My Pleasure (BxB / BL )

My Pleasure (BxB / BL )
Cuma jatuh


__ADS_3

"Ma, ade kok udah dirum—" seorang pria berseragam kini menuruni tangga, namun ucapannya terhenti ketika melihat sang mama tengah berbincang dengan seseorang.


"LO KOK DISINI?" Meta langsung meninggikan nada bicaranya membuat sang mama langsung menatapnya aneh.


"Loh ade kok ngomongnya gitu?"


"Engga ma, tapi dia kenapa disini?"


"Kamu harusnya berterimakasih sama Bright, dia udah bela belain loh gendong kamu sampai kamar"


"Dia? gendong ade?ih jijik" Meta menunjuk Bright yang masih duduk di sofa rumahnya.


"Gak boleh gitu sayang"


"Tau ah, ma" Meta berjalan ke arah kulkas dan sang mama hanya diam menatap putranya yang terlihat kucel itu.


Dia kembali ke dekat sofa.


"Minum es lagi? barusan minum obat" Bright cuek dengan tatapan sinisnya kepada Meta, rasanya dia sia sia menggendong pria itu sampai menaiki tangga


"Itu tadi siang bego!"


"Meta, jangan gitu ngomong sama Bright, dia udah baik loh sama kamu"


"Mama gak tau sih aslinya kayak gimana"


"Terserah kalian, mama mau ngangkat brownies, Bright jangan pulang dulu ya, tunggu di kamarnya Meta aja"


"Kok gitu?!" bantah Meta


"Ade anak baik gak?"

__ADS_1


"Iya" Meta dengan wajah polosnya menyaut


"Jadi kalo ada orang abis nolongin ade, bilang apa?" sang mama seperti sedang berbicara kepada bocah sd


"Ya makasih mah, ade juga tau" Bright merinding mendengar percakapan ibu dan anak itu, terutama Meta yang terlihat sangat berbeda.


"Yaudah, sekarang buat berterimakasih ke Bright, mama titip Bright di kamar kamu"


'Lah gue dititipin kayak gini' batin Bright


"Gapapa,Tan. Bright pulang aja"


"Gak boleh ngebantah, gih sana ke kamarnya Meta"


Mereka berdua masih diam dan saling membuang muka. Lebih tepatnya menahan umpatan umpatan yang ditahan.


"Buruan..." lanjut mamanya membuat Meta langsung berjalan mendahului dan Bright mengikuti dari belakang.


"Met"


"Met Met"


"Met" panggil Bright berkali kali karena bosan harus ditahan seperti ini.


"Mat met mat met, lo kira nama gue memet apa" sinis Meta yang kini sedang memainkan ponselnya diatas ranjang sedangkan Bright duduk di sofa.


"Loh, nama lo Memet? gue kira Jamet" Bright dengan tampang watados nya membuat Meta geram dan melemparkan sebuah bantal kecil ke muka Bright.


Namun sayang, ga kena.


"Nama gue Meta anjink"

__ADS_1


"Oh Meta anjink" Bright berbicara serius membuat Metawin bangkit membawa segelas air yang diambil dari nakas disamping ranjangnya.


Byurr


"Lo tuh yang anjink"


Mampus, Bright benar benar basah di buatnya. Bright mengira Metawin tak mungkin melakukan hak itu, tapi dugaannya salah.


Dia benar benar disiram.


"Gue basah woi!" Bright langsung bangkit bersamaan dengan Metawin yang bersiap berlenggang pergi


Namun baru saja tubuhnya bersiap bangkit, tiba tiba tubuhnya kembali bersandar pada sofa ketika sebuah tubuh ikut tumbang menimpa tubuhnya.


"Anjir berat" pekik Bright saat tubuh Metawin menimpa dadanya.


"Tai lo" Metawin bersiap berdiri namun pinggangnya ditarik kembali agar tetap meninndih tubuh Bright.


Membuat jarak keduanya sangat dekat, begitu dekat, mereka menatap mata lawannya masing masing.


Mereka berdua terdiam, tangan Bright semakin mempererat menarik pinggang Metawin secara otomatis. Bagai tersihir, Metawin diam tak memberontak.


"Ini brownies nya udah mama bungkus—" tiba tiba saja mama Metawin masuk begitu sajakarena kamar tak tertutup.


Keduanya tersadar membuat Metawin segera bangkit dan mendelik ke arah Bright, begitu pun Bright yang menarik tangannya dari pinggang Metawin.


"Mama ganggu ya?" sang mama tampak linglung


"Apaan sih ma, tadi ade cuma jatuh"


"Oo, cuma jatuh ternyata ya Bright?" mamanya tak sebodoh itu

__ADS_1


"Iy—a Tan"


__ADS_2