
***
Pagi buta sekali Arlan, Anya dan Mike sudah bersiap untuk kembali. Sungguh liburan yang Fail. Suasana begitu hening, seolah tak terjadi sesuatu antara Mereka. Anya, Mike dan Arlan. Sepertinya mereka saling menutup kesalahan satu sama lain. Anya berdiri di samping Mike dengan muka tanpa rasa takut. Begitupun Arlan dan Mike yang saling berdiam diri seolah mereka baik-baik saja.
Seorang supir menghampiri mereka dan mempersilahkan untuk masuk kedalam mobil. Saat Anya hendak membuka pintu depan mobil, tiba-tiba saja sang supir menahannya,
"Maaf Nona. Anda duduk di belakang."
"Loh kenapa pak?"
Pintu jendela mobil perlahan membuka, Netta dengan santainya sudah duduk di depan,
"Bu Netta?"
Anya kaget melihat sekretaris Ayahnya itu, sedang apa dia disini? Bukannya bekerja kenapa dia bisa ikut dengan supirnya.
"Kaget ya?" tukasnya dengan senyum licik,"Bye the way, saya ke sini cuma mau memberikan berkas ini kepada pak Arlan." sambungnya dengan melirik ke arah Arlan saat menekankan nama Arlan.
"Wah sepertinya Pak Arlan sibuk sekali," sambung Mike menyindir Arlan. Sontak Arlan menatap tajam Mike,"Bu Anya. Anda akan pulang bersama saya." ketus Arlan membuat Anya menatap tanpa menjawab.
"Tidak ada jam kerja di Agenda saya hari ini." ketus Mike
__ADS_1
Netta mengerutkan dahinya heran. Tangan Arlan menggenggam pergelangan tangan Anya, "Bu Anya pulang bersama saya." sambungnya dingin lantas menarik Anya menuju mobil pribadinya. Mike tak terima dengan perlakuan Arlan mulai membuntuti mereka dari belakang.
"What?. Si Cewe Culun itu bener-bener keterlaluan."
Celotehan Netta berhasil membuat supir yang sedari tadi berdiri menyaksikan pembicaraan mereka kini menatap Netta. Ups, sepertinya Netta keceplosan, dia yang terlihat panik segera mengalihkan pembicaraannya,
"Em.. maksud saya... saya lagi akting, iya belajar akting..." celotehnya sambil menatap supir tersebut. Si supir terlihat menatap Netta dengan tatapan heran plus takut, " DASAR KAMU CEWE CULUN! Ehehe... Gimana pak ekting saya? Baguskan? sudah cocokkan jadi aktor?"sambung Netta meyakinkan supir itu dengan perkataannya. Perlahan supir itu menaikkan jempolnya diiringi sedikit anggukan.
***
Clek-bugh
Tiid
Tiid
Tiiiiiiid
Namun Mike tak kunjung jua pergi fari hadapan mobilnya. Arlan dengan sengaja melajukan mobilnya membuat Mike jatuh tersungkur. Anya yang kaget melihat Mike lantas segera membuka pintu mobil, tapi nihil Arlan terlebih dahulu mengunci pintunya, Anya menatap Arlan dengan amarah,
"Buka kuncinya!" titah Anya, Arlan tetap pada pandangan lurusnya, dia tidak sama sekali menggubris Anya,
__ADS_1
"Saya bilang buka!" amarah Anya kini tak terkendali. Anya bahkan rela membentak Arlan demi Mike. Tangan Arlan membuka kunci pintu dengan kasar.
Clek
Pintu terbuka Anya segera berlari menghampiri Mike. Wajah Anya nampak sangat khawatir membuat Arlan juga ikut turun menghampiri mereka,
"Tuan saga... Anda tidak apa-apa?..." itulah perkataan khawatir Anya yang terdengar oleh Arlan saat menghampiri mereka, Mike meringgis menahan sakit. Arlan kini berjongkok untuk membantu membangunkan Mike.
"Kamu Jahat. Jangan sentuh dia!" larang Anya kepada Arlan tapi Arlan lagi-lagi tidak mendengarkan Anya, dia malah membantu membangunkan mike, "Kamu bener-bener tidak punya hati!" sambung Anya menyudutkan Arlan kembali.
" Ini bukan waktunya bertengkar." tukas Arlan,"Cepat bantu saya bawa dia ke mobil."
Apa sebenarnya mau Arlan. Saat begini dia peduli, tapi sebelumnya dia terlihat sangat benci kepada Mike. Di tengah langkahnya pikiran Anya berkecamuk tentang sikap Arlan. Ada apa sebenarnya?.
***
Di dalam mobil Anya lebih memilih duduk di kursi belakang bersama Mike. Dari spion yang berada di dalam mobil Arlan terlihat mencuri-curi pandang ke arah mereka. Pandangan Arlan terlihat kesal. Apa Arlan mulai cemburu?
~ Lebih baik tidak peduli. Karena Cemburu bukan hakku.
Arlan Arkana
__ADS_1