
Dan dalam mobil elvin.
"ilan hentikan semua pencarian mereka sudah ditemukan!" elvin.
"ya,,aku juga mau mengatakan bahwa warren sudah menemukan siapa di balik penculikan anak anak dea dan eimila" ilan.
"siapa?" elvin.
"kau bicaralah pada kull dia lebih tau!" ilan.
"hallo, dengarkan aku vin Warren tadi mengirimkan berkas padaku Dan lebih baik jangan terlibat terlalu jauh setelah menemukan mereka, karna di balik semua ini adalah saven diamond" kull
"oh mereka! biarkan saja!" elvin dengan santainya.
"kau serius? tumben kau santai walau nadamu terlihat tidak suka?" kull
"ya karna 2 meter di belakang mobilku ada lawan dari saven diamond ". elvin.
"Maksudmu yls? tepatnya apakah An Denas ?" kull
"mm, sudah lah yg penting jangan sampai kehilangan koneksi dari dea kau mengertikan seperti biasa!" elvin.
"ya" kull.
elvin tidak mungkin lengah untuk yg lain kecuali menjaga anak anak.
5 menit yg lalu iya di kabari oleh yani kalau saat elvin dan dea pergi ada yg mengikuti mereka.
Dan elvin selalu waspada namun yg terlihat ternyata An denas, dia merasa marah namun dia juga sedikit tenang entah kenapa bahwa kehadiran saingannya itu ada gunanya.
Tak lama setelah itu akhirnya sampai.
dea dan elvin menatap gedung tua itu sambil bersembunyi di semak semak dea menghembuskan nafas kasar dan memegang kepalanya.
"kau masih lelah kau disini saja" elvin.
"apa kau gila? mereka ada di dalam entah kenapa firasatku tidak enak elvin, dadaku sesak dan aku sangat gelisah seolah olah yg akan kuhadapi bukanlah penculikan biasa!" dea.
"tenanglah kita tunggu penjagaan mereka lengah" elvin dan dalam hatinya
"dea aku sangat iri oleh tali yg mengikatmu dan denas, aku iri entah jarak di antara kalian jauh kalian tetap terikat, firasatmu benar sayang yg kita hadapi adalah grup mavia berbahaya saven diamond, namun di balik kekhawatiranmu tenanglah ada aku yg siap melindungimu dan ada pria itu yg berkuasa diatas yg berkuasa itu yg akan melindungimu! entah kenapa? dan sejak kapan cintaku jadi obsesi atau tepatnya dari dulu perasaanku padamu itu adalah obsesi, untuk saat ini aku tidak akan egois untuk tujuanku membahayakanmu atau kehilanganmu aku akan mengalah untuk saat ini aku akan mengukur batas kemampuanku melindungimu" panjang batin elvin.
Dan di belakang sana.
"ya tuhan kenapa mereka tidak langsung masuk" denas.
lalu denas berusaha menelfon tias.
"hallo" denas
"ya denas!" tias dengan suara sexy.
"hentikan aktifitasmu dahulu dan bantu aku" denas sembari memutar bola matanya.
"mm 5 menit ok aku akan mencari apa yg kau mau! tanggung!" jujur tias.
"mescucuar pukul 17:45" denas.
"ya" tias.
"kapan temanku pada waras! aku rasa sebelum aku mewaraskan diriku mereka juga tidak akan waras" oceh denas.
Dea dan elvin masuk bersama dan denas masih didalam mobil mengintai.
Dan tak lama denas mendapat telfon.
"kau gila denas!" tias.
"kenapa!" denas.
"mescucuar pukul 17:45 gundulmu, untung saja aku jenius!" gerutu tias yg menyadari sulitnya suruhan denas.
"bagaimana?" denas.
"kenapa? bagaimana? huh dasar! jawabannya saven diamond dibalik penculikan itu, anmie bekerja sama dengan saven diamond yg dipimpin pemimpin baru virren" tias.
"apa! thaks!" denas memutuskan telfon tias.
Denas buru buru menyusul masuk ke gedung dan sialnya anak buah elvin sudah terluka parah tinggal menemukan elvin dan dea.
Sementara kondisi dea dan elvin masih aman dan sudah menemukan eimila,dean dan edna. elvin merasa curiga kenapa dari tadi terasa mulus untuk menyelamatkan mereka.
"bundaa!!" dean dan edna.
"sayang! dean edna" dea dengan airmata yg terbendung di matanya lalu "kak eimila?" sembari melepas ikatan dean dan edna.
"bunda tolong aunty dia tidak sadarkan diri sudah 5 jam lamanya!" dean.
"iya sayang pasti!" lalu dea melepas ikatan eimila "kak ayo sadar" dea menangis "kenapa kakak terluka maaf! gara gara aku kau jadi terluka" dea yg memeluk eimila.
"kalian bisa berjalankan!" dea.
"bisa bunda" jawab dean dan edna bersamaan.
"barjalanlah disamping bunda ya, bunda akan menggendong kak eimila"dea dan di angguki dean dan edna.
sementara elvin yg tadi merasa curiga berjaga jaga di depan dan tak lama dea datang.
"elvin apa kau sepemikiran denganku!" dea sembari memberikan eimila pada elvin.
"ya" elvin yg sudah menyadari bahaya apa yg sedang mereka alami.
Prok
Prok
Prok
Suara tepuk tangan di belakang mereka.
"oh ya tuhan mengharukan!" Seorang wanita.
"anmie!" ucap elvin dan dea bersama.
"ya aku anmie! lama tidak berjumpa elvin! dea!" anmie.
"KAU.." elvin membentak anmie namun di potong oleh dea.
"cukup vin lebih baik kita pergi" ucap dea sambil memegang kedua tangan anak anaknya, dan memberi insyarat pada elvin agar dea yg berbicara pada anmie.
"PERGII! enak saja!" Anmie yg mulai membentak "jangan harap bisa keluar dari sini!" anmie yg sudah menodongkan pistol.
dan dorr anmie meluncurkan peluru namun tidak kena karna dea memukul pistol itu dengan bros yg dia pakai.
"apa! bagaimana mungkin!" anmie.
"bagaimana mungkin!" dea mendekati anmie dan menamparnya kencang.
"aku diam bukan berarti bodoh! aku tidak tau apa masalahmu denganku apa aku mengusik mu! kau menculik anak anakku dan kakak'u padahal aku diam dan akan pergi! dan kau akan menembak anak anakku aku tidak akan membiarkan semua berjalan seperti yang kau mau!" tatap tajam dea.
"hh setelah menampar ku kau berceramah tidak penting!" anmie.
"jangan berbicara dengan nada seperti itu pada ibuku!" edna.
"dasar nenek lampir! mengerikan! tampang cantik anda berbeda dengan hati busuk anda!" dean.
"wah coba lihat anak-anakmu itu" anmie dan mendekati dean dan edna sambil berkata "tidak-"
"tidak apa? kau sudah salah paham! mereka adalah anakku dan elvin! bukan denas!" dea dengan bergetar dan di tatap oleh elvin.
"kau berbohong jelas jelas!" anmie.
"jelas jelas apa? mata mereka tidak seperti denas? atau karna wajah putraku persis pria itu hah jawab ainme!" potong dea pada setiap ucapan anmie dan mencengkram tangan ainme kencang.
"awh!" anmie sambil membuat perlawanan namun kalah dengan dea yg menekannya.
"tapi nyatanya mereka anakku dan elvin anmie! apa kau takut? kenapa kau terus berjalan mundur?."
Dea menekan tangan anmie sampai berdarah terkena kuku panjang dea dan tak menghiraukan jeritan anmie.
"bundaa!" panggil lembut bercampur panik dean dan edna bersama menyadarkan dea.
Dea langsung melepas tangan anmie dan berkata "aku bukan gadis polos yg menolongmu lagi! sekali kau menyentuh anak anakku dan orang disekitarku kau akan merasakan lebih dari hari ini!" dea.
"dasar maniak! kau tidak berhak mengancamku!" ainme sambil memegang tangannya yg berdarah.
"maniak kau bilang? apa kau tau arti maniak? maniak yg sesungguhnya adalah dirimu! apa kau tidak pernah mengaca?" dea.
"kau akan menyesal! telah meremehkanku!" ainme.
"menyesal?" dea tersenyum dingin dan menunduk.
"apa kau sadar akhirnya? kau akan mencium sepatuku!" anmie.
"kau salah! anak anak tolong tutup mata kalian" Dea.
"baik bunda" dean edna.
Dea berdiri dan memutar tubuh anmie lalu menembakkan pistol 2x pas di samping telinga anmie
dea mendorong ainme kasar sambil menembakkan pistol yg dia ambil di bawah kaki anmie untuk menembak 2 orang yg siap menembak laser pada elvin di belakang anmie.
tangan dea bergetar hebat dan menarik dean dan edna agar lari bersama di ikuti elvin yg menggendong eimila.
sampai mereka berada cukup jauh dari lokasi.
"bunda!" peluk kedua anak dea.
dea mengelus elus mereka berdua "kalian anak pemberani" ucap dea "elvin kau pergi dulu bawa kak eimila ke rumah sakit sekarang!" tambah dea.
"ayo pergi bersama, sudah cukup dari tadi aku diam dan mengikutimu!" elvin.
"tidak papy pergilah selamatkan aunty dahulu kumohon!" edna dan mencium pipi elvin.
"kenapa?" elvin.
"kami akan menyusul pergilah elvin kau percaya padaku kan!" dea.
"pappy pergilah nanti akan ku katakan!" tambah dean.
"baiklah!" elvin.
Elvin pun pergi membawa eimila yg membutuhkan pertolongan Dan untung saja hari ini elvin bisa di atur.
"keluarlah!"dea.
"apa kau sepintar itu!" lelaki di belakang semak semak.
"virren!" dea
"om ganteng" edna.
"apa?" dean.
Lalu edna menyenggol dean.
__ADS_1
Sebenarnya dari dalam gedung dea sadar ada denas yg mengikutinya dean dan edna juga menatap kearah semak semak terus. dan alasan dia menyuruh elvin pergi adalah untuk meyakinkan denas bahwa kedua anaknya bukan anak denas namun malah virren yang keluar dulu dari semak semak, lalu disusul denas yg tak jauh dibelakang virren , Sementara yg edna maksud adalah denas dan dean yg bingung oleh ucapan edna untuk denas atau virren.
"sudah lama ya!" senyum "bagaimana kabarmu?"virren.
"kenapa kau disini!" dea.
"mengambil jawaban atas pertanyaan 5 tahun lalu!" virren.
"jawabanku tetap tidak! apa kau gila?" dea.
"aku! gila?! tidak aku tidak gila" memutari dea dan mengelus dean dan edna lalu berdiri di depan dea kembali "tepatnya terobsesi padamu!" virren tersenyum lebar kepada edna dan dean.
Edna lalu berlari.
Dan memeluk orang yg dibelakang virren.
"daddy" edna dan mengedipkan 1 mata pada dean.
"daddy? ayah dan ibumu itu sudah berpisah! dan sebenarnya siapa ayah kalian? pappi elvin! atau daddy denas?" virren sedikit mengejek.
"pertanyaan yg tidak berguna om!" dean.
Dean lalu menuntun ibunya dan mendekati denas, "kami 1 keluarga bahagia!" dean.
Dea menatap dean tapi tangan dean memegang erat pada dirinya.
Karna hanya ada satu cara ini dibandingkan dengan orang yg bernama virren.
"daddy katakan sesuatu! istrimu di goda oleh orang lain" edna dan menarik narik tangan denas.
"kau dengar virren pergilah! kau tau resikonya kan!" tatap tajam denas.
virren mengepalkan tangannya lalu tersenyum "kenapa kau seserius itu aku hanya bercanda" senyum lebar.
"jadi cepat pergi!" denas dengan tatapan mengetimidasi.
Virren hanya tersenyum dan menghampiri denas dan berbisik "sungguh sandiwara yg luar biasa!" dan menepuk bahu denas lalu pergi.
Dea terus menatap denas, bagaimana denas tau soal virren tpi itu tidak penting yg penting adalah bagaimana perasaan anak anaknya melihat ayahnya untuk pertama kali. padahal pertemuan ini yg ke 2x-nya dea tidak mengetahuinya.
"makasih om atas bantuanmu" edna tersenyum.
dean menatap tajam denas lalu berkata "bunda sanggup bawa motorkan! ayo kita pergi dari sini!" dean.
Dea mengelus kepala edna dan dean lalu melangkah pergi namun di tahan oleh denas.
"mereka anakmu? aku pernah bertemu dengan mereka di depan hotel tapi mereka memanggil mommy pada wanita yg dibawa elvin!" denas.
"om ganteng terlalu banyak tanya tidak baik" ucap edna.
"jika mereka anakku apa masalahmu tuan denas!" dea.
"mata! saat itu aku melihat mata mereka sepertiku lalu kenapa?" denas memandang ke dua mata edna dan dean "kenapa sekarang berbeda?" denas.
"om!! dean terangkan ya kami anak bunda dan anak mommy. Mata kami dari dulu seperti ini! saat bertemu dengan om mungkin om sedang pusing jadi salah melihat warna mata kami!" penjelasan dean yg singkat namun membingungkan.
"tuan sudah dengarkan, aku tidak akan berterima kasih tpi akan membalas kebaikan bantuan saat ini jadi permisi" dea.
dea berjalan meninggalkan denas dan menaiki motornya, edna naik dulu dan dean dibelakang edna.
"kalian siap!" dea.
"siap bunda" dean dan edna.
Lalu pergi.
Denas langsung menuju mobilnya dengan perasaan mengganjal dan pergi juga. Sementara anak buah elvin yg terluka sudah pergi ditolong denas.
1 hari setelahnya.
"kak eimila pelan pelanlah" dea.
"iya dea aku tau kondisiku agar pulih" eimila dgn mengelus kepala dea "dimana anak anak manis itu" tambah eimila.
"mereka pergi ke paris dengan elvin dan ilan" dea.
"kau tidak ikut! kau kan juga ingin keparis? 3 hari lagi kita akan ke indonesia Dan semoga kau dapat study tour ke negeri lain!" eimila
"aku akan menjaga kakak maaf kan aku kak, gara gara aku kau jadi terluka!" dea.
"sstt jangan minta maaf ini bukan salahmu dea, ini kesalahan para penculik itu,maaf aku gagal melindungi dean dan edna" eimila.
"tidak kakak tidak salah, kalau saja," degh dea langsung terhenti.
Eimila memegang kepala dea yg menunduk dan mendongakkannya untuk menatap matanya.
"kalau saja apa dea! katakan!" eimila.
Dea menatap eimila dengan mata yg menahan tangis.
"keluarkan dea jangan kau tahan! kau percaya padaku kan kakakmu ini!" eimila.
"aku terluka!" ucap dea lirih.
Eimila memeluk dea dan dea menangis mengeluarkan beberapa luka yg ia rasakan beberapa hari ini.
lalu tak lama kamar hotel dea terbuka.
"ayo ikut aku!" seorang pria yg tiba tiba menarik dea.
"kau!! apa yg kau lakukan! kau masuk kamar orang tampa permisi"dea.
"ikut aku!" denas menarik dea paksa.
"jangan ikut campur" denas mendorong eimila sampai jatuh ke meja.
Dea yg melihat langsung menampar denas, Namun denas menariknya dalam pelukannya.
"kau masuk tanpa izin dan membuat keributan!" dea.
"izin? untuk apa aku harus meminta izin untuk masuk kamar istri sendiri!" denas.
"kau mabuk" dea dengan tatapan tajam.
"aku selalu sadar" denas dengan tatapan tak kalah tajam.
Denas mengeluarkan pistol dan menuju kearah eimila, Dan tubuh dea di peluk oleh denas. dea yg tidak bisa melawan pun menyerah, karna dea dan denas ibaratkan rumus dan buku sama sama kuat.
"aku akan pergi denganmu, tapi jangan sakiti siapa siapa!" dea.
"dea jangan pergi jika kau terluka!" eimila.
"aku takut tidak bisa melindungi kakak, maaf aku menjadi lemah!" dea.
"deaaa," lirih eimila dan berjalan tertatih tatih akibat didorong denas dan denas membuka luka lama dea yg ia dapat saat melawan penculik.
saat di depan pintu sudah ada adnan.
"obati dia dan bereskan mejanya juga kumohon kak" denas.
"ya" adnan.
"deaaa!" eimila.
Eimila mencoba nenahan denas namun dia ditahan adnan.
"lebih baik biarkan mereka sekarang kau istirahatlah" adnan.
"tidak perlu membantuku, dan jangan menyentuhku!" eimila.
Eimila mencoba masuk ke kamar namun dia tertatih tatih, adnan yg tidak seranta langsung menggendong eimila.
eimila lalu menatap adnan dan berkata "apa kita pernah bertemu?!" eimila.
"ku rasa tidak!" adnan.
"kau tidak perlu repot repot karna aku juga seorang dokter senior adnan" eimila yg sudah mengingat siapa adnan.
Dan mereka saling menatap.
Sementara keadaan dea masih di tarik denas.
"cukup! kau mau membawaku kemana?" dea.
denas tidak menjawab dan terus menarik dea hingga sampai dimobil tidak ada suara apapun entah dea atau denas dan sampai di sebuah vila.
denas memarkirkan mobil dan mengikat tangan dea.
"kau gila!" dea.
"aku rasa!" denas.
lalu mengangkat dea sampai kedalam vila.
"apa yg kau pikirkan tuan denas!" dea.
"kau!! kenapa kau berkeliling di pikiranku, kenapa hatiku terluka oleh airmatamu itu!" denas.
"antar aku pulang! kau sekarang gila? membawaku paksa hanya untuk mengatakan itu!" dea.
"siapa anak anak anak itu! jujurlah! karna aku melihat kebohongan dimatamu saat menerangkan soal anak anakmu" denas. "apa kita sudah bercerai? aku mengingat sesuatu yaitu saat kita menikah! apa kita sudah bercerai, jawablah juga pertanyaan ini dea!!" denas.
dea terdiam sejenak sampai dia berkata " ya kita sudah bercerai dan anak anak yg kau lihat adalah anakku dan elvin!" dea dengan suara bergetar.
"kau berbohong!" denas.
"jika aku berbohong kenapa kau tanyakan? jika kau tau kenapa kau menanyakan? apa maumu hah!" dea.
"maaf,, tapi aku menginginkanmu" denas.
dea dan denas saling menatap.
Dea tatapan bingung dan denas tatapan penuh pertanyaan.
denas melepaskan ikatan di tangan dea.
"pukul aku!" denas.
dea hanya menatap denas lalu pergi dan akan membuka pintu.
denas menahan dea dan mencium dea secara paksa.
Denas menciumi dea terus menerus tanpa henti.
"hentikan mas dika! kumohon" dea menangis, bukan menangis atas perlakuan denas tpi menangis karna jiwa wanitanya tidak bisa menolak dan mengotori tembok suci yg ia bangun untuk melupakan cintanya cinta kepada denas.
"kenapa! kau berusaha menolakku tpi tubuhmu lebih jujur, dan aku juga menginginkanmu".Denas.
Dea menangis dan denas langsung berhenti lalu membawa dea ke masjid terdekat.
"HENTIKANN!" dea membentak denas lalu menampar denas.
"DIAM DAN IKUTLAH DENGANKU!" bentak denas kembali.
"kau bukan suamiku! Dan kau itu menginginkan apa? tubuhku atau hal lain" dea.
__ADS_1
"aku menginginkan semua yg Ada didirimu, jika aku bukan suamimu maka akan kujadikan kau istriku!" denas.
Denas sudah menyiapkan semua dan dia memaksakan dea duduk agar menikah kembali denganya.
"nikahkan kami sekarang juga pak penghulu!" denas.
"tapi sepertinya calon wanita tidak ingin!" pak penghulu.
"dia hanya ngambek sebentar" ucap denas.
Dea hanya menatap penghulu itu tak menyangka karna sama dgn saat mereka menikah 6 tahun lalu.
Penghulu yg syok akibat penculikan denas dari indonesia dibawa ke korea pun hanya bisa menerima jawaban denas yg apa adanya dan menikahkan mereka, padahal dulu saat dia menikahkan mereka, denas tidak seperti ini dan juga nama denas dulu dika bukan denas.
Ya penghulu itu penghulu yg sama yg menikahkan mereka, saat denas ingat pernikahan mereka dengan jelas dia langsung menyuruh ovin agar membawa penghulu itu apa pun caranya dan secepat mungkin kekorea. mereka disaksikan oleh beberapa warga islam dikorea.
dan mereka sudah syah menjadi suami istri kembali.
villa denas
"apa kau syok dea?" denas.
"ini semua tidak sah dan menurutku gila!" dea.
"mau kau mengelak seperti apapun kau adalah istriku sekarang dea!" ucap denas pelan.
Lalu mengecup dea berulang ulang.
dea langsung mendorong denas.
"Apa ini yg kau mau!" dea.
"tidak dan mungkin malah lebih" denas.
"ayo kita lakukan agar kau puas!" dea
"tunggu!" denas
Dea menghiraukan denas dan membuka kancing kemeja denas sambil menitikka air mata.
"kau!" denas yg melihat dea berlinangan air mata " bisakah kau menangis bersuara? dan jika kau melakukan ini kau tidak akan bisa berhenti dan aku tidak akan berbaik hati!" denas.
Denas lalu memeluk dea yg gemetaran dan mengecup kening dea lalu mengecup bibir dea.
denas memangku dea dan mencium dea lembut dn mencoba melepas kerudung dea.
"maaf sayang!" bisik denas di kuping dea dan mencium leher dea dan meninggalkan bekas disana.
Mencium dea sembari membawa'a kekamar dan mulai membuka kancing kemeja dea, Menurunkan rok panjang dea, lalu dia juga melepas kemejanya .
Denas mencium dea lembut dan melepas semua pakaian yg menghalabgi dea Dan dirinya
setelah itu denas menyelimuti mereka berdua dan menciumi dea.
dea mengikuti permainan denas dan membalikkan denas sekarang dea yg di atas denas.
Dea mencium leher denas, dan denas yg makin menegang langsung membalikkan dea dan akan memasukkan miliknya pada milik dea.
denas sedikit demi sedikit mengingat ingatannya yg belum lengkap.
"kenapa berhenti!" dea dengan suara serak karna sedari tadi dia tak berhenti mengeluarkan air mata walau dia mengikuti permainan denas.
Denas menahan sakit kepalanya dan mencium dea sembari akan memasukkan miliknya namun denas jatuh pingsan.
"payah!" ucap dea.
Dea menggulingkan denas dan mengambil ponsel denas yg ada di kantong celana denas.
"ponselnya terkunci!" dea.
dea merapikan posisi denas sembari mengecek denyut nadi denas lalu dia merapikan baju yg berserakan kemana mana.
Dea membersihkan diri lalu memakai pakaiannya.lalu membantu denas memakai pakaiannya dan mengotak atik hp denas.
10 menit mengotak atik hp denas akhirnya jadi.Dia men scroll mancari nama adnan.
Dan memberi pesan pada adnan agar datang ke vila denas.
"kondisimu masih bisa tahan sampai adnan sampai! dasar pemaksa! aku bukan dea yg dulu! sekarang aku lebih dewasa apa kau tau itu! anakku saja hendak 6 tahun!" dea tersenyum ketir lalu mengambil pisau kecil yg ada di saku kemejanya.
Dea memutar 2 kali pisau itu dan mengesek gesekkan pada leher denas kanan kiri "cukup memotong nadi di leher ini !" dea menatap sayu dan benar benar akan menusuk leher denas namun seketika "bundaaa!" suara dean dan edna datang di pikiran dea dengan senyuman manis mereka.
degh
Dea menjatuhkan pisau itu dan pergi meninggalkan denas dengan tangan yg bergetar hebat.
Tak lama itu juga adnan datang.
Adnan panik dan memeriksa denas langsung.
"denas tidak sadarkan diri! dimana dea bukankah denas bersama dea!" adnan setelah memeriksa denas dan melihat kertas di samping denas.
...Adnan membacanya surat itu bertulis....
...kurasa otaknya sedikit konslet...
...Sembuhkan dia....
...suruh pergi jauh!...
...Dari hidupku! ...
Adnan memijit kepalanya dan berkata "kalian sangat cocok!" adnan.
Hotel dea.
dea pulang lalu mendapati semua sudah berkumpul eimila, dean, edna ,elvin,kull,warren,dan ilan.
"bundaa your okay!" edna.
edna dan dean hendak mendekati dea namun dea sedikit membentak.
"kalian sudah kembali!" dengan mata yg memerah lalu bertatapan dengan mata dean dan langsung masuk kekamarnya.
"bundaa!" dean.
lalu dean dan edna mengejar dea mengikuti sampai depan kamar mandi.
Dea menangis di bawah guyuran air.
Elvin mendekati mereka.
"pappy bunda kenapa?"edna.
"kau tau! bunda di lukai lagi oleh daddy impianmu! An Denas!" dean.
"tidak mungkin!" edna.
"kau tau apa kau masih kecil" dean.
"kakak juga masih kecil! bukan orang dewasa!" edna.
"ayo ikut aku!" dean.
"kalian mau kemana?" elvin "dean tenanglah serahkan pada pappy elvin saja kau tau kan pappy tidak akan membiarkan ibumu menangis!" tambahnya yg sudah mendengar cerita eimila.
"tidak! biar edna tau!" dean.
Dean mendudukkan edna di sofa dan dean membuka laptop ilan.
"tunggu biar paman buka!" ilan.
Namun tawaran'a tidak berguna dean sudah membuka password ilan.
Ilan hanya bisa menganga dan meneguk salivanya kasar.
dean meretas alih semua cctv gedung dan menyalinnya dan menunjukkan pada edna kelakuan ayah kandung mereka.
Yang lain hanya terdiam dan tak bisa berkata apa apa.
Elvin langsung keluar di ikuti kull.
"kau lihat apa yg terjadi hari ini! dia menarik bunda! kau lihat kemarin dia membuat bunda menangis! dia sangat kasar, sekalipun hilang ingatan harusnya jangan melukai bunda!" dean.
"itu karna daddy menyukai bunda tanpa sadar dia menjadi kasar! aku melihat tatapan mata daddy denas di cctv liff" edna.
"aku tidak bisa melihatnya!" dean.
"aku bisa! karna aku mengikuti bunda dan kau! seperti daddy you understand!" edna.
"i don't care!" dean.
"sudahlah kalian jangan bertengkar ini masalah orang dewasa!"eimila.
"tunggu aunty jangan mendekat, ayah ilan dan ayah warren juga gak boleh"edna.
Warren dan ilan hanya bisa bertatapan dan bergumam bersama "ayah".
edna bergelut di google mencari foto kecil denas ayahnya dan mengunduhnya.
"lihat!!" edna.
dean melihat ke layar laptop dan matanya memerah.
"kakak lihat kalian sangat mirip! mengacalah kakak tetap tidak bisa menolak bahwa denas ayah kandung kita!" edna. "kenapa kakak diam! dihati kakak juga berharap daddy mengakui kita kan! kakak seperti ini karna kakak sakit dan takut jika harapan kakak tidak sesuai dgn yg kakak mau! kakak juga gugup kan setiap bertemu daddy denas!" edna.
dean dan edna meneteskan air mata bersama. lalu eimila memeluk mereka berdua.
Dea tak kunjung keluar dari kamar sementara edna dan dean tertidur setelah beradu argumen layaknya orang dewasa.
"kalian yakin mereka anak umur 5 tahun!" warren.
"entahlah!" eimila "mereka sangat dewasa!" tambahnya.
"apa kalian tau semenjak kapan dean pintar meretas?" ilan.
"hmm" warren dan eimila bersamaan lalu menatap ilan.
Ilan lalu teringat saat mereka umur 2 tahun.
dimana dia memangku dean saat ada tugas dari elvin, lalu ingat kembali saat umur 3-4 tahun dia pun slalu mengajak dean dalam tugasnya.
lalu warren mengingat saat edna dan dean umur 3 tahun dimana dia sesekali mengganti posisi ilan dan,,
"aku kira mereka diam karna seru ternyata diamnya mereka sambil mempelajarinya" ucap bersamaan warren dan ilan.
"mereka juga gak kaya anak lain rewel,mereka jenius tapi mengerikan!" eimila.
"kau takut!" ilan.
"ya! mereka seperti denas dan aku juga tidak tau saat dea marah atau kehilangan kendali seperti apa! gen yg di satukan dari denas dan dea atau dika dan dea?" eimila.
"dika dan dea lalu tumbuh menjadi denas dan dea yg sekarang!" warren.
"masuk akal!" ilan "jadilah jenius sekaligus menyeramkan untuk anak umur 5 tahun" ilan.
__ADS_1