
Bruk
Resya bertabrakan dengan seseorang
"Aduhh" Ringis Resya.
"Jalan pake mata!" Tegur orang itu.
"Jalan pake kaki bukan pake mata!" Ketus Resya tak mau kalah.
Ternyata Resya bertabrakan dengan seorang laki-laki yang kalau diliat-liat seumuran dengannya.
Resya POV
Saat gue sedang asik bercanda sama sahabat-sahabat gue tiba-tiba ada orang yang nabrak gue.Sialan!
"Aduhh" Ringis gue
"Jalan pake mata!" Tegur dia
Apa dia bilang 'jalan pake mata?' gak di sekolahin kali ni anak.Batin gue
"Jalan pake kaki bukan pake mata!" Ketus gue gak mau kalah.Yaiyalah dia yang salah.
"Whatever!" Jawab dia dan langsung pergi gitu ajah.Whatt! Langsung pergi? Tanpa bilang maaf sama gue.Awas ajah kalau ketemu lagi lo!Rutuk batin gue.
"Lo gak papa sya?" Tanya Raskia
"Gak" Jawab gue dengan nada yang dingin dan muka yang datar,tidak seperti tadi yang ceria.Badmood gue guys.
Saat melihat perubahan pada diri gue sahabat-sahabat gue cuman bisa menghela nafas jengah.Karena mereka tau kalau gue udah badmood gue akan balik ke sikap awal gue yaitu dingin,datar dan cuek.
"Yaudah deh lupain yang tadi Sya kan niat kita kesini buat happy-happy" Ucap Bila sambil mengelus pundak gue buat bikin mood gue balik.
"Iyah Sya lagian cowok tadi ganteng juga" Timpal Ica sambil senyum-senyum gak jelas.Kalau menurut gue sih dia lagi ngebayangin wajah cowok tadi,ishh nyebelin.
"Ganteng apaan" Jawab gue "Kaya pantat kambing gitu" lanjut gue sambil menatap kearahnya.
Yang gue liat dia cemberut sambil manyun-manyunin bibirnya ke depan,iwh najis.
"Udah-udah mending sekarang kita makan dulu laper nih gue dari tadi" Lerai Shania.
Akhirnya kami pun pergi untuk mencari tempat makan didalam mall ini.Setelah berkeliling selama beberapa menit akhirnya kami menemukan tempat makan yang pas.Kami duduk dipojok,agar bisa melihat semuanya.
"Waiters" Panggil Shania
"Iyah mbak,mau pesen apa?" Jawab pelayan itu dan bertanya,sambil memberikan buku menu.
"Spaghetti nya satu,jus strawberry nya satu" Ucap Shania lalu tatapan dia beralih pada gue.
"Nasi goreng seafood nya satu,Milkshake Oreo satu sama red velvet nya satu" Ucap gue,lalu di ikuti oleh sahabat-sahabat gue yang lain.
__ADS_1
"Nasi goreng spesial satu sama jus mangga satu" Ucap Raskia
"Spaghetti satu,Jus melon satu" Ucap Bila
"Red velvet nya satu sama milkshake vanilla nya satu" ucap Ica.
Setelah kami mengucapkan pesanan kami pelayan itu segara pergi untuk membawakan pesanan kami,sebelum pergi dia berucap
"Baik tunggu 15 menit pesanan akan segera datang"
Kami pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban dan sekali-kali mengobrol.Tak lama pesanan kami pun datang dan kami langsung memakannya dengan khidmat karena kalian pasti tau lah orang yang lapar itu tidak akan memikirkan hal lain selain makanan.Setelah menuruti permintaan cacing-cacing dalam perut kami,kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat pakaian untuk membeli seragam sekolah baru kami,setelah dari situ kami pergi ke tempat sepatu dan lainnya.
Author POV
Setelah merasa semuanya sudah terpenuhi Resya dkk pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing,tapi sebelum pulang ke rumah masing-masing mereka pulang ke rumah Resya dulu karena mobil mereka disana.
"Sya kita pulang dulu yah,see you tomorrow" Ucap sahabat-sahabat Resya kompak.
"Iyah,too" Balas Resya singkat,padat dan jelas.
Mereka semua pun menghilang di penglihatan Resya.Resya pun langsung masuk ke rumah dan langsung naik ke kamarnya tanpa berkata apapun.Mungkin moodnya sedang buruk.
Resya pun merebahkan dirinya dikasur King size nya.Dia mencoba memejamkan matanya untuk mengembalikan moodnya.Dia pun terlelap dan sudah berada di alam mimpinya.Baru satu jam tertidur tiba-tiba HP nya berbunyi sangat nyaring,Resya pun terpaksa membuka matanya dan merutuki orang yang sudah mengganggu tidur cantiknya.Masih setengah sadar dia mengambil HP nya dan menjawab panggilan yang mengganggu tidurnya itu
"Hal-" Belum sempat menyelesaikan bicaranya Resya sudah memotong duluan dengan nada yang ketus dan kesal.
"Maaf anda salah sambung,kalau mau pesen makanan jangan ke nomor ini!" Cerocosnya asal.
"ASTAGA ABANGG GUEE KANGENNN BANGETT SAMA LO!" teriak Resya yang membuat orang disebarang sana menjauhkan ponsel nya serta menutup telinga nya karena teriakan membahana seorang Resya.
"Aduh de kuping gue sakit nih gimana sih kamu untung ajah gendangnya gak meledak!" Kesal orang itu yang diyakini adalah abang Resya,Raditya Permana Bilgama.
"Hehe maaf bang maaf abisnya Eca kangen banget sama abang" Jawabnya sambil menampilkan deretan giginya yang putih,tapi percuma abangnya gak akan liat_-
"Iyah abang juga kangen banget sama adik abang yang cerewet nya ngalahin toa masjid" Ucapnya sambil terkekeh karena dia yakin adiknya itu sekarang sedang cemberut karena disebut cerewet.
"Ihh abangg nyebelinnn!" Rengek Resya.
"Tapi ngangenin kan" Godanya yang membuat Resya tertawa mendengarnya.Entahlah apa yang lucu.
"Haha iyah juga sih bang" Ucap Resya "Oh iyah abang kapan pulang?" lanjutnya
"Pasti dong.Sekarang abang pulang de ini lagi mau take off.Kamu bisa jemput abang kan?" Jawab dan tanya Radit.
"Huaaa abang pulang sekarang.Bisa dong bang" Ucap Resya dengan semangat
"Yaudah kalau gitu abang tutup dulu telponnya nanti abang chat kalau udah mau landing.Byy My princess" Ucap Radit dan langsung mematikan telponnya sepihak.
"Yehh malah dimatian sama dia.Tapi yaudah deh gak papa yang penting sekarang gue seneng banget" Cerocos Resya sambil berteriak karena saking senangnya.
••••
__ADS_1
Radit POV
Hai! Kenalin gue Raditya Permana Bilgama.Kalian bisa panggil gue Radit atau Adit tapi kalau bisa jangan adit karena itu nama panggilan sayang adik gue buat gue.Hehe.
Oh iyah sekarang gue akan pulang ke Indonesia,gue selama seminggu ini emang gak ada di Indonesia karena gue harus ke malaysia buat ngurusin perusahaan Ayah gue di situ dan sekarang gue akan pulang ke negeri kelahiran gue.
Gue tadinya ada rencana bikin kejutan buat adik gue tapi gak jadi,mengingat adik gue yang gampang ngambek apalagi sebelum gue pergi dia udah bilang sama gue kalau gue pulang harus ngabarin dia dan harus dia yang jemput dan kalau nggak gue gak akan diterima dirumah.Kejam memang tapi gue sayang.
Sekarang gue udah ada dibandara untuk take off,dan sebelum itu gue ngabarin adik gue dulu buat jemput.
"Untuk tujuan ke Indonesia pesawat 10 menit lagi akan take off jadi mohon untuk mendekat dan memasuki pesawat"
'Akhirnya' batin gue.
Gue pun masuk kedalam pesawat.Gak kerasa bentar lagi pesawat akan landing dan gue segera mengabari adik gue untuk jemput gue setelah itu gue langsung memasukan kembali ponsel gue dalam saku dan memasang sabuk pengaman.
Author POV
Resya sekarang sedang bersiap-siap untuk menjemput abang nya.Setelah dirasa siap dia membuka ponsel nya dan tertera nama abangnya di ponsel nya untuk menjemputnya.
Resya pun segera mengambil kunci mobilnya dan langsung melajukan mobilnya di atas rata-rata.Dia tidak ijin kepada orang tua nya karena mereka sedang pergi ke kantor untuk sekedar mengecek.
Skip
Resya telah sampai di bandara soekarno-hatta,dia keluar dari mobil dan bersandar di kap mobilnya untuk menunggu kedatangan mahkluk astral eh maksudnya abangnya.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Resya dan tanpa aba-aba Resya langsung memelintir nya dan melihat orang yang sudah mengagetkannya itu.
"Awhh sakit de!" Ringis orang itu.
"Eh elo bang.Maaf bang Eca gak tau" Ucap Resya sambil melepaskan pelintiran tangannya.
"Ish kamu yah de,untung sayang kalau nggak huhh!" Cerocos Radio sambil memegang tangannya Karena pelintiran Resya tadi.
"Yah abisnya abang ngagetin Eca,yah jelas salah abang lah" Kesal Resya
"Iyah deh iyah abang minta maaf niatnya cuman mau kasih kejutan" Mohon Radit
"Au ah" Jawab Resya lalu masuk kedalam mobil sambil menghentakan kakinya.
'Kok jadi dia yang marah yah,kan harusnya gue yang marah.Auah pusing gue' Batin Radit
Radit pun ikut masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang.
"Ngapain lu duduk di situ bang emang gue supir lu apa hah?!" Celetuk Resya dengan nada dingin.
🌻🌻🌻
Kalau misalkan ada cerita yang sama kaya cerita saya atau tokohnya sama maaf-maaf ajah.
Saya mengarang cerita ini sendiri tidak mengikuti yang lain walaupun mungkin alurnya ada yang sama.
__ADS_1
Jangan lupa vomment yah!:)