My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Ayang


__ADS_3

Jangan lupa like komennya...


Sejak hari itu, kedua pemuda yang akrab disapa Bright dan Meta itu semakin dekat, bahkan mereka tak segan mengumbar kedekatan dimata publik. Dalam tanda kutip, keduanya tak sadar jika kedekatannya dijadikan konsumsi publik.


Meski banyak fans Bright yang menolak kedekatan mereka, sama sekali Metawin tak memperdulikan hal itu. Lagian mereka sama sama senang, untuk apa mendengar omongan orang.


Meski keduanya menjalin sebuah hubungan berbeda, namun keduanya tak berubah sama sekali karena itu memang kesepakatan awal. Dan jangan berharap lebih tentang cara mereka jadian, hanya butuh sedikit waktu membuat Metawin luluh.


Dan disini mereka berada sekarang, di apartemen Bright.


"Ah anjing" umpat Metawin dengan mengumpati game di handphone nya.


"Word Metawin" Bright yang kini mengerjakan tugasnya menggunakan ipad menoleh kepada sang pacar.


"Bawel lo" kesal Metawin


"Ngambek ya?" Bright meletakkan ipad nya dan menangkup kepala Metawin.


"Paan lo pegang pegang"


"Kenapa emangnya,hm?" Bright mengecup kening Metawin dengan suara sedotan yang sangat nyaring.


"Bikin jj"


"Bilang aja lo gengsi kan?"


"Kalo iya ngapa? marah?" congos Metawin


"Siapa yang mau marah? ga ada kok"


"Alah, bullshit. Mulutmu itu isinya janji palsu"

__ADS_1


Bright menyerngit tak mengerti, apa dia ada salah?. Bright diam sebentar mengingat benerapa kejadian di hari kemaren.


Oh God! dia lupa.


"Mau jalan?" Bright bertanya cukup canggung, dia lupa hari ini berjanji mengajak Metawin untuk pergi.


"Ga"


"Mau makan ayam geprek?"


"Ga"


"Terus mau apa?"


"Gue mau cabut" Metawin Bangkit dari duduknya, memasukkan ponselnya kedalam saku.


"Hah?" Bright mengejar langkah Metawin.


"Main"


"Sama siapa?"


"Temen gue, mang napa? sewot lo?"


"Main kemana?"


"Kepo lo ah"


"Mau kemana?!" Bright menghadang Metawin membuat si empu merotasikan bola matanya.


"Ya main" jawabnya enteng.

__ADS_1


Oh ****, Meta tak memikirkan bagaimana Bright akan menghentikan langkahnya lagi.


"Metawin Megantara, siapa yang ngasih ijin?"


Serem.


"Emang kalo gue main harus izin ke lo?" lawannya


"Masih nanya?"


"Idih baru jadi pacar aja belagu lo!$


"Lo mau kemana? mau apa aja gue beliin"


"Gue mau main" Metawin membuka pintu dengan acuh setelah menghempaskan tangan Bright.


Namu langkahnya terhenti ketiga sebuah suara menerobos masuk ke telinganya tanpa ada sopan santun.


"Ayang mau peluk?" suara itu membuat Meta sedikit...oh tidak, membuatnya sangat merinding.


Meta berbalik dan menatap nanar ke arah Bright.


"Mau peluk" cicitnya. Entah kemana Meta si berandal itu.


Mereka berpelukan beberapa menit, sebenarnya enggan untuk melepas, tapi agak pegal sih.


"Sekarang mau anterin gue gak?" tanya Bright setelah pelukannya merenggang.


"Kemana?"


"Ada deh" Bright mengambil kunci mobilnya dan menggandeng tangan Meta keluar dari sana.

__ADS_1


Hehe udah lama banget gak up. Jujur gue lagi di fase tersulit yang pernah gue rasain, sekarang lagi mencoba sembuh.


__ADS_2