
"LO!" pekik Resya dan orang itu barengan.Yah mereka berdua adalah Resya dan Reynand,mereka berdua memekik karena akhirnya ingat dengan wajah yang pernah mereka lihat masing-masing itu.Wajah yang sama saat mereka bertabrakan di mall waktu itu.
"Pantas saja gue ngerasa gak asing" batin dua orang itu sama.
"Lo tuh hobinya nabrak apa yah,kan gue pernah bilang jalan tuh pake mata!" cerocos Reynand pada Resya.
Keysa yang melihat perdebatan di antara mereka hanya mengehela nafas kasar dan berniat pergi meninggalkan mereka berdua biar lancar acara debat nya.
"Ck kan gue juga pernah bilang sama lo jalan tuh pake kaki bukan mata!" ketus Resya tak mau kalah
"Jelas-jelas lo yang salah!" ucap Reynand tak mau kalah juga
"Lo lah!" balas Resya sengit
"Lo kal-" ucapan Reynand terpotong oleh bel masuk.Akhirnya perdebatan pun selesai ntah apa jadinya kalau tidak ada bel masuk sudah dipastikan mulut mereka akan berbusa saking batu nya itu kepala.
"Excusme!" ucap Resya datar dan dingin.
Bukannya minggir Reynand malah menggumamkan nama panjang Resya.
"Rainy" gumam nya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Resya.Resya mengernyit heran mengapa dia menyebut nama panjang nya.
"Apa lo nyebut-nyebut nama gue!" sarkas Resya
Reynand tidak menghiraukan ucapan Resya dia malah berbalik dan pergi begitu saja.Membuat mood Resya semakin hancur kali ini,dia pun pergi ke arah kelas nya dan untung saja tidak ada guru yang sedang mengajar jadi dia bebas dari hukuman.Saat sudah mendudukan bokong nya di kursi dia langsung mendapat pertanyaan beruntun dari 4 sahabat nya dan itu sangat membuat mood nya tambah hancur saat ini juga.
"Sya lo tadi berantem sama Rey?" heboh Ica
"Lo ada masalah apa sama dia Sya?" panik Shania
"Lo gak di apa-apa in kan Sya?" pekik Raskia tertahan karena takut membuat keributan
"Sya lo gak papa kan?" tanya Bila was-was
Resya yang mendengar pertanyaan dari para sahabat nya itu merasa jengah dan langsung saja menatap Keysa dengan tatapan tajam miliknya,Keysa yang dilihat seperti itu hanya menampilkan deretan giginya yang putih sambil mengacungkan kedua jari nya 'peace'.
"Gue gak papa!" jawabnya penuh penekanan.Mereka pun menghela nafas lega dan akhirnya diam juga,yaiyalah diem orang guru dateng.
"Pagi anak-anak" sapa bu Rena guru bahasa Indonesia yang terkenal killer.
"Pagi bu!" jawab semuanya
__ADS_1
"Baiklah buka buku paket kalian halaman 50...." ucap nya dan mulai mengajar.
Tet tet
Bel berbunyi tanda pelajaran bahasa indonesia mereka selesai dan berganti ke pelajaran olahraga.
"Baiklah anak-anak sampai disini dulu pelajaran hari ini!" ucap bu Rena dan langsung keluar kelas.Semua murid kelas XI IPA 1 pun bergegas keluar kelas untuk berganti pakaian begitu pun dengan Resya dkk.
•••••
Saat ini kelas IPA 1 sedang berkumpul dilapangan untuk melakukan pelajaran olahraga.
"Baik anak-anak sekarang kalian pemanasan dulu,Firman pimpin pemanasan kali ini!" ucap Pa Roni selaku guru olahraga.Firman yang di suruh pun maju ke depan lalu mulai memimpin pemanasan dengan asal-asalan.
"Tuwagapatmanamjuhpan" hitung nya dengan hanya mengambil huruf belakang nya saja dan dengan satu tarikan nafas saja.Pa Roni yang melihat itu pun berdecak kesal
"Kamu ini sudah-sudah biar bapa saja yang mimpin!" tegas Pa Roni lalu memulai kembali pemanasan.
"Sekarang materi nya adalah bermain bulu tangkis dan silahkan cari pasangan kalian masing-masing,bebas!" ucap Pa Roni setelah selesai melakukan pemanasan.
Semua nya pun ribut mencari pasangan mereka.
"Gue sama Eca" jawab Resya
Mereka pun hanya ber oh ria,Resya pun mengahmpiri Keysa yang sedang kebingungan mencari pasangan nya karena tidak ada yang mau bersama nya.
"Lo sama gue Key!" ucap Resya memecahkan kebingungan Keysa
"Oh iyah gue lupa kalau ada lo!" cengir nya
Lalu mereka berdua pun bergabung bersama yang lain nya dan mengambil raket masing-masing serta kok nya.Di BIHS memang tersedia raket dan kok tanpa harus membawa dari rumah jadi semua murid tidak harus repot membawa apapun dari rumah.
Saat sedang bermain tak sengaja Keysa salah menangkis kok nya alhasil kok nya terlempar ke sembarang arah dan arah itu dekat sekali dengan orang-orang yang sedang bermain basket dan disitu juga ada Radit--abang KeySya bersama teman-temannya.
"Sumpah Ca tadi ada angin nyasar ke gue jadi deh ngelayang kesana!" alibi Keysa sambil mengacungkan jari nya membentuk 'peace' karena saat ini dia sedang ditatap tajam oleh Resya.Resya yang mendengar perkataan nya mendelik dan memberikan tanda agar Keysa mengambil nya dan dibalas gelengan Keysa dengan tatapan memelas.
Dengan tidak ikhlas Resya melangkahkan kaki nya kearah kok nya berada,setelah berhasil mengambil kok nya Resya membalikan badan dan saat itu ada yang berteriak
"Woy awas!" teriak nya menggelegar sampai semua yang ada disitu menatap pada arah suara.Dan tepat saat itu bola basket melayang ke arah Resya dan mengenai kepala nya,Resya memang jago basket tapi kalau dapat serangan mendadak yah dia juga tidak bisa menghindar.
Karena bola basket itu melayang sangat kencang jadilah Resya merasakan kepala nya pusing dan dia terduduk lemas dibawah.Keysa dkk yang melihat itu lantas langsung berlari ke arah Resya dan membantu nya tapi sebelum mereka tiba sudah ada orang yang mendatangi nya.
__ADS_1
"Lo gak papa?" tanya nya dengan raut biasa saja tapi terdengar jelas dalam ucapan nya kalau dia panik
Resya tidak menjawab apapun karena saat ini kepalanya benar-benar pusing dan dia sudah tidak tahan lagi akhirnya pandangan nya pun memburam dan tidak melihat apa-apa lagi selain wajah laki-laki itu.
•••••
"Gue dimana?" tanya Resya pada pada diri sendiri setelah sadar dan yang dia lihat hanya warna putih.
"Udah sadar lo" ucap orang yang melempar bola tadi dan dia juga yang membawa Resya ke UKS dengan wajah datar seperti biasa nya.
"Belom gue masih pingsan!" ketus Resya
"Tapi kok bisa ngomong?" tanya Reynand lagi dengan polos nya yang membuat Resya ingin sekali mencakar wajah triplek nya itu.Yah orang yang melempar bola tadi adalah Reynand orang yang tidak tahu caranya meminta maaf menurut Resya.
"Arwah nya!" jawab Resya asal
"Oh" cuek Reynand
Selama beberapa saat keadaan hening tiba-tiba Resya kembali bersuara
"Minggir!" ucap Resya dingin pada Reynand yang sedang duduk dikursi pinggir ranjang yang ada di UKS.
Bukannya minggir cowok itu malah berdiri dihadapan Resya yang sedang duduk dan ingin menurunkan kaki nya ke bawah.
"Minggir!" geram Resya kesal pada sosok laki-laki didepannya ini
"Gak!" ucap Reynand masih dengan nada dingin dan muka datar.
"Lo! Arghh" pekik nya frustasi sambil mengacak rambut nya yang dikuncir seperti biasa nya sampai bentuk nya sudah tidak beraturan lagi.Reynand yang melihat itu mengerutkan dahi melihat kelakuan Resya."Aduh kepala gue" ringis Resya kesakitan
"Makannya diem!" ketus Reynand lalu mengusap kepala Resya lembut lalu beralih pada kening nya yang terkena bola tadi.Mereka berdua sangat dekat bahkan Resya bisa merasakan nafas Reynand diwajahnya dan itu membuat nya diam membeku serta merasakan ada yang aneh dengan jantung nya.
"RESYAA!!"
✨✨✨
TBC
**Duhh ganggu momen mereka berdua aja yah itu orang yang teriak😕😂Gimana nih cerita nya menarik gak? Kalau gak menarik maafkan saya yah🙈
Jangan lupa Vomment**!
__ADS_1