
Brakk
Suara gebrakan meja terdengar dari meja gue.Gue gak ngerasa keganggu sama suara gebrakan itu,gue hanya menikmati makanan gue seperti tidak terjadi apa-apa.Sahabat-sahabat gue juga ngelakuin hal yang sama kaya gue.Tapi tidak dengan Keysa dia seperti sedang ketakutan dan berhenti memakan makanannya.
Brakk
Suara gebrakan itu terdengar lagi.Sahabat-sahabat gue udah gak tahan terutama Ica dan Raskia.Kalau gue sih diem-diem bae.
Author POV
Ica dan Raskia yang emosi nya gampang tersulut mendongakan kepalanya dan menaikan salah satu alisnya seolah bertanya 'ada apa'
Orang yang menggebrak meja tadi ternyata adalah 5 wanita yang tadi bersama dengan Radit dkk nya.Hanya saja yang menggebrak meja mereka satu orang yang sepertinya bosnya lihat saja penampilannya dia lebih mencolok dari yang lainnya warna rambutnya biru dengan make up setebal 8 cm.
"LO SEMUA BUDEK APA HAH!?" bentak bosnya itu
"Nggak" Jawab Raskia dan Ica dengan muka polos dan menggelengkan kepalanya.
Yang Ica dan Raskia liat adalah muka perempuan itu sudah merah padam karena menahan emosi.
"KALIAN SIAPA SIH HAH?!KALIAN GAK TAU GUE INI SIAPA?!" bentaknya lagi dengan meninggikan satu oktaf suaranya.
Bukannya takut Raskia dan Ica malah nyengir kuda sambil berkata
"Emangnya kalian siapa?"
Perempuan yang mereka anggap bosnya semakin geram lalu tanpa babibu dia menjambak rambut Raskia.Refleks Raskia berdiri sambil berusaha melepaskan jambakan itu.
'Ternyata mereka ingin bermain-main denganku' Batin seorang gadis diantara mereka sambil tersenyum miring.
Ica,Shania dan Bila pun tidak tinggal diam mereka ikut berdiri dan ingin membantu Raskia tapi mereka segera ditahan oleh antek-antek cewe itu.
Orang-orang yang melihat itu hanya diam tidak ingin membantu karena mereka tau mereka akan berhadapan dengan siapa.
Resya yang tidak terima sahabat-sahabatnya diperlakukan seperti itu ikut berdiri lalu menatap orang-orang yang telah mengambil ketenangannya dengan muka yang datar tapi tatapannya tajam dan menusuk.
Bagi siapapun yang melihatnya mereka akan langsung menunduk dan minta maaf.Tapi sepertinya tidak bagi orang-orang itu.
"Apa lo hah mau bantuin mereka?!" Ucap bosnya itu dengan nada membentak tapi Resya tau di nada bicaranya itu terselip rasa takut tapi disembunyikan demi melindungi image nya.
"Lepasin!" Kata-kata dingin dan menusuk itu meluncur dari mulut Resya.
"Emang lo siapa nyuruh gue?" Kata dia lagi dengan masih tetap menjambak rambut Raskia
"Manusia" cibir Resya
"Argh lo yah" Geram dia sambil melepaskan jambakan nya lalu beralih pada Resya dengan mau menamparnya
Plakk
Bunyi tamparan yang cukup keras terdengar.Semua orang yang ada di kantin terkejut apalagi sahabat-sahabat Resya dan ada diantara 5 orang 1 orang dari mereka sangat terkejut dengan kejadian itu siapa lagi kalau bukan Radit--Abangnya Resya
Radit POV
Saat gue sama temen-temen gue sedang asik makan terdengar suara ribut di pojok.Saat gue liat ternyata ada adik gue--Resya sama temen-temennya yang sepertinya sedang adu mulut dengan ratu bully di sekolah ini siapa lagi kalau bukan Yori dkk.
Awalnya gue cuman diem dan nonton tapi pas liat adik kesayangan gue ditampar sama Yori betapa kagetnya gue.Gue pengen berdiri dan nyamperin adik gue tapi gua urungkan saat liat tangan adik gua minta gue buat diem ditempat.
Akhirnya gue pun pasrah dan hanya bisa berdoa semoga adik gue baik-baik aja.
__ADS_1
Reynand POV
Pada saat awal masuk kantin gue ngeliat 6 orang cewe yang duduk dipojok lebih tepatnya gue merhatiin satu orang dari mereka yang rambutnya di kuncir kuda dengan ujung yang bergelombang.
Gue ngerasa familiar sama wajahnya tapi gue lupa pernah ketemu dimana jadi yaudah gue lupain dan fokus sama makanan gue.Saat gue sama yang lain sedang menikmati makanan terdengar suara gebrakan meja dipojok sana.Refleks gue menoleh kesana dan ternyata bener sedang ada keributan yang diciptakan oleh Yori dkk.
Seisi kantin terkejut saat Yori menampar perempuan yang tadi gue perhatikan.Pasalnya baru kali ini ada orang yang berani sama ratu bully sekolah ini dan itu adalah anak baru.
Gue cuman bisa diem dan nunggu kelanjutannya.Jahat memang tapi apa boleh buat gue gak bisa ngapa-ngapain kan.
Resya POV
'Let's play with game'batin gue
Tamparan ini gak ada apa-apanya menurut gue dan bukannya gue takut gue malah tersenyum miring sambil berkata
"Udah puas?" Ucap gue
Dan sekali lagi gue liat semua orang dikantin terkejut dengan apa yang gue ucapkan.Berbeda dengan sahabat-sahabat gue yang tersenyum miring.
"Lo tuh yah gak ada takut-takutnya.Lo gak tau kita ini siapa hah?" marah dia lagi.
"Emang kalian siapa?" Tanya gue dengan muka yang dipolos-poloskan
"Kasih tau Ran!" Suruh dia pada salah satu antek nya yang di sebut Ran
"Nih yah kita itu dari keluarga kaya ke-13 sampai ke-17.Kenalin Yorika Agnes Dirgana,Rani Jessica Anditama,Uliana Qirana Handoko,Killa Oktavia Wirama,dan Dilla Oktavia Wirama" Jelasnya panjang lebar
"Oh" gumam gue santai bukannya takut
"Kok oh doang sih!" Bentak Yori yori itu.
"Terus maunya apa?" Tanya gue dengan watadosnya.
Weh jangan salah gue kan emang gak ada dosa sama mereka semua.
Tanpa gue duga dia langsung narik rambut gue kenceng mungkin bakalan ada rambut yang ketarik sama dia.
Sakit? Lumayan sih
Gue liat tangan bang Adit mengepal dan rahangnya mengeras.Gue ngasih kode jempol ke dia kalau nggak bisa ngamuk nanti.Dia pun hanya bisa pasrah.
"Stop Yori!" Bentak Keysa dan itu membuat gue dan semuanya terkejut.Tapi gue seneng karena akhirnya dia ngelawan dan kalau sampai mak lampir ini ngapa-ngapain dia liat aja.
Gak tau kenapa gue pengen ngelindungin Keysa padahal gue baru kenal sama dia tapi gue ngerasa kalau dia itu ntahlah.
"Wah wah si cupu udah berani nih sama kita guys.Apain lagi nih?" Ujar Yori sambil melepaskan jambakannya lalu beralih menatap Keysa.
Gue liat Keysa berusaha buat gak takut.
"Kenapa diem hah!?" Bentak Yori di depan muka Keysa
Keysa hanya diam dan menunduk.
"Apa kamu gak puas bully aku?" Tanya Keysa tiba-tiba sambil mendongak memberanikan diri menatap Yori.
"Udah berani ya lo!" Bentaknya lagi tapi kali ini akan melayangkan tamparan nya
Gue yang ngeliat dia akan nampar Keysa secepat kilat menahannya dan itu membuat dia tambah kesal.
__ADS_1
"JANGAN PEGANG TANGAN GUE SIALAN!" Bentak dia sambil berusaha melepaskan cekalannya dari gue.
"Sebenernya gue gak mau tapi tangan lo duluan yang nyuruh tangan gue buat nyentuh tangan lo yang banyak dosa ini" Sinis gue
"Lepasin *******!" Maki dia.
Gue liat antek-anteknya mau bantuin dia tapi gak jadi karena gue ngasih kode ke sahabat-sahabat gue buat nyegah mereka dan otomatis mereka sekarang gak bisa ngapa-ngapain.
"Kalau gue gak mau gimana? " Ucap gue dingin
"Lo dan temen-temen lo bakalan di keluarin disekolah ini" Katanya dengan senyuman kemenangan yang menyebalkan menurut gue.
"I don't care" Ujar gue acuh tak acuh
Yah emangnya siapa yang berani ngeluarin gue sama temen-temen gue secara kita disini donatur terbesar dan pemilik yayasan ini bokap gue.
"Arghh" teriak dia kesal lalu tangan kirinya mengambil es teh manis yang ada dimeja gue dan kalian taukan yang terjadi yah dia nyiram gue.Oit oit tunggu nggak ke gue doang ternyata dia ngambil lagi dan disiramin juga ke Keysa.
Kita berdua hanya diam dan karena tangan gue pegel juga daritadi nyekal lengannya mak lampir jadi terpaksa gue lepasin dan sekarang gue harus pergi ke suatu tempat yang sering di jadikan alasan untuk bolos.Mana lagi kalau bukan toilet.
Author POV
Sahabat-sahabat Resya hanya bisa diam menyaksikan sampai akhirnya terjadilah aksi siram-siraman teh manis ralat lebih tepatnya Yori yang melakukannya pada Resya dan Keysa.
"Ups basah yah.Sorry gue sengaja abisnya kayak nya lo berdua kayak belum mandi sih jadi yaudah gue mandiin deh baik kan gue?" Ucapnya dengan gaya yang di lebay-lebaykan
"Makasih!" Ujar Resya sambil tersenyum manis lebih tepatnya dimanis-manisin.
Ditengah-tengah kantin ada 5 Most Wanted Boy yang dari tadi sibuk memperhatikan pertengkaran itu sambil sesekali berucap
"Itu si Yori gak cape apa yah tiap hari kerjanya bully orang mulu.Gue aja yang liatnya cape" Geram salah satu dari mereka yang terkenal playboy.Siapa lagi kalau bukan Alvin--Sahabatnya Radit
"Kalau gak bully orang mangnya ngapain vin?" Celetuk orang yang ada di sebelah kirinya.Dia dikenal dengan kelebayan dan kealayan tingkat akut.Dia adalah Deran-Sahabat Radit juga.
"Ya mana gue tau ogeb" geram Alvin sambil menoyor kepala sahabatnya itu--Deran
"Lagian mereka siapa sih kok berani banget sama Yori dkk?" Tanya orang yang duduk disebelah kanan Alvin.Terkenal dengan kecuekannya pada perempuan.Siapa lagi kalau bukan Bayu--Sahabat Radit
"Anak baru" Jawab orang yang tatapannya tak pernah lepas dari 10 orang itu lebih tepatnya pada satu orang wanita yang sedari tadi menarik perhatiannya.Resya.Dan laki-laki itu adalah Reynand
Ke 3 orang tadi hanya ber-oh-ria.Berbeda dengan satu orang yang saat ini sedang menetralkan emosinya agar tidak meledak saat ini juga.Kakak mana yang tidak emosi saat melihat adik kesayangannya dibully seperti itu.Yah kalian pasti tau siapa dia.Radit
Kembali lagi ke Resya dkk
Bukannya membalas perlakuan Yori Resya malah mengajak para sahabatnya lalu menarik tangan Keysa untuk pergi dari kantin.
Saat mau berjalan ada....
✨✨✨
**TBC
Ada apa yah.Haha tunggu next chapter yah kalau mau tau kelanjutan cerita nya.Kebanyakan part memang banyak menceritakan Tessya dkk dibanding Reynand dkk.
Aku gak akan bosan nulis kalimat ini
Jangan lupa vote and comment**:)
__ADS_1