
Denas prov
"Apa-apaan perempuan itu! namun kenapa hatiku sakit seperti ini dan jantungku berdetak kencang sampai membuat aku sesak,, padahal luka tembak ini sudah lebih baik" pikirnya.
Dea prov
"ini sangat tidak adil kenapa kau lupa semua dengan begitu aku harus menunggu, namun aku senang karna tetap ayah merekalah yg mengazani kalian anak-anakku" batin dea.
Dea tersenyum lalu berkata "terima kasih atas bantuan kalian semua Elvin, kak kul, kal eimila dan Mr. Alviano" menatap mereka semua.
Semua mengangguk termasuk Mr Alviano dan dia memutuskan kembali ke Paris untuk menjernihkan pikirannya.
5 tahun kemudian. korea.
Dea semakin sukses dan bahkan sekarang sedang fan maeting di negara korea. Karna karnyanya meluncur ke beberapa negara juga, Dea membuat cerita dengan versi bahasa yg berbeda-beda dengan bekerja sama time penulis Lain antara lain berversi inggris,hindia,dan korea.
Dea memiliki pengawalnya sendiri yaitu Yani.
Yani adalah Suruhan Elvin yg memperdalam bela diri pada Dea. Melatihnya menembak dengan berbagai macam alat tembakkan.
Jangan lupa eimila.
Dia mengajarkan beberapa bahasa asing,berkuda,dan mengendarai mobil.
Yani ingat 5 tahun lebih lalu tentang tugas yg elvin berikan padanya.
Elvin:"kau kembali pada Anmie dan jadi mata-mataku, saat waktu yg tepat mendatang aku akan memanggilmu dan memberi tugas baru, dan selama itu kumpulkan informasi yg banyak tentang Anmie.
dan yani datang ke mansions elvin memberi tahu bahwa Anmie bekerja sama dengan seseorang. Saat dea sudah selesai nifas 40 hari dia mulai mengajari dea begitu pun dengan Eimila.
Yani merasa kesal saat bertemu dea karna dialah,gara-gara dialah dia di ancam elvin dan menjadi mata-mata Anmie, jika gagal 1 langkah dia berfikir akan terancam oleh elvin dan Anmie.
Namun berjalannya waktu dia merasa nyaman,damai dan aman di dekat Dea ber beda saat bersama Anmie yg slalu di marahi, dan saat bersama elvin yg penuh tuntutan, walau bertemu dea karna tuntutan elvin namun dia mulai bersyukur dan saat itu lah dia memutuskan untuk setia bersama dea.
Saat itu ayah ,ibu Dea dan alexrus dan ibu Denas datang untuk melihat anak dan cucu-cucu mereka.
Dan tinggal selama 1 tahun di sana.
Kembali kekejadian.
"Yani tolong kamu parkirkan motor verza kesayangan Dea ini di hotel kita menginap" Eimila.
"biar aku saja kak jangan merepotkan Kak Yani" Dea.
"oh dea" mencubit pipi dea "kau itu juga jangan terlalu sungkan,, ya kan yani" lanjut eimila.
Dea hanya tersenyum dan melihat yani mengendarai motor verza-a.
"Aunty Eimila kenapa kau mencubit bunda ku seperti itu" seorang anak perempuan yg turun dari mobil.
"ahh baby,, sudah lama gak ketemu sama kamu 1 tahun huhuhu sedihnya aunty" menciumi edna lalu clingak-clinguk.
Dea tersenyum lalu membopong edna.
"Aunty mencari kak Dean ya?" Edna sembari mencium pipi bundanya.
"iya dimana dia? aku juga rindu padanya?" lalu menengok ke arah dea " Dea kau tidak kasih tau aku fan maeting kali ini bawa anakmu,, tapi itu tak masalah berkat kau aku bisa bertemu dengan para malaikatku" Tambah eimila.
"Bunda turunkan edna dia bukan anak kecil!!" suara ketus seorang anak laki laki turun dari mobil.
"kenapa kau lama sekali!!" eimila memeluk Dean namun dean menolak pelukan itu "kenapa apa kau tidak rindu pada aunty??" mencoba mencium.
"Aunty aku tuh dah gede jangan di cium lagi!! itu aneh dan memalukan!!" ucapnya.
"apa!! kau baru 5 tahun!! masih anak-anak tau!" eimila mulai kesal.
Dea tertawa kecil melihat interaksi eimila dengan anak lelakinya itu, lalu menurunkan edna.
"kesini sayang!" panggil dea lalu dean mendekat pada bundanya dan saudara kembarnya.
"apa kau senang?" senyum dea terukir.
"bunda jangan tanya begitu pasti kak dean akan menjawab biasa saja" jawab edna dengan imut.
"senang bunda" jawab dean sembari melirik edna yg tengah kesal karna tebakannya salah.
"syukurlah,,ayo kita pergi ke dalam hotel" Dea.
Mereka mulai berjalan, edna dan dean berjalan dulu.
"ya ampun dea aku tidak tau bagaimana kau mengurus mereka satu yang hiperaktif, satu yang dinginnya gak ketulungan" eimila.
"dengan bahagia" jawabnya dengan penuh cinta.
Suasananya mulai terasa sedih. Eimila paham dengan jawaban bahagia yg mengandung kepedihan itu, belum lagi anaknya harus memakai soflens mata dan dia yg harus bolak balik pergi keluar negeri untuk fan maeting, Lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.
"oh ia kamu belum menjawab tumben membawa mereka?" eimila.
"iya karna mereka kan udah besar, juga kasian kalo di rumah terus," Dea.
"kenapa kali ini mereka melepas soflens mata mereka?" eimila.
"ini kan di luar negeri, warna mata yg seperti mereka banyak,,berbeda di indonesia akan di masukkan ke berita nanti, aku jadi teringat pas lahiran, kasian juga di indonesia mereka harus pakai soflens kecuali di rumah" dea tersenyum.
"iya aku paham, warna mata mereka sangat indah,, aku juga ingat 1 rumah sakit rame" eimila ikut tertawa.
"Edna jangan berlari!!" dean
"Ayolah kak aku sudah besar you know!" Edna.
Bugk
"awhh" edna menabrak seseorang lalu menunduk dan berkata "i'm sorry" .
"kan kakak sudah bilang jangan berlari anak bandel!! cepat minta maaf!" bentak dean.
"sudah aku sudah minta maaf pada.." mereka mendongak ke atas dan terdiam.
"Siapa kalian aduh anak anak manis,, kalian orang indonesia juga" lalu orang itu tertegun.
"hati-hatilah kenapa anak seumur kalian berlarian di tempat seperti ini!! ayo nanda kita sudah telat!" ucap pria yang tertabrak
"ya,," nanda sambil berfikir.
edna melirik dean dan dean hanya memutar bola mata.
"tunggu om!" dean.
kedua pria itu menengok.
Nanda: "lihatlah mata mereka denas" pelan.
"ada apa dengan mata mereka,, hanya mirip dengan mataku?" santai.
"bukankan anak lelaki itu mirip denganmu saat kecil, justru karna mirip dengan matamu! matamu itu kan langka denas oh ya ampun, Kau menghamili wanita lain ya??" tambah nanda.
"diamlah!!" lalu denas mendekati dean.
"om ini bros baju milik anda!" ucapnya dingin.
"makasih" denas tak kalah dingin sekalipun berbicara pada anak kecil.
Dalam hati Nanda "oh ya tuhan kenapa aku berasa melihat denas kecil dan dewasa apa jangan-jangan itu anak an denas selain anak dari dia dan dea?".
Dalam hati Edna "oh ya ampun kakak memang duplikat dari ayah" matanya berbinar binar.
"Oh baby kalian gak pp kan kenapa kalian berbicara dengan orang asing!!" Eimila yg ngos-ngosan.
"Mommy tadi aku menabrak om ganteng itu" edna berlari kepelukan eimila dan membuat dia berbalik tidak melihat ayahnya.
"mommy ??" eimila.
"aunty di sana ada daddy denas jangan berbalik nanti dady tau kalau kami anak daddy" edna.
"tapi kan dadymu hilang ingatan" eimila
"aunty ada 1 orang lagi namanya nanda takutnya kenal aunty" edna.
"ok sayang" eimila.
Nanda menatap intens wanita yg di panggil mommy oleh gadis imut itu, namun tak kunjung menengok.
"siapa namamu?" denas.
"apa urusannya dengan om, pergilah om tadi terburu-buru" ucap dean dengan tatapan tajam.
dalam hati denas "kenapa anak ini semakin dilihat semakin seperti menatapku dengan tatapan membunuh" lalu berkata "ok" tersenyum lurus.
Denas dan nanda sudah pergi dan eimila menghampiri dean.
"dean!" eimila
"dimana bunda aunty"dean.
"bunda tadi sedang berbicara dengan uncle warren dan pappy elvin kalian" eimila.
"jangan katakan pada ibu ok aunty!" ancam dean,
Dan dimata eimila sangat menggemaskan.
Oh ya ampun setelah dilihat dean dan denas sangat mirip.
"kak eimila!" dea.
"ah ya" eimila.
"Bunda aku cape aku mau cepat cepat ke kamar" dean.
"aku juga bunda" edna.
__ADS_1
dea tersenyum lalu berjalan bersama kedua anaknya duluan meninggalkan elvin,warren dan eimila.
"kalian mau makan apa??" dea.
"aku mau makan masakan bunda dan kak dean apa aja" edna.
"kenapa ada namaku?! aku juga cape!!" protes dean.
"ayolah kakak,, kak dean ya yaa ya adikmu ini sungguh kelaparan tidak makan masakan kakak dan bunda 1 detik saja rasanya aku sudah akan pingsan" goda edna dgn memeluk dean, dean hanya tersipu dan berkata "ok ok" kalah telak dengan keimutan edna walau dia tau adiknya hanya membujuknya.
Dea hanya tertawa melihat tingkah anak anaknya.
sementara di belakang.
"kau menyembunyikan apa?" elvin.
"tidak ada!!" eimila
"mulai!!" warren.
"apa katakan kalau tidak aku akan ku suruh kul ke Dubai disana banyak wanita hot yg akan menyerang kembaranmu!!" ancam elvin.
"kau berani mengusili kakakku akan ku bunuh kau!!" eimila
"katakan!!" elvin.
"sudahlah!" warren.
"Diammm!!" elvin dan eimila bersamaan.
"ok aku akan menyusul dea kalau begitu!!" warren, dan dia berjalan cepat meninggalkan mereka.
"katakan kau menyembunyikan apa!!" desak elvin.
"hhh dasar keong sayur" lalu eimila berjalan meninggalkan elvin. Nanun elvin memegang tangan eimila.
"katakan!!" desak kembali elvin.
eimila ngeblush dan hatinya "oh ada apa denganku!" .
"hey eim!" elvin
"ok ok" melepas tangan elvin "tadi ada An Denas yg agung ayah dari Dean dan edna, bahkan mereka berbincang dengannya dan menyuruhku merahasiakan semuanya dari bunda mereka" eimila
"apa!! denas!" elvin dengan kebenciannya.
"ya tuan elvin yang terhormat" eimila
"apa yg dia lakukan disini setelah 5 tahun tidak terlihat batang hidungnya" elvin.
eimila hanya menaikkan pundak dan meninggal kan elvin yg mulai menelfon seseorang.
eimila mulai berjalan jauh dari elvin dan dia menengok kebelakang, sembari berkata.
"lihatlah eimila kau tidak boleh mencintainya karna dia mencintai orang lain, kau tidak sekuat kakakmu yg mencintai dalam diam, pria yg bersinar terang di bawah sinar matahari itu, angin sepoi sepoi yg menyisir rambutnya itu, dia tidak bisa kau miliki, lihatlah jarak yg ada diantara dirimu dan dirinya,, sebenarnya sejak kapan? apa sejak dea hamil besar? dea melahirkan? atau saat elvin mengurus kedua anak dea? atau bahkan jauh dari saat itu kau sudah menyukainya? tahan eim! cukup ingat dia playboy yg jahanam ingat itu" lalu masuk kedalam hotel.
Malam hari.
dea sudah menidurkan dean dan edna.
lalu elvin tiba-tiba sudah dibelakang dea.
"ya ampun elvin kau mengagetkanku!!" dea menatap elvin.
"Dea cobalah buka hatimu untukku, sedikit saja sebelum dia kembali dalam hidupmu, siapa tau kau akan mencintaiku" elvin.
"kau mabuk elvin, kenapa kau minum banyak alkohol!" dea memapah elvin untuk duduk di sofa.
"tunggu sebentar aku ambil air!" dea.
"tidak" elvin menarik dea hingga dea duduk di pangkuannya dan memeluk dea "tetaplah disisiku dea,, cintai aku sedikit saja!! aku benar benar frustasi dengan dirimu" elvin.
Dea terdiam dan melihat ke samping di sana ada eimila yg berdiri disana dengan lemas, dea tidak sebodoh itu dia tau kalau eimila jatuh cinta pada elvin atau tepatnya menyukainya sejak lama.
dea berbalik lalu mentotok titik akupuntur pada Elvin sesuai yg diajarkan yani selain senjata, sehingga elvin pingsan.
"maaf aku tidak bisa mencintaimu lagi, karna hatiku masih ada dia, elvin lihatlah sedikit ke belakang mu, 1 langkah di belakangmu ada yg menunggumu" dea.
Lalu dea melepaskan sepatu elvin dan menidurkannya di sofa.
Tak lama warren datang.
"kenapa kau tidak kedalam!!" ujarnya.
"aku hanya ingin disini sebentar!" eimila lalu tersenyum.
warren melihat ke arah dimana elvin sedang diselimuti dea.
"kau menyukainya kembali!!" warren.
"mungkin!" aku eimila.
"kau mau tau kenapa dia terobsesi dengan dea?" warren.
dan di kamar edna dan dean.
"papi elvin menyukai bunda! tapi daddy lah yg aku mau!" edna.
"daddy siapa yg kau mau? uncle warren? kull? semua kau sebut daddy dan papi?" dean.
"daddy,, daddy An Denas "mata edna seperti keluar bentuk hati.
"dia terlalu banyak melukai bunda sadarlah itu!" dean " aku akan mendukung bunda akan memilih siapa" tambah dean lalu kembali ke kasur.
"aku tau, tapi bunda masih memikirkannya!" edna lalu mendekati kakaknya dan menutup pintu kamar pelan.
"karna bunda ingin membunuh ayah kandung kita ingat itu!!" dean.
"oh kakak hentikan kenyataan itu, ingat saja kau persis dengan ayah bukankah besar nanti kau akan setampan dia?" edna.
"aku lebih tampan, dan aku tidak akan melukai wanita yg aku cintai kedepannya, contohnya kau dan bunda" dean.
"kakak aku terharu" edna lalu mencium pipi kakaknya yg mulai terpejam dan dia juga tidur.
dean hanya pura-pura tidur dan menatap adiknya " dia sangat polos kaya bunda" lalu mengelus rambut adiknya.
lalu mengingat saat dia umur 3 tahun. Dia sering melihat bundanya menangis, melamun,dan dia melukai tangannya,
walau dia belum tau sepenuhnya saat umur 4-sekarang dia baru paham.
bunda melakukan itu karna merindukan ayah namun dia juga terluka, dia membenci dirinya yg membatasi dia dan edna, dia merasa tak berdaya menyuruh dia dan edna memakai soflens mata.
Dia juga tau paman kull yg melindunginya dari kejauhan, paman warren yg melindunginya dengan tenang, Dan pappy elvin yg terang terangan, dunia orang dewasa begitu rumit. Tapi dia sedikit mengerti alasan ibunya seperti itu.
bundanya juga tidak menutupi siapa ayah dia dan edna, bundanya menceritakan semua tentang hal baik soal ayahnya walau menahan tangis, dan dia juga menceritakan bagaimana ayahnya tidak ada di samping mereka karna ayahnya hilang ingatan.
Namun semua itu hanya setengah dari semua. Saat dia tidak sengaja mendengar elvin yg dia panggil papi berkata "sampai kapan dia harus menderita dan menunggu an denas".
Ayahnya memang hebat,punya segalanya,kekuasaan melebihi elvin namun hanya kurang 1 hal. Hati nurani, dan dean pernah berharap jika bundanya menikah dengan lelaki kampung halaman saja yg sederhana agar tidak menderita, namun nyatanya bundanya terkenal di antara lelaki tampan nan kaya raya, bundanya di takdirkan agar dikelilingi orang-orang berada.
Sekarang dia menyesali ikut ibunya ke luar negeri lagi jika tau akan bertemu ayahnya dia tidak akan ikut,dia ingin pulang saja dan berkunjung ke rumah neneknya yg di kampung.
Satu hal lagi yang membuat dia benci adalah dia terlalu mirip dengan ayahnya, edna juga mirip tapi karna dia perempuan di lebih ke gen bundanya hanya warna mata saja yang sama.
Dan disisi lain dea keluar mencari eimila saat melihat ke taman dari atas balkon hotel dia melihat kak eimila bersama warren. Dia sedikit tenang karna eimila sudah ditemani seseorang.
Dan brugh dea bertabrakan dengan seseorang.
"ah maaf" dea dengan bahasa korea.
"iya tidak papa" saut seseorang yg di tabrak dgan bahasa korea.
Mereka saling berpandangan lalu "kau!!" pria yg di tabrak dea.
"permisi,, aku akan pergi!" dengan bahasa indonesia dan dalam hati dea "kenapa aku harus bertemu dengannya disini, kenapa niatku untuk membunuhnya sama sekali tidak bisa, rasanya aku ingin mengambil pistol dari kakiku dan menembaknya namun menatapnya saja aku sangat tersakiti dan tak berdaya".
Namun pria itu menarik tangan dea, sampai membuat dea memeluk pria itu.
"mau kemana kau?" Denas.
"lepaskan!! tuan An denas yang terhormat" dea lalu mendorong An denas.
"kenapa kau seperti membenciku!!? Denas.
"karna ingatanmu itu!! dan semua tentangmu aku membencinya!!" dea.
"kau sama seperti suamimu itu Elvin melano!" denas yg menyindir.
Dea hanya diam lalu menarik dasi An denas,
An denas sangat terkejut dan anehnya tubuhnya bereaksi pada wanita yg tengah memegang dasinya. sementara dea langsung menginjak kaki An denas sangat kencang dan dea berjalan secepat mungkin.
TAMAN HOTEL
"dari mana ya aku memulai" warren.
"dari mana saja" eimila.
"baiklah aku mulai bertahun-tahun lalu kau pasti tau bagaimana status elvin di keluarga MELANO!".
"ya aku ingat" eimila.
warren:" awalnya aku mengenal dea lebih dulu, kami kenal karna dia menyelamatkanku" senyum.
"benarkah aku tidak tau kau bisa selemah itu." ledek eimila.
"kau tau dulu aku kan gendut pake kaca mata lagi!" senyum.
Fashblakc off
"kenapa menangis?? kau kena tindas?" seorang gadis berusia 13 tahun.
__ADS_1
"Terima kasih!!" warren.
"kau tidak papa?" dea "kau itu kan ana kota? masa mau di bully sama teman-teman kamu? ya alloh kalau kamu ketabrak tadi gimana?" tambah dea.
Warren hanya diam lalu berlari kebelakang seseorang.
"hey anak berhijab kau menindas teman kami ya!" lalu mendorong dea.
"kamu harusnya berterima kasih karna aku sudah mau menolongnya! adik manis itu di bully tadi sampai mau tertabrak"dea.
"dasar anak kampung pergilah!!" teman warren
"iya iya!" dea.
"deaa!" panggil seseorang.
"iya bu saya datang!!" dea.
"kau kenapa tangan kamu terluka?".
"tidak papa bu!" dea.
"mommy?" anak yg mendorong dea tadi.
"alen!! kau ada disini juga? oh ada warren hello kenapa kamu sedih begitu?" ibu alen.
"No!" ucap warren.
ibu alen hanya tersenyum karna dia paham warren baru pindah dari belanda ke indonesia hanya sedikit tau bahasa indonesia.
"kenapa mommy bersama anak kampung itu?" alen.
"alen!! kau harus sopan! dia itu mba baru dirumah kita, lihat dia masih kecil sudah pintar cari uang kalau kamu!!".
"kenapa mommy jadi membedakan aku dengan dia?" alen menunjuk dea.
"dia baru 13 tahun kau suda mau 16 jalan, kamu mau ikut pulang gak?".
"aku akan pulang dengan mobilku sendiri!"alen.
Alen lalu pergi tanpa mendengar jawaban ibunya "anak siapa dia hedeh ,,padahal lagi musim razia, dia belum cukup umur untuk bawa mobil ya tuhan!" mommy alen.
"sabar bu" tersenyum.
"dea!" ibu alen membalas senyum dea dan dia bervikir "alangkah baiknya aku punya anak perempuan".
Fashbakc onn
"dan semenjak saat itu aku sering datang ke rumah alen, aku tau dulu aku kurang pintar bahasa indonesia,aku gendut dan gampang di tindas, aku sebenarnya hanya mau beryeman dengan gadis yg menganggap anak 16 tahun adik manis".
"hahaha dea dari dulu sudah menarikya salahmu si kau pendek" cibir eimila yg semakin tertarik dengan cerita warren.
namun itu tidak berjalan mulus saat aku akan mendekatinya aku dihalangi alen dan saat ada waktu aku hanya bisa mengucapkan terima kasih, dea belum bisa bahasa ingris seperti sekarang!! alen juga sering mengusili dea waktu itu aku ingat dia menceburkan dea ke kolam sampai pingsan 2 hari orang tua alen sangat bingung bagaimana menghubungi orang tua dea, untungnya dea sadar, dan alen di kurung ayahnya digudang sampai saat itu alen berubah dia tidaj uail pada dea melainkan sangat baik pada dea, sampai suatu hari bekal alen ketinggalan dan dea mengantarnya,dia mengantar sendirian pakai motor.
"benarkah? dari kecil dia sudah pintar naik motor?" eimila.
"ya,, pakai motor matic, dan saat itu aku melihat dea di tahan oleh alen saat akan kembali, saat itu aku merasa sedih perasaan yg asing, dan aku sadar aku menyukai dea tapi bagaimana dia sangat cantik dan tinggi, alen juga tampan dan keren dan saat itu juga aku dibuli".
•
"hey babi, kau sangat menjijihkan" mengambil kacamata warren lalu menginjaknya, dan 3 yang lainnya menendang warren.
"hey hentikan!" bentakan Dea.
"kau siapa? pakaian kumuh kaya gini kenapa bisa masuk ke kelas tingkat atas kaya gini!" tertawa diiringi yg lainnya.
"dea yg waktu itu langsung memukul anak-anak yg membuliku".
"dia dari dulu sudah pintar bela diri ya?" eimila.
"tidak dia memukulnya dengan sepatunya?.
"hahahaa kocak amat si" eimila.
"dia langsung membantu memapahku ke bangku dan kami duduk disana.
Lalu dia mengeluarkan hp'a dan mulai berbicara dan tertulis bahasa ingris di layar, saat itu kami berkomunikasi lewat translator bahasa bahkan bahasa belanda juga".
"ok sekarang aku paham! perkenalkan aku dea,, ayo berkenalan ulang!"Dea
"warren".
"kau harus belajar bahasa indonesia biar kita bisa berbicara Leluasa" senyum.
"ok".
••
aku ingat saat itu aku hanya berbicara beberapa kata dan huruf, selama 5 bulan aku belajar dengan dea bahaSa indonesia.
Aku mulai lancar, kami belajar jika dia mengantar bekal alen, dan waktu libur sekolah namun saat aku akan mengatakan aku menyukai dea, Alen lebih dulu mengatakannya aku juga sadar diri aku yg tidak pantas untuk dea dan memutuskan kembali ke belanda dan menguruskan badan.
1,5 tahun kemudian aku mendapat kabar alen meninggal. padahal aku kira yg akan meninggal lebih dulu adalah ilan yg sakit dari bayi selama itu dia juga di rumah sakit terus ilan kembaran alen.
Aku buru-buru ke indonesia dan alen sahabatku meninggal saat itu juga aku bertemu dengan elvin di tempat duka. Namun aku mengabaikannya dan datang kerumah alen, disana aku hanya melihat bibi unah pengurus alen dari kecil, aku menanyakan dea katanya dea sedang mengemas barang dan akan pindah tempat kerja.
aku berlari mencari dea dan menemukannya di dapur, dia sangat lelah dan terlihat sedih aku memeluknya dia tidak menolak malah tambah menangis kencang.
•
"warren lalu apa yg terjadi" eimila.
"dia lalu mendorongku saat selesai menangis".
"dia tidak kenal kamu?"
"tidak aku udah ganteng soalnya".
"ckk" eimila.
"aku bercanda dea mengenalku!" senyum.
"benarkah!!" eimila.
"ya,, dia mengenaliku! dia meminta maaf padaku".
•••~
"maafkan aku warren aku membasahi bajumu!" dea.
"tidak papa" senyum
"kau berubah aku sangat senang untukmu!" dea.
"terima kasih".
Aku menyuruhnya duduk de meja dapur dan dia menanyakan kabarku, ikut senang karna bahasaku sudah lancar, saat itu aku senang namun hatiku terluka dia tersenyum dengan air mata yang berlinang. Aku bingung untungnya mommy aklen pulang dan dadynya dan mommy alen memeluk dea erat sambil menangis sesegukan di ikuti dady alen yg memeluk mereka berdua.
•
"benarkah!! lalu dimana ilan!" eimila.
"ilan di belanda dia tidak bisa menghadiri hari terakhir kakaknya".warren
"pasti ilan sangat terpukul karna kembarannya meninggal" Eimila.
"ia ilan bahkan ingin menusul kakaknya dengan cara bunuh diri" warren.
"ya tuhan" Eimila.
"ibu alen juga berterima kasih pada dea" warren.
"benarkah?" eimila
"Ia karna alen dan dea sudah bertunangan!"
"apa!! benarkah!" eimila.
"iya,, btw kau hanya berkata benarkah, benarkah doang" warren.
"soalnya seru hehe" eimila.
"Ibu alen sangat menyukai dea sampai tidak mau melepaskan dea, bahkan menyuruhnya tunangan dengan kembaran alen yaitu ilan" warren.
"dea sungguh beruntung dari dulu ya" Eimila "alen sebenarnya sakit apa?" tambahnya.
"kanker otak" warren.
Eimila hanya diam.
"kau mau lanjut? belum sampai elvin loh" warren.
"iya aku mau dengar semua" eimila.
••~
"makasih sayang membuat kenangan manis pada anakku,, maaf dia meninggalkankan mu seperti ini,, tann..Ahh ii..Ibu masih ada kembaran alen tolong jangan pergi ikut ibu ke belanda ya!!" Mommy alen.
"sudah lah mom relain kepergian alen dan perasaan dea bukan mainan yg bisa kau ganti ganti dengan anak kita yg lain" dady alen.
"benar ibu,, aku setia pada alen, dan aku tidak mau menggantikannya dengan saudara kembar alen,perasaan tidak mudah di ubah" dea.
setelah beberapa pembicaraan dan aku yg menjadi patung disana dea mengeluarkan 4 amplop yg berisi surat dari alen.
Dea memberiku 1, memberi ayah ibunya1, 1 untuk elvin dan yang 1 aku.
•
"apa isi surat itu warren" eimila.
"surat perpisahan!" warren.
__ADS_1
To warren.