My Stubborn Student

My Stubborn Student
Pasangan Lupa anak


__ADS_3

Jauh di tempat lain, sepasang suami istri tampak menikmati kenimatan keduanya, mereka saling mendes*h, bergoyang menikmati ritme irama dari permainan panas itu.


"Akhhh,,, ugkhhh,, Akiraaaaaaa" erang*n itu memenuhi kamar hotel, syukur syukur mereka berada di hotel ternama, hingga tak heran jika kamar itu kedap suara dan terjamin keamanannya.


Cairan putih itu memenuhi sprei ranjang, bahkan tubuh keduanya tampak berkeringat layaknya dua manusia yang baru saja melakukan lari maraton.


Mereka melakukannya berulang kali, menikmati liburan layaknya bulan madu pengantin baru, tapi ada yang kedua manusia itu lupakan, mereka lupa hasil dari buah cinta mereka berada dimana.


ya, jelas itu adalah mereka, sepasang suami istri yang tak tau malu, tak punya rasa bersalah dan masuk hitungan orang tua durhaka, bagaimana bisa sepasang orang tua menitipkan balita imutnya pada saudaranya? ini bahkan tak masuk akal bagi pasangan normal. Tapi jangan lupa! mereka tak masuk hitungan normal, karna kisah mereka pun sudah membuat orang menelan emosi dan kejengkelan.


"Aku ingin lagi," bisikan dengan suara parau itu menghiasi senyum wanita dalam pelukan pria telanja*g itu, dia adalah Akira, gadis ceroboh yang dulu mati matian mengejar cintanya, berujung pada kematian  sang kekasih dan kembali pada cinta pertama dengan melupakan masa lalu.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk dengan senyum manisnya, memberi ijin untuk sang suami yang tangannya kini tengah sibuk bergerilya di tubuh sang istri.


"Aku ingin adik untuk Shouta," bisik Rail lembut, meniup daun telinga Akira, membuat hasrat keduanya kembali terbakar, "bukankah Shouta terlalu kecil untuk mempunyai adik? tunggu setahun atau dua tahun lagi," balasnya yang di gelengi sang suami, memang keduanya sepakat memanggil Gin dengan sebutan Shouta, orang lain boleh memanggil anaknya Gin, namum mereka tak ingin melupakan cinta luar biasa milik Shouta.


 


"Sayang, tapi aku ingin..." rengek Rail kembali menghujam miliknya kedalam kenikmatan Akira, wanita itu mengelu kenikmatan, namun semua terhenti kala sesuatu terlintas di kepalanya.


 


Kenapa juga semua sikap nakal Akira menurun padanya, bukannya mengikuti sifat ayahnya yang dingin dan cuek, anak itu justru mengikuti jejak ibunya yang hyperaktif dan super onar.

__ADS_1


"Kenapa?" Rail menghentikan hentakannya sejenak\, menatap pada sang istri yang tampak termenung. "Aku rindu Shouta\," ucapnya pelan\, "Tenanglah\, dia pasti baik baik saja\, kak Ryuu bisa mengatasi kenakalanmu dulu\, jelas ia juga tau cara mengatasi Shouta\," bujukan itu menenangkan hati Akira untuk sesaat\, "kita lanjut ya\," godanya kembali bergoyang\, sungguh mereka pasangan laknat tak berotak\, serasi bukan? bila yang lain memikirkan anaknya yang hilang hingga hampir gila\, Rail menanamkan prinsip pada istrinya\, *selagi dia hidup dengan damai\, kita buat anak yang baru*


...


Sementara di mansion Ryuu, lelaki itu tengah sibuk mengutuki sosok seorang gadis, lihat saja sekarang, berkat gadis itu, kini Ryuu harus mendengar tangisan menggema dari keponakan kecilnya.


Bocah itu tak henti hentinya mengemis untuk mempertemukan dirinya dengan sang gadis mengerikan di sekolah itu.


Tapi sialnya, memangnya dimana Ryuu bisa menemukan gadis aneh itu, bahkan ia tak tau arah jalan rumah gadis itu, apalagi alamatnya, sial! ini semua karna racun yang telah gadis kecil itu tumpahkan didalam otak Gin, lihat boca ini, ia bahkan tak pernah mengemis separah ini, hanya demi bertemu ibunya. Apa ciuman dari Vania cukup mampu meracuni otak kecil bocah itu.


oh tolong lah, jangan sebut ini kecanduan ciuman, anak itu terlalu kecil untuk memahaminya, bicara saja tak mampu, akan lebih tak masuk akal lagi jika sampai dikatakan balita itu jatuh cinta dengan Vania.

__ADS_1


__ADS_2