
Resya POV
Shit! Sudut bibir gue berdarah.Dasar cabe,mati aja lo sono sebel gue sama lo argh untung kesabaran gue masih ada kalau nggak udah gue tendang lo ke jurang sekalian. Umpat Resya dalam hati.
Saat masih mengumpat tiba-tiba tangannya ditarik seseorang tapi bukan tarikan paksaan melainkan seperti ingin menolong,tarikan itu lembut dan saat gue lihat siapa orang itu ternyata dia adalah Reynand si siswa tidak tahu minta maaf.
"Lo ngapain sih!" Ucap gue sambil mencoba melepaskan tangannya dari gue.Namun usaha gue sia-sia karena tenaga dia lebih gede dari gue.
"Diem!" satu kata tapi dingin dan tajam.Gue hanya memutar bola mata malas dan pengen banget rasanya jambak rambutnya sampai rontok.Setelah melewati beberapa kelas dan banyak banget tatapan tajam buat gue akhirnya gue tau dia mau bawa gue kemana.UKS yap dia bawa gue kesini.
"Duduk!" suruhnya setelah kami sampai disana dan tidak ada siapa-siapa sama seperti tadi.
Author POV
Karena sudah malas berdebat Resya pun mengikuti kemauan dia dan duduk diatas ranjang UKS.
"Sini gue liat lukanya" ucapnya didepan Resya
"Buat?" tanya Resya heran
"Tambah gue robekin" jawabnya asal
"Heh!" kesal Resya sekaligus kaget apa dia tidak salah dengar dengan ucapannya tadi.
"Lo tuh **** apa bodo sih?" hinanya dengan nada kesal.
"Sama aja ******!" gerutu Resya
Reynand sudah tidak mau basa basi lagi dia langsung mengambil kapas dan membersihkan darah yang tersisa disudut bibir Resya.
"Duh jantung gue kenapa" batin mereka berdua saat tak sengaja pandangan mereka bertemu dan wajah mereka berdua pun sangat dekat.
Reynand sedikit berdeham untuk mencairkan suasana
"Udah" ucapnya setelah selesai membersihkan luka Resya.
"Makasih!" setelah mengucapkan kata itu Resya langsung pergi meninggalkan Reynand yang sedang menatap kepergiannya sambil tersenyum tipis sangat tipis
•••••
Dikantin para sahabat Resya dan Reynand sedang menunggu kedatangan dua orang itu namun sudah mau bel masuk dua orang itu tak kunjung datang akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul tapi tidak tahu kemana.
"Ck mereka kemana sih!" gerutu Ica sedari tadi,Shania,Radit dkk pun sudah bosan mendengar gadis itu ucapan itu.
"Yaelah gu-" saat hendak berbicara lagi Bila segera memotong omongan Ica dengan mengancamnya dan gadis itu langsung diam sambil terus berdecak kesal
"Diem atau gue gak kasih tumpangan!" ancam Bila
"Gimana kalau kita susul aja!" saran Shania
__ADS_1
"Kita mau susul kemana Shan?" tanya Raskia
Shania yang mendengar pertanyaan dari Raskia pun langsung berpikir kira-kira tempat apa yang akan mereka datangi.
"Aha gue tau!" pekik Deran tiba-tiba hingga membuat ke 8 remaja tersebut terlonjat kaget
"Heh ****** lo pengen bikin kita jantungan apa!" marah Radit lalu menjitak kepala Deran
"Aduh sakit bagong!" ringis Deran sambil mengusap-ngusap kepalanya yang terkena jitakan Radit.
Saat Radit akan membalas umpatan Deran,Keysa yang dari tadi diam memperhatikan langsung mengangkat suara
"Stop! Kalau kalian ribut terus kapan mau nyari Resya sama Rey nya hah?!" lerai Keysa frustasi,semua yang ada disitu melongo tapi setelah itu langsung tersadar kembali.Mereka semua pun langsung terdiam seribu bahasa,ntah sedang berpikir atau masih terkejut.
"Huhf dari tadi kek diem,yaudah sekarang kita cari mereka berdua.Kita mulai dari UKS aja kan tadi Resya terluka bibirnya" ucap Keysa lagi lalu mengusulkan tempat yang akan mereka cari terdahulu.
"Yaudah yu!" setuju semuanya,akhirnya mereka pun pergi dari kantin dan menuju UKS.
Setelah sampai di UKS tidak ada seorang pun di dalam,mereka pun mencoba berpikir kembali dan mencoba mencari dikelas.Tapi hasilnya nihil
"Mereka berdua kemana sih!" geram Raskia
"Ekhm" guman seseorang dibelakang mereka
"Nah nah ini dia nih orangnya,kemana aja sih lo kita udah cari kemana-mana tapi gak ketemu!" cerocos Raskia
"Ngapain apanya.Ngomong yang jelas dong Sya ish!"
"Cari gue"
"Oh yah takutnya lo kenapa-napa"
"I'm fine!" ucap Resya lalu berlalu begitu saja meninggalkan semua teman-temannya dengan tatapan melongo
"SYA TUNGGUIN GUE!" teriak Shania dkk nya lalu berlari menyusul Resya yang akan berbelok menuju kelas XI IPA 1.Sedangkan Radit dkk nya mematung tak percaya dengan sikap dari Resya dkk,setelah mereka sadar barulah mereka juga ikut berlari untuk menuju kelas mereka.
••••
Jam pulang pun tiba semua murid BIHS berhamburan keluar gerbang sekolah,berbeda dengan 6 orang yang cukup santai ditaman belakang sekolah sambil membicarakan sesuatu.
"Sya malem ini kita nginep yah di rumah lo" ucap Bila yang saat ini sedang makan cemilan
"Iyah" jawab Resya
"Asik tuh kalau misalkan nanti malem kita otw!" seru Shania
"Otw kemana?" tanya Keysa dengan melihat Resya seperti meminta penjelasan,Shania pun menepuk jidatnya sendiri lalu setelahnya meringis
"Ngapain lo mukul jidat lo sendiri,kesetanan lo?" tanya Raskia
__ADS_1
"Sembarangan! Maksud gue kaya gitu tuh artinya gue lupa kasih tau Keysa kan dia belum tau tentang kita" jelas Shania,dan Raskia pun hanya ber oh ria.
"Apasih!" desak Keysa
"Nanti malem gue ceritain!" ucap Resya,lalu berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan para sahabatnya yang saat ini sedang melongo menatap kepergiannya.
"Temen lo tuh!" kesal Ica entah pada siapa lalu ikut berdiri dan menyusul Resya
"Lah kan temen lo juga woy!" teriak mereka berempat sambil berlari mengejar Resya dan Ica.
"Lo berdua tuh yah nyebelin banget sih,kita tuh cape ngejar lo berdua sambil teriak ini suara gue mau abis neriak-" cerocos Raskia dengan napas terengah-engah,tapi belum selesai dia mengomel Resya sudah memotong duluan omongannya
"Alay lo!" Raskia yang disebut begitu langsung memelototkan matanya dan mengerucutkan bibirnya
"Lagian lo mau kemana sih Sya?" tanya Keysa dengan nada yang sedikit kesal
"Pulang lah" bukannya Resya yang menjawab tapi malah Ica
"Gue bukan nanya sama lo dodol!"
"Ke toko buku" Ucap Resya
"Hah ngapain?" sekarang giliran Bila yang bertanya
"Makan" ceplos Resya asal sambil memutar bola mata malas,Bila yang mendapat jawaban seperti itu malah cengengesan tidak jelas
"Hehe ya maaf Sya" ucapnya
"Kenapa lo minta maaf Bil?" bingung Ica,belum sempat Bila menjawab Resya sudah terlebih dahulu berkata
"Ck kalau ngobrol terus kapan perginya yang ada kesorean ntar!"
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan area sekolah dan mengambil mobil masing-masing di parkiran biasa lalu segera melaju membelah jalanan kota Jakarta dengan kecepatan diatas rata-rata.Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit mereka berenam pun sampai di toko buku terbesar yang ada di Jakarta ini,tanpa menunggu lama mereka pun masuk dan berpencar untuk mencari buku yang menarik perhatian mereka.
Resya sedang mencari novel yang menarik untuknya dan juga sedang mencari buku biografi serta biologi.Dia memang suka membaca novel,mungkin kalau kalian lihat kamarnya atau datang ke rumahnya pasti banyak sekali novel dan buku-buku lainnya malahan Ayahnya membuat kan dia perpustakaan dirumahnya hanya saja sudah banyak buku yang sudah Resya baca jadi sekarang dia mencari lagi buku baru untuk menemaninya dirumah saat waktu luang.
Saat sedang memilih dia melihat novel yang menurutnya menarik,sampulnya pun unik.Namun saat dia ingin mengambil novel itu dia sedikit kesusahan karena novelnya berada di atas.Ada tangan lain yang mengambil novel itu lalu memberikannya pada Resya,saat dia melihat siapa yang sudah membantunya dia tersentak kaget berbeda dengan laki-laki itu yang malah tersenyum manis dengan satu tangan yang dimasukan kedalam saku celana dan satunya lagi bertengger di rak buku.
"Hai"
✨✨✨
**Hallo Guys! Hehe maaf yah aku baru apload lagi soalnya kemarin-kemarin sibuk sama PR jadi jarang ada waktu luang.Semoga kalian suka yah sama ceritanya.
See you;)
Jangan lupa vomment.
#Tessyaan**
__ADS_1