
Bait sebelumnya 👇
maaf!" ucap samar ilan dari belakang dea yg akan memukul dea.
            ••••••
"kenapa!" Dea menatap tajam ilan dan kull lalu menahan pukulan ilan lalu keluar dengan cepat dengan perasaan yg takut memikirkan dean dan edna terluka.
kull berusaha mengejar dea namun ditahan ilan.
"kita serahkan semua pada elvin until selanjutnya" ilan.
"iya kita tidak bisa menahan dea" kull.
lalu mereka melanjutkan tugas selanjutnya.
Dan Dea sedang berlari menuju liff yg akan menutup lalu menahan dengan kaki agar bisa masuk kedalam.
Dan didalam sudah ada An Denas,nanda dan ovin.
Dea mengabaikan Denas mencoba melupakan kejadian tadi, dan yg ia pikirkan adalah dean dan edna.
ovin dan nanda hanya saling menatap sementara Denas memandang trs wanita yg ada di depannya itu.
Dia ingin memegang tangan wanita yg ada di depannya dan ingin berkata "maaf untuk yg tadi!" namun saat akan melakukannya denas mencoba menahan diri.
Tapi tak di sangka badannya bergerak sendiri dan memegang tangan dea.
Dea sangat terkejut dan langsung mendorong denas.
"maaf soal yg tadi" denas.
Ovin dan nanda langsung menutup mulut mereka dan saling tatap mendengar denas berkata perkataan keramat itu dengan lembut.
Dea hanya memandang denas dengan mata yg beraliran air mata membuat denas kaget.
Tidak hanya denas,ovin dan nanda pun terkejut.
dalam batin denas "lagi lagi tatapan itu dan air mata itu, aku bisa gila melihatnya menangis saat didekatku rasanya aku membenci diriku sendiri entah kenapa saat melihatnya menangis".
dalam batin Dea "maaf!?,, jika situasinya memungkinkan banyak yg ingin ku tanyakan, tpi sekarang yg trpenting adalah dean dan edna, andai saja aku bisa bercerita,, ah tidak dea apa yg kau pikirkan, dan kenapa kau menangis? kenapa hatimu terluka sekali saat melihatnya".
dalam hati ovin "oh ya lord kenapa dengan ruangan ini terasa sesak".
dalam hati nanda "ya tuhan untuk sesaat aku rindu sekertarisku, dari pada 1 ruangan dengan mereka".
tak lama setelah itu hening dan liff sampai lantai satu.
Dea langsung berlari ketempat parkir menuju motornya berada.
Sementara denas, menuju mobilnya diikuti ovin dan nanda.
Dan tampa di duga mereka keluar masing masing dengan kendaraan mereka bersama di depan hotel.
Dea menatap denas yg menatap dia juga di mobilnya. dan langsung memutar gas kencang meninggalkan mobil denas.
"ya tuhan apa dia gadis yg sama!" tanpa sadar nanda berkata seperti itu.
"gila motor verza bro! sampai kekorea?" ovin tersenyum kagum,
"hmm" denas lalu berkata "nanda batalkan semua rapat yg jauh, Dan yg dekat ovin kamu gantikan!".
__ADS_1
"apa!!" nanda dan ovin bersamaan.
lalu denas menurunkan ovin dan nanda dan dia melajukan dengan kecepatan penuh mengikuti Dea.
Ruang penculikan.
"bagus ini bayaran kalian" ucap seorang wanita sembari melempar uang pada masing masing penculik dengan bahasa korea.
"ok ini cukup, bila ada yg di perlukan silahkan kabari kami" penculik 1.
Wanita itu tersenyum tipis dan para penculik pergi.
wanita itu memegang dagu eimila dan melepasnya lalu melewatinya menuju samping tempat dean dan edna di ikat sembari berkata "tidak masalah tidak ada wanita itu, yg penting anak anaknya! sayang si aku tidak bisa membunuh wanita itu sekarang yg penting siksa dulu batin-nya lewat anak anaknya" tersenyum senang.
"kau senang anmie!" ucap pria di belakang.
"ya" sautnya.
"kuharap dia masuk perangkap!" ucap pria itu.
"ya aku juga berharap begitu, situasi akhirnya mendukung kita juga virren" ainme.
"aku bisa gila sayangku sudah melahirkan dan mempunyai anak kembar" mengelus elus edna dan dean.
"menjijihkan! apa si yg kau pandang dari wanita itu!" anmie lalu memegang dagu dean dan edna keras secara bersamaan.
"stop" virren yg sembari memukul tangan anmie "jangan lukai mereka! mereka calon anak anakku!" virren menatap tajam anmie sambil menyengkram leher anmie..
anmie malah tersenyum di tengah rasa sakit cengkraman lehernya dan berkata "kau akan rugi bila membunuhku ingat itu!".
Lalu virren melepas leher anmie.
"uhuk uhuk, dasar maniak! ok ok aku tidak akan melukai mereka tapi jujur aku sangat benci pada mereka terutama anak lelaki itu! kenapa persis dengan denas!" oceh ainme.
"gwe gak ngerti sama obsesimu yg aneh itu!" tatap ngeri anmie pada virren.
lalu mereka pergi.
"awhh" ucap bersamaan dean dan edna.
"kau tidak papa edna?" dean.
"sakit, kakak bagaimana?" edna.
"nenek lampir itu keterlaluan dagu dan pipi kakak juga sakit" rutuk dean.
"untung kita pura pura pingsan! ternyata ajaran ibu sangat berguna!" edna.
"ya benar , namun aunty eimila belum sadar juga bagaimana ini, dia terluka parah,tadi kakak mengkhawatirkanmu saat melihat aunty terluka, untung saja kau tidak disakiti mereka" dean.
"kita harus membuat aunty sadar" edna dengan mata yg memerah.
"hust jangan takut!" ucap dean.
"aku tidak takut!" edna.
"bila kau takut dan sedih matamu memerah" dean.
"kakak,," edna dengan suara lirih menatap kembarannya dan mulai menitikkan air mata.
"diamlah kakak tidak bisa memelukmu yg merengek saat ini! kakak juga di ikat" dean yg mencoba menghibur adik kembarnya itu.
__ADS_1
"kakak juga takut kan! mata kakak memerah dan kaki kakak gemetar!" edna.
"iya kakak takut, kakak menginginkan bunda saat ini!" jujur dean karna tak bisa berbohong.
Karna dean dan edna memiliki banyak hal kesamaan yg tidak bisa berbohong ketika tanda tanda itu datang.
"aku kira kakak bakal bilang nggak mata kakak merah karna soflens! " ejek edna di tengah tangisnya.
"sudahlah diam lebih baik kita berusaha menyadarkan dulu aunty eimila" dean.
Mereka mencoba memanggil nama eimila namun tak kunjung sadar, mereka juga berusaha melepas ikatan di tubuh mereka namun tak kunjung bisa.
Akhirnya mereka memilih menyerah dan menunggu sampai kapan eimila sadar.
menara mescucuar
Dea sampai di menara mescucuar dan mendapati elvin berbicara dengan anak buahnya ada juga yani di sana.
dea langsung terburu-buru menghampiri elvin. Dan dia langsung memukul elvin
Bugkh bibir elvin berdarah.
Dea menatap tajam elvin.
elvin menghembuskan nafas kasar dan menaruh tangannya di kedua mata dea yg menatap tatapan membunuh padanya.
"kau marah? karna aku menahanmu dan tidak memberi tahumu?" elvin dengan lembut.
"kenapa? apa yg terjadi? dimana anak anakku dan Kak eimila" dea yg mulai reda kemarahannya.
"mereka diculik! dan kami kehilangan jejak mereka! koneksi yg aku punya cuman di hp eimila. apa kata hp'a di hancurkan!" elvin.
"apa!" dea menundukkan kepalanya.
"dea jangan bersedih aku tau.." kata kata elvin terhenti saat dea mengangkat kepalanya.
"menjijihkan!" mata dea memerah "siapa yg berani menculik putra putriku!" dea lalu membuka ponselnya dan mengaktifkan gps.
elvin hanya bisa menghembuskan nafas kasar, seakan akan oksigen tiada untuk ia hirup.
"elvin ikuti aku! kak yani biarkan disini bersama yg lain untuk mengecoh penculiknya dan bawa 3 orang anak buahmu!" Dea.
"ya!" hanya dua huruf yg mampu di katakan oleh elvin dia repot repot ini dan itu sampai lokasi sudah ditemukan tapi di sabotase oleh dalang penculikan Sementara dea hanya perlu menyalakan gps untuk menemukan dean dan edna.
Dea hendak menjalankan motor namun elvin menghentikkan.
"dea naiklah mobil denganku! motor terlalu berbahaya!" elvin.
"tidak mobil terlalu mencolok dan aku nyaman memakai motor!" dea.
"maaf!" elvin.
"nanti saja vin sekarang kita tidak punya banyak waktu" dea.
Mereka lalu pergi menuju tempat dimana dean dan edna di sekap.
Dea sudah berjaga jaga untuk mengawasi anak anaknya dan meletakkan cips di setiap clana dean dan di anting anting edna.
Dea tidak akan melupakan kejadian dimana dean dan edna umur 4 tahun mereka menghilang karna ngambek, dea merasa kesulitan mencari mereka padahal ada di dekatnya dan semenjak itu dia berinisiatif untuk menaruh cips, seberapa mahal pun itu yg terpenting anak anaknya mudah di temukan.
sementara di belakang motor dea dan mobil elvin jauh beberapa meter ada mobil denas yang mengikuti mereka.
__ADS_1
denas sembari memikirkan apa yg barusan dia lihat.
"sebenarnya kenapa aku mengikuti mereka? dan kenapa mata ini tidak bisa beralih dari wanita itu? elvin dan dea pasangan serasi, Jadi sebenarnya dia istriku atau istri elvin dan anak dea itu anakku atau anak elvin. Atau dea cuman sekedar mantan istri? tapi kenapa nanda dan yg lain ketakutan bila aku mengingatnya? kenapa aku harus mengamati wanita itu? sampai sahabat sahabatku yg turun tangan? bila memang dia istriku kenapa aku harus selemah itu untuk melindungi wanitaku?" gumam panjang denas.