
***
Keesokan paginya,
Anya terbangun dari tidurnya, dia mengambil ponsel yang berada di dekat lampu tidurnya. Betapa terkejutnya anya tatkala melihat Kontak Mike. kini Anya kembali dikejutkan oleh Mike.
Apa Mike sudah benar-benar melupakan Anya. Mike memblokir kontak Anya. Bukti itu tepampang jelas saat Anya membuka aplikasi Whatsapp di layar ponselnya tiba-tiba Kontak Mike tidak memakai foto dan status Whatsappnya kini tidak ada.
"Ternyata Mike sudah melupakan aku. tapi bodohnya aku, aku masih terjepak dalam harap. Harap yang membuatku berfikir kalau Mike masih mencintaiku." tukas Anya lirih
Wajahnya yang segar kembali kusam.Hukum apa kah ini, rasanya harus bertepuk sebelah tangan. Cintanya harus kandas di tengah jalan. apakah ini yang dinamakan hukum alam?. Anya yang memutuskan, Anya juga yang menyesal.
Ting!
srbuah notifikasi pesan masuk berbunyi dati ponsel Anya. ternyata itu Roni,
My Dad
ini undangan yang akan segera kamu sebar
*Tapi ingat! ada satu orang yang tidak boleh kamu undang!
Mike.*
ya meski ayah belum tahu persis wajahnya. tapi ayah gak mau kalo dia sampai datang dan mengacaukan pernikahanmu dengan Arlan. Ayah harap kamu bisa mengerti itu", sebenci itukah Roni pada Mike. Sampai-Sampai untuk datang pun Mike tidak diperbolehkan di acara pernikahannya. Anya mulai mengetik sesuatu,
aku serahkan semuanya sama ayah. jawab Anya singkat
"Ayah jangan khawatir. Mike sudah tidak mau menemuiku. aku yakin dia pasti tak hadir di acaraku nanti." tukas Anya pasrah
***
Hari begitu cepat berlalu kini pernikahan Anya dan Arlan tinggal menghitung hari. Tapi sama sekali tidak ada raut wajah kesenangan yang terpancar dari wajah Anya. Anya sekarang lebih menyibukan diri dengan pekerjaan kantornya.
Untuk hari ini Anya memutuskan untuk menemui Roni, Ayahnya. di kantor. Meaki di rumah ada supir pribadi. Tapi Tanpa pengawal Anya lebih nyaman dengan taksinya. Jujur saja Anya merasa risih jika semua gerak-gariknya harus dipantau seperti itu.
***
Sesampainya di Kantor, Anya mulai memasuki ruangan. Tanpa sengaja pandangan Anya melihat sosok lelaki yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang di ponselnya.
__ADS_1
yang membuat Anya terkejut ialah sosok lelaki itu, sepertinya sosok itu tak asing lagi baginya,
"Mike. ini terlalu mirip! apa benar dia Mike,"
Lelaki tadi sepertinya menyadari jika dirinya sedang ditatap oleh Anya. Dia dengan cepat mematikan telfonnya. Anya melihat pria itu berjalan menghampiri Anya. bukannya menyapa justru laki-laki itu terlihat acuh padanya.
"Pak Saga. Anda di panggil oleh pak Roni untuk ke kantornya." suruh costumer t ang ada di meja kasir trsebut.
"Baik. Saya akan menemuinya." tukas laki-laki tersebu
Tanpa memperdulikan Anya, lelaki bernama Saga itu lantas berjalan melangkahkan kakinya menuju ruangan Roni.Anya kini mulai mengikuti laki-laki itu."Dia Mike bukan sih?" tukas Anya bertanya-tanya disela langkahnya. "kalo diliat dari posturnya dia itu mirip Mike." sambung anya dengan kepo.
Tak mau kalah, Anya yang tak mau kalah tatkala melihat Lelaki iru lantas Anya juga ikut menaiki lift yang berada di sebelahnya.
***
Ting pintu lift terbuka. Anya segera keluar dari lift lantas dengan tergesa-gesa berjalan-jalan menemui Roni yang berada di ruangannya.
*Clek!
Suara pintu kantor terbuka,"maaf, aku terlambat" tukas Anya Ramah. Pandangan Anya kini serasa terhenti saak kembali menatap laki-laki yang ada di depannya.
Saga kini menjulurkan salah satu tangannya, "Bu Anya. Perkenalkan nama saya Michael Sagarela. Bu Anya bisa panggil saya Saga. Senang berkenalan drnyanmu"
DEGH*
Rasanya bak disambar puluhan petir. Anya tahu betul siapa nama orang yang memiliki Marga Sagarela. Anya semakin yakin jika laki-laki ini adalah Mike, kekasihnya yang beberapa hari ini tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar.
Roni sang Ayah menyadari jika Anya tidak membalas uluran tangan Saga, segera menegur Anya, "Anya. kamu yang sopan dong sama pak Saga." tukas Roni sedikit berbisik pada anya.
sesuatu yang baru saja keluar dari mulut ayahnya adalah kata yang selalu dimimpikan Anya. Andai saja ayahnya itu tau jika yang berada di depannya kini adalah seorang kekasih dari putrinya, yang sangat ia benci kehadirannya. Maka pasti Roni tidak akan membiarkan Saga mendekati Anya satu senti pun.
Anya kini memberanikan diri membalas jabatan tangan dari Saga, seketika kedua mata itu bertemu. ada rasa rindu yang mendalam dari keduanya.
Drrrttttt drrrttttt
suara ponsel Roni berbunyi, membuat Roni mengambil ponsel yang ada di mejanya tersebut lantas mengangkatnya dan pergi keluar dari ruangan.
Saga tidak membiarkan moment itu sia-sia. Tanpa melepas genggaman tangan Anya dia lanhsung menarik Anya kedalam pelukannya. "Aku sangat merindukanmu. Don't Leave me, please." tukas Saga semakin mempererat pelukannya.
__ADS_1
Bibirnya sekilas menciumi pucuk rambut Anya dan tangannya tidak berhenti mengelus pucuk kepala kekasihnya itu. Anya kini mulai menitihkan air matanya kembali. bukan hanya sekedar terharu, namun ini juga menyangkut masa depannya. kekasihnya itu ternyata belum sepenuhnya melupakan Anya. bahkan kata-tata yang menggambarkan Mike sekarang ialah Gagal Move On.
Yang Anya takutkan adalah saat Mike mengetahui pernikahannya yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Hati Mike sudah pasti akan semakin hancur jika melihat itu semua. Anya yang tak sanggup membayangkan bagaimana sakit dan kecewanya Mike, kini perlahan mulai membalas
pelukkan mike dengan erat. Tangis Anya semakin petcah di pelukan Mike.
***
"Baik. Saya akan ke sana segera. terima kasih."
Roni menutup panggilan ponselnya. Mengingat meeting yang akan dilaksanakan hari ini, Roni seperti melupakan sesuatu. baru saja beberapa langkah dari pintu lift Roni kembali berjalan menuju ruangannya untuk mengambil berkas-berkas yang belum sempat dibawanya.
***
Kedua insan yang sedang dimabuk cinta kini telah kembali, tapi takdir berkata lain. seseorang membuka pintu ruangan tersebut membuat Anya segera melepaskan pelukannya dan menjauhkan diri dari Mike a.k.a Saga.
Clek!
Suara pintu terbuka. Terlihat Arlan memasuki ruangan. Tatapannya seperti bertanya-tanya. mata Arlan kini melirik Anya dan Saga secara bergantian.
"Dimana atitude anda. Biasakan kalo masuk ruangan itu ketuk pintu dulu!"
"Mohon maaf sebelumnya. saya hanya di suruh pak Roni, untuk mengambil berkas" Sahut Arlan dengan muka tanpa dosanya. Arlan kembali melangkahkan kakinya ke arah meja Roni. Dia membawa beberapa berkas yang diperlukan Roni, sebelum kembali melangkahkan kakinya Arlan srmpat mengatakkan sesuatu kepada Saga,
"dan... mohon maaf lagi. Saya dengar anda berbicara soal atitude. Biar saya perjelas kembali. Saya tanya sama anda, sedang apa anda berduaan dengan seorang perempuan dalam satu ruangan? terlebih perempuan tersebut telah mempunyai calon suami."
Degh
Saga melempar tatapan geram pada Arlan, apa maksud pria ini? beraninya dia mengatakkan bahwa ada pria lain yang mengakui anya sebagai miliknya. Saga kini menahan emosinya dengan melampiaskan kekesalannya pada senyum kecutnya.
Di depan Saga, Arlan menggenggam tangan Anya, pemandangan tersebut sontak membuat Saga semakin kesal.
"She is mine." jelas Arlan menekankan setiap perkataannya," Ayo kita pergi dari tempat ini" sambungnya.
Arlan berhasil menarik Anya keluar dari ruangan tersebut. Amarah Saga kini semakin memuncak .
"Aaaarrrgh." kesalnya menonjok dinding ruangan tersebut. "Pria Kadal. Permainan baru saja dimulai. sekarang lo bisa ambil Anya dari gue, tapi inget. gue gak akan tinggal diam. cinta anya itu hanya milik Mike. dan itu gue. Tuan Saga terhormat. lo itu gak ada apa-apa dibanding gue." celoteh Saga dengan amarahnya, "Arrrghh.
***
Aholla akhirnya Up✨
__ADS_1
jangan lupa like, rate dan commentnya ya😚
sayang readers banyak-banyak deh😊😚