My Wound Healer

My Wound Healer
Bagian 8


__ADS_3

Reynand POV


Saat gue sama temen-temen gue bolos dikantin gue ngeliat 6 cewe tadi yang di bully sama Yori dkk.Pikiran gue sih mereka bolos juga tuh eeh tapi tunggu kok disana ada si cupu Keysa yah setau gue kan dia gak pernah bolos dan dia juga Nerd.Wah kayanya murid baru itu membawa pengaruh buruk buat sekolah ini.Gawat


"Woy bro diem diem ae lo ngomong ngapa ngomong" celetuk Deran sambil menepuk pundak gue lumayan keras alhasil gue terkejut dan langsung menatapnya tajam.


Deran yang ditatap seperti itu mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V tanda peace dengan mengedip-ngedipkan matanya sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Jijik bangke!" umpat gue kesal dikira gue apaan kali yah hihh dapet temen dari mana gue ya ampun.Ck mulai kan alay nih gue ketularan ni bocah


Deran cemberut setelah mendengar umpatan gue.


"Makan tuh tatapan dan umpatan Ran" ucap Alvin sambil tertawa ngakak


"Aduh sakit perut gue liat muka lo Ran udah kaya bencong pinggiran jalan tau gak" ucap Alvin disela tawanya sambil memegangi perutnya karena kelamaan tertawa.


Radit dan Bayu juga ikut tertawa mendengar penuturan Alvin.Dasar sahabat laknat.Gue? Gue cuman tersenyum tipis karna you knowlah sifat gue.


Author POV


"Woy jadi gak nih main dirumah gue?" tanya Radit setelah berhenti tertawa.


Mereka ber 5 memang mempunyai rencana setelah pulang sekolah akan bermain dirumah Radit untuk sekedar bermain PS dan lainnya.


"Jadi dong tapi inget yah harus ada cemilan dan minumannya" jawab Deran semangat


"Santai ae lah gampang itumah" ucap Radit


Dan temannya yang lain hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


Dibangku lain tapi masih ditempat yang sama


"Ke kelas kuy udah mau jam terakhir nih" Ajak Shania pada yang lainnya dan hanya di angguki saja oleh mereka.


Tak terasa jam pulang pun berbunyi dan semua murid berhamburan keluar dengan senyuman yang merekah karena bisa mengistirahatkan otak mereka dengan berbagai kegiatan.


Resya dkk pun saat ini sedang menuju ke tempat parkiran mobil mereka ber 5.Keysa? Dia sudah pamit duluan karena dijemput katanya.


"Oh iya ntar malem kalian dateng kan?" tanya Raskia pada sahabat-sahabatnya setelah mereka sampai di parkiran


"Datenglah" Jawab mereka serempak.


Mereka pun memasuki mobil masing-masing dan melaju membelah jalanan kota jakarta yang padat dengan berbeda-beda arah.


Berbeda dengan Radit dkk nya yang satu arah.Yaiyalah orang mereka mau ke rumah Radit untuk main pasti satu arah dong.

__ADS_1


"ASSALAMUALAIKUM BUNDA AYAH ECA YANG CANTIK ADUHAI BAGAIKAN BIDADARI KAYANGAN UDAH PULANG" teriak seorang gadis setelah memasuki rumahnya siapa lagi kalau bukan Resya si dingin dan cuek.Sangat berbeda bukan dengan sifat disekolahnya.Aneh memang.


"Ck! Waalaikumsalam,Eca jangan teriak-teriak kenapa sih kan udah bunda bilang nanti ayam-ayamnya bunda pada mati kalau kamu teriak mulu"omel Devi-bunda Resya dengan berkacak pinggang.


"Hehe maaf bunda ku sayang.Lagian kalau Eca teriak itu malah menambah pertumbuhan ayam-ayam bunda lho bun karena suara Eca itu terbuat dari kacang kedelai hitam yang di olah menjadi bahan pil-" Cerocos Resya asal pada bundanya


Pletak


"Aduhh bundaa kenapa kening Eca disentil bunda kan Eca bener bunda" ringis Resya sambil mengusap keningnya yang terkena sentil bundanya itu.


"Kamu kira kecap bango apa hah! Udah sana masuk kamar,mandi terus makan!" suruh bunda Resya


"Yaudah bun Eca ke kamar dulu yah awas lho bun biasanya kalau miara ayam suka" ucap Resya dengan menjeda omongannya sebentar


"Cepet tua" teriak Eca sambil berlari menaiki tangga menuju kamarnya dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya setelah menggoda bundanya itu.


"APA HUBUNGANNYA ECAA!" teriak bunda Resya frustasi dengan kelakuan anak satunya ini.


Bertepatan saat itu Radit dkk nya datang dan terkejut mendengar teriakan dari bunda Radit.


"Bunda kenapa teriak-teriak sih" tanya Radit setelah bersalaman dengan bundanya itu dan diikuti oleh sahabatnya.


"Itu ade kamu bikin bunda naik darah aja" jawab bundanya masih kesal pada Resya


"Emangnya Eca kenapa bun?" tanya Radit bingung


"Yeh bunda kaya gak tau Eca aja udahlah bun jangan dimasukin hati.Oh iyah bun temen-temen Adit pada main disini yah?" Ucap Radit


"Hufh iyah.Iyah gak papa nanti bunda mau ke kantor kok ketemu Ayah kamu.Maaf yah anak-anak tante tadi teriak-teriak" pesan bunda Radit dan diakhiri dengan permintaan maaf pada teman-teman Radit.


"Iyah tan" jawab mereka


Devi-bunda Radit pun pergi ke kamar untuk berganti pakaian.Sedangkan Radit dkk menonton TV diruang tamu.Katanya pemanasan dulu sebelum maen PS.


"Adit bunda pergi dulu yah jaga rumah terus jangan lupa makan siang bunda udah siapin semuanya dan yah satu lagi tolong kamu panggilin ade kamu nanti buat makan yah!" pamit dan pesan bundanya sebelum berangkat ke kantor suaminya.


"Iyah bun siyap.Bunda hati-hati yah" jawab Radit sambil menyalami tangan bundanya dan diikuti yang lainnya.


•••••


Didalam kamar Resya


Saat ini Resya sedang berada di kamar mandi melakukan ritual sepulang sekolahnya yaitu mandi.Yaiyalah emang dikamar mandi ngapain coba_-


Selama beberapa menit dia didalam kamar mandi akhirnya sekarang dia keluar dengan berpakaian santai.Celana rumahan dibawah lutut dan baju hitam lengan pendek polos.

__ADS_1


Resya pun merebahkan dirinya dikasur king size nya lalu mulai memejamkan matanya.Dia sampai lupa kalau bundanya berpesan setelah mandi dia harus makan siang.


Diruang tamu


"Eh dit ade lo udah balik dari Paris yah?" Tanya Alvin sambil memakan cemilan yang disuguhkan Radit.


"Iyah seminggu yang lalu" jawab Radit


"Sekolahnya pindah dong" sekarang gantian yang bertanya Deran


"Iyah dia kan sekolah di sekolah yang sama sama kita sekarang" jawab Radit lagi


"Hah yang bener lo tapi kok sekolah gak heboh yah terus juga gue gak liat tuh ada tanda-tanda ade lo" cerocos Deran


"Nanti juga lo pada bakalan tau" ucap Radit dengan alis yang dinaik turunkan dengan senyuman khasnya.


Deran dan Alvin hanya bisa mengumpat karena sahabatnya itu.


Berbeda dengan Bayu dan Reynand mereka berdua hanya fokus pada ponselnya masing-masing entahlah sedang apa.


"Eh bentar yah gue ke kamar ade gue dulu mau nyuruh dia makan" pamit Radit tapi belum sempat dia berdiri tangannya ada yang mencengkal dan itu adalah Alvin.


Radit hanya mengerutkan keningnya bingung dengan kelakuan satu sahabatnya ini.


"Berati dia bakalan ke bawah dong dan otomatis gue bakalan liat dia dong" tanyanya antusias dengan mata yang berbinar.


"Hmm.Tapi gue gak bakalan kenalin ade gue sama lo karena lo itu playboy cap gayung jadi gue gak mau ade gue jadi korban cewe lo" peringat Radit pada Alvin.


Alvin yang diberi peringatan seperti itu mengerucurkan bibirnya dengan muka melas.


"Najis" celetuk Bayu dan Reynand karena melihat wajah Alvin.Mereka berdua pun sudah tidak bermain ponselnya dan beralih ke makanan yang ada di hadapan mereka.


Deran? Dia sibuk makan dari tadi dan sibuk melihat siaran di TV.


"Ck! Yaudah gue pergi dulu" Pamit Radit untuk yang kedua kalinya,dan kali ini tidak ada yang menghalanginya.


                             


                             ✨✨✨


Part ini cumn sdikit krna aku kekurangan ide:(


Semoga suka yaa:)


Seeyou guys♥️

__ADS_1


Loveeyou:)


__ADS_2