
***
satu minggu setelah kejadian itu Mike kian dekat dengan Anya. Terlebih, selama satu minggu ini Mike dengan leluaaa mendekati Anya tanpa halangan Arlan. Entah karena alasan apa Roni memindah tugaskan Arlan ke luar negri selama satu minggu terakhir. Padahal tanggal pernikahan Arlan dan Anya sudah dekat. hanya berjarak beberapa hari lagi.
"Bu Anya." tukas Mike berada di ambang pintu ruangan Anya.
Memang benar selain memindah tugaskan Arlan Roni juga mengalihkan tugas utamanya kepada Putri semata wayangnya. bukan tanpa sebab, Roni tidak menunjuk Netta karena Roni hanya ingin memastikan putrinya itu bisa mengelola perusahaan tersebut dengan baik.
clek
Mike menutup pintu tersebut lantas berjalan ke arah Anya yang sibuk dengan layar komputernya. "sudah hampir satu minggu, dan dia belum juga kembali." tukas Mike
Anya menghentikan aksinya, "maksud kamu Arlan?!" tanya Anya
"iyalah. siapa lagi kalo bukan tunanganmu itu"
mendengar jawaban Mike Anya hanya menghela nafas beratnya. tanpaenjawab Anya kembali memfokuskan pandangannya pada berkas dan layar komputer yang ada di hadapannya.
"kamu gak jawab. kamu cintakan sama dia?!"
***
Netta dengan tergesa-gesa berjalan ke arah toilet. Di sana sudah ada seseorang yang menunggunya.
"gimana? berhasil?" tanya Netta saat tiba di hadapan lelaki yang berpakaian OB itu.
"tenang saja, semuanya beres sesuai keinginan." tukas lelaki itu menyerahkan berkas file dan sebuah ponsel pada Netta. Netta memeriksa beberapa berkas tersebut secara singkat, "bagus." tukas Netta lantas memberikan amplop cokelat berisi uang kepada lelaki tersebut."ini upah kamu. tetap jaga rahasia!" sambung Netta
Lelaki itu mengangguk pelan, "kamu boleh pergi sekarang!" titah Netta.
lelaki itu berlalu dari hadapan Netta. dengan senyum semringainya Netta memainkan jemarinya pada berkas yang sedang ia pegang.
"Kedekatan Anya dan Tuan Saga Akan segera tersebar luas di Media. Jika saja kabar ini sampai di telinga Pak Roni maka pernikahan itu pasti tidak akan pernah terjadi. dan aku bisa merebut Arlan juga jabatan yang sekarang di duduki cewe culun itu!"
ternyata Niat Netta menggagalkan pernikahan Arlan dengan Anya benar-benar tidak main-main. bahkan dia rela mengeluarkan semua hartanya demi rencananya tersebut.
***
Pagi berganti siang, siang berganti petang, dan petang berganti Malam. tapi Anya masih dengan rasa bimbangnya. Anya kini tengah duduk di tepi balkon apartement pribadinya menatap setiap bintang yang bertaburan. Menatap Bintang di langit bagi Anya Ada rasa damai tersendiri.
Dengan balutan piyama perlahan memejamkan matanya. dia merasakan setiap angin malam yang masuk ke pori-porinya. tak jauh dari tempat itu, di ambang pintu terlihat kedua mata elang tengah memperhatikan Anya.
__ADS_1
Orang itu mulai memetikkan jemarinya pada gitar yang dia bawa kemudian mulai bernyanyi dan perlahan menghampiri Anya.
Janjanhan ullimieotji
Neul eoduwotdeon
Nae sesange bichi naeryeotji
Neon geugeol alkka
(Itu adalah dering yang tenang
Sebuah cahaya telah jatuh di duniaku
Yang dulu gelap
Aku ingin tahu apakah kau tahu)
Ttaeroneun silbaram gachi
Mundeuk tteoolla
Neon naege wasseo
(Terkadang, seperti angin sepoi-sepoi
Aku tiba-tiba memikirkanmu
Seperti kenangan lama yang membuatku tersenyum
Kamu datang kepadaku)
Anya yang menyadari suara seseorang sedang bernyanyi menuju ke arahnya lantas perlahan mengerjapkan matanya dan menatap ke arah orang tersebut.
"Arlan..." lirih Anya menatap lelaki yang kini bernyanyi di sampingnya. Anya lantas bangun dari duduknya tatapannya masih pada Arlan yang perlahan menghampirinya. setiap lirik yang dibawakan oleh Arlan terkesan dalam sekali. Apa Arlan sedang mengutarakan perasaannya pada Anya?.
Oh Day & Night
Geu georimankeum
Meon gireul dora mannajin geol
__ADS_1
Kkok ango sipeo
Ne jichin haruga
Swil su inneun got
Kkok nayeosseumyeon hae
(Siang & malam
Kita datang jauh-jauh
Dan akhirnya bertemu
Aku ingin memelukmu erat
Jadi saat kau memiliki hari yang panjang
Orang yang membuatmu bisa istirahat
Aku harap itu aku)
itulah beberapa lirik yang dinyanyikan oleh Arlan. lagu dari Jung Seung Hwan yang berjudul Day & Night ini seperti mewakili perasaan cinta Arlan kepada Anya. setelah memetikkan nada terakhirnya Arlan menatap Anya lekat.
"Saya tau ini berat. Dalam sebuah perasaan tidak ada rasa yang didasarkan atas paksaan. Jadi, kalau kamu mau membatalkan pernikahan ini saya tidak keberatan." tukas Arlan
bukannya senang, mendengar hal itu Anya terlihat sangat sakit. Bahkan air matanya saja sudah tidak sanggup ia bendung. Secara asmara, hati Anya kini sedikit demi sedikit mulai luluh oleh perkataan lelaki yang ada di hadapannya. Kemana saja dia saat itu? kenapa baru sekarang dia menyadari bahwa Arlan begitu tersakiti.
"Aku ini orang egois. tidak seharusnya bersanding dengan orang sebaik kamu... Hiks..." Anya menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Anya menangis tersedu-sedu.
Arlan tak kuasa melihat Anya lantas melepaakan gitar yang sedari tadi ia bawa. Tangan Arlan perlahan menarik tubuh Anya ke pelukkannya.
"menangislah jika itu membuat semua penderitaanmu berakhir." tukas Arlan
tanpa sadar Arlan sekilas mencium pucuk rambut Anya kemudian mempererat pelukkannya. kepala anya kini tenggelam di dada bidang Arlan. Anya bisa merasakan detak jantung lelaki ini, detaknya begitu kencang. namun Anya tidak memperdulikan hal itu. sebab, kenyamanannya saat ini ialah pelukkan Arlan.
" Tubuhmu begitu nyaman, bagaimana bisa aku membiarkanmu pergi dariku." Batin Anya
***
To Be Continued
__ADS_1