
***
"Anya."
"aku mencintaimu. Sungguh" jelas Mike kepada Anya.
Baru saja pertemuannya dengan Arlan kemarin. Hari ini ternyata Anya sudah bertemu kembali dengan Mike. Pantai eksotis dengan suara ombak bergemuruh bak melambangkan betapa besar cinta Mike, sedangkan Angin yang berhembus kencang seperti menandakan seCepat itulah detak jantung Mike saat berada di dekat Anya.
Lagi dan lagi, Mike mencoba mengulang setiap moment yang telah ia lalui bersama Anya. Harapan Mike masih sama, semoga Anyan yang ia cintai kembali kepelukkannya.
"Mike. berapa kali harus kuberitahu. kita gak akan pernah bisa bersama lagi. Sadarlah... Jalan kita sudah berbeda."
"Enggak bisa."
"Denger aku Mike..." Anya dengan susah payah meraih kedua rahang Mike hingga membuat tatapan saling menatap temu, "tatapan ini. apa kamu kenal? " Tanya Anya menekan. Dan Mike hanya terdiam menatap kedua bola mata wanita Yang kini berdiri dihadapannya. Benar saja, tatapan wanitanya ini kini berbeda. Mike tak lagi menemukan kehangatan pada kedua bola mata itu. Dingin, Beramarah. itulah yang Mike temukan.
"Enggak. aku tau kamu cintanya sama aku kan. iya kan? mana janji kamu yang dulu selalu ada untukku? Semudah itu kamu melupakannya?"
__ADS_1
"Mike-"
"Benar dugaanku. sepertinya memang sejak dari dulu kamu tidak pernah ada rasa sedikitpun mencintai aku-"
"Iya. Benar, Aku tidak pernah mencintaimu. Asal kamu tau, selama ini aku cuma kasihan dan iba. yang selama ini kita lakukan itu sebenernya sia-sia, Semuanya palsu. aku cuma pura-pura biar kamu terlihat bahagia. Udah itu aja. "
Teganya Anya mengatakkan hal menyakitkan seperti itu kepada Mike. Mike sangat tidak menyangka jika wanita yang selama ini dia perjuangkan ternyata menusuk hatinya diam-diam. "Tega kamu, Nya..." lirih Mike,
tangan Mike menepis kasar tangan Anya, dengan mata yang berkaca-kaca Mike meninggalkan Anya yang masih mematung di tepian pantai.
Susah payah Mike menyiapkan dinner malam yang di khususkan untuk dirinya dan Anya. Tetapi, alam berkata lain. Dia harus menerima perkataan yang begitu menohok hingga hatinya serasa teriris.
Tangisnya kian menjadi, Anya kembali berteriak"takdir seperti apa ini? Kami dipertemukan tetapi kini terpisah kembali... Aku mencintainya... Mike aku mencintaimu..." itulah teriakan terakhir yang dilontarkan Anya. dia terduduk lemas tangannya mencengkap meremas pasir sedangkan tangan lainnya menghapus air yang membasahi pipinya.
Anya ternyata hanya berpura-pura membenci Mike. Hati kecilnya berkata lain, dilubuk paling dalam hatinya dia masih menyimpan nama Mike dengan rapi. tangisan Anya yang tersedu-sedu menjadi bukti cinta Anya. sedari tadi dia bersusah payah untuk tidak terlihat lemah dihadapan Mike," Orang yang dicintainya tidak bisa membalas cintanya... hambaMu, tapi aku tidak bisa memilihnya... aku menyakitinya lagi... pria itu baik... hikss hikss"
jika saja kupu-kupu malang itu dapat ia pegang mungkin saja Anya tidak akan seperti sekarang . "Tolong... lepaskan aku dari jerat kebimbangan ini, biarkan aku bahagia bersamanya, Tuhan..."
__ADS_1
"Anya..." suara itu terdengar nyaring dikedua telinga Anya.
seketika Anya tersentak. dia terbangun dari tidurnya tatkala mendengar seseorang memanggil namanya.
"Astaga. itu hanya mimpi." lirihnya
keringat bercucuran di kedua pelipisnya, bibirnya terasa sedikit bergetar. begitu juga tangannya, dan yang membuatnya heran ialah pada saat dia menjatuhkan tangannya dia tak sengaja memegang tangan kekar yang masih terbalut selimut. Kedua bola mata anya membelakak sempurna, pikirannya sudah traveling terlebih dahulu
apa ini?
...
siapa yang melakukannya?
...
perlahan Anya kini melihat dirinya ternyata tak berbalut sehelai benangpun.
__ADS_1
"Kyaaaaaaaaa" teriaknya nyaring hingga membangunkan si pemilik lengan kekar itu.
To Be Continued