
***
Sesampainya di kantor
Anya terelebih dahulu keluar dari mobil. Dia segera membukakan pintu untuk Mike, anya membantu mike turun dari mobil,
"Awas Hati-hati... Pelan-pelan." titah Anya sembari membantu Mike turun dari mobil lantas mrnggandeng kan salah satu tangan mike dipundaknya. Perlahan Anya membantu Mike berjalan memasuki kantor.
Arlan menatap kedua insan itu nanar. Tak habis pikir, Anya ternyata bisa seperhatian itu pada Saga. Bahkan Saga tidak terlihat asing dimata Anya. Sungguh miris, lagi-lagi Anya membuat Arlan Heran. Tatapan wanita ini seperti dibutakan oleh panah keajaiban.
Langkah Mike tiba-tiba saja terhenti, "Makasih. Ternyata kamu lebih peduli aku dari pada laki-laki itu, " bisik Mike menatap Anya diiringi dengan senyuman manisnya. Anya sedikit memalingkan pandangannya dari Mike, tanpa menjawab Anya kembali melangkahkan kakinya dengan menggandeng Mike. Arlan yang tadinya berjalan di belakang mereka terlihat menyusul dengan langkah tergesa-gesa, dia melewati Mike dan Anya tanpa menoleh.
Hal itu bukanlah apa-apa dimata anya. Tapi entah kenapa hal itu sedikit membuat hati Anya sakit. Hatinya terasa teriris tatkala Arlan berjalan melewatinya tanpa sapaan. Kembali lagi, anya menepis pikiran tersebut.
Ini keputusanku. Sampai kapanpun Arlan tidak akan pernah bisa menggeser nama Mike dari lubuk hati ini. Batin anya.
***
Saat memasuki kantor Anya mendapati Arlan yang sedang berbicara dengan seorang staff. Setelah itu lantas Arlan kembali menghampiri Anya dan Mike yang baru sampai di ambang pintu,
"Pak Roni hari ini tidak masuk. Beliau dipindah tugaskan keluar kota untuk satu bulan kedepan."
Mendengar hal tersebut Anya nampak kaget, "Bagaimana mungkin? Pa Arlan, anda tidak sedang bercandakan?" tukasnya.
Di hadapan Mike, Arlan perlahan mendekatkan wajahnya di depan wajah Anya, "Apa saya terlihat bercanda?" ucapnya meyakinkan.
__ADS_1
Ini kantor. Anya sungguh tidak bisa berkutik apapun, bahkan salivanya terasa sulit ia telan. Saat berdekatan seperti ini Mereka saling melempar tatapan. Anya menatap setiap inci wajah Arlan begitupun sebaliknya.
Wajahnya terlihat lebih menenangkan. batin Anya.
Nya. Kamu cantik. Tapi aku belum yakin jika kita hidup bersama. Dari kedua bola matamu aku tidak terlihat begitu berarti, bahkan Asing. Batin Arlan.
Tangan Mike kini mengepal sempurna. Jika kakinya tidak cedera seperti ini mungkin dia akan menghajar habis lelaki yang menatap wanitanya ini. Getaran di tubuh mike kini menjalar sempurna hingga Anya Anya juga merasakannya.
"Anda yang sopan. Ini kantor! Tempat umum! " tukas Anya membuat Arlan tersadar.
Arlan perlahan menjauhkan wajahnya, dia kemudian memasukkan jemari tangannya kedalam salah satu saku celananya, "Oh iya. Satu lagi, karena sekaramg kamu adalah calon istri saya. Maka dengan hormat kamu mau melepaskan gandengannya. Tidak baik jika di lihat orang , bisa timbul fitnah." tukas Arlan lantas berlalu dari hadapan mereka menuju ruangannya.
***
tok
tok
tok
Brak
Pintu ruangan terbuka. Arlan yang sedang fokus membaca dokumen kini mengalihkan pandangannya pada seseorang yang berada di Ambang pintu,
"Anya... "
Tanpa menjawab Anya berjalan menghampiri Arlan. sesampainya di meja Arlan, Anya dengan segera menarik kedua rangang Arlan lantas menempelkan raum bibirnya pada bibir Arlan. siapa sangka Anya ternyata mencium bibir Arlan.
__ADS_1
Netta yang mengintip dibalik pintu sungguh tidak percaya dengan pemandangan yang sedang dilihatnya ini,
"wanita ini benar-benar membuktikannya" heran Netta dengan Nada berbisik. dia kesal karena melihat pemandangan ini lantas pergi dari balik pintu dengan wajah yang kusut.
*flashback on
setelah mengantar Mike ke ruangan.Netta tiba-tibasaja menghadang langkah Anya,
"Saya tahu. kamu menikahi Arlan bukan atas dasar cinta kan ?"
"maksud Anda apa ya?"
"jangan lura-pura! kamu dan Arlan menikah karenaterpaksa, bukan cinta!"
anya terkekeh. "Saya tulus menikah dengan pak Arlan."
"jangan egois. Arlan juga berhak bahagia! lagi pula, apa yang bisa kamu buktikan kalau Kamu dan Arlan memang saling mencintai?."
"perlu bukti? mari ikuti saya!" tukas Anya.
Karena kesal Anya menggerakkan langkahnya lebih cepat dari biasanya. Anya berjalan kedalam ruangan Arlan diikuti Netta.
*flashback off
Sebenarnya Anya hanya berniat melakukan ciuman pembuktian ini sekilas. Tapi apa daya, suasana semakin siang semakin gerah. dia terlarut oleh permainannya sendiri. Bahkan karena terbawa suasana. Arlan kini semakin ganas membalas ******* Anya . kedua tangannya perlahan menarik pinggang ramping Anya untuk duduk dipangkuannya. Kedua insan manusia ini melakukan ciuman cukup lama.
***
__ADS_1
To Be Continued (21+)