh Meta dihempaskan kembali ke kursi dan Nani berdiri menatap kearah orang mana yang berani memberinya sebuah hadiah kecil ini.


"Ta, ayo balik" orang itu menarik Meta bersiap memapah Meta.


"Lo siapa hah?" tanya Nani keras sambil menarik kerah kemeja hitam yang dikenakan oleh orang itu.


Bright Danendra, itulah namanya, orang yang kini tengah memapah Meta.


"Lo gak perlu tau siapa gue, gue gak ada waktu buat orang gak tau malu" kita baru saja tau jika Bright punya bibir yang cukup lemes.


Ngomongnya enteng.


"MAKSUD LO APA? SINI LAWAN GUE KALO BERANI" atensi sekitar sedikit berubah, pandangan orang orang sekarang melirik kearah mereka.


Hanya sekejap, kemudian keadaan kembali seperti semula. Sudah menjadi hal lumrah jika peristiwa semacam ini terjadi didalam sini.


"Gue gak ada waktu" Bright memapah Meta untuk segera pergi dari tempat ini.


"Buaghh" sebuah pukulan mendarat disudut bibir Bright


"Berani ya lo" Bright mengelus sudut bibirnya, tak berdarah...hanya sedikit lebam.

__ADS_1


"BERANI LAH"


Bright menggendong tubuh Metawin ala koala, lalu tanpa interupsi kakinya begitu saja melayang mengenai perut sang lawan.


Nani masih melawan, tapi dengan hanya menggunakan kakinya saja, kini Nani sudah berada dibawah injakan kaki panjang itu.


"Meta milik gue, always mine" Bright menekan kakinya lalu mengangkat dan berangsur pergi dari sana.


Meninggalkan Nani yang terkapar sembari tertawa frustasi karena rencananya gagal. Sial.


.


.


.


.


Dengan usaha yang cukup sulit, akhirnya Bright berhasil membawa Meta ke apartemennya. Kini pemuda yang masih meracau tak jelas itu sudah dibaringkan diranjang.


"Bun, Meta pulang" hanya pulang yang selalu ia ucapkan.


Untung saja, tadi ia sudah memberi tau calon ibu mertuanya jika Meta akan menginap malam ini.


[Calon mertua ga tuh jiakhh]


"Win, ganti baju dulu gih" Bright baru saja selesai mandi menghampiri tubuh Meta yang masih tidur di ranjang.


Bagaimana ia tak mandi? tadi Meta memuntahkan isi perutnya begitu saja sampai mengenai tubuhnya sendiri dan tubuh Bright.


Panggilan itu tak mendapat jawaban pasti dari Metawin membuat Bright berdecak agak kesal. Kaki jenjangnya berjalan menuju lemari pakaian, memilih sebuah kaos.


Bright kembali menghampiri Metawin. Tangannya mengangkat punggung Metawin lalu melepas baju yang agak basah itu.


"Ah paan sih lo" racau Metawin


Bright masih berusaha memakaikan baju yang baru dia ambil ke tubuh Metawin, mamun si empu selalu bergerak tak beraturan membuat Bright pusing sendiri.


"Gerah" gumam Meta


Ah sudah, Bright frustasi.


Ia memilih duduk disisi ranjang dan menyelimuti Meta menggunakan selimut tebal miliknya.


Tanpa sadar, saking kantuknya, Bright ikut berbaring disamping Metawin. Keduanya terlelap dengan tubuh yang semakin berdekat. Dekat dan dekat.


Metawin menduselkan kepalanya didada Bright yang dilapisi baju dengan tangan Bright yang ikut bertengger di pinggang ramping Metawin.


Entah sejak kapan posisi itu dimulai, namun keduanya sama sama tak sadar.


Sorry kalo Nani jadi agak antagonis disini hehe.

__ADS_1


__ADS_2