My Stubborn Student

My Stubborn Student
Murid Mengerikan


__ADS_3

"Hah??." Ryuu masih tak percaya dengan ucapan gadis di hadapannya. Hari pertamanya mengajar di sekolah, langsung dimintai nomor HP, yang benar saja?! murid murid jaman sekarang, luar biasa berani.


"kamu tau saya disini sebagai siapa?!." pertanyaan itu penuh penegasan, membuat murid lainnya terdiam, namun berbeda dengan gadis di hadapannya ini, ia justru menarik kedua bahunya hingga sedikit terangkat, lantas berjinjit sedikit dan berucap pelan di dekat telinga Ryuu, "jelas saya tau!! anda ini guru baru." Bisiknya tepat di telinga Ryuu, menyisakan desiran di jantungnya. Mengerikan!! murid murid zaman sekarang, bahkan lebih menggerikan dari para netizen yang hobby berkomentar pahit.


"Dan saya butuh nomor ponsel bapak, karna saya disini ketua osis, dan saya punya semua kontak guru disini!!." timpalnya seketika sambil kembali menikmati permennya. Aksi gadis itu membuat Ryuu lupa tujuan utamanya menghampiri gadis itu, yaitu untuk memarahi pakaian murid itu yang tak rapi, ia terlalu sibuk meratapi jantungnya yang berdetak secara aneh.


"Heloooo. bapak jadi berikan atau tidak?!" pertanyaan itu mengembalikan kesadaran Ryuu, ia menatap sejenak pada gadis itu, sementara murid lain kembali bubar dan menghiraukan tingkah ketua osis mereka, lagi pula bukan hal aneh lagi jika sang ketua osis berbuat onar.

__ADS_1


Ini adalah tahun kedua gadis itu menjabat jadi ketua osis, ia bukan murid yang bisa disebut bodoh, namun juga tak telalu pintar, kekurangannya tertutupi oleh kerajinan, tegas, aktif dan juga ramah. Jangan tanya soal kesopanan, tatakramanya hilang saat menghadapi lelaki tampan sejenis Ryuu.


"istel, et don.." suara itu mengalihkan tatapan Vania, gadis itu tersenyum ramah pada bocah lelaki yang baru saja mengayunkan tangannya pelan untuk mendekatinya. Gadis itu berjongkok, dan satu hal paling mengagumkan adalah, kala dirinya mendapat ciuman dari bocah mungil yang sibuk dengan dot nya itu, membuat getaran dihati Vania, ia penggemar nomor satu lelaki tampan dan juga balita imut.


"Hoh! anak nakal! masih kecil sudah genit!!!." Sentilan lembut mendarat di ujung hidung balita mungil itu, memberi geli pada sang bocah hingga membuatnya terkekeh kecil. Interaksi itu terlalu nyaman untuk diakhiri, hingga tanpa sadar mereka melupakan sosok sang pemilik balita itu.


"Ekhemmm.." tatapan mereka kembali bertemu, Vania tersenyum simpul, kembali berdiri dan mengusap pelan puncak kepala balita di dekatnya. "Anak nya imut pak!!." kekehnya menampakkan senyum manisnya, senyum yang selalu sukses mencuri perhatian lelaki, tapi tidak dengan Ryuu.

__ADS_1


Tinggg...


Ia melirik sejenak pada ponselnya dan itu berasal Group guru.


"Anda masuk Group guru dan Osis... Well come pak!!." tuturnya mengedipkan sebelah matanya pada Ryuu, dan berlalu begitu saja, meninggalkan lelaki itu  yang tengah berdigik ngeri.


"Murid murid zaman sekarang, benar benar mengerikan, aku harus segera menyelesaikan misi ku dan meninggalkan sekolah ini." gumamnya berlalu cepat menuju kantor kepala sekolah.

__ADS_1


Di kantor kepala sekolah, Ryuu memandang sang lelaki paruh baya dengan tubuh kekar, namun tampak kerutan diwajahnya, tidak ada yang mencurigakan darinya, membuat Ryuu tak dapat menilainya dalam satu tatapan.


Lelaki itu menatap intens pada Ryuu, seolah lelaki itu terasa familiar, namun pada siapa??!. Kacamata Ryuu dan gaya rambutnya yang biasanya kebelakang, kini di pindah kedepan mengikuti gaya rambut ala artis korea, membuat lelaki itu tampak sedikit berbeda, namun semakin menggoda.


__ADS_2