My Wedding : Am I Nothing?

My Wedding : Am I Nothing?
İ accept but not love


__ADS_3

***


"Pak Arlan. lepaskan tangan saya." titah Anya yang mulai kesakitan karena tangannya ditarik oleh Arlan.


Arlan tidak menggubris sedikitpun perkataan Anya. dengan menggerak-gerakkan tangannya, Anya mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Arlan. tapi nihil. genggaman tangangan Arlan lebih kuat sehingga dia tidak bisa lepas dari genggaman pria ini. di lorong kantor keduanya terlihat berjalan tergesa, wajah Arlan yang tanpa dosa menyeret tubuh Anya menuju lift. Arlan tidak menggubris sedikitpun perkataan Anya.


"Pak Arlan! apa anda tidak mendengar?!" tanya Anya yang mulai kesal karna Arlan masih tidak mendengarkannya, " anda menyakiti saya."


Arlan berhenti di depan lift, lantas dia menekan tombol pada lift tersebut.


"anda punya kedua telingakan, jadi tolong pergunakan dengan baik." celoteh Anya, yang lagi dan lagi tidak digubris Arlan. Anya mulai geram, dan ironisnya sebuah ide terlintas dibenak Anya,


"Aws." rintih Arlan tatkala Anya mencubit tangannya dengan keras.


Sontak membuat Arlan melepaskan genggaman tangan Anya, Anya terlihat senang karena akhirnya dia bisa terlepas dari Arlan.


"kamu jangan senang dulu. cubitanmu sama sekali tida berefek jera." tukas Arlan yang langsung menarik kembali tangan Anya.


Ting!


Pintu Lift terbuka, Arlan memasuki lift tersebut diikuti Anya. kali ini dia pasrah, sepertinya takdir Anya hari ini akan berakhir di tangan Arlan.


Ting!

__ADS_1


Pintu lift tertutup kembali. Kini hanya ada Arlan dan Anya di dalam Lift. Arlan kini melepas cengkraman tangan Anya."Seperti itukah kelakuanmu?, Bu Anya Nandhita." tutur Arlan yang menekankan perkataanya saat menyebut nama Anya.


Anya yang sedang mengelus tangannya akibat perbuatan Arlan, kini mulai jengkel. Apa mau pria ini sebenarnya. Pandangan Arlan fokus pada pintu lift, tapi perkataannya begitu menohok dan jelas itu tertuju pada Anya.


"apa maksud perkataanmu?"


"kalian terlihat akrab sekali. apa saling mengenal?."


Anya tak tahan dengan kekesalannya kini mulai berdiri di depan Arlan sembari mengoceh,"Pak Arlan. Anda adalah calon suami saya. jadi sebaiknya Anda jangan menuduh tanpa bukti. Saya sama sekali tidak mengenalnya. Paham?!" jelas Anya panjang lebar.


Arlan menatap wanita yang ada di depannya, "sudah bicaranya?" tanya Arlan yang membuat Anya lagi-lagi mati kutu.


Arlan memajukan langkahnya membuat Anya mundur perlahan, dan...


dagh


"Kamu adalah calon istri saya. jadi, sebaiknya kamu jaga sikapmu pada pria lain." bisik Arlan di depan Wajah Anya lantas dia kembali membenarkan posisinya.


Jantung Anya berdegup kencang. Dia sebelumnya khawatir karena prilaku Arlan padanya. tapi pria ini melakukan sesuatu diluar dugaannya. Ternyata Arlan tidak ingin menyakitinya. justru Arlan ingin melindunginya.


apa ini alasan ayah kenapa dia mau menikahkanku dengan Arlan? tapi Mike? dia juga lelaki baik. Batin Anya


Di sisi lain Anya sepertinya mulai menerima kehadiran Arlan. namun, sisi lainnya mengatakkan jika dia masih mencintai Mike. Karna Mike adalah Cinta pertamanya yang selalu ia rindukan.

__ADS_1


Arlan merasa bersalah tatkala melihat Anya yang kini melamun. dia menyadari jika Anya pasti masih terkejut dengan prilakunya. Kondisi seperti ini terpaksa membuat Arlan menarik tangan Anya. Karna Arlan, sekarang Anya berdiri disamping Arlan. "Anya. kamu tidak boleh jauh dari saya. itu akan membuat orang-orang curiga. Bersikaplah layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai. Dan soal kejadian tadi, saya minta maaf." jelas Arlan tanpa memandang wajah Anya.


***


Mike kini berlarian di setiap lorong kantor.dia menanyakan kepada para staff tentang keberadaan Anya sekarang.


"kamu liat bu Anya, gak?"


"enggak pak."


"yasudah. terima kasih. silahkan kembali bekerja."


Mike harap ada seseorang yang mau membantunya menemukan keberadaan Anya. pandangan Mike terhenti pada lift yang ada di sisi kirinya. dia berjalan menuju pintu lift tersebut.


Ting.


Pintu lift terbuka, senyuman merekah di kedua ujung bibir Mike, tatkala menukan Anya, dan laki-laki tadi. jujur saja, sebenernya Mike sangat malas ketika melihat wajah Arlan. tapi mau bagaimana lagi, posisinya sekarang adalah Anya. Anya sekarang ini sedang bersama laki-laki itu berdua di dalam lift.


Mike meneroboh masuk rmasuk ke dalam Lift. Dia berdiri diantara Arlan dan Anya, hal itu membuat Arlan risih dan berdecak kesal. "Maaf, Pak Saga. tempat ini masih luas, kenapa anda harus pilih berdiri di antara saya dan Anya?!." tukas Arlan membuat mike tertegun.


"mulai sekarang Saya adalah bagian dari perusahaan ini,"


tanpa basa-basi Arlan kini berpindah posisi menjadi dekat dengan Anya. Arlan kini berdiri di samping Anya pemandangan ini sontak menjadi ujian tersendiri bagi Mike. Mike tak habis pikir, pria ini juga mempunyai seribu cara untuk menggagalkan niatnya yang ingin merebut Anya.

__ADS_1


Pria ini, ternyata tidak mudah untuk menyingkirkan dia dari kehidupan Anya. batin Mike


***


__ADS_2