
Pagi menjelang, tubuh Ryu terasa begitu hangat dan segar, seperti sedang mandi di tengah air hangat. Tunggu!! air hangat?! bukan kah dia sedang tidur tadi?! kenapa ada air hangat?!.
Seketika manik mata lelaki dewasa itu membelalak sempurna, benar saja!! seluruh pakaiannya basah kuyub, dan semua air itu bersumber dari sosok bocah disisinya yang tengah tidur dengan santainya. Akh sial!! ia lupa memasang diapers pria kecil itu semalam, dan sekarang seluruh kasurnya telah di cuci dengan air pipis anak itu.
Dengan cepat ia menggendong pria kecil itu, membuka celananya dan menempatkannya di sofa kamarnya itu, untung saja semalam salah seorang satpamnya mengantarkan sebuah koper biru yang ia dapat dari depan gerbang mansion. Di koper itu terdapat dua lembar kertas yang bertuliskan dua hal.
salah satunya berisi tentang kebutuhan dan kebiasaan Gin, dan satunya berisi pesan.
"KAKAK.. KAMI AKAN PERGI LIBURAN KE LONDON UNTUK DUA ATAU TIGA BULAN, SEKALIAN MENGURUS BISNIS KAK RAIL DISANA, KAMI TITIP PUTRA BERHARGA KAMI PADA KAKAK YA!!. TRIMA KASIH!!." Begitu isi surat nya, simpel dan sangat menguras emosi, lelaki itu hanya bisa mengutuki adik dan juga adik iparnya itu.
__ADS_1
Bagaimana bisa kedua pasangan laknat itu meninggalkan putranya yang baru berusia satu tahun lima bulan ini bersama seorang lelaki lajang, sungguh mereka adalah saudara yang tak tau diri, sangat menjengkelkan bagi Ryu.
"Uce, mim.. maa.." Ucapan itu keluar dengan tangan yang masih sibuk mengusap kedua kelopak matanya, sementara Ryuu sibuk memasang celana ganti yang baru diambilnya dari koper biru itu.
Katanya hanya dua atau tiga bulan, namun jika diperhatikan lagi, kelihatannya sepasang suami istri itu berniat meninggal kan putranya bersama Ryu selamanya.
Ryu menarik nafas dalam dalam, ia tak paham dengan apa yang di ucapkan oleh bocah ini, rasanya ia ingin berlari ke london dan menghajar sepasang suami istri yang telah memberinya mala petaka ini.
Saat lelaki itu akan kembali ke kamar dan berjalan di tangga.
Brakkkk...
Suara benturan keras itu sanggup menghancurkan jiwa malasnya, ia dengan cepat berlari menuju kamarnya, berharap sesuatu yang buruk tak benar benar terjadi, pikirannya yang mengatakan bahwa seorang bocah setahun tak bisa berbuat apa apa, tapi kini pikiran itu ia tarik setelah melihat ulah bocah satu ini.
__ADS_1
Entah dari mana lelaki kecil itu mendapatkannya, yang jelas kaca layar HP nya baru saja hancur berkeping keping di lantai, serta sebuah gelas yang Ryu yakini di ambil dari atas nakas sisi ranjangnya, sudah hancur lebur tanpa wujud.
Ingin rasanya ia mengamuk dan membentak bocah itu, namun senyum polosnya melunturkan amarahnya, dengan cepat ia mengangkat bocah itu, memindahkannya dalam dekapannya. "Kita mandi dulu bocah kecil, kau benar benar bau!!."
Ryu mengisikan air di bathub, tapi ia lupa bahwa yang akan dia mandikan adalah anak berusia satu setengah tahun, saat ia meletakkannya kedalam bathub, mendadak bocah itu hilang dari pandangannya, membuatnya jantungan setengah mati.
Namun detik berikutnya sosok bocah itu keluar dengan wajah merekah kan senyum lebar, seolah ia baru saja mendapat hadiah besar, tanpa sedikitpun merasa bersalah akan ulahnya yang memaksa Ryuu olahraga jantung.
"Bocah nakal!! kau benar benar membuatku hampir mati jantungan, kalau bukan mengingat kau bocah mungil, mungkin sudah ku lempar keluar jendela."Gerutunya mengangkat bocah itu, permainan bocah itu benar benar menguji nyali jantung, ia harus benar benar menjauhkan nya dari segala sesuatu yang berbahaya, atau dia yang akan mati jantungan karna ulah bocah itu.
__ADS_1