
tampak seorang gadis tengah berdiri di suatu hari yang penuh dengan hujan lebat. Gadis itu terdiam di tengah taman dengan kepala mengadah ke arah langit dan sebuah senyum yang terukir dibibirnya, tampak gila di mata orang, masa bodoh bagi dirinya.
Gadis itu bernama vania, Vania Aliandra Smith, seorang murid SMA dari salah satu sekolah terkenal di kota Berlin. Tingkahnya menyebalkan dan juga sedikit berisik, namun entah mengapa justru itu yang membuat banyak lelaki yang tertarik padanya.
Aksi konyolnya sukses mencuri perhatian seorang lelaki dewasa, lelaki itu menghentikan mobilnya, menatap lekat pada sosok gadis bodoh yang sedang bermandikan air hujan di tengah taman.
"Anak muda sekarang semakin tak berotak!!." gumamnya menancap kembali gas mobilnya dan berlaju dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.
Lelaki itu tak lain dan tak asing adalah Ryuu Itsu, seorang lelaki dewasa yang penuh dengan jiwa bisnis. Usianya kini tak lagi muda, sudah memasuki yang ke tiga puluh, bahkan keponakannya pun kini sudah genap satu tahun.
Sejak insiden kecelakaan Akira adiknya, ia terpaksa harus tinggal di Jerman untuk meneruskan bisnis sang kakek, Ryuu adalah cucu pertama dari pemilik usaha terbesar di berlin.
Ryu melangkahkan kakinya memasuki sebuah mansion besar dihadapannya, sungguh dia cucu dari pemilik bisinis yang luar biasa besar, ayahnya adalah anak tunggal dan mereka tiga bersaudara, namun apa yang lebih menabjubkan adalah saat semua orang tau bahwa ketiga cucu kakeknya itu di lengkapi dengan satu mansion masing masing.
"Uce... Gin idu uce... " teriakan itu menghentikan langkah Ryu. ia memalingkan wajah nya sejenak menatap asal suara, tatapannya terperangah mendapati sosok bocah kecil biang onar itu dihadapannya.
Sejujurnya Ryu tak paham betul dengan apa yang bocah Yamamoto itu ucapkan, yang ia tau adalah bahwa bocah itu sedang berlari kearahnya sambil merentangkan tangan, yang artinya dirinya sedang meminta sebuah jatah pelukan.
__ADS_1
yups!! bocah itu adalah Yamamoto Gin Shouta, Putra dari Rail Yamamoto dan juga Akira Itsu, sepasang suami istri yang kisah cintanya membuat emosi orang kembang kempis naik darah.
"Gin kun?!! kalau kamu disini berarti?!.." Ryu mencoba mencari sosok dari sepasang suami istri laknat itu, awalnya ia hanya mengeluarkan pendapat liarnya dalam otak jeniusnya itu, tapi akhirnya ia harus menelan kenyataan pahit, bahwa keponakannya itu benar benar sendiri disana, tanpa ayah dan ibunya.
"Shit!! jangan bilang mereka menitipkan manusia biang onar satu ini dirumahku!!.." Gerutuan itu berlanjut dengan berbagai kata kata mutiara yang muncul dalam wujud umpatan kejengkelan.
"Pelayan!!." teriakan itu mengumpulkan para pelayan mansion, mereka semua bingung atas perlakuan Ryu, mereka tak tau kenapa di panggil dan harus kumpul mendadak, aksi saling tatap dan berkomunikasi dalan bahasa isyarat mereka itu harus mereka hentikan saat pertanyaan dengan nada tegas itu menggelegar diruangan itu.
"Kemana perginya Tuan Rail dan Nyonya Akira?!." semua hening terdiam tanpa bicara, mereka tak tau jika Tuan dan Nyonya muda mereka itu sempat menginjakkan kaki di mansion itu.
"Apa kalian bahkan tak tau kapan bocah kecil ini menginjakkan kaki di pekarangan mansion ini?!." ia semakin jengkel, para pelayan nya ini tidak berguna, jika saja Gin sudah lancar dalam mengucapkan kosa kata, mungkin ia tak perlu bertanya pada segerombolan pelayan tak berguna itu.
__ADS_1
Sudut tangan kekarnya ditarik oleh tangan mungil itu, menarik fokus Ryu kembali pada mahkluk kecil di sisinya. "Ada apa Gin?!.." Sesungguhnya ia sangat suka melihat bocah ini, namun ia akan lebih suka jika bocah ini datang bersama orang tuanya, sebab tak satupun yang bisa menghentikan aksi gila bocah itu selain orang tuanya.
"Iis Uce, imi uce... us.." Semua pembicaraan yang Gin ucapkan tak membuat Ryuu paham, ia justru semakin linglung, karna hanya ibu bocah itu yang bisa paham ucapan planet sebelah yang Gin lontarkan.
"Ada yang paham yang dia ucapkan??.." Kali ini Ryuu semakin jengkel, ia mengutuki pasangan suami istri yang telah menitipkan pembuat onar kecil itu dirumahnya.
"Tu tuan, Anak itu meminta kekamar mandi dan juga minum.." Seorang pelayan yang sudah berumur akhirnya angkat bicara.
"Panggil dia tuan muda Gin!!." penegasan itu berujung kesenyapan.
Ryu berjalan menuju toilet, membuka kan celana lelaki kecil itu dan membiarkannya membuang semua kotoran tubuhnya yang berupa cairan itu. Bukan hal tabu bagi Ryuu mengurus anak kecil lagi, karna ia lah yang membesarkan adik kecilnya Akira. Tapi siapa sangka bahwa ia juga yang akan mengurus anak dari adik nya itu, dan itupun untuk waktu yang belum di tentukan, sungguh sial nasibnya.
Brugkhhh..
Saat Ryuu masih fokus dengan umpatannya, semua itu mendadak buyar mana kala dirinya mendengar suara benturan, akh sial!! entah sejak kapan dia berada disudut sana dan kini tengah menyemplung di bathub kosong itu, memang anak yang luar biasa nakal seperti ibunya.
🙀🙀🙀
Novel ini saya tulis sebagai permintaan maaf saya... atas novel lainnya yang pindah waktu lalu.
saya berani sumpah kalau novel kali ini tidak akan pindah atau hiatus... maaf untuk readers semua yg pernah baca novel saya Sebelumnya.
Tapi disini kalian masih bisa kisah Rail dan Akira kok
__ADS_1