
"Mike? "tanya Anya kepada pria yang berada disampingnya itu. Kedua tangan aynya sibuk membenarkan selimutnya.
"apa yang terjadi" gelisahnya. mimpi itu seakan nyata ia dibawa kedimensi lain.
pria itu mulai bangkit dari tempat tidur dan perlahan berjalan kearah kamar mandi.
"semalam kita bersenang senang. kau mabuk parah dan entah bagaimana kita berakhir disini. Tapi aku senang" tukas Mike diiringi smirknya sebelum akhirnya memasuki kamar mandi.
Anya sangat bingung dengan dirinya. tak mungkin sejelas dan sedetail itu. mimpi apakah ini, siapa lelaki itu. kedua tangannya hanya sibuk menyisir sebagian rambut di kepalanya.
***
Beberapa hari setelah kejadian itu Anya sedikit khawatir. takut terjadi apa-apa pada dirinya. Well, seorang wanita tidur bersama dengan seorang lelaki bukan hal yang diwajarkan ada sedikit rasa cemas di dada Anya. sebab ingatannya tak mampu mengingat jelas apa yang sudah terjadi hari itu. dan Mimpinya? itu benar-benar mengganggu Anya. apakah itu hanya Dejavu? Bagaimana bisa ia mendapatkan kisah seperti itu dalam mimpinya. Sungguh Rumit.
***
Hari ini Anya kembali datang ke kantor Ayahnya. masih dengan seragam yang ia kenakan. What? seragam?. Hei, Anya saat ini memang tengah menduduki Sekolah Menengah Atas semester akhir dan akan lulus bulan depan. jangan terkejut seperti itu. Anya sudah menyadari jika kisah yang ia alami beberapa Minggu lalu itu REAL hanya mimpi.
Ah sudahlah, Anya kembali melangkah kakinya menuju ruang kerja Roni tanpa membuat jadwal pertemuan terlebih dahulu. karna seorang anak? bukan. tapi karena Anya ternyata sudah menghubungi sang ayah beberapa jam sebelum ia datang ke kantor.
clek!
Anya membuka pintu rua
__ADS_1
Ngan perlahan. terlihat jelas seorang pria paruh baya kesayangannya sedang duduk di kursi kebesarannya dan juga , mungkin sekarang ada seorang pria di depan ayahnya. perawakannya tak asing bagi Anya. tapi segera ia tepis perlahan Anya mendekati meja ayahnya ,
"kau sudah sampai" sambut sang ayah , Anya hanya tersenyum dan tetap berjalan kearah ayahnya, "duduklah disampingnya. atau mungkin kamu mau menunggu ayah di lobi" titah Roni pada putrinya,
""Tidak perlu ayah. aku hanya ingin makan siang denganmu."
"yasudah kamu tunggu di kursi sebelah kanan sana. ayah akan menyelesaikan pekerjaan ayah terlebih dahulu." Anya mengangguk dan memutar balikkan badannya. terkejut seketika. wajah dan tatapan itu, pria ini kenapa ia bisa ada disini. seketika Anya terpaku. apa ini. dibenaknya kian bertanya tanya.
wajah Anya kini mulai mendekat menatap intens pria itu si pria hanya menatapnya heran sedangkan Roni mulai menyadarkan tatapan sang putrinya,
"Anya. sopanlah sedikit" beber Roni membuat Anya tersentak, tangan Anya menunjuk kearah pria itu,
"siapa dia ayah. kenapa dia ada disini. apa ayah benar-benar akan menjodohkan ku? aku tidak mau ayah" cerocos Anya. bukan hanya si pria bahkan ronipun ikut terheran heran. berbicara seperti itu? apa maksud putrinya.
gap beberan Roni membuat Anya terteguan . Anya membali menatap sekilas pria itu dan menatap kembali Roni. jelas jika pria ini bernama Arlan. itulah yang ia ketahui dalam mimpinya.
"ayo minta maaf" titah Roni kembali bersuara. dengan terpaksa Anya meminta maaf kepada pria bernama Adnan itu. dan seusainya langsung menampakkan kakinya pergi meninggalkan ruangan.
***
ditaman, Anya tak jadi menunggu Roni di ruangan. sejak kejadian tadi Anya begitu malu. tapi Anya yakin jika pria bernama Adnan itu sangat mirip dengan Arlan pria dalam mimpinya. Beberapa kali Anya menepuk-nepuk kecil kepalanya terasa seperti orang bodoh. mengapa ia mempercayai mimpinya kali ini.
aksi Anya terhenti ketika sebuah tangan memegangi pergelangan tangan Anya. ia mendongak kan kepalanya menatap kearah si pemilik tangan tersebut,
__ADS_1
"boleh aku duduk?" tanya nya
benar pria itu adalah pria yang sama yang ia temui diruangan ayahnya. anya menganggukan kepalanya menyetujui pria itu kini duduk disampingnya,
"kenapa? ada yang ingin kamu ceritakan?" timpal adnan lagi
perlahan Anya menarik nafas beratnya sebenarnya ia ragu menceritakan nya. tapi entah dapat keberanian dari mana Anya kini mulai menceritakan mimpinya sedikit demi sedikit. Lebih tepatnya secara ringkas. senyuman mengembang di bibir pria itu,
"terus kamu percaya?" tanyanya , Anya hanya mengangkat kedua bahunya,"hah. mimpi hanyalah bunga tidur. dan sebagian orang tak menganggap jika mimpi itu nyata, atau mungkin pertanda. tapi kadang manusia bersugesti sehingga membuat itu seakan terasa. padahal kebanyakkan tidak. Jangan khawatir semua akan baik-baik saja" jelas Adnan mulai menatap kearah depan dan perlahan tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya sebelum akhirnya menatap Anya kembali,
"apa?" tanya Anya,
"kamu ingin menikah denganku?"
"Eh?" Anya terkejut mendengarkan lontaran itu, dan membuat si pria terkekeh, "hahaha aku hanya bercanda. mau berteman denganku?" sambungnya kembali membuat pipi Anya seperti kepiting rebus, kali ini Adnan mengulurkan tangannya. Anya menjabat tangannya dan kemudian ikut tersenyum bersama.
Ini bukan akhir kisah Anya, namun mungkin kita dapat belajar dari pengalaman mimpi Anya. Anya mengalami banyak kesulitan dalam mimpinya. namun kenyataan tak selalu begitu. Arlan dan Adnan bagi Anya adalah orang yang ada sama bagi Anya. namun sepertinya kisah pertemuannya yang berbeda. Nyatanya kini Mike masih tetap kekasih Anya dan Roniengetahui itu tapi ia tak terlalu banyak ikut turun tangan dalam asmara putrinya. dan Adnan kini menjadi teman bahkan sahabat untuk Anya.
Kita tidak tahu akan masa depan. namun Mari nikmati dan berbahagia untuk sekarang. Berdoa dan semua akan baik-baik saja.
see U Again
__ADS_1