My Wound Healer

My Wound Healer
Bagian 9


__ADS_3

Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar dari kamar seorang gadis yang saat ini sedang tertidur pulas.


"De lo didalam kan?" teriak orang yang mengetuk tadi yang diyakini adalah kakaknya gadis itu.


"Ck pasti tidur nih orang" ucapnya bicara pada dirinya sendiri.


"ECAA BANGUN WOY MAKAN DULU!" teriaknya lebih keras sambil menggedor-gedor pintu tersebut.


Ceklek


"Yaelah kalau tau gak dikunci gue gak perlu cape-cape teriak gajelas" dumelnya kesal sendiri


Dia pun naik ke atas kasur adiknya itu dan loncat-loncat sambil berteriak


"De bangunn woyy bangunn kebooo bangun napa lo!" teriaknya kesal


"Ck berisik!" ketus gadis itu dengan nada khas orang bangun tidur tapi bukannya bangun dia malah menutup telinganya dengan bantal dan tidur kembali


"Bangun ish makan dulu ntar gue di marahin sama bunda" ucap pria itu dengan menggoyangkan tubuh gadis itu kencang.


"Abangg Eca masih ngantuk ishh" rengek gadis itu.Iya dia adalah Resya dan Radit.


"Makan dulu de abis itu tidur lagi" ucap Radit lembut


"Emang sekarang jam berapa sih bang?" tanya Resya sambil mengucek matanya dan mengubah posisi nya menjadi duduk


"Jam 4 sore" jawab Radit


"Cepet amat muternya tuh jam" celetuk Resya


"Yehh onta lo nya aja kebo" omel Radit


"Ck yaudah Eca kebawah dulu mau makan laper" ucap Resya lalu turun dari kasurnya dan berjalan ke bawah diikuti abangnya.


Kesadaran Resya belum sepenuhnya kumpul jadi dia tidak menyadari kehadiran teman-teman abangnya.Dia berjalan gontai ditangga tak sengaja kaki kanannya tersandung kaki kirinya jadilah dia oleng dan hampir saja terjungkal ke depan kalau tidak ada seseorang yang menahannya.


"Astaga! De kamu itu kalau belum sepenuhnya sadar jangan jalan dulu kalau jatuh gimana untung ada abang kalau gak ada gimana nasib kamu coba!" omel Radit pada Resya dengan wajah khawatirnya


Sahabat-sahabat Radit yang mendengar keributan itu langsung mengalihkan pandangan mereka pada suara itu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang gadis yang sedang bersama Radit.


"Yha maaf bang" nyesal Resya


"Yaudah lain kali hati-hati" ucapnya lembut sambil mengusap kepala Resya dengan sayang.


"Dit ini ade lo?" celetuk Reynand tiba-tiba dengan wajah terkejut tapi langsung menetralkan kembali wajahnya seperti biasa.Datar dan dingin.


Semua orang yang ada disitu mengalihkan pandangan mereka pada Reynand dengan tatapan heran.Sedangkan yang ditatap tidak peduli.

__ADS_1


"Iyah dia ade gue.Kok lo kaya kaget gitu kenapa?" jawab Radit sekaligus bertanya


"Gak" jawab Reynand singkat dan dengan wajah yang datar


"Dasar es balok!" hardik Radit kesal mendengar jawaban sahabat satunya itu.


Reynand hanya mengedikan bahu acuh dan memutar bola mata malas


'kok gue kaya gak asing yah sama tuh cowok' batin Resya dengan melihat Reynard.


"Eh dia kan murid baru itu kan yang tadi dibully sama Yori dkk?" tanya Alvin


Dan hanya dibalas anggukan oleh Radit sedangkan Resya dia hanya diam


"Tapi kok Yori dkk berani yah ngebully ade lo padahal kan sekolah itu punya keluarga kalian" Heran Deran


"Iyah juga yah" ikut Bayu angkat bicara


Melihat wajah menunggu dari para sahabatnya Radit melirik Resya begitupun Resya.Mereka berdua seperti sedang saling bertanya lewat tatapan


'Gimana nih de?' kurang lebih seperti itu pertanyaan Radit


'Terpaksa harus dikasih tau' itu jawaban Resya pada abangnya seolah mengerti maksud dari tatapannya


Radit pun menjelaskan pada sahabat-sahabat nya mengapa Resya bisa dibully oleh Yori dkk dan juga alasan Resya menutup identitas aslinya.Resya dari tadi hanya jadi pendengar dan seperti patung:diam tanpa ekspresi sedikit pun.Patung saja ada ekspresi nya.Back to topic


Karena merasa bosan dan niatnya turun kebawah adalah untuk makan jadi sekarang dia akan pergi kedapur,tanpa sepatah kata pun dia langsung melengos pergi dari hadapan abangnya dan teman-temannya.


"Ade lo cantik juga Dit jad-" ujar Alvin tapi langsung dipotong oleh Radit


"Gue gorok lo!" ancam Radit yang sudah tau apa yang akan diucapkan oleh Alvin.


Alvin hanya cengengesan mendengar ancaman Radit.


Skip cerita


18.40


Resya sedang bersiap-siap akan pergi ke Cafe miliknya untuk bertemu dengan para sahabatnya dan untuk memenuhi keinginan Keysa.


Dia menggunakan baju warna putih bertuliskan 'I Hate You' didepannya dan dibalut oleh jaket hitam kesayangannya,celana jeans warna biru muda dan sobek-sobek dibagian lututnya.Rambutnya ia gerai dan itu menambah kesan cantik pada dirinya,dia manaburkan sedikit bedak bayi pada wajahnya agar tak terlihat kusam dan tak lupa menggunakan sepatu Nike putihnya.


Setelah dirasa cukup dengan penampilannya dia memutuskan untuk berangkat sekarang menggunakan motor ninja kesayangannya yang berwarna merah.Sudah lama dia tidak mengendarai motornya lagi karena selama di Paris dia hanya menggunakan mobil saja.Dan sekarang saatnya dia kembali membelah jalanan bersama ninja kesayangannya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Resya sudah pamit pada orang tuanya untuk pergi main bersama sahabatnya dan orang tuanya pun mengijinkan asalkan tidak pulang lewat dari jam 10 malam.Abangnya? Pergi entah kemana mungkin main juga bersama teman-temannya.


Resya pun sudah sampai di tempat tujuannya dan memarkirkan motornya ditempat khusus miliknya.Dia melihat jam yang ada dipergelangan tangan kirinya.


Pukul 18.55 itu berarti masih 5 menit lagi kejutan akan dimulai.Rumahnya dan Cafenya memang cukup dekat jadi tidak perlu waktu lama untuknya sampai disini.

__ADS_1


Dilihatnya kedalam dan dimeja dekat jendela sudah duduk para sahabatnya,Resya pun berjalan ke arah mereka dan disambut senyuman serta sapaan dari mereka.Resya hanya membalas sekenannya dan tersenyum tipis saja.


"Keysa mana sih lama banget!" keluh Ica yang sepertinya sudah tidak sabar menunggu kejutan apa yang akan diberikan oleh Keysa.


"Sabar napa ini juga belum jam 7 kan dia bilangnya jam 7 Ca" sahut Bila


"Ck iyah-iyah"


"Gimana kalau kita pesen makanan dulu aja biar enak gitu loh nunggunya" ujar Raskia


"Boleh" jawab mereka kompak


Mereka pun akhirnya memesan makanan dan minuman.Sampai pesanan mereka datang orang yang ditunggu mereka belum sampai juga sedangkan jam sudah menunjukan pukul 19.10


"Astaga! Lama-lama gue lumutan ini!" pekik Ica kesal


"Hai!" ucap seseorang yang mereka tunggu sedari tadi.Dia datang dengan wajah tanpa dosanya."Maaf yah gue telat soalnya tadi ada masalah dijalan" lanjutnya dengan meminta maaf karena dia tau dia salah sudah terlambat.


"Huhf yaudah gak papa" jawab mereka


Keysa pun ikut duduk bersama mereka.


"Lo sebenernya siapa?" tanya Resya langsung tanpa basa basi karena dia sudah sangat penasaran.


"Santai Eca" jawab Keysa sambil tersenyum manis dengan menaik turunkan alisnya.


Resya sangat terkejut mendengar ucapan Keysa.Karena nama Eca adalah panggilan saat dia masih kecil dan yang memanggilnya hanya keluarganya dan satu orang yang Resya benci.


Resya merasa kalau dugaannya itu benar kalau sebenarnya Keysa adalah dia.Sedangkan sahabat-sahabat Resya yang ada disitu menatap Resya dengan raut bingung.


"Apa lo udah mengenali gue Eca?" tanya Keysa lagi


Resya yang sedang memikirkan dia terperanjat dengan pertanyaan yang diajukan oleh Keysa.


"K-key ini lo?" tanya Resya terbata karena tak percaya pada orang yang saat ini ada di hadapannya walaupun belum sepenuhnya terbukti kalau Keysa adalah dia.


"Kalian berdua kenapa sih?!" kesal Shania dkk nya karena dua orang dihadapannya itu malah saling berbicara yang tak mereka mengerti sama sekali.


"Ok.Sekarang gue akan kasih tau kalian siapa gue sebenarnya dan jangan teriak ok!" serius Keysa dan memperingati mereka.


Mereka pun hanya mengangguk dan ada satu orang di antara mereka yang merasakan jantungnya berdegup kencang.Keysa pun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan siap untuk berbicara yang sebenarnya.


"Gue adalah...


                               ✨✨✨


**TBC


Mkasih buat yg udah vote sama coment.Makasih jga buat udh baca cerita aku sampe sini.Sayang kalian♥️

__ADS_1


Seeyouu<3**


__ADS_2