
Sebelum Kejadian Mall
"bunda ini makanan kesukaan aunty eimila!" edna.
"pesan dan antar ke hotel saja bunda pasti aunty akan senang" dean.
"iya bunda pesankan!" dea.
Saat hendak membayar dea mencari cari dompetnya tidak ada.
"oh tidak," dea "maaf apa bisa sisihkan dulu nanti saya ambil! saya lupa membawa dompet" dea dengan bahasa korea.
"tidak perlu ini bayar pakai kartu ini" seseorang dari belakang dea.
"baiklah!" kasir.
"kak kull, kak ilan? kalian disini!" dea.
"iya kebetulan kami ada urusan disini!" ilan.
"ini tuan kartu anda" kasir.
"makasih" kull "kau sendiri?" tambahnya.
"tidak! aku pergi dengan anak anak" dea.
"nanti bertemulah di cafe terdekat sini kita jalan bersama" kull.
"baiklah" dea.
"kami pergi dulu ya!" ilan.
Dea mengangguk daa tersenyum.
Dea mendekati dean dan edna yg sedang menikmati minuman dan berkata.
"anak anak maaf kita pulang sebentar ok!"
"kenapa bunda?" edna.
"apa dompet bunda ketinggalan?" dean.
"iya!" ucap dea dengan tersenyum.
"tuhkan bunda lupa! tadi dean kan udah ngingetin!" ucap dean dengan suara yg marah namun terkesan menggemaskan.
"hey kenapa kesayangan bunda mudah marah sekarang?" dea.
"karna dean khawatir sama bunda! dengan sifat kelupaan bunda itu!" dean.
"kenapa si kakak marah marah terus! ayo kita ambil dompet bunda kan gampang toh gak terlalu jauh dari hotel!" edna yg memarahi dean.
"pemarah!" dean.
"dasar kakek kakek, kakeh armun sama kakek alexrus aja gak kaya kakak!"balas edna.
"udah udah kenapa kalian makin besar makin pintar mengejek. itu bukan sifat baik!" dea.
"berbohong juga bukan hal yg baik bunda!" dean.
dea langsung menggendong dean dan mendudukkannya di kursi, begitu pula dengan edna.
"coba keluarin unek unek dean sama bunda!" dea yg merasa bersalah.
"bunda siapa pilihan bunda!" edna.
"tentukan sekarang bunda!" dean.
"kami tidak ingin melihat bunda sedih" tambah dean dan edna.
"kenapa kalian merasa bunda sedih!" dea.
"karna kehadiran dady denas!" dean.
"bunda pilihlah dady denas!" edna.
"bunda kalau dean sesuka bunda yg penting bunda bahagia!" dean.
"jangan seperti ini! bunda sering menangis kami sudah besar kami tau sekarang bunda" edna.
"termasuk kebohongan bunda selama kita di korea!" dean.
Dea matanya memerah dan berkata "maafkan bunda yg egois! kalian sudah besar memerlukan vigur seorang ayah, tpi bunda tidak bisa memberikannya!" dea.
"tidak bunda! bukan itu yg kami maksud!" dean.
"maaf kami terlalu menuntut akhir akhir ini bunda!" edna.
"bunda akan pikirkan dari sekarang ok, yg penting sekarang kita senang senang dulu" dea.
dean dan edna mengangguk dan memeluk dea.
Dea sangat sedih, bukan dia tidak pernah memikirkannya , dea slalu memikirkan vigur ayah untuk mereka walau dea berusaha sekaligus menjadi ayah dan ibu mereka, sekalipun mereka mendapat kasih sayang dari banyaknya orang tetap saja peran ayah tidak bisa di gantikan. mereka tidak salah mempertanyakan sekarang karna dari dulu mereka mengerti, mengerti ayah mereka dari foto,cerita bundanya, dan dari artikel tidak secara langsung.
"maaf bunda terlalu egois sendiri! mulai hari ini akan bunda tentukan, jadi sabar ya anak anak bunda!" batin dea.
Dea sudah di luar mall dan hendak pergi ke hotel namun berpapasan dengan kull dan ilan.
"kau mau pulang" kull
"iya dompetku ketinggalan! apa kalian sudah selesai?"dea.
"iya" saut kull sembari menurunkan dean.
Dan ilan yg menurunkan edna dari motor.
__ADS_1
"uncle kull, uncle ilan!" edna dengan sumringah "kalian disini juga" edna.
"iya, hey tidak memanggil kami ayah lagi" goda ilan.
edna hanya tersenyum kikuk.
dean hanya menepuk keningnya sendiri karna kelakuan edna yg asal memanggil orang.
"dea bisakah kau naik mobil? ya tuhan kenapa kau suka sekali naik motor!" kull.
"benar ini terlalu bahaya!" ilan.
"mobil bakal macet! kalo motor kan mending!" dea.
"iya menyenangkan dengan motor" dean yg setuju dengan dea.
Dalam hati kull "mobil punya,uang punya, dea sudah dibilang milliader tapi dia tetap menggunakan motor" .
Dlam hati ilan "cewe se tangguh ini mana ada lagi yg gwe kenal selain dea di sekitarku".
"biar aku yg ambil dompet kamu dan kamu ke cafe dengan yg lain" ilan.
"tidak aku saja" dea dengan cepat. Karna dea ingat dompetnya di dalam lemari dekat pakaian dalam.
"kenapa?" ilan.
dea mukanya memerah dan menjawab "privasi" dea.
edna yg paham menengahi "biar bunda yg ambil uncle karna itu privasi wanita!" edna.
"kenapa tidaa yani saja dia kan juga wanita?" kull.
"kak yani ikut dengan warren"dea.
Setelah beberapa debatan akhirnya dea bisa pergi, dan saat dia sampai di depan pintu dea mendengar teriakan eimila dari dalam kamar dan melihat kelakuan elvin yg hendak memperkosa eimila.
•Kembali kekejadian.•
"baiklah kalau bunda sudah tau ayo kita lanjut jalan jalannya!" dean dan dalam hatinya "siapa suruh bunda begitu baik, dan terlalu polos, makanya banyak yg menaruh hati pda bunda, oh jadi begini rasanya memiliki bunda yg populer dikalangan atas" dean.
edna menatap dean dan di balas dengan angkatan alis dean, edna menyipitkan matanya sembari dalam hatinya berkata "semua hanya alasan kak dean saja, pasti dia merencanakan sesuatu".
Mereka ke cafe dan ketempat skii yg dimau dean.
. An Denas prov .
Denas sedang berendam di tempat air panas milik ayahnya dan dikelilingi 2 wanita.
"sudah lama kau tidak kesini denas"ovin.
"mm" denas dengan menikmati suapan anggur seorang wanita yg hanya memakai bikini, dan 1 lagi memakai pakaian yg tipis menampakkan seluruh lekuk tubuhnya.
"nikmatilah" ovin.
"ya nikmatilah dan kami akan keruangan yg lain untuk para bidadari yg menunggu kami" nanda.
"siapa nama kalian" tanya denas dengan bahas korea
"saya mi raa sir denas" jawab wanita memakai pakaian tipis.
"kalau saya so hee sir denas" wanita berbikini.
"so hee keluarlah aku ingin bersama mi raa" denas.
"tentu sir!" jawab so hee dan pergi. sebelum pergi dia mengecup bibir denas.
Denas keluar dari pemandian dan hanya memakai jubah mandi lalu duduk dan mengambil rokok.
"tuan biar saya nyalakan" tawar mi raa dengan nada bicara yg sexy.
denas hanya mengangguk.
denas menelentangkan tangannya di kursi menengadahkan kepalanya dan menikmati rokok sembari menikmati ciuman dari mira di setiap leher.
"oh baby kau begitu indah dan menawan! bolehkan mi raa meninggalkan bekas di tubuhmu!" mi raa.
"lakukan apa yg ingin kau lakukan" denas.
"oh baby kau sangat murah hati, kau akan menikmati permainan Mi Raa" ucap mira.
Denas terus menikmati rokok'a dan mira sedang mengulum milik denas.
"ahh" desah denas.
"ah tuan milikmu sangat besar dan panjang" mi raa.
"lakukan lebih lama lagi" denas dengan suara yg parau.
Mi Ra terus mengulum milik denas, lalu denas mematikan rokok dan langsung memangku mi raa, Denas menidurkan mi raa di kursi panjang dan mencium mi raa, dia juga memasukkan 2 jari untuk memanjakan milik denas.
"ah tuan denas,, ahhh " mi raa memegang pinggiran kursi karna denas memanjakan mi raa. denas juga mengulum ****** Mi raa.
Denas memang bermain wanita namun tidak pernah berhubungan dengan mereka karna miliknya slalu mengecil setelah 5 menit menegang dan tidak ada yg tau soal itu. dan denas tak pernah mempermasalahkan mereka akan memanggilnya baby atau mr dan semacamnya.
Tampa sengaja mi raa menjambak rambut denas dan denas langsung mengingat saat melakukannya dengan dea namun dia pingsan. lalu terhenti melakukannya dengan mi raa.
"Sir maaf mi raa melakukan kesalahan!" Mi raa.
"tidak" muka denas memerah "kau pergilah dan ini cek untukmu dan temanmu tadi kau yg paling banyak nominalnya" tambah denas.
"baik terima kasih sir denas" ucap mi raa lalu pergi.
Denas mukanya masih memerah dan bergumam "deaa,, kenapa kau menghantuiku,meracuniku,dan menghancurkan harga diriku sekaligus, kau meninggalkanku setelah berusaha akan membunuhku, kau sangat menarik perhatianku bahkan memikirkanmu milikku bahkan langsung menegang, selama ini aku kira aku impoten karna milikku mampu menegang lebih hanya dari 3 menit saja" guman denas.
Denas keruang mandi dan dia merapikan diri lalu pergi tampa mengabari yg lain.
__ADS_1
Denas menuju tempat skii dimana ada dea disana.
Entah kenapa denas ingin ke tempat itu.
"kak kull ada sesuatu yg aku kuberitahu padamu!" dea.
"katakan saja dea kenapa kau terlihat sedih" kull.
"bacalah pesan di ponselmu" dea yg sudah mengirim pesan.
... Kak kull saat aku pulang elvin mengira kak eimila adalah aku, dan dia hampir memperkosanya. Kondisi kak eimila sudah baikan sekarang jadi jangan membenci elvin, salahkan aku karna aku penyebabnya....
kull menatap dea dan mereka di tatap ilan,dean dan edna.
Kull tersenyum dan berkata "ya aku paham" kull.
Dan dalam hati kul berkata "elvin tidak akan melanjutkan jika eimila tidak menerimanya, dulu juga pernah terjadi kejadian yg sama tapi eimila mampu mengatasinya, kenapa sekarang hampir kelewatan, elvin memang keterlaluan tpi eimila juga salah".
"exhem aku pergi pulang dulu!" kull.
"iya aku percaya pada kakak" dea "kak ilan pergilah temani kak kull sebentar lagi aku juga akan pulang" dea.
"iya jagalah dirimu" ilan.
kull pergi dengan ilan meninggalkan dea.
"kull ada apa?" ilan.
"menemui singa yg di jinakkan dea" kull tersenyum ceria
"senyumanmu mengerikan" ilan yg paham sifat kull dokter ramah nan ceria itu saat marah.
Selang beberapa waktu ilan sampai dan memasuki hotel dea namun tidak ada elvin.
Dan dia pergi mencari elvin ke kamar hotelnya sendiri di ikuti ilan.
Kull masuk ke hotel elvin dan melihat elvin sedang duduk di samping dapur.
Bugkh kull menonjok elvin.
Elvin terjatuh tersungkur dan trus di pukul kull tampa melawan sampai kull berhenti.
"kau sudah selesai!" elvin dengan tenang.
"sudah!" kull tersenyum.
dan ilan hanya duduk dan memakan buah apel yg di meja melihat mereka bertengkar.
"kau gila kau akan memperkosa eimila!" kull dengan nada tinggi.
"ya aku gila!, maaf aku tidak bisa mengendalikkan diriku, apa lagi saat eimila menerima ciumanku, maaf untuk ke 2 kalinya ini aku kelepasan" Aku elvin.
"dasar brengsek!"kull.
"ya aku brengsek!" elvin.
"jangan sekali lagi vin, apa kau tidak tau adik kembarku mulai goyah padamu, dia menyukaimu"kull.
"aku tidak tau!" elvin dengan dinginnya.
"karna kau gila, maka menjauhlah dengan hal hal yg bisa membuat adikku makin menyukaimu dan bersikaplah seperti biasa, minta maaflah pada adikku!" kull.
"benar aku memang gila" saut elvin lalu memandang kull.
"kau mengerti! terserah mau wanita manapun tapi jangan eimila sebagai pelampiasan, dia sangat lemah jika padamu kumohon vin!" cam kull.
elvin hanya mengangguk dan tersenyum tipis menyadari kelakuan bejad nya.
Tempat Skii
dean dan edna sedang bermain skii, mereka sudah bisa karna di latih elvin.
saat mereka hendak berhenti mereka menabrak seorang pemuda yg berhenti mendadak dan jatuh kebawah bersama.
"bundaaaa" teriak edna dan dean bersama.
"dean ednaa" teriak dea yg menusul ke arah dean dan edna.
Glundung glundung
brughk.
pemuda itu pingsan karna memegang dean dan edna bersama, dean dan edna baik baik saja dan orang orang datang membantu.
"dean edna kalian tidak papa!" dea.
"bunda kami baik baik saja tpi diaa!" dean menunjuk pada pemuda itu.
dea meneguk salivanya kasar dan dalam hatinya "mas dika"
"apa kau istrinya?" seseorang.
Dea hanya mengangguk dan berkata
"tolongg bantu bawa dia di tempat istirahat,, diaa,," ucapan dea terhenti saat pemuda itu sadar dan berkata "aku baik baik saja kalian boleh pergi!".
Dan semua orang pergi kecuali dean,edna dan dea.
Dean dan edna terkejut saat melihat wajah pemuda yg mereka tabrak karna dia adalah AN DENAS, sementara dea hanya terdiam.
denas mencoba berdiri namun dia slengkoyongan.
"dad" refleks ucap bersama dean dan edna.
Sementara dea langsung memapah denas.
__ADS_1
"kakimu kesleo ikutlah denganku!" ucap dea.
lalu....