
***
"Oh My God. I'm hurt. very very hurt... she is crazy... "dumelnya di sepanjang jalan menuju ruangan. pikirannya berkecamuk kaget bercampur kesal, itulah Yang ia rasakan. Saat melewati ruangan Mike , sebuah ide muncul dibenak nya.
tok
tok
tok
"Siapa? " Tanya Mike dari dalam ruangan, Netta memasuki ruangan. Dari ambang pintu Netta sudah melihat jelas sosok Saga, sang rekan kerja kantor Roni. "Oh, kamu. Ada apa? " sahut Mike
"pak Arlan menyuruh Anda keruangannya sekarang," tukas Netta dari ambang pintu
"Saya tidak ada urusan. "
"Bu anya juga sudah menunggu di sana."
mendengar nama Anya Mike lantas berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah. Saya akan segera menemuinya. kamu boleh pergi sekarang."
bagi Netta ini sedikit mengherankan. mengapa saat nama Arlan disebut wajah Saga seperti tidak ada respon sama sekali. tapi justru sebaliknya, saat nama Anya si cewek sialan itu disebut, seperti ada magnet yang menarik saga. tapi sudahlah. itu tidak terlalu penting. dipikiran Netta sekarang hanya kehancuran Anya.
reputasi wanita sialan itu akan hancur tatkala seorang rekan bisnis dari perusahaan ayahnya mengetahui kelakuan bejatnya. batin Netta julid
"kalo gitu saya permisi, pak."
Netta keluar dari ruangan Mike dengan senyuman licik Yang tersungging di bibirnya. Dia berhasil membujuk Mike untuk datang ke ruangan Arlan.
__ADS_1
***
Mike dengan tegap berjalan menuju ke ruangan Arlan. Karishmatiknya begitu terpancar saat berjalan. sesekali dia menyisir rambutnya dengan salah satu jemari tangannya.
"pangeran..."
"dia terlalu sempurna untuk dunia."
"benar-benar keindahan hakiki."
itulah beberapa pujian para pegawai wanita yang tidak sengaja dilewati Saga. bukan tak mendengar pujian tersebut. namun Mike lebih memfokuskan diri untuk segera menjemput sang kekasih hatinya yang sekarang sedang berduaan berasama Arlan.
pengakuan dari mereka hanyalah ilusi. mereka hanya mengagumi Saga, bukan Mike. dan mereka juga hanya menerima dan menghormati Saga. bukan Mike. tidak ada rasa setulus cinta Anya. batin Mike
***
clek!
suara pintu terbuka, Arlan dan m Anya menatap pada ambang pintu yang terbuka itu, mereka kaget mendapati Saga,
Mike. batin Anya kaget
"Anda memanggil saya?!" tukas Mike, Arlan yang sedikit gugup karena prilaku Anya kini terlihat nervouse di hadapan Saga. "Saya tidak memanggil Anda." sambung Arlan
"saya bertanya kepada Bu Anya." ketus Mike membuat Arlan sedikit kesal. sedangkan Anya, dia hanya diqm seribu bahasa. merasa khawatir dengan Anya, Mike segera menghampiri wanitanya ini.
Setelah berada didepan Anya Tanpa sengaja Mike melihat kerah baju Arlan yang lusuh, dan disudut bibir Arlan terlihat seperti ada noda lipstik bibir yang warnanya tidak jauh berbeda dengan lipstik yang menempel di bibir Anya. untuk membayangkan saja kedua lutut Mike rasanya Patah.
"Bu Anya..." Anya sontak mendongkakkan kepalanya menatap Mike," Ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani. Anda saya tunggu di ruangan. Permisi." sambung Mike.
__ADS_1
Sebelum keluar dari ruangan kedua bola mata Mike menoleh singkat ke arah Arlan lantas keluar dari ruangan tersebut. Anya hanya bisa pasrah, dia menghela napas beratnya. Saat kakinya ingin melangkah keluar dengan sigap Arlan menahan pergelangan tangannya membuat Anya menoleh sempurna,
tatapan Arlan seperti meminta jawaban atas perilaku Anya beberapa menit yang lalu.
Anya terpaksa berbohong untuk jawabannya kali ini, "Pak Arlan. tidak perlu terkejut. anda bukan satu-satunya laki-laki yang pernah bercium*n bahkan bercu**u dengan saya."
tangan Arlan sontak melepaskan pergelangan tangan tangan Anya. Dia dengan susah payah menelan salivanya. bagaimana wanita sepolos Anya mengatakkan hal menjijikan seperti itu?
***
Di ruangan Saga
Mike dengan tenang nenatap ke arah luar kendela balkon. suara pintu perlahan terbuka. Suara hak tinggi kini mulai menghampirinya.
"Mike..."
pemilik suara itu sudah tidak asing di telinga Mike. perlahan semyuman mengembang di bibir Mike. dengan segera Mike membalikkan punggungnya berjalan memeluk suara tersebut.
dengan keberadaan Mike sebagai saga, ternyqta Anya menyembunyikan sesuatu
"I really Miss you... don't leave me... don't leave me, please." Suara Mike terdengar begitu lirih di telinga Anya. Sesekali mike menghujami pucuk rambut Anya dengan beberapa kali ciuman.
lagi, lagi, dan lagi air mata kini membasahi pipi anya,
Anya. apa yang baru saja aku lakukan? menghianati Mike juga menyakiti Arlan? Oh No! karena keegoisanku, aku membuat kedua lelaki ini tersakiti. Tuhan... maafkan aku. batin Anya lirih dipelukkan Mike.
***
To Be Continued
__ADS_1