
Disisi lain
"aku merindukanmu" mengusap air mata "kenapa disaat seperti ini aku masih merasa kau akan menjemputku,,bukannya aku lupa semua luka yg kau berikan tapi jauh dari itu aku sangat merindukanya" memegang perut dan melihat rembulan. lalu dalam hati dea berkata "mas apa kau tau! anak kita kembar hiks kenapa aku masih mengharapkan lelaki brengsek itu, lelaki biadab itu!".
Lalu dea mengingat kejadian siang tadi dimana dea tersadar dan di sambut tatapan khawatir yg begitu mencekiknya dari elvin.
"kau tidak makan!! seharian!! kenapa?" tanya elvin bertubi-tubi.
"hey!! dea baru sadar vin kenapa kau menyambutnya dengan perkataan itu!" tegur kul.
"kalian diamlah, dan kau vin go away!! gwe mau duduk disitu!" suruh eimila pada mereka berdua dan menatap dea "kau harus makan, makanlah bubur ini!" katanya pada dea lembut dan akan menyuapi bubur pada dea.
Dea yang setengah sadar masih bingung lalu mendengar kata bubur "aa,, apa... bubur, kak eimila singkirkan itu maafkan aku tapi melihatnya saja aku merasa mual" lalu langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi dan muntah-muntah.
Elvin menatap eimila dengan tatapan menyeramkan dan kull langsung berkata "begitulah orang hamil vin kau tidak perlu khawatir berlebihan" dengan tenangnya.
Eimila menghampiri dea ke kamar mandi.
Eimila: "kau harus makan! kau menderita magh juga, dan ditambah bertabrakan dengan kehamilanmu mual-mual" senyum.
Dea: "terima kasih" senyum "dan kakak eimila setelah aku perhatikan sifatnya sedikit tegas dibanding kak kull ya" senyum.
Eimila:" ia kakak'u kull lemah lembut padahal pria, dan aku malah sedikit berani" tersenyum lebar.
Dea menghampiri eimila dan membenarkan rambut eimila "cantik" ucap dea.
Dalam hati Eimila "imutnya,, oh gwe tau kenapa elvin mati-matian ngejar dia, dan kak kul terpikat padanya, sifat lembutnya,dan rasa nyaman dekat dengannya, aku saja wanita terpikat apa lagi yg cowo" lalu tersenyum lebar pada dea.
"jadi sekarang makanlah dea" memegang tangan dea "demi anak-anak yang kau kandung".
Degh Dea terdiam membatu.
"aa,,anak-anak,, kak eimila apa aku hamil ke,,kembar?" memegang perut dan tampa sadar menangis.
"iya apa kau senang?" senyum.
"sangat senang kak,, sangat senang" ucap dea yg berusaha menghapus air matanya yg terus mengalir.
"hey," eimila memeluk dea "kau berkata senang tapi kenapa air matamu mengartikan hal lain" tanya eimila yang hanya di balas gelengan kepala dea, membuat eimila mengetahui bahwa dea saat ini tengah terluka jauh di dalam hatinya.
"huff" dea mengambil nafas kasar setelah keluar dari ingatannya " aku gak boleh cengeng bangat,,untung tadi pas ngabarin orang tuaku aku gak nangis, bahwa aku hamil kembar" lalu kembali menatap bulan.
Dan jauh disisi lain ada kull dan adiknya eimila yg memperhatikan dea yg duduk di balkon mansions.
"kau menyukainya!" tanya eimila pada kull. Kul langsung menengok ke samping dan berkata "ya sebagai adikku" senyum "sama sepertimu!" tambahnya dan mengacak-acak rambut eimila.
"yakk,, aku bukan anak kecil lagi kak jangan acak-acak rambutku lagi!! dan kau bukan menyukai dia sebagai adik tapi lawan jenis" tuntut jawaban eimila.
kull tersenyum dan "kau lihat dia tidak takut jatuh padahal duduk di pagar pagar kecil seperti itu ,tinggi mansions ini juga tidak bisa diragukan kan apalagi dia sedang hamil" senyum "dia anak yg manis tapi dia harus mengalami hal yang berat, awalnya iba dan akhirnya berubah menjadi perasaan lain,, tapi eimila kau tau,, jauh di hati kakakmu ini berharap elvin bisa bersama dea / dea bersatu dengan suaminya".
"ya ,, kau benar" mengiyakan kakak-a.
"apa kau menyukai nya? bukankah dia mengingatkan kita pada adik kita yang sudah meninggal" tambah kull.
"ia dia ceria,tapi rapuh namun berusaha tegar, dia berani tapi menutupi semua dengan kelembutan dan kehangatannya,, aku menyukai gadis kecil itu" jujur eimila.
Dan di sudut lain Elvin mendengar perkataan kull dan eimila, Elvin merasa malu dengan dirinya, "betapa dewasa-a pikiran mu kull, dan betapa lapangnya sifatmu itu" lalu pergi kembali ke kamarnya.
"jadi siapa sebenarnya suaminya?" tanya eimila.
"Ceo YLS An denas!!" jawab kull.
"apaa!!!" kaget eimila "Aa,, an,, denas anak dari wiliam's itu? saingan ayah elvin!!" tidak percaya.
Kul hanya mengangguk.
"wahh bokap-bokapnya saingan sekarang anak-anaknya juga menarik" ucap eimila.
"ya begitulah eim" senyum hangat.
"heyy,, jangan insicuere kak ,, pasti kakak bakalan nemuin yg kakak mau kalau tidak bisa memiliki dea" dukung eimila.
"dasarr,, kamu mikir apa sihh,," lalu merangkul adiknya dan berjalan pergi meninggalkan dea.
Nanda prov
"udah muter-muter semua udah tutup, giliran buka udah habis,, denas sialan itu kenapa si!! kaya orang ngidam aja kalo gak ingat teman bakalan gwe bunuh tadi huh itu juga kalo gwe berani ngebunuh dia" keluh kesal dan putus asa nanda.
Kring
Kring,, kring,,,
"ya" nanda.
__ADS_1
"bos pesenan bos gak ada pada tutup semua,, sampai saya kerumah orang yg dagang seblak malah saya dikira mau maling".
"what the?? kenapa kalian dikasih tugas sedikit aja bloon bangat si,, ngapain pake ke rumah yg jualan udah malem! ya jelas di kira maling ,,kalian pake baju apa?" nanda.
"baju biasa sama sarungan boss!!"
"apaaa!!,, udah biar gwe aja yang cari ga beres nyuruh kalian" omel nanda.
"baik bos".
"baik apa nya yang baik ,, kenapa si yang tersisa cuman dia. hedeh gwe juga salah udah tau dia agak bloon" lalu mengendarai mobil dan Ckiitttt nanda ngerem mendadak dan langsung keluar mobil.
"Kau baik-baik saja dek?" khawatir Nanda yang di balas anggukan.
"Maaf ,,saya kurang hati-hati" sambil ngos-ngosan lalu memandang nanda.
Dan dalam hati Nanda "is,,istri An Denass??" terdiam membatu.
"Anda baik-baik saja?" sambil melambaikan tangan di depan Nanda "Exhem permisi!!" tambah Dea.
"Ahh aa .. apa? iya mm saya baik-baik saja" saut Nanda glagapan tak percaya dia bertemu istri An Denas ya An Denas sahabatnya,, "cantik,imut,dan kecil terlihat rapuh seperti anak-anak" lalu melihat perutnya membuat dia semakin terkejut "An Denas apa yang kau lakukan kepada gadis cantik ini" dalam hatinya.
Dea menatap intens Nanda dan dalam hatinya "pria yang aneh" lalu akan pergi.
"Tunggu!" cegah Nanda.
"ya" dea menengok kebelakang.
"Maaf soal tadi!!,, saya hanya sedang banyak pikiran".
"Ohh,, lain kali berhentilah mengemudi saat banyak pikiran" ucap dingin dea.
"ya" ucapnya dan dea hanya tersenyum lalu kembali akan berlari namun Nanda memegang tangan Dea.
"Lepas!!" tatap tajam Dea.
Nanda langsung mengangkat tangannya "sorry,, aku cuman mau tanya apa kau tau siapa yang jualan seblak di sekitar sini!!" alasan Nanda.
"Seblak untuk apa? malam-malam begini pastinya sudah tidak ada cari saja di restoran kau terlihat orang kaya mintalah orang rumahmu untuk masak" jawab Dea.
"Tidak!!" sigap Nanda.
"Kenapa? aku ada urusan penting aku permisi dulu" Dea.
"Dia sedang mengidam?" tanya dea yang di angguki Nanda dan dalam hati Nanda "istri apanya!! gwe bukan gay tapi ini demi denas dan gwe juga mau tau seperti apa istrinya yang dia cari" .
"oh,, kau tunggu disini! rumahku dekat disini akan kubuatkan seblak untuk istrimu"ucap dea.
"kau serius!! benarkah! wah delisius thaks you" senyum sumringah yang di angguki dea.
SEBELUM KEJADIAN
Dea menikmati bulan yg bersinar terang dan bintang yang berkedip di samping bulan. dia hendak akan ke kamar namun dari belakangnya ada panah meluncur dan dea segara mengelak. Tatapannya dia fokuskan dari mana asal panah itu dan terdengar suara Brugh "oh ****" suara dari taman bawah.
Dea langsung berlari kebawah dan melihat sese orang melompati samping gerbang yang tinggi.
"hati-hati" teriak dea pada penjaga depan namun na'as penjaga jatuh ke tanah. Dea melihat sepeda motor dan menaikinya Saat di tengah jalan dia turun dari motor dan orang itu bersembunyi di sesemakan, dea menyadarinya melihat dari spion'a dan mengejar dan saat itulah dea berpapasan dengan nanda .
Kembali ke kejadian
Setelah beberapa waktu Dea membawa besek dan memberikan kepada Nanda.
"Ini seblak untuk istrimu" dea.
"Thaks,, oh iya kau juga sedang hamil kenapa kau ada di jalan malam-malam begini?" selidik Nanda.
"Ngejar tikus" jawab santai dea.
"Malam-malam?" Nanda hampir akan tertawa.
"Iya,, pulanglah pasti yang dirumah menanti" Dea.
"Iya.. Satu lagi kenapa kau mau membantuku? bisa saja aku adalah orang jahat!" Nanda.
"1. aku tersentuh suami yang berjuang untuk istrinya" senyum "2.Kau bukan orang jahat" Dea.
"Kenapa kau begitu percaya!".
"Cara bicara, detak jantung dan gerak-gerik anda" tegas Dea.
Nanda langsung membayangkan Denas "bagaimana bisa dia seperti Denas versi wanita" begidik ngeri lalu berkata "Namaku Nanda,".
"Namaku dea" senyum "permisi saya akan pulang" pamit Dea dan pergi.
__ADS_1
"ya" jawab Nanda dan pergi juga.
Dan di tengah mengemudinya nanda berfikir "ya ampun jadi benar se imut dan secantik itu Sesuai di foto,, aiya denas istrimu tengah mengandung besar dan dia berlari mengejar tikus" degh "tikus!! apa tikus yang ia maksud itu manusia? aku penasaran coba pulang kerumah nanti aku lihat cctv jalan" pikirnya.
Mansions Dea
"Dea" seru seseorang dan memeluk dea langsung "kau kemana saja? kenapa kau keluyuran malam-malam? aku sangat khawatir tadi ada penyusup dan pas aku liat ke depan penjaga pada pingsan".
"aku baik-baik saja kak Eimila" Dea.
"ayo cepetan masuk" ajak Eimila.
"aku tadi juga pulang buat seblak" Dea.
"Se,,seblak? buat siapa? kamu kalo ngidam bilang jangan buat sendiri atau cari sendiri" tegas eimila.
"ia kak,, tapi bukan buatku, memang tadi aku keluar ngejar penyusup, eh papasan sama seseorang katanya istrinya lagi ngidam ya aku buatin kak,, gak tau kenapa pengen aja buatin buat dia,, terus juga jam segini mana ada yg jualan seblak" jelas dea.
"kalau elvin tau urusannya gak bakal kelar, kenapa kamu kejar penyusup itu sendiri?! ini tengah malam dea, kamu juga ada-ada aja jangan terlalu baik dengan orang yg baru di temui" Eimila.
"baik kak ,,maaf membuatmu khawatir"senyum Dea.
Eimila mengantar dea sampai kamar bahkan menunggu dea sampai selesai beres bersihin badan dan menyelimutinya.
"kak aku bisa tidur sendiri" senyum kikuk. "jika kakak mau tidur bareng ayo" bingung.
"Dea aku mengawasimu sekarang agar kau tidak kabur lagi, tidurlah setelah kau tidur aku akan menyusul" senyum.
Dea tertidur dan sebelum itu dalam hati dea berkata "kak eim maaf aku cerita setengahnya saja, aku mengejar penyusup itu karna saat aku mengambil panah ada kertas yang bertulis akan membunuhku, Berarti saat aku lengah tadi penyusup itu kembali ke mansions ini lalu ketauan kak eimila atau mungkin penyusupnya lebih dari 1 ".
Emila menatap dea yg sedang tertidur dan bergumam "ya ampun sebenarnya dia terbuat dari apa si dengan tubuh kecil seperti ini" lalu mengingat kejadian tadi.
"Ngantuk bangat ,, sebelum itu aku akan mengecek dea dulu" eimila berjalan menuju ke kamar dea namun dari kejauhan dia melihat tanaman bergerak-gerak dan berlari kebawah, saat kebawah dugaan eimila benar ada seseorang yang sedang bersembunyi lalu dia langsung memukul dari belakang dan memberitahu kakaknya, dan dibawalah penyusup itu ke ruangan penyiksaan tikus (penjara).
lalu dia bergegas mencari dea dan mendapati tidak ada dea di semua ruangan di bantu oleh penjaga lainnya.
"maaf non eimila non dea gak ada dimana pun" seorang penjaga dengan menunduk.
lalu datang pelayan wanita dan yg lainnya dan berkata hal yang sama.
"ya ampun kalo atasan kalian tau kalian bakal di pecat!! masa gak ada yg tau dimana gadis yg tengah hamil itu!! kalian jaganya gimana? penjaga depan pingsan masa gak ada yg tau? hadehhh parah" ucapnya pada para penjaga dan pelayan.
Eimila melihat kebawah mansions dan melihat dea berjalan dari arah gerbang, para penjaga dan pelayan pun lega melihat nona junjungannya telah kembali tampa terluka sedikitpun.
...Kantor YLS...
Nanda baru memasuki ruangan dan disambut dengan sodoran tangan Denas.
"ya tuhan!!" kaget Nanda lalu memberikan besek yg ia pegang pada Denas "gue tau lo gak sabar tapi gak perlu nunggu depan pintu liff juga kali" tambah nanda.
"Maaf ya" ucapnya di sertau senyum tipis.
"ya ampun hentikan An Denas yg terhormat, gak perlu senyum ngegedegin gitu! bisa bisa gwe Nanda yang seganteng malaikat bisa ganti menyukai lo"ucapnya yg seakan akan denas itu besinar terang saat tersenyum.
An Denas pun memegang jidad Nanda.
"apa kau pikir aku demam" Tukas Nanda.
"ya, karna kau berkicau sangat banyak" jawabnya lalu berjalan dan akan menikmati seblak goreng yg dibawa nanda.
"dasar.. Karna gwe tuh belum terbiasa dengan lesung pipi yang telihat saat lo tersenyum" jawabnya sembari rebahan di sofa kerja Denas.
"Nandaa!!" tegur Denas.
"ya apa lagi!" Nanda.
"dimana sambal dan daun singkongnya?" Dika.
Nanda nyengir "lupa hehe".
Dika hanya geleng-geleng kepala lalu mulai memakan seblaknya tampa mempermasalahkan ada yg kurang.
Dan di hati Nanda " 1,,2 " belum selesai dia menghitung denas memanggil "Nan..".
Nanda menjawab "Ya" dan hati Nanda berkata "darimana kau dapatkan seblak ini!" .
Lalu Denas berkata "Darimana kau dapatkan seblak ini?".
Nanda tersenyum lalu mencoba normal dan menjawab "Dari seseorang yg tak sengaja berpapasan, dia baik bangat mau memasak buat orang asing, emang kenapa?".
"oh gpp" Denas dan dalam hatinya "rasanya seperti buatan Dea lidahku tidak bisa dibohongi, rasanya ada sakit dan bahagia dimasakan ini".
Nanda tersenyum puas tebakannya tepat dan dalam hatinya "Gwe tau lo lagi kepikiran rasa masakannya pasti,,hahaha ternyata flm sama nyata sama aja. Seorang suami yg hafal masakan istrinya" Nanda smirk smirk gak jelas lalu menggaruk alisnya yg gak gatal. Menahan tawanya yg hampir tak bisa di bendung melihat Denas kebingungan.
__ADS_1