My Stubborn Student

My Stubborn Student
Gadis Licik


__ADS_3

Setelah sekian lama berusaha membujuk balita itu agar terdiam, akhirnya Ryuu berputus asa dan memutuskan untuk menghubungi gadis aneh itu.


Sial! harus kah ia menghubunginya atau membiarkan bocah ini tetap menangis? bukan kah ini terlalu menyebalkan? Ia merogoh saku celananya dan menarik keluar ponsel miliknya, lelaki itu berulang kali mengotak atik ponselnya, hingga pada satu titik ia berhenti.


Sejenak ia memperhatikan foto yang terpampang disana, itu adalah akun chat milik Vania, si gadis aneh hin ajaib. Berulang kali mengirim pesan, namun hanya di baca? lelaki itu akhirnya memilih untuk menelfon


Tuttt.. tutt... tutttt...


Panggilannya masuk namun belum juga terhubung, kenapa begitu sulit sih bagi gadis itu untuk sekedar mengangkat telepon, lihat keponakan tercintanya, balita itu bahkan sudah berguling guling lebih parah dari cacing kepanasan, pemandangan yang menggerahkan itu semakin panas ketika panggilannya tak kunjung tersambung, hingga pada satu titik...


"Halo?" seseorang berucap di sebrang sana, membuat Ryuu dengan cepat angkat bicara, "Tolong datang kerumah saya secepatnya!" perintahnya tegas, namun yang diperintah? kelihatannya gadis di sebrang telfon masih mencoba mencerna segala ucapan itu.


Lelaki berstatus gurunya itu mendadak mengirimi pesan padanya, bertanya bisakah ia berkunjung kerumah sang guru sekarang? dan alasan tak masuk akalnya adalah karna sang balita ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


Are you kidding me? gadis itu hanya mendelik menautkan kedua alis matanya, dia kira ini di dunia negri dongeng apa? dimana seorang gadis dipersatukan dengan gurunya hanya demi anak sang guru? plis deh! ini dunia nyata, dan Vania tak akan sebodoh itu untuk mempercayai kebohongan bodoh seperti itu.


"Ada apa bapak mencari saya? dan kenapa saya harus kesana?" pertanyaan itu mendapat balasan dengan decakan dari sang guru, "kan sudah saya jelas kan dalam pesan saya tadi!" tegasnya jengkel.


apa apaan ini, dirinya tengah minta tolong pada Vania, namun masih berani membentak gadis itu? dia kira dirinya siapa? Dewa? Tuhan? Malaikat? hingga harus dituruti tanpa penolakan? gila saja.


"Maaf, anda memberi saya tugas yang begitu banyak, saya harus mengerjakannya dalan tiga hari bukan? saya tak punya waktu," sahutnya datar, tak akan sopan rasanya jika ia memgakhiri panggilan lebih awal.


"Tolong lah gadis aneh! putraku benar benar ingin melihatmu, ia menangis sedari tadi!" jelasnya koan jengkel.


"Pengumpulan tugasmu saya undur hingga dua minggu," gadis itu tampak berpikir sejenak, lalu tersenyum dalam diam, "tidak!" tolaknya dengan jelas, "hapus tugas itu, katakan bahwa aku tak harus mengumpul tugas sialan itu!" Ryuu menggeram, gadis ini memanfaatkannya, "iseelllllll....." rengekan itu terdengar jelas di telinga Vania, namun ia harus tutup telinga akan itu, ia butuh jaminan saat menolong seseorang, tidak ada yang gartis di dunia ini, ingat?


"Baiklah, saya kurangi tugasmu, jika kamu mengerjakannya, itu akan menjadi bonus nilai sempurna, namun jika tidak, nilaimu masih akan seperti biasa, tidak akan kubuat lebih rendah dari yang biasa kamu dapatkan," tawarnya yang sesaat diangguki gadis itu.

__ADS_1


"Baiklah, alamat saya berada di jalan xxx Weirsten," jawabnya singkat.


"Hei! kenapa kamu memberi alamatmu!" sarkas Ryuu tak terima.


"Saya tak diijin kan keluar rumah saat sore, tapi anda bisa bertamu bersama putra anda kesini, jika anda tak mau ya tak apa, saya akan lebih memilih tugas saya, toh bukan anak saya yang akan kelelahan menangis."


Ryuu mengepalkan jemarinya, gadis ini mempermainkannya, namun ia mendapati sosok Gin yang masih sibuk menggesekkan tubuhnya kelantai, membuatnya harus menghela nafas kasar.


"Baiklah, akan saya hubungi saat saya berada dijalan itu nanti, terima kasih." ucapanya mengakhiri panggilan tanpa menunggu sahutan dari Vania, gadis itu tersenyum licik untuk sesaat, "Waktunya balas dendam, Yuhuuuuuu." serunya beranjak dari posisi.


"permainan dimulai," gumamnya tersenyum devil, para pelayannya tau seberapa sinting gadis nakal itu.


πŸ™€πŸ™€πŸ™€

__ADS_1


Maaf ya kalau ceritanya kurang seru atau gak jelas gitu, akan saya usahakan untuk memperbaikinya di lain waktu.


Maaf banget karna gak pernah update dan malah nulis novel alaurnya gak jelasπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2