
"Lama lama gue pengen ngebogem lo,Ta" Eja dengan kesalnya sambil memakan chiki nya.
"Gue bogem duluan sih"
"Alah, punya tubuh letoy gaya lo kayak binaragawan aja"
"Eja, lo bisa diem aja gak sih?!"
"Enggak"
"Untung gue ganteng"
"Bohong kalau gue bilang lo lebih ganteng dari dia" Eja menyindir membuat Metawin
"Tai lo"
Metawin pergi dari kelas, entahlah dia memang tukang bolos.
"Ta, ntar ada gu—" teriakan Eja terhenti rikala melihat Meta sudah di tarik ke arah lapangan oleh seorang paruh baya.
'Baru aja mau bilangin' kata Eja dalam hati
Sedangkan Meta........
"Pak pak, saya mau dibawa kemana??"
"Kamu itu sudah sering membolos, jadi saya hukum sekali sekali" sang guru menghentikan langkahnya tepat di tengah tengah lapangan
"Angkat satu kaki, taruh kedua tangan kamu ditelinga, SAMPAI JAM ISTIRAHAT!"
"Loh pak, saya tadi pagi lupa pakek sunscreen pak!! tolong dong ganti hukumannya atau jangan dihukum sekalian"
Meta berbicara layaknya bersama teman sebayanya membuat guru itu bersiap pergi, namun langkahnya terhenti melihat anak remaja satunya yang berjalan disekitar lapangan.
"Loh Bright? kamu bolos?"
"Engga pak, yang lain lagi remedial kadi saya disuruh diem diluar ruangan"
"Oalah, kalo gitu sekalian awasin anak itu" tunjuk sang guru kearah metawin yang lagi berdiri ditengah lapangan, cukup panas
"Dia kenapa pak?" Bright Danendra murid famous ganteng kesayangan guru, anak olimp, ketua kelas, anggota mpk, anak paskib, anggota inti band sekolah, intinya dia idaman ciwi ciwi satu sekolahan.
"Bolos terus, saya sampai capek liatnya, awasin ya Bright sampai jam istirahat" Bright tersenyum smirk saat sang guru pergi dari hadapannya.
'Ada mangsa nih' batinnya
Dia duduk dibawah pohon beringin tepat disamping lapangan. Memerhatikan meta yang masih berdiri ditengah lapangan.
"TANGAN DI TELINGA!" teriaknya keras, maklum dia anak paskib
__ADS_1
"Apaan sih anjenk" Meta berjalan mendekati Bright karena mengetahui gurunya sudah pergi
Tapi tidak semudah itu
"Kembali ke lapangan atau saya bawa ke kesiswaan?" tatapan Bright membunuh
"Idih siapa lo?" Meta duduk agak jauh darinya.
"Anggota MPK, ada masalah?" ups tentu seorang Metawin gak takut dengan embel-embel anggota MPK doang.
"Ga takut wleee"
"Oke" Bright mengambil handphone nya, kemudian terdengar suara tut tut tut layaknya sedang melakukan panggilan.
"Halo kesiswaan"
"Siall!" Metawin langsung berdiri kembali kelapangan
Bright menutup handphone nya dengan sedikit senyum puas setelah mengganggu manusia ini.
"KAKINYA ANGKAT SATU!" teriak Bright dari bawah pohon membuat Meta mendengus kesal.
'Gak cukup apa udah ngerebut cewe gue, sekarang pakek gini segala, oasyu' batinnya kesal
"HADEP BENDERA! BUKAN CEWE SEKKSI" teriak Bright lagi ketika melihat Meta melihat kakak kelas yang sudah keluar lebih awal.
Keduanya sudah balas membalas umpatan sejak tadi, eh bukan... Meta yang selalu mengeluarkan umpatan umpatan itu.
"Bright gue pusing nih" Meta mengeluh, sudah beberapa kali
"Udah tuju kali lo ngomong gitu, gak pingsan juga?" Bright remeh
"Seriusan anjir, udahan yah?" Meta bersuara lagi, meskipun samar karena jarak antara keduanya, tapi telinga Bright bisa menangkap suara itu dengan jelas.
"Sampe jam istirahat"
"Kejam banget lo" Meta berhenti bicara karena ia rasa hanya membuang buang energinya saja.
"Brigghht udah yahhh" Meta menarik nafasnya panjang sebelum runtuh dari berdirinya.
Bugh
Bright yang semula bermain handphone tiba tiba menaikkan pandangannya ketika mendengar ada sesuatu yang jatuh.
Dia berjalan cepat menghampiri tubuh yang sudah lemas tak berdaya itu, dia menepuk pipi Metawin berharap cepat sadar.
Tapi nihil.
"Met Met...bangun" panggilnya tapi belum ada reaksi sama sekali dari seorang Metawin.
__ADS_1
"Berat juga ternyata" gumamnya saat mengangkat tubuh pria yang tadi dia jadikan bahan candaan.
Tak ada yang melihat.
Tak ada yang melihat ketika Bright menggendong tubuh Meta untuk dibawa ke UKS, ini masih jam pelajaran.
Dan Meta tumbang sebelum hukumannya berakhir. Sial.
"Woi! PMR buruan!" teriak Bright panik sekaligus dia sudah tak kuat menggendong tubuh Meta.
Bright merebahkan tubuh Meta diatas sebuah ranjang di ruang UKS, dia tampak panik dengan mukanya yang memerah karena anghota PMR sama sekali tak ada satupun yang menjawab panggilannya.
"Anggota PMR! Mana anjing!" Dia membuka bilik yang biasanya digunakan oleh anggota PMR
Kosong, sama sekali tak ada penghuni, guru penjaga juga tidak ada disini.
Sial.
Bright mengambil kotak P3K dan minyak kayu putih yang ada didalam rak penuh dengan beberapa peralatan kesehatan.
Dia menghampiri Meta yang masih tak sadarkan diri, tangannya kini membuka tutup minyak kayu putih itu dan menyodorkan perlahan ke hidung Metawin.
"Please Metawin"
"Jangan bikin gue khawatir gini" tangannya masih menodongkan minyak kayu putih.
Bright meraih ponselnya dan kembali menelpon seseorang.
"Bawain gue makanan ke UKS" ucapnya kemudian panggilan tersebut langsung ditutup.
Bright kembali menatap Metawinbyang masih terdiam dalam tidurnya.
Ralat. Dia pingsan
"Emmhh" lenguhan seorang Metawin mampu membuat Bright bernafas begitu lega
"Udah sadar?" Bright menatap dingin
Lagi.
"Gue dimana?"
"UKS"
"Anjir"
"Minum abis itu makan"
Metawin menutup mulutnya untuk sekadar membantah, dia memilih makan daripada adu mulut untuk saat ini.
__ADS_1