
***
Kabar Anya yang mengalami problem saat berlibur kini terdengar di telinga Roni, roni terlihat marah saat mendengar hal tersebut,
"Kamu ini bagaimana? bisa bisanya anak saya mengalami hal seperti itu. ini sangat membahayakan." marah Roni jepada seseorang di ujung ponsel sana. Sebenarnya Roni sempat menyiapkan mata-mata untuk memantau kegiatan mereka selama berlibur, "Pokoknya saya tidak mau tahu, Besok kalian harus segera pulang! dan jangan lupa suruh Arlan juga Tuan Saga untuk menghadap saya!" sambungnya kembali berbicara kepada orang yang berada jauh di sana.
Roni menutup ponselnya. tangannya menepuk keras punggung kursi kebanggaannya. bibirnya terlihat mengulum kemarahan.
"ceroboh sekali mereka! Awas saja kalo Anya sampe kenapa-napa." kesalnya.
***
Untuk Malam ini Anya, Mike dan Arlan menginap di Pantai Oppa Sea.
Di kamar hotel
Anya mengerjapkan kedua bola matanya, perlahan dia membuka matanya. pandangan bola matanya menatap sekeliling ruangan. Anya baru menyadari kalo ini bukan kamarnya. Setau Anya terakhir kali sebelum ia tak sadarkan diri Mike lah yang berada di sampingnya. Anya mengira jika Mike sengaja membawanya ke ruangan ini. dekorasi kamar inipun masih sama. ini semakin mengingatkan Anya pada satu kejadian yang pernah di alaminya dulu. Anya dengan cepat menepis pikiran kotor itu,
"enggak!... hiks... hiks... itu bukan aku... " teriaknya histeris terbangun dari posisi tidurnya, Anya kini duduk di sudut tepi ranjang dengan salah satu tangan meremas sprei ranjang sedangkan tangan lainnya ia tempelkan pada dadanya menarik pelan kerah bajunya sendiri. Anya merasa ada hal aneh pada pakaiannya, saat dia melihat pada baju yang ia kenakan, dia kaget mendapati pakaiannya sudah berganti.
"Si-siapa yang mengganti pakaianku? " resahnya
pikiran Anya berkecamuk memikirkan hal-hal negatif telah melanda dirinya. Bibirnya bergetar, dia segera turun dari ranjang jemari tangannya menyisir rambutnya, anya berjalan mundur dengan titik fokus pandangan masih menatap sekitar ruangan, terlebih pada ranjang yang ada di ruangan tersebut.
Dak
punggung anya menubruk tubuh seseorang. Dia membalikkan badannya untuk mencari tau siapa orang tersebut. Orang itu adalah Arlan.
dengan refleks Anya memeluk tubuh Arlan.
"aku ingin pulang!" perkataan Anya begitu terdengar bergetar. bahkan getaran tubuhnya semakin terasa di rasakan oleh Arlan. menghadapi hal tersebut Arlan tidak terlihat santai.
__ADS_1
Grep!
Arlan membalas pelukkan Anya. sentuhan ini sungguh tidak asing, Anya membulatkan jedua bola matanya sempurna.
Apa ini?
Degh
Anya terbangun dari tidurnya. Keringat bercucuran di dahinya, napasnya terengah engah. ternyata semua itu hanya mimpi.
Anya mrnatap sekeliling ruangan, semuanya tampak beda. dia bernapas lega ,
"Just dream." tukasnya, sesekali mengusap rambut dengan jemarinya. dia melirik jam yang berada di dinding kamar, jam menunjukkan pukul 11 Malam.
pandangannya beralih pada pakaian yang dikenakannya, "bajuku-"
ting!
"Seorang wanita pegawai restoran sudah mencuci bajumu. lain kali kalo main di pantai jangan ceroboh. perbuatanmu menyusahkan orang!"
ucap si pengirim tanpa nama itu, isi pesan itu terdengar menjengkelkan. Anya segera membalas pesan itu dengan kesal.
"Saya tau ini kamu, Pa Arlan. Anda tidak perlu mengingatkan saya karna saya sudah besar."
balas anya hanya mendapatkan dua centang biru dari Arlan. Anya mendumel kesal, pesannya hanya dibaca oleh Arlan.
pesan dari saya bukan koran yang cuma dibaca!
"kamu ngarep saya jawab ya" suara Arlan tiba-tiba
tersentak kaget. itulah yang Anya rasakan saat melihat Arlan yang berdiri diambang pintu. Arlan memasukkan ponselnya kedalam saku celana. perlahan Arlan berjalan ke arah Anya, dia membawa tote bag kecil melingkar di jemarinya lantas meletakkannya tepat di samping Anya,
__ADS_1
"kamu tidak berharga bagi saya. jadi, untuk apa saya balas? hanya buang-buang tenaga dan waktu. " jelas Arlan sebelum pergi melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
"memang dia pikir dia penting? tidak sama sekali!" celoteh Anya kesal lantas melipatkan kedua tangannya di dada.
***
Di sisi lain,
Mike tengah duduk dibibir ranjang dengan tangan yang memegang ponsel.
"peluang ku untuk mendapatkan anya akan semakin kecil. apapun caranya, pernikahan anya dan arlan tidak boleh terjadi."
jemari Mike membuka berkas-berkas yang berada di ponselnya. satu file mencuri perhatian Mike,
"file ini. aku ternyata masih menyimpannya." kaget Mike, dia segera melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Di sana sudah ada, sebuah laptop. kini mulai mengotak-ngatik ponselnya untuk mengcopy paste file tersebut dan menyimpannya di disk laptop. kedua mata Mike menyimak nya dengan cermat isi file tersebut, "Menyakitkan. tapi, its Oke. ini satu-satunya senjata untuk menggagalkan pernikahan itu. " sambung Mike
***
Ting!
sebuah pesan masuk berbunyi di ponsel Anya, ternyata pesan itu dari Mike,
Mike
aku punya copy paste file kita.
isi pesan itu sekses membuat Anya terkejut. Apalagi yang dilakukan Mike, pria ini benar-benar nekat untuk memiliki Anya.
***
To Be Continued
__ADS_1