
Part sebelumnya,
"tidak usahh!!" suara seseorang wanita dari pintu ruang kerja elvin.
"kau!!" ucap bersamaan kul dan elvin.
Dea hanya tersenyum menatap wanita cantik yang berjalan menghampirinya.
.
"cantik" senyum "dia masih muda?" lalu mengelus pipi dea yg mulai caby.
dea hanya diam memperhatikan dan
wanita itu tersenyum lalu menatap kull dan elvin.
"dia adikku dea" jawab kull menghilangkan kepenasaran dea.
"benarkah,, apa kalian kembar? kalian sangat mirip".
"kapan kau pulang dari eropa?" tanya elvin.
"bareng kakak'u,, jadi dia dea? yang membuat kau memanggilku kesini" ucapnya.
"ya" jawab elvin sembari duduk di samping kull.
wanita itu mengulurkan tangan "perkenalkan namaku eimila" senyum.
dea langsung menyalami eimila dan berkata "senang bertemu kak eimila".
"dea dia akan menemanimu dari sekarang dan seterusnya, dia juga dokter, sama seperti kull" jelas elvin.
"kenapa kau merepotkan orang!!"
"tidak,,itu atas saranku dea, aku lelaki pasti kau tidak nyaman untuk kedepan dan elvin dia tidak tenang jika dokter lain yang memeriksa" tambah kull.
"ya dan aku tidak merasa terepotkan" senyum "ayo kita kenalan lebih dekat" ajak eimila.
"dengan senang ha,," ucapan dea terhenti karna tiba-tiba pingsan, untungnya dea ditopang oleh eimila.
"Dea" ucap mereka bertiga bersamaan.
Elvin langsung menggendong dea dibawa kesofa, dan kul sedikit kecewa lalu tersenyum, eimila yg menatap kakaknya tau bahwa kakaknya memiliki perasaan lain kepada dea.
Eimila selaku sekarang dokter pribadi dea langsung sigap memeriksa dea,
"bagaimana keadaanya?" elvin penuh khawatir. "tenang elvin dea pasti baik-baik saja?" kull yg mencoba menjelaskan.
"iya dia hanya kelelahan,,dan dia makannya tidak teratur kau tidak perlu khawatir vin" tambah eimila.
"oh ia,, kenapa saat aku akan mengajaknya USG kau melarang?" tanya elvin.
Eimila:"karna aku sudah datang" ledeknya.
Elvin :"aku serius tidak bercanda eim!"
"ya ya ya,, aku juga serius" lalu tersenyum di barengi tawa kecil kull.
__ADS_1
"kau terlalu khawatir" tambah kull.
Elvin hanya memutar bola matanya dan menunggu eimila memberi jawaban.
Eimila memeriksa dea dan eimila tersenyuman lebar "ini luar biasa" menatap kakaknya dan elvin.
"kenapa?" tanya elvin.
Kull :"apa seperti dugaanku kalau dea mengandung kembar?".
eimila :"ya dugaan kakak benar, setelah aku memegang perutnya ia memang tengah hamil kembar",
Kull :"senangnya" turut senang kull "aku sudah lama menduga tapi aku takut lancang memegang perutnya karna kita mengetahui orang hamil dengan pengobatan alternatif" tambah kul.
"benarkah!" ucap elvin dengan nada kecewa "ke,,kembar! kenapa??".
Kull :"elvin tenanglah" yg menyadari situasi.
eimila:" emang kenapa? ,, apanya yg kenapa? harusnya kau senang dia hamil anakmu kembar".
kull menatap adiknya dan menatap dea. Eimila langsung paham dan ingat perkataan kakaknya.
"vin sorry gwe gak bermaksud buat lo inget jati diri lu bahwa lu cuman pria yang cintanya bertepuk sebelah tangan" sesal eimila.
"kenapa sesalmu terdengar sindiran eim?" tegas elvin.
"benarkah!" ucapnya polos tampa dosa yang di barengi gelengan kepala kakaknya.
dalam hati elvin "susah payah aku mencoba mengambil kepercayaannya lagi, kenapa dia harus hamil kembar anak denas, status anak membatasi hati dea, dan sekarang dia memiliki calon anak kembar, bagaimana dea,, aku harus bagaimana agar bisa memilikimu pasti jarak dan benteng yg kau buat akan tambah kuat".
"ya dia masih kecil! tapi jika kau melihat dari sisi pandang orang desa dia sudah dewasa" saut elvin.
eimila: "baiklah tuan elvin,, jangan kecewa, berbahagialah karna yang lu cintai bahagia.
kull: "benar vin,," tambahnya
...kantor yls....
"kapan kau akan terjun ke bisnis gelap!!".
"tidak akan pernah! dan tidak minat! cukup pemaksaan menjadi CEO YLS!"sindir dika.
"sampai kapan nas? kau itu pewaris perusahaan dad,, cuman you!!" masih dengan suara teratur.
dika hanya diam tidak menggubris,
"Denassss!!" bentak mr liam's.
"kuperingatkan namaku Dika!" degan santainya.
Liam's takut emosinya tidak terkontrol langsung pergi meninggalkan anaknya.
Dika hanya mengusap gusar mukanya.
Lalu melihat artikel istrinya yang akan meluncurkan cerita baru.
"heyy ,, apa kau membuat marah ayahmu" seseorang dari pintu.
__ADS_1
dika hanya menatap tajam yang berarti jangan tanyakan.
"ayolah nas ,,ayahmu tadi keluar dengan muka yg menyeramkan!" ucap nanda meledek dan saat menengok dika kembali sudah di sambut tatapan mematikan.
Nanda langsung tersenyum kikuk dan menutup mata dika "kau sebaiknya tidak menatapku dengan tatapan itu ok" merasa puas dengan perlakuanya.
"nanda kau bukan anak kecil lagi bersikaplah dewasa," menggeleng kepala.
"baik tuan denas" lalu meletakkan buku husband is friend di meja dika "kau tau novel ini sangat hebat,,dan hebatnya saat adegan panas haha aku menyukai itu,, katanya di buat flm aku ingin menontonnya dengan para gadis-gadis cantikku apa kau akan ikut" tambah dan ajak nanda.
Dika hanya menggeleng kepala "lakukan kegiatanmu tanpa mengajakku nan!" lalu tanpa sengaja dika melihat buku itu "siapa penulis buku ini??" tanya dika.
Nanda: "jadi kau akhirnya tertarik,, aku akan memesankan tiket untukmu juga,, walau flmnya jauh dari di buku, karna adegan panas di skip,, aku menghargai karya dalam negeri,".
Dika: "nandaa aku tanya siapa penulisnya bukan penjelasan yg kau jelaskan!!"
Nanda: "aiyaa kau ini serius sekali!!".
Dika: "nanda!!"
Nanda: "Di2,, kau puas".
Dika hanya terdiam dan dalam hatinya "Di2 (dea indila italin) istriku, jadi buku ini yg selesai digarap, aku selama ini tidak pernah bertanya buku apa yg akan diterbitkan,, saat bertanya dea menjawab kejutan," sembari membuka-buka buku dan sampai ke bab terakhir yang bertulis Lost dan dika meneteskan air mata.
"hey kau kenapa!! kau tersentuh!! itu hanya buku dan sad ending sudah biasa dalam cerita!" nanda yg tak peka dan duduk di sofa istirahat dika.
Dika tidak tau kenapa air matanya tidak mau berhenti menangis setiap membaca per kata "Maaf aku telah banyak melukaimu" gumamnya yg terdengar nanda "aku menyesal" tambah dika dan dia tidak tau kenapa mood-a jadi cengeng dan dika tidak tau bahwa sebenarnya dika juga terpengaruh kehamilan dea.
Nanda: "hey aku rasa tidak ada dialog itu!!" lalu melihat dika yang masih meneteskan air mata "nass,," panggil nanda dan langsung terdiam saat dika menengoknya sambil berkata,
Dika: "nan aku tiba tiba ingin daun singkong+sambal yang pedas, dan seblak pinggir jalan" dengan polosnya.
Nanda hanya meneguk kasar salivanya dan "What the? denas kau gila ya ini sudah jam 23:42 wib mau cari makanan seperti itu dimana? dan kau itu seorang ceo makanlah makanan yg sesuai dengan derajatmu" dalam hati Nanda "sambal yg pedas apanya,, sambal ya pedas kecuali yg dikasih gula baru manis,, dan sayur daun singkong dari mana udah malam kayak gini".
Dika: "gwe gak mau tau lo mau cari dimana!! tolong cariin cepetan!! dan gwe juga manusia makan jenis apapun terserah gwe yang makan," tegas dika.
Nanda: "kau waras?".
Dika: "tentu" sambil menengok pintu.
Nanda:"aku!! kau suruh cari? kenapa tidak anak buah yg ada di depan pintu".
Dika hanya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya, dan nanda langsung merem seakan-akan temannya itu bersinar terang "Baiklah dan hentikan senyumanmu itu,, menjijihkan, kenapa kau mau makanan pinggir jalan coba bukan yg higenis seperti restoran kek!" kesal nanda, Lalu berjalan pergi sambil ngredumel "tadi menangis,terus menatap orang seakan mau ngebunuh, tidak mau makan seharian, giliran mau makan daun singkong dan seblak cihh tengah malam begini nyari dimana?"
Dika hanya menahan tawa sembari mendengar gumaman nanda sahabatnya itu dan berkata "aku bisa mendengar semua nan!! jangan lupa sambalnya" teriak dika.
"ya ya tuan!!" lalu menatap dika kesal dan pergi.
Dalam hati dika "adapa dengan ku!! apa karna dea hamil dan aku terbawa idam-idaman dea,, bagaimana dengan dea, apa dia lebih berat saat merasa mengidam" lalu lanjut bergelut dengan kerjaannya yg menumpuk.
dika memang ceo tapi dia lebih berjuang keras dibandingkan yg lainnya dalam bekerja, dika slalu lembur karna jika dia fokus satu hal dia akan serius dan tekun sampai tujuannya tercapai entah itu awalnya karna terpaksa. dan tentunya sekaligus mengisi kekosongan yg dia rasakan.
dika menyibukkan diri agar melupakan rasa rindunya, menyisihkan perasaannya agar cepat keluar dari lingkaran jabatannya, dan menyelesaikan tujuannya agar bisa kembali bersama dea.
Dika menatap rembulan yg bersinar terang lewat kantornya itu.
dan berkata "aku merindukanmu sayang".
__ADS_1