
Dan warren menunggu di mobil setelah penjelasan selesai.
Dan ibu dea memikirkan dengan berat hati setelah kejadian sembari mengingat masa lalunya yg suram bersama suaminya namun dia segera bang kembali dan focus pada dea.. hanya menyayangkan kenapa takdirnya mirip dengannya tapi berbeda cerita.
"lindungilah putrikuuu!" pada elvin dan ela " ela kumohon jaga dia seperti anakmu" ucap ibu dea.
"tidak aku akan tetap disini agar tidak menimbulkan kecurigaan" saut ela.
Lalu air mata ibu dea menetes rasanya sakit dan kelu untuk bicara dan di peluk oleh kaka iparnya, membuat ibu dea berpikir "aku seperti ini saja sudah akan menyerah apa lagi putriku,,dea maaf,, maafin mama" air matanya mengalir tak henti menatap putrinya itu.
"tidak mama biarkan dea disini..dea gk papa...Udah ayo nanti kita urus surat gugatan cerai saja ya" senyum "jadi mama gak usah nangis dan semuanya juga gak jadi pusing mikirin dea" ucap dea mencoba untuk tegar.
"kurasa ini pilihan sulit tapi ini jawabannya" tambah lala "deaa ibumu benar..Jika kau bersembunyi dahulu kau tidak akan dalam bahaya" ujar lala.
"mana ada ibu yg kuat berpisah dengan anaknya di masa yg sulit" tambah lik niti.
"aku tidak akan sanggup jika itu kau lala" ucap ibu lala.
"aku akan tetap disini biar kau saja yg ke kota dengan dea ana" ujar ela.
"tidak elaa..Aku harus mengurus nayla.." ucap ibu dea dengan air mata mengalir.
nenek dan kakek dea hanya bisa terdiam semua benar dan semua sangat sulit untuk cucu dan anaknya.
"dea" menatap dea "dan kau elvinn" ucap paman dea mewakili semua.
"dea bersembunyilah sampai anakmu Lahir di kota.. Dan tenang kami akan mengunjungimu!" ucap paman dea.
"ini sangat sulit paman.. Tapi disisi lain aku juga tidak mau kalian terluka lagi karna kehadiranku" ucap dea dengan air mata berlinang dan langsung di peluk ibunya.
"elvin..Apa kau benar tidak 1 rumah dengan dea...Iya aku paham kau orang kaya namun kau tetap lelaki dan justru karna kau orang terpandang?".
"tenang aku tidak berbohong" singkat elvin yg menjawab paman dea.
"ana apa kau setuju??" tanya pada adiknya.
"ibu mana yg kuat harus berpisah..Ibu mana yg mau di tinggal anaknya,, maaf dea mama setuju demi kamu" meneteskan airmata.
suasana jadi sendu
"mama maafkan aku..Bukan mama yg harus minta maaf sebenarnya dea sudah berfikir akan pergi. untuk melindungi kalian semenjak kejadian pertama kali di teror, aku tidak mau kehilangan kalian" ucap dea.
semua hanya bisa meneteskan air mata
"Tenang kalian juga akan terjamin.. Akan ada beberapa orang yg slalu mengawasi desa ini" ucap elvin.
semua hanya mengangguk.
Lalu paman dea mendekati elvin "trima kasih" ucap paman dea yg membuat elvin tertegun.. Tertegun karna persaudaraan mereka yg murni tanpa berebut posisi,harta dan warisan,,semua saling membantu.
dan pukul 09:00 wib dea menuju ke Kota bersama maid wanita menaiki mobil.
Dan elvin bersama warren dan kul.
Sebelum pergi elvin membagikan hp kesemua keluarga dea..untuk jaga jaga..Disitu juga di pasangi cip untuk keamanan mereka.
Dan ela tidak ikut karna ela akan melindungi keluarga dea dan melanjutkan perguruan bela diri dikampung dea.
Airmata tentu mengiringi semua.
sebelum kejadian.
Dea tengah berbicara dengan elvin.
Dan saat itu dari belakang rumah ela dan ana ibu dea tiba-tiba tertidur.
Saat mereka bangun mendapati mereka sudah di ikat di depan dengan keluarga yg lainnya.
Mereka saling tatap kebingungan.
Dan herannya kenapa tidak ada orang biasanya mereka akan berangkat kesawah dan berangkat sekolah.
Anak-anak kecil juga di tangkap.
Sampai akhirnya mereka harus menyaksikan hal yg menegangkan pistol dilayangkan di depan dea.
nayla dan arieff menangis dan ketakutan .. Ibu mereka tidak bisa menenangkan mereka karna semua terikat...Dan anak lik niti yang bayi ouza di pegang oleh salah satu pengawal itu.
Ibu dea tak menyangka dan tentu bagaimana orang-orang ini menangkap keluarganya.Kakaknya, adiknya, dan semua.
Kenapa mereka begitu mengincar dea. Ingin membunuh dea..Tidak cukupkah kemarin. Tidak cukup kah dika meninggalkan dea kenapa ayah kandung dika ingin membunuh dea..Apa lagi kehadiran elvin...Apa harus ibu dea menerima tawaran elvin menyerahkan Dea untuk di sembunyikan elvin Dia juga sama.
Sama-sama penipu.
Dea menatap langit-langit di balik jendela mobil. Dia meneteskan air mata..
Andai dia pergi setelah kejadian kemarin pasti tidak akan terulang lagi hari ini..
"dika dan liam's mereka orang-orang biadab..Kenapa membahayakan keluargaku... Ahh tidak yg salah aku karna jika aku terus bersama mereka .Mereka akan dalam bahaya...Aku akan berjanji membalas perbuatan mereka" batin dea dengan air mata yg mengalir.
Mobil elvin.
"jadi wanita itu yg kita rebutkan aku,kau dan alen " ucap warren.
"ya dan sekarang dia ada di tanganku jangan lakukan hal bodoh seperti dulu WARREN LOUE OH!! peringat elvin.
"hehh.. mungkin dulu dia mencintaimu tapi ingat sebelum denganmu dia dan aku saling mencintai juga!!".
lalu saling menatap tajam.
Kul sudah tak tahan melihat mereka gara-gara wanita mereka akn bertengkar?? sudah cukup 2 tahun dulu mereka bertengkar.
"elvin aku sudah menyerah.. Dia terlalu baik untukku , jadi kau tak perlu khawatir" ucap warren lalu memakai heandfree dan memejamkan mata.
elvin hanya diam dalam batinnya "iya dia terlalu berharga buatku yg berbahaya untuk'a",lalu memantau keadaan kampung dea sekarang. dan batin kul "ku kira mereka akan baku hantam kembali" lalu mengecek cctv mansions elvin.
An Denas prov
dika menuju ke tempat rahasianya.
waktu kecil dia dan teman temannya memiliki tempat rahasia.. Dika yang dulu anak yg judes dan dingin, berbeda dengan sekarang yg lembut dan pekerja keras, namun dia harus berpura-pura seperti dulu saat dia masih kecil.
Dia,ovin,nanda,Tias,jenzen dan peter mereka bertemu di tempat itu.
Disana juga ada pengawal yg menjaga rumah kecil itu, mereka menyamar menjadi tukang kebun, rumah itu seperti rumah biasa namun jika masuk ke dalam akan ada pintu kecil menuju rumah bawah tanah yg megah bahkan ada taman dan kolam.
Rumah itu di desain oleh mereka berlima waktu usia 11 tahun.. sebelum denas menjadi dika dan pindah ke kampung.
"lihatlah siapa yg datang???" ucap nanda.
"wahh wahh wahh si primadona kita An denass .." saut ovin.
"kemana saja kau brooo ,, Kami merindukanmuu" ucap tias.
"penampilanmu berbeda denass?" ucap jenzen.
Lalu mereka memeluk dika satu persatu.
Dika langsung duduk dan meminum jus disana sudah ada berbagai minuman dari jus sampai bir Dan wine.
"yah aku juga merindukan kalian teman-teman brengsekku.." ucap dika.
"iya gwe tau kita brengsek tapi jangan di sebut jugaa bro" saut tias sembari meneguk bir di meja dan menawarkan pada dika.
" aku tidak minum!!" saut dika.
ovin dan peter tersedak dan tias berteriak "whaatt thee? ... An Denasss???" lalu meneguk kasar minumannya.
Nanda tertawa " dia bukan an denas kita.. Dia sudah jadi anak mama dan anak solehhahh" ucap nanda.
"kau serius nass?" ucap bersamaan ovin dan Jenzen.
"sudah lah itu tak penting! sekarang aku mau melihat keadaan kampung yg aku pinta untuk kalian pantau! setidaknya aku beruntung kalian masih memihakku" ujar dika "oh ya 1 lagi panggil aku dika nama denas sudah asing di telingaku!" dika lalu keluar melihat taman.
teman-temannya hanya speachleess dan tidak banyak tanya .. Nanti juga mereka tau semua. .sekarang intinya mereka sudah kumpul saja.
mereka membuka laptop dan yg satu komputer yg sudah ada disana.
Dika memantau ponselnya untuk tugasnya di brazill nanti malam.
"nan apa dia denas kita?? si pecandu alkohol dari umur 10 tahun??" tanya tias.
"yhh betul dia..Kalian akan kaget jika melihat dia tertawa" ucap nanda
__ADS_1
"emang ada apa.. Dari dulu tuh muka gak ada expresi!" ucap ovin sembari mengetik komputer dan menikmati wine di sampingnya.
"3 bulan aku bersamanya ,, dia lembut dan jarang marah-marah dia banyak berubah dan dia sempat tertawa dan memiliki 4 lesung pipi yg dalam.. saat itu aku kira dia bukan denas..Tapi sifatnya sekarang membuktikan betapa dinginnya seorang denas" jelas nanda.
"lesung pipi??? hahahha kau bercandaa?" ucap jenzen.
"kalau di pikir si kita kan gak pernah lihat dia senyum ya kan.. Hanya sekedar.." ucap tias sambil tersenyum garis lurus dengan mata sayu. Yg membuat semua menahan ketawa.
"Bukankah dia seperti merindukan seseorang?? punggungnya tertunduk..Btw kulitnya jadi maskulin..tidak adil" gerutu jenzen.
"kenapa dengan warna kulit'a dia tetap denas??" ucap ovin.
"dulu dia putih aku iri, sekarang dia kulitnya exotis!" sambil melihat laptop.
"dasarr" saut ovin.
"dia merindukan istrinya" ucap nanda dengan santai.
"AAAPAAAA???" sentak 3 pemuda itu.
"sstttt,,,," nanda menyuruh mereka diam.
"ii...Sssstriii?" Ucap tias berbisik dan mneahan keterkejutannya.
"ng,, dan desa yg sedang kalian pantau adalah desa istri dia" ucap nanda Dan mereka langsung melirik dika.
lalu dika langsung membalas tatapan mereka dan mengakhiri panggilan.
"Apa kalian sudah puas menjadi ibu ibu?" lalu masuk kedalam dan duduk di sebelah peter.
"kau???.." Ucap Jenzen.
"yaa..Nanda si criwis itu benar" dika memotong pertanyaan temannya.
"hh apa kau overdosis obat??" tanya ovin dan memegang keninh denas.
dika diam dan memutar laptop yg di depannya itu " Tidak!!" jawab singkat dika.
"kapan kau menikah?? wanita seperti apa yg kau nikahi??" ucap tias.
"yaa jelaskan pada kami aku pun ingin tau" tambah nanda
" tias!! nanda!! diamlah!... Kuharap kalian jangan bertanya padaku kalian pasti akan tau kalian kan pintar!" jawab dika ketus. Membuat nanda,ovin,tias,petr dan jenzen memutar bola mata dan menatap intens temannya itu.
batin ovin "dasar!! bagaimana bisa 10 tahun hidup di kampung otaknya masih encer".
Batin tias " chh dasar dia terlalu sempurna bahkan pendengarannya masih tajam..Kukira hidup di kampung akan jadi kolot".
batin jenzen "berbohong gwe gak rindu sama orang di depan gwe ini.. Teman terbaik di antara yg lain dengan sifat dinginnya".
batin nanda "apapun itu gwe bersyukur teman gwe balik lagi..Dan sudah ber 6 kembali".
batin peter "ya dia memang berubah tapi dia tetap denas yg gwe rindukan,somoga dia bahagia sama istrinya".
mereka masih menatap dika.
"jangan menatapku ayo lakukan dengan cepat sebelum kita kembali ke masing-masing urusan!!".
"coba kau tersenyum lebar!!" ucap tias membuat yg lain menatap tias.
"kalian sudah lihat dari aku kecil!" ucap dika dan memandang mereka satu-satu. lalu tak lama dika tersenyum dan menampakkan 4 lesung pipinya yg dalam.
"thaks you friend" ucap dika.
nanda tersenyum menang dan yg lain hanya mengangguk-angguk "yaa" ucap mereka.
Ternyata ucapan nanda tukang ngibul itu benar adanya dika memiliki lesung pipi, Mereka juga menyaksikan bagaimana an denas mereka berbicara lembut tidak culas.
Tempat Mr. Wiliam's.
"apa sudah bisa dilacak dimana keberadaan orang-orang disana?" ucap liam.
"belum tuan!" ucap salah seorang anak buah liam yg di depan komputer.
Lalu liam akan beranjak keluar.
"tunggu tuan!! disini saya mendapatkan satu keganjalan tentang bom yg kita taruh di desa sana!" cegah salah satu anak buah liam yg lain.Liam lalu mendekatkan diri ke layar komputer.
"Aisssss ,,,, sialan si elvin itu!.cukup meneliti itu sekarang Teliti dimana keberadaan nyonya liam dan suami ke 2-a itu!!" bentak liam.
Liam langsung keluar.
Sebelum menuju ke markas rahasianya dia merasa ada yg mengganjal atas ucapan anmie..
Kenapa elvin ada disana? dia mengira karna adanya wanita yg bernama dea namun setelah melihat tadi dia menyadari ternyata dia dibodohi oleh anak kecil si elvin itu.
"sejak kapan dia menyabotase bom bom yg aku kirim?!" batin liam lalu menelfon seseorang.
Selang beberapa menit anak buahnya datang dan memberi kabar bahwa ela istrinya masih di sana..Dan alexrus bekerja bersama besannya.
lalu anak buah itu keluar.
"hh besaannn!!... Menggelikkan dasar wanita bodoh kenapa dia harus pergi dengan alexrus bajingan itu dan atas izin siapa dia menikahkan anakku.." guman liam.
Mansions elvin
Mereka sudah sampai di mansions elvin.
"elvin bisakah aku pergi saja aku akan mencari kontrakan kecil" ucap dea.
"Tidak!!" lalu berjalan masuk kedalam.
"elvinnnn!!!,, sudah cukup aku tidak mau merepotkanmu...Aku bukan siapa siapa mu?" ucap dea menatap tajam elvin yg terus berjalan.
elvin terhenti dari jalannya lalu menghampiri dea dan memegang dagu dea kencang.
"jangan katakan KAU BUKAN SIAPA- SIAPAKU LAGI!!... Sekali lagi kau katakan aku akan membunuhmu" ucap elvin.
"elvin apa kau gilaa??" ucap kul yang diabaikan elvin.
Warren hanya diam dan menatap dea dan elvin. Dea langsung menarik tangan elvin dan menatap tajam.
"anggap mansions ini rumahmu!,Tinggalah disini!, Dan merekaa semua.." menujuk orang-orang di mansions-a "akan memenuhi semua kebutuhanmu,, tinggalah disini...Jika kau tidak mau setidaknya pikirkan orang tuamu!!" ujar elvin dan menarik dea masuk kedalam.
"istirahatlahh kekamar kau berhak memilih kamar mana saja.." ucap elvin setelah menyeret dea paksa "aku akan pergi aku ada urusan aku juga akan sering berkunjung." ucap elvin.
Dea hanya diam dan melihat elvin pergi melewati pintu dan keluar melewati gerbang.
"andai saja hidupku tak serumit ini aku membenci semuaaa!!" jerit dea membuat maid setengah baya menghampirinyaa dan memeluk dea "maaf jika terkesan lancang tapi tenanglah nona.." ucap maid itu.
dea diam dan menangis dipelukan maid itu untuk beberapa menit.
Dan malam pun tiba dea melakukan hal yg harus dilakukan setelah ia tenang. Dia menatap kamar-kamar yg besar di ikuti beberapa pelayan.
"apa nona akan menempati kamar ini?" ucap lelaki paruh baya.
"ah tidak paman.. Aku akan di kamar atas" ucap dea dan senyum.
"kalian boleh Pergi aku tidak papa sendiri jangan perlakukan aku seperti tuan rumah,,aku bisa melakukan keperluanku sendiri..Istirahatlah kalian" perintah dea.
"tidak nanti tuan elvin akan marah!!" ucap wanita muda sekitar 25 tahunan.
"ahh aku akan menanggung semua" tersenyum "percayalah padaku.. oh ia Besok aku akan memanggil kalian semua..Jam 8 pagi aku ingin pekerja disini berkumpul" ucap dea.
"ya" ucap mereka serentak.
Lalu dea menuju ke kamar yg dulu dia tempati. dea menatap langit-langit kamar "apa elvin menyiapkan semua??" gumam dea.
Warnanya jadi peach bukan putih.. bahkan ada komputer,laptop dan buku buku,, dia juga melihat meja rias yg sudah lengkap,.
dea juga melihat tumpukan baju ukurannya "hhh" dea menghela nafas panjang dan berat "ya alloh entah aku harus bersyukur atau bagaimana dengan semua,,, semua terasa membingungkan dan berat" lalu dea berjalan ke balkon depan kamarnya dan menatap rembulan.
Dari bawah para maid melihat dea yg duduk di pinggiran balkon itu dengan santainya..
"apa dia kekasih tuan elvin yg ke 265 yang ia bawa kerumah?" ujar wanita yg tadi berbicara pada dea.
"dasar kau!!" saut wanita separuh baya itu "dia lebih dari seorang kekasih asal kau tau ayu" tambahnya.
"emang dia siapa bi ani?,, aku kasihan padanya dia masih muda, dan harus terikat dengan tuan elvin!" Ucap ayu.
"itu takdir..kau mau tau dia siapa??" ucap bi ani yg membuat ayu mengangguk.
"dia adalah anak gadis 2 tahun lalu yg mengubah semua peraturan dan dia adalah wanita yg menjadi rebutan den elvin dan teman-temannya" saut dari belakang suara berat dari lelaki paruh baya dan dengan 2 pelayan lainnya.
__ADS_1
lalu tersenyum pada bi ani.
"sudah!!! aku tidak mau dengar sekarang tidak seru. Jadi sekarang intinya dia wanita yg berharga." ucap ayu sambil memandang dea.
"yaa." bi ani tersenyum dan mengingat gadis yg menolongnya bersama teman-temannya saat akan di cambuki.
lalu tersenyum dan dalam batin-a "aku sangat merindukan gadis itu, kenapa kau sekarang terlihat sangat sedih??" dan akhirnya mereka pergi.
Disisi lain
"katakan yg sebenarnya siapa yg menyuruh kalian??" ucap seorang pemuda.
"kami tidak tau kami hanya disuruh!!" saut salah satu dari banyaknya orang yg di sandera.
"lan apa sudah mau mengaku??" ucap elvin dari belakang dan di temani warren dan kul.
"belum!!,mereka tetap bungkam" Saut ilan.
"masukan mereka ke penjara dan seret wanita yg muda itu,, kita akan tau jawabannya" ucap elvin.
"baiklah" ucap ilan lalu di bantu kul.
setelah itu elvin menyuruh anak buahnya membawa seorang wanita yg sudah tua,penglihatannya agak kabur dan sudah tuli.
"yaniii??" ucap orang tua itu.
wanita yg di bawa oleh ilan dan kul langsung menatap tajam elvin dan meneteskan air mata.
"walau mereka di latih kejam tapi dia masih punya hati" elvin hanya smirk "bagaimana jika dia ku bunuh.." ucap elvin dan menatap warren.
Warren langsung menodongkan pistol pada wanita tua itu.
"yanii... Nenek gak bisa melihat kamu dengan jelas nakk!!" ucap ibu itu.
wanita yg bernama yani itu memberontak namun tanggannya di Rantai ,, ilan langsung membuka lakban dengan kasar dari mulut yani.
"nenek...yani disini...Hiks" ucapnya sambil sesegukan.
Lalu langsung memegang kaki elvin
"tuann kenapa kau membawa orang tua dalam masalah ini!" ucap yani.
elvin menjambak yani "katakan apa wiliam's yeoul yg menyuruh kalian" ucap elvin.
"kumohon lepaskan diaa dulu!" ucap yani yg membuat elvin langsung memegang dagu yani dengan kencang "kaTAKANNNN!!." Bentak elvin.
"Ya dia yg menyuruh kami!" ucap yani.
Elvin menatap tajam yani "pembohong!!" lalu mengeluarkan pistol dan akan menembaknya.
"tungguuu!! kumohon" ucap yani elvin tak perduli dia akan menembak dan "ANMIIEE." membuat elvin terdiam "nona anmie yg menyuruh kami Untuk membunuh gadis itu..Sebagian dari mereka memang anak buah YLS namun yg tuan tangkap kami bertiga adalah suruhan nona anmie" ucap yani.
"baguss!!" ucap elvin "kembalikan wanita tua itu ke rumahnya suruh beberapa orang melindunginya!!" ucap elvin pada ketua anak buahnya.
"ahh tanganku sudah gatal akan menembaknya" ucap warren.
"tahan..besok kita ke UAS dan lemaskan tanganmu." ucap elvin.
"ilan lepaskan dia!" ucap elvin dan ilan melepasnya langsung.
"kau bekerjalah untukku sekarang!" kul membawa minum dan barang kecil kotak bewarna Putih dan memberikan kepada yani. yani langsung meneguk minuman itu dan langsung jatuh pingsan.
"apa kau yakin??" ucap ilan.
"ya aku yakin dan kul lakukan tugasmu!!" ucap elvin.
kul mengangguk dan memberika bius kepada lengan tangan yani lalu membelah sedikit kulit yani dan menaruh sengat listrik yg seperti potongan kertas dan menjaitnya kembali.
"caramu memang extrim vin" ujar warren.
Kul:"dia harus pulih dulu!!".
"Bawa wanita ini ke tempat yg layak?" ucap elvin menyuruh anak buahnya.
ilan:"bagaimana kau bisa tau bahwa wanita itu bukan sepenuhnya suruhan YLS vin?".
elvin:" lelaki tua bangka itu tidak akan mau berurusan dengan wanita!!" sembari menulis di kertas dan di tempel di kotak ponsel.
"yah lebih baik kita pergi ke bar untuk melegakkan pikiran sebelum kau ke UAS vin!" ujar waren.
elvin hanya diam dan memberikan ponsel itu pada anak buahnya "berikan ini pada wanita itu saat dia siuman" ucap elvin lalu pergi disusul warren,ilan dan kul.
Rumah rahasia An denas
setelah beberapa waktu mereka masih di depan layar mereka masing-masing.
"denas...ahh dika maksudnyaa" ucap tias yg membuat semua menoleh padanya dan memutarkan laptop padanya "lihatlah kampung yg kau minta bom-bom disana sudah non aktif namun masih terlihat menyala.." memperlihatkan pada dika perbedaan bom aktif dan bom yg dia maksud.
"ovin coba kau periksa lewat komputer,," tias mengirim data itu ke layar komputer ovin.
beberapa menit ovin bergelut dengan papan ketik dan "yess"..
"apa yg kau temukan vin?" ucap dika.
"bom itu ternyata di sabotase oleh ..." belum ovin selesai bicara dika memotong "AM ..ah rupanya si brengsek elvin..." ucap dika.
"kenapa kau mengira dia?" ucap nanda.
"sinyal itu menuju ke AM atau alviano melano black with AMBW" dika lalu merebut kendali komputer yg ovin pegang Dan menemukan pengendali bom yg sesunguhnya .
"apa kau tidak bodoh nass?? padahal sudah 10 tahun" ujar jenzen Mewakili semuanya dika hanya diam melanjutkan aktifitasnya dan bergumam "Alexrus???" dalam hatinya "kenapa ayah alexrus mengambil control bom ini..Dan apa hubunganya dengan elvin??".
"woyyyy." ucap tias.
"aku harus pergi. Nanda kembalilah ke perusahaanmu! kalian juga,, nanti kita kumpul kembali" ucap dika dan langsung pergi.
"ok sepertinya kita harus bubar!" singkat ovin.
"dia slalu pergi seenaknya?" ucap tias.
"setidaknya dia sekarang punya hati"ujar nanda.
"hh kita tidak tau karna dia tidak gamblang pada kita termasuk dulu sebelum dia hilang tampa jejak" lanjut jenzen.
Peter:"si primadona sudah otw kita juga harus otw ayo!" aja peter untuk ke perusahaan masing-masing.
Semua kembali mengingat dimana dika umur 10 tahun membunuh orang dengan leser saat menyelamatkan tias dan ovin waktu di culik.
"kuharap dia bahagia" tutur ovin.
"ya" ucap yg lain.
"kita hanya harus percaya padanya kita bisa bebas dari ayah kita juga berkat dia" ucap jenzen dengan sebatang rokok yg ia nyalakan.
semua mengangguk setuju.
.
BRAKKK...
"maaf tuan,, Orang ini memaksa langsung masuk!" dengan muka risau.
"tak apa! pergilah!!" ucap elvin.
"apa yg sebenarnya kau rencanakan elvin?" ucap dika dengan emosi.
"apa kau tidak punya sopan santun!!" ucap elvin santai.
"apa yang KAU RENCANAKANN!!" bentak dika.
"kau datang tampa permisi menghancurkan pintuku lalu marah marah? apa kau tidak ada rasa tanggung jawab!!".
"ayolah aku rasa elvin alviano melano tak sebodoh itu!!, permisi? sopan santun? apa kau pantas bertanya soal itu?"saut dika.
Rahang mereka saling mengeras.
"apa maumu hah!" elvin dengan suara tinggi.
"jelaskan padaku apa yg kau rencanakan dengan bom yang bajingan kaplak itu pasang!" dika menatap intens elvin sementara elvin diam "kau menyabotase semua bom itu? lalu apa yang kau lakukan dengan ayah alexrus kenapa dia terlibat?".
"hhh" elvin smirk lalu tepuk tangan "kau memanggil ayahmu bajingan kaplak dan alexrus ayah" elvin tertawa lalu di hajar oleh denas.
__ADS_1
"katakaaann!!" Geramnya.
elvin hanya smirk Lalu menodongkan pistol.